Anda di halaman 1dari 5

SENSOR LDR (LIGHT DEPENDENT RESISTANT) SEBAGAI PENDETEKSI

CAHAYA PADA LAMPU OTOMATIS


Riris Manalu

1. Pendahuluan
1.1 Latar Belakang
Seiring perkembangan zaman, efektifitas dan efisiensi sangat diutamakan
di berbagai bidang. Manusia didorong untuk berkreasi dan berinovasi dalam
bidang teknologi untuk menciptakan alat yang lebih efektif. Setiap inovasi
diciptakan untuk memberikan manfaat positif bagi kehidupan manusia,
memberikan kemudahan, serta sebagai cara dalam membantu melakukan
aktifitas manusia dan efisien dalam penggunaannya. Jumlah kebutuhan daya
listrik

di

Indonesia

cenderung

naik

pesat

karena

sejalan

dengan

perkembangan pembangunan. Peningkatan kebutuhan daya listrik diakibatkan


oleh penambahan beban baru, dapat juga disebabkan karena borosnya
pemakaian listrik. Pemborosan energy harus dicegah karena pasokan daya
listrik

PLN

semakin

terbatas.

Penghematan

energy

listrik

dapat

meguntungkan konsumen dan produsen. Pencahayaan merupakan salah satu


faktor penting dalam ruangan. Ruangan yang telah dirancang tidak dapat
memenuhi

fungsinya

dengan

baik

apabila

tidak

disediakan

akses

pencahayaan. Pencahayaan dalam ruangan memungkinkan manusia yang


menempatinya dapat melihat dengan baik. Tanpa dapat melihat dengan jelas
maka aktivitas di dalam ruangan akan terganggu. Sebaliknya, cahaya yang
terlalu terang juga dapat mengganggu penglihatan seperti pada saat tidur.
Penggunaan lampu ruangan secara bijak adalah contoh sederhana dalam
penghematan dalam energy listrik yaitu dengan cara membiasakan diri untuk
selalu mematikan lampu ruangan saat tidak digunakan. Karena mematikan
lampu dewasa ini seperti menjadi kebiasaan baik yang terlupakan, padahal
lampu pada ruangan tersebut sudah tidak digunakan atau ruangan yang
digunakan memperoleh cukup cahaya dari sinar matahari, lampu tersebut juga
terkadang tetap dinyalakan. Apabila hal tersebut diatas terjadi dalam waktu
terus-menerus, maka akan terjadi pemborosan energy listrik. Selain

penggunaan lampu ruangan secara bijak, menggunakan lampu ruangan yang


mampu mnghemat konsumsi energy listrik adalah salah satu cara untuk dapat
menghemat konsumsi energy listrik. Hemat yang dimaksud disini adalah
lampu yang digunakan dapat menyala secara otomatis sesuai kondisi cahaya
pada ruangan tersebut.
Rangkaian lampu otomatis bisa menghidupkan dan mematikan lampu
secara otomatis karena rangkaian dikontrol dengan sensor cahaya LDR (Light
Dependent Resistant). Lampu ini bekerja berdasarkan intensitas cahaya yang
diterima sensor LDR. Lampu akan menyala pada saat kondisi ruangan gelap,
dan sebaliknya lampu akan mati pada saat kondisi ruangan terang atau
mendapat cukup cahaya dari matahari.
1.2 Rumusan Masalah
a. Bagaimana prinsip kerja sensor cahaya LDR
b. Bagaimana merancang atau mendesain lampu otomatis dengan
menggunakan sensor cahaya LDR
1.3 Tujuan
a. Mengetahui prinsip kerja sensor cahaya LDR
b. Mampu merangkai lampu otomatis menggunakan sensor cahaya LDR
2. Tinjauan Pustaka
2.1 LDR (Light Dependent Resistant)
Light Dependent Resistant atau yang biasa disebut LDR adalah jenis
resistor yang nilainya berubah seiring intensitas cahaya yang diterima oleh
komponen tersebut. Biasa digunakan sebagai detector cahaya atau pengukur
besaran konversi cahaya. Light Dependent Resistant terdiri dari sebuah
cakram semikonduktor yang mempunyai dua buah elektroda pada
permukaannya. Pada saat gelap atau cahaya redup, bahan dari cakram
tersebut menghasilkan electron bebas dengan jumlah yang relative kecil.
Sehingga hanya ada sedikit electron untuk mengangkut muatan elektrik.
Artinya pada saat redup LDR menjadi konduktor yang buruk, atau bisa
disebut juga LDR memiliki resistansi yang besar pada saat gelap atau cahaya
redup. Pada saat cahaya terang, ada lebih banyak electron yang lepas dari
atom bahan semikonduktor tersebut. Sehingga aka nada lebih banyak electron

untuk mengangkut muatan elektrik. Artinya pada saat cahaya terang LDR
menjadi konduktor yang baik, atau bisa disebut juga LDR memiliki resistansi
yang kecil pada saat cahaya terang.
2.1.1

Prinsip Kerja LDR


Pada sisi bagian atas LDR terdapat suatu garis atau jalur
melengkung yang menyerupai bentuk kurva. Jalur tersebut terbuat dari
bahan cadmium sulphida yang sangat sensitive terhadap pengaruh dari
cahaya. Jalur cadmium sulphida yang terdapat pada LDR dibuat
melengkung menyerupai kurva agar jalur tersebut dapat dibuat
panjang dalam ruang/area yang sempit. Cadmium sulphida merupakan
bahan semi-konduktor yang memiliki gap energy antara electron
konduksi dana electron valensi. Ketika cahaya mengenai cadmium
sulphida, maka energy proton dari cahaya akan diserap sehingga
terjadi perpindahan dari band valensi ke band konduksi. Akibat
perpindahan electron tersebut mengakibatkan hambatan dari cadmium
sulphida berkurang dengan hubungan kebalikan dari intensitas cahaya
yang mengenai LDR.

2.1.2

Karakteristik LDR
a. Laju Recovery
Bila sebuah LDR dibawa dari suatu ruangan dengan level
kekuatan cahaya tertentu kedalam suatu ruangan yang gelap
sekali, maka bisa kita amati bahwa nilai resistansi dari LDR tidak
akan segera berubah resistansinya pada keadaan ruangan gelap
tersebut. Namun LDR tersebut hanya bisa mencapai harga

dikegelapan setelah mengalami selang waktu tertentu. Laju


recovery merupakan suatu ukuran praktis dan suatu kenaikan nilai
resistansi dalam waktu tertentu. Harga ini ditulis dalam K/detik.
Untuk LDR type arus harganya lebih besar dari 200 K/detik
(selama 20 menit pertama mulai dari level cahaya 100 lux),
kecepatan tersebut akan lebih tinggi pada arah sebaliknya, yaitu
pindah dari tempat gelap ke tempat terang yang memerlukan
waktu kurang dari 10 ms untuk mencapai resistansi yang sesuai
dengan level cahaya 400 lux.
b. Respon Spektral
LDR tidak mempunyai sensitivitas yang sama untuk setiap
panjang gelombang cahaya yang jatuh padanya yaitu warna.
Bahan yang biasa digunakan sebagai penghantar arus listrik yaitu
tembaga, alumunium, baja, emas, dan perak. Dari kelima bahan
tersebut tembaga merupakan penghantar yang paling banyak
digunakan karena mempunyai daya hantar yang baik. Sensor ini
sebagai pengindera yang merupakan elemen yang pertama-tama
menerima energy dari media untuk memberi keluaran berupa
perubahan energy.
Sensor terdiri dari berbagai macam jenis serta media yang
digunakan untuk melakukan perubahan. Media yang digunakan
misalnya : panas, cahaya, air, angin, tekanan, dan lain sebagainya.
Sedangkan pada rangkaian elektronika, sensor harus dapat
mengubah bentuk-bentuk energy cahaya ke energy listrik, sinyal
listrik ini harus sebanding dengan besar energy sumbernya.
Dibawah ini merupakan karakteristik dari sensor LDR.

Resistansi

100 K
10 K
1K
0,1 K
10 L

100 L

LUX
1000 L

Illuminasi

Gambar karakteristik sensor LDR

Pada karakteristik diatas dapat dilihat bila cahaya mengenai


sensor itu maka harga tahanan akan berkurang. Perubahan yang
dihasilkan ini tergantung dari bahan yang digunakan serta
kekuatan cahaya yang mengenainya. Pada keadaan gelap tanpa
cahaya sama sekali, LDR memiliki nilai resistansi yang besar. nilai
resistansinya ini akan semakin kecil jika cahaya yang jatuh ke
permukaannya semakin terang.
2.2
2.3
3. Metode
3.1 Perancangan
3.2 Pembuatan Alat
4. Hasil Dan Pembahasan
4.1 Pengujian Alat
4.2 Pembahasan
5. Penutup