Anda di halaman 1dari 51

Protokol Pengalamatan

Jaringan

KD 3.6 Memahami Protokol Pengalamatan Jaringan


4.6 Menyajikan Penggunaan Protokol Pengalamatan dalam
Jaringan
Tujuan:
Setelah mempelajari kompetensi ini, siswa diharapkan mampu:
Menguraikan pengalamatan IPv4
Menguraikan pengalamatan IPv6
Menguraikan subnetting classfull
Menguraikan cara kerja NAT

Pretest dan Post Test


1. Dari kelima kelas pada pengalamatan IP. Kelas D biasanya
digunakan untuk keperluan
A. Multicast
B. Eksperimen
C. Unicast
D. Broadcast
2.
A.
B.
C.
D.

Yang termasuk jenis-jenis alamat IPv6 adalah


Unicast, Anycast, Global Address.
Multicast, Unicast Address, Anycast.
Global Address, Site-Local, Link-Local.
Unicast, Anycast, Multicast.

3. Penulisan IP Address 10.208.15.240 dalam bentuk binary ditulis


sebagai berikut
A. 00001010.11010000.00001111.11010000
B. 00001010.11010000.00001111.11100000
C. 00001010.11010000.00001111.11111000
D. 00001010.11010000.00001111.11110000
4.
A.
B.
C.
D.

Berikut adalah keuntungan dari NAT kecuali:


Menghemat alamat IP legal yang ditetapkan oleh NIC atau ISP
Tidak menyebabkan delay switching translasi
Mengurangi terjadinya duplicate alamat jaringan
Meningkatkan flesibilitas koneksi internet

5. Untuk mencari alamat Broadcast yang valid dapat digunakan


logika
A. 2x
B. 2y-2
C. Subnetwork berikut 1
D. 256 nilai octet terakhir subnetmask
6.
A.
B.
C.
D.

192.168.1.190/26 termasuk kedalam subnetwork


192.168.1.64
192.168.1.128
192.168.1.189
192.168.1.192

7.
A.
B.
C.
D.

Fungsi dari subnetting adalah seperti berikut


Memecah suatu IP jaringan ke sub jaringan yang lebih detail
Memecah suatu ip jaringan ke sub jaringan yang lebih kecil
Memecah suatu ip jaringan ke sub jaringan yang lebih terperinci
Memudahkan pengalamatan suatu ip jaringan

8.
A.
B.
C.
D.

NAT terbagi menjadi dua jenis yaitu


Pool
Inside
Overload
Dinamis

9.
A.
B.
C.
D.

/18 berada pada IP Address kelas


A
B
C
D

10. Berikut adalah yang harus diperhatikan ketika membuat netmask


network, kecuali:
A. NetID tidak boleh sama dengan 127
B. Harus terdapat HostID
C. NetID dan HostID tidak boleh sama dengan 0
D. NetID dan HostID tidak boleh sama dengan 255

Materi 1: IP Address

IP Address = Alamat Rumah


Jl. A. Yani No.1 Ds. Pohkecik = 192.168.10.1
adalah alamat yang menjadi tanda pengenal
untuk setiap host yang terhubung ke jaringan
dengan TCP/IP (internet)
Setiap host yang akan terhubung ke jaringan
yang berbasis TCP/IP, harus memiliki IP
address.

Materi 2: IP Address (v4)


32 bit

11000000 10101000 00000000 00101000

192 . 168 . 0 . Oktet


404
Oktet 1

Alamat Jaringan
Alamat Host

Oktet 2

Oktet 3

Konversi Bit ke Desimal

192 . 168 . 0 . 40
11000000
27 26 25 24 23 22 21 20
128 64 32 16 8 4 2 1

128+64

Rumus 2n

Latihan Konversi Bit ke Desimal

192 . 168 . 10 . 125


11000000

10100100

00001010

01111001

01100000

10101000

00010010

01110110

10100000

10100010

00010100

10100011

01010000

01010100

00010010

01111101

Keterangan: Multiple choice dengan langsung muncul animasi


Benar atau salah desertai audio

192.168.0.2

192.168.0.3

192.168.0.4

192.168.0.5

192.168.0.2

192.168.0.3

192.168.0.4

192.168.0.0

192.168.0.5

192.168.0.2

192.168.0.3

192.168.0.4

192.168.0.5

192.168.0.0

192.168.1.0

192.168.1.2

192.168.1.3

192.168.1.4

192.168.1.5

192.168.0.2

192.168.0.3

192.168.0.4

192.168.0.5

192.168.0.0
ROUTER
192.168.0.1
192.168.1.1
192.168.1.0

192.168.1.2

192.168.1.3

192.168.1.4

192.168.1.5

Klassifikasi IP Address

IP Address Klas A
32 bit

0....... ........ ........ ........


Alamat
Jaringan
(NetID)

Alamat
Host
(HostID)

Range: 1 . 0 . 0 . 0 sampai 127 . 255 . 255 . 255

Klassifikasi IP Address

IP Address Klas B
32 bit

10 . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
Alamat
Jaringan

Alamat
Host

Range: 128 . 0 . 0 . 0 sampai 191 . 255 . 255 . 255

Klassifikasi IP Address

IP Address Klas C
32 bit

110 . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
Alamat
Jaringan

Alamat
Host

Range: 192 . 0 . 0 . 0 sampai 223 . 255 . 255 . 255

Klassifikasi IP Address

IP Address Klas D
32 bit

1110

............................
Alamat
Multicast

Range: 224 . 0 . 0 . 0 sampai 239 . 255 . 255 . 255


Multicast: Pengiriman data sekaligus ke sejumlah besar jaringan penerima,
yang dilakukan oleh router multicast khusus

Klassifikasi IP Address

IP Address Klas E
32 bit

11110

............................
Alamat khusus untuk
Experimen dan Cadangan

Range: 240 . 0 . 0 . 0 sampai 247 . 255 . 255 . 255

Kategori IP Address

IP Static: Merupakan IP Address yang


secara permanen dimiliki oleh sebuah
mesin
IP Dynamic: IP Address pada sebuah
mesin yang selalu berubah sesuai dengan
pemakaian IP Address dalam jaringan
pada saat itu, yang diatur oleh DHCP
Server

Kategori IP Address

IP Privat: IP Address dengan alamat


jaringan yang khusus digunakan untuk
pengalamatan dalam jaringan lokal
10 . 0 . 0 . 0
172. 16 . 0 . 0
192 . 168 . 0 . 0

IP Public: IP Address yang digunakan di


Internet pada umunya.

IP Address khusus
0.0.0.0 : sebuah host yang baru diboot (belum
memilik IP Address)
127.0.0.1 : IP Loopback, menunjuk ke host itu
sendiri
n.0.0.0, n.n.0.0, atau n.n.n.0 : IP sebuah
jaringan
255.255.255.255 : Broadcast dalam jaringan
sendiri
n.255.255.255, n.n.255.255, atau n.n.n.255 :
broadcast ke jaringan luar (dengan alamat n)

MAC Address
Media Access Control, merupakan identitas
permanen dari sebuah network interface
Terdiri bilangan heksadesimal 48 bit yang dibagi
dalam 6 oktet, contoh:
08:00:09:3A:20:1B
Alamat ethernet terdiri dari: Kode Multicast (1 bit
pertama), Vendor Code (23 bit), dan Globally
Administered Address (24 bit)
Sistem penomoran dan pendaftaran diatur oleh
IEEE
Kode Vendor didokumentasikan dalam RFC
1700

Netmask Network
Aturan dalam pembuatan:
Network ID 127
Network ID dan host (seluruh bit di set 1)
Network ID dan Host ID 0 (nol)
Host ID harus unik dalam satu network

Materi 3: IP Address (v6)


IPv4 maksimal alamat
232 4 billion addresses

IPv6 maksimal alamat


2128 = (232)4
4 billion x 4 billion x 4 billion x 4 billion

Konversi: 28-bit alamat IPv6 dituliskan dalam bentuk 8 oktet 16-bit


integers (menggunakan hexadecimal digits untuk masing-masing integer)
CEDF:BP76:3245:4464:FACE:2E50:3025:DF12
Penulisan:
CEDF:BP76:0000:0000:009E:0000:3025:DF12

CEDF:BP76:0:0:9E:0:3025:DF12
:0000:0000 dapat dituliskan dengan ::, sehingga
CEDF:BP76:0:0:FACE:0:3025:DF12

CEDF:BP76::FACE:0:3025:DF12

IPv6 addresses pengalokasian pertama kali direncanakanuntuk


provider-based
010

Registry Provider Subscriber Subnetwork Interface


ID
ID
ID
ID
ID

Type: Set to 010 for provider-based addresses


Registry: mengidentifikasi agen yang alamatnya telah didaftarkan
Provider: Id untuk Internet access provider (16 bits)
Subscriber: Id untuk organisasi pada provider (24 bits)
Subnetwork: Id untuk subnet dari organisasi (32 bits)
Interface: mengidentifikasi permukaan setiap node (48 bits)

IPv6 menyediakan format alamat:


Unicast mengidentifikasi permukaan tunggal
Multicast mengidentifikasi group. Datagrams dikirim ke
multicast address yang telah dikirm ke semua anggota group
Anycast mengidentifikasi group. Datagrams dikirimkan ke
anycast address yang telah dikirim ke semua anggota group

Materi 4: Subnetting Classfull


CIDR (Classless Inter Domain Routing)
sebuah cara alternatif untuk mengklasifikasikan alamatalamat IP berbeda dengan sistem klasifikasi ke dalam kelas A,
kelas B, kelas C, kelas D, dan kelas E.
Supernetting
IP Prefix

CIDR (Classless Inter Domain Routing)

Subnetting

Subnetting

Subnetting

Subnetting

Subnetting

Subnetmask

?
Subnetmaskdigunakan untukmembaca bagaimana kita
membagi jalandan gang, atau membagi network dan hostnya
Address mana saja yang berfungsi sebagaiSUBNET, mana
yang HOST dan mana yang BROADCAST. Semua itu bisa kita
ketahui dari SUBNET MASK

Subnetting
Penghitungan subnetting bisa dilakukan dengan dua cara,
cara binary yang relatif lambat dan cara khusus yang lebih
cepat.
Pada hakekatnya semua pertanyaan tentang subnetting akan
berkisar di empat masalah: Jumlah Subnet, Jumlah Host
per Subnet, Blok Subnet, dan Alamat Host- Broadcast.

Subnetting
Ok, sekarang mari langsung latihan saja.

SOAL:
Subnetting seperti apa yang terjadi dengan sebuah NETWORK
ADDRESS 192.168.1.0/26 ?

Subnetting
ANALISA:
192.168.1.0 berarti kelas C
Subnet Mask /26
berarti 11111111.11111111.11111111.11000000
(255.255.255.192)

Subnetting
PERHITUNGAN:
Jumlah Subnet

2x
x adalah banyaknya binari 1 pada oktet terakhir subnet mask
(2 oktet terakhir untuk kelas B, dan 3 oktet terakhir untuk kelas A)
22 = 4 subnet

Subnetting
PERHITUNGAN:
Jumlah Host per-Subnet

2y -2
y adalah banyaknya binari 0 pada oktet terakhir subnet mask
26 2 = 62 host

Subnetting
PERHITUNGAN:
Blok Subnet

256

(byte/nilai octet terakhir)


256 192 = 64
0, 64, 128, 192

Subnetting
PERHITUNGAN:
Alamat Host dan Broadcast yang Valid
tabel

Latihan Subnetting
Which type of address is 223.168.17.167/29?
Subnetwork Address
IP Address host pertama
IP Address host terakhir
Broadcast Address

Keterangan: Multiple choice dengan langsung muncul animasi


Benar atau salah desertai audio

Materi 5: Network Address


Translation (NAT)
Pengertian NAT
Untuk memaksimalkan penggunaan alamat IP yang diberikan oleh ISP
NAT membuat jaringan yang menggunakan alamat local(private),
alamat yang tidak boleh ada dalam table routing internet dan di
khusukan untuk jaringan local/internet, agar dapat berkomunikasi ke
internet dengan jalan meminjam alamat IP internet yang di alokasikan
oleh ISP.

Pembagian NAT:
Static
Translasi static terjadi ketika sebuah alamat local (inside) di petakan kepada
sebuah alamat global/internet(outside). Alamat local dan global tersebut di
petakan 1 lawan 1 secara statistic.
Dynamic
NAT dengan kelompok
Translasi dinamik terjadi ketika router NAT di set untuk memahami alamat local
yang harus di translasikan, dan kelompok (POOL) alamt global yang akan di
gunakan untuk terhubung ke internet. Proses NAT dinamik ini dapat memetakan
beberap kelompok alamat local ke beberapa kelompok alamat global.
NAT Overload
Sejumlah IP local internal dapat di translasikan ke suatu alamat IP
global(outside). Hali ini sangat menghemat penggunaan alokasi IP dari ISP.
Sharing/pemakaian bersama 1 alamat Ip ini menggunakan methode port
multiplexing, atau perubahan port ke packet outbound

Keuntungan dan Kerugian NAT:

KEUNTUNGAN

KERUGIAN

Menghemat alamat IP legal


yang di tetapkan oleh NIC
atau servis provider

Translasi menimbulkan
delay switching

Mengurangi terjadinya
duplicate alamat jaringan

Menghilangkan kemampuan
trace(traceability) end to
endip

Meningkatkan fleksibilitas
untuk koneksi ke internet

Aplikasi tertentu tidak dapat


langsung berjalan jika
menggunkan NAT, perlu
penyesuaian

Menghindarkan proses
pengalamatan kembali
(readdressing) pada saat
jaringan berubah

NAT merupakan salah satu cara untuk menghemat IP address


Dapat digunakan untuk menyembunyikan sejumlah host di
belakang IP address tunggal
Digunakan private addresses:
10.0.0.0-10.255.255.255,
172.16.0.0-172.32.255.255 atau
192.168.0.0-192.168.255.255

NAT merupakan router yang berfungsi dimana IP addresses (dan


kemungkinan nomor port) dari IP datagrams yang digantikan pada
batas jaringan pribadi

NAT merupakan sebuah metode yang memungkinkan hosts di


jaringan pribadi untuk berkomunikasi dengan jaringan internet

Petunjuk Pelaksanaan Post


Test
1. Berdoa dahulu sebelum mengerjakan.
2. Pilih salah satu jawaban yang dianggap paling benar
dengan meng-klick pada lingkaran.
3. Jumlah soal sebanyak 10 butir.
4. Setelah selesai mengerjakan, klik tombol finish.
5. Laporkan skor yang Anda peroleh pada guru yang
mengajar.
6. Berikan tanggapan melalui angket yang diberikan guru
Anda mengenai media ini.
7. Setelah selesai, klik tombol home untuk melanjutkan
materi berikutnya.
8. Selamat Mengerjakan and Good Luck!