Anda di halaman 1dari 2

SKOR T

Tes yang paling umum dipakai untuk mengukur kepadatan tulang adalah pengamatan DEXA
(Dual Energy X-ray Absorptiometry). Pengamatan DEXA adalah cepat dan tanpa rasa sakit. Odha
berusia 50 tahun ke atas diusulkan melakukan pengamatan DEXA.
Kepadatan zat mineral tulang dilaporkan sebagai gram per sentimeter kubik. Angka ini
dibandingkan dengan kepadatan zat mineral maksimal untuk seorang berusia 30 tahun yang
sehat dari jenis kelamin sama. Skor-T mengukur seberapa kandungan zat mineral tulang di
bawah angka puncak. Osteoporosis didefinisikan sebagai mempunyai skor-T 2,5 atau lebih
rendah. Skor-T antara 1,0 dan 2,5 menunjukkan osteopenia.
Kepadatan tulang juga dapat dilaporkan sebagai skor-Z. Ini membandingkan kandungan zat
mineral tulang kita dengan orang berusia dan jenis kelamin yang sama.
---

Diagnosis OA
Diagnosis OA lutut dibuat berdasarkan anamnesa, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan
penunjang. Nyeri merupakan keluhan yang paling sering terjadi pada penderita penyakit sendi
degeneratif yang menyebabkan penderita datang berobat. Nyeri dipicu oleh pergerakan, dan
berkurang dengan istirahat, kecuali pada tahap lanjut, rasa nyeri tetap terasa pada saat tidur.
Tahap dini pada umumnya tidak terasa nyeri, oleh karena rawan sendi adalah aneural. Nyeri
timbul dari mikrofraktur tulang subkhondral dan inflamasi pada membran sinovium. Struktur
artikuler yang sensitif terhadap nyeri adalah kapsul sendi, bantalan lemak sendi, dan tulang
subkhondral, sedangkan dari struktur ekstra artikuler adalah ligamen, tendon, dan bursa. Pada
tahap lanjut, pada umumnya nyeri disebabkan oleh karena fibrosis kapsuler, kontraktur sendi, dan
kelelahan otot.3,4,7
Kekakuan sendi (stiffness), sering timbul pagi hari, dan keluhan dapat hilang dalam 15 menit.
Kekakuan dapat berubah permanen, yang diduga disebabkan oleh karena terjadinya kerusakan
permukaan sendi dan fibrosis kapsul. Edema persendian dapat berasal dari efusi cairan sinovial
serta dapat disertai dengan eritema ringan.3,7
Pemeriksaan penunjang rutin yang dilakukan untuk evaluasi OA lutut adalah pemeriksaan rontgen
konvensional. Gambaran khas pada OA lutut adalah adanya osteofit dan penyempitan celah
sendi.3,7 Berdasarkan pemeriksaan radiologi, Kellgren & Lawrence menyusun gradasi OA lutut
menjadi : 8

Grade 0 : tidak ada OA

Grade 1 : sendi dalam batas normal dengan osteofit meragukan

Grade 2 : terdapat osteofit yang jelas tetapi tepi celah sendi baik dan tak nampak
deformitas tulang.

Grade 3 : terdapat osteofit dan deformitas ujung tulang dan penyempitan celah sendi.

Grade 4 : terdapat osteofit dan deformitas ujung tulang dan disertai hilangnya celah sendi.8

The American College of Rheumatology menyusun kriteria diagnosis OA lutut idiopatik


berdasarkan pemeriksaan klinis dan radiologi sebagai berikut :1

Klinis dan laboratorium

Klinis dan radiologis

Klinis

Nyeri lutut + minimal 5 dari


9 berikut :

Nyeri lutut + minimal 1 dari


3 berikut :

Nyeri lutut + minimal 3 dari


6 berikut :

umur > 50 tahun

umur > 50 tahun

umur > 50 tahun

stiffness < 30 menit

stiffness < 30 menit

stiffness < 30 menit

krepitasi

krepitasi + osteofit

krepitasi

nyeri pada tulang

nyeri pada tulang

pelebaran tulang

pelebaran tulang

- tidak
hangat
perabaan
-

pada

- tidak
hangat
perabaan

LED < 40mm/jam

- Rheumatoid
<1:40

factor

- Cairan sinovial : jernih,


viscous,Lekosit
<2000/mm3
92% sensitif

91 % sensitive

95 % sensitif

75%spesifik

86% spesifik

69 spesifik

pada

Anda mungkin juga menyukai