Anda di halaman 1dari 20

BAB I

PENDAHULUAN
A.
Latar Balakang
Di dalam masyarakat modern seperti di barat, kebutuhan dan aspirasi masyarakat menempati
kedudukan yang tinggi, sehingga berdasarkan itu, suatu produk hukum yang baru dibuat. Dari sini
dapat digambarkan bahwa apabila terjadi pergeseran nilai dalam masyarakat, maka interpretasi
terhadap hukum pun bisa berubah. Masalah operasi plastik telah lama dipertimbangkan oleh
kalangan kedokteran dan para praktisi hukum di negara-negara barat. dan pandangan masyarakat
tentang bedah plastik berorientasi hanya pada masalah kecantikan (estetik), seperti sedot lemak,
memancungkan hidung, mengencangkan muka, dan lain sebagainya. Sesungguhnya, ruang lingkup
bedah plastik sangatlah luas. Tidak hanya masalah estetika, tetapi juga rekonstruksi, seperti pada
kasus-kasus luka bakar, trauma wajah pada kasus kecelakaan, cacat bawaan lahir (congenital),
seperti bibir sumbing, kelainan pada alat kelamin, serta kelainan congenital lainnya. Namun bukan
berarti nilai estetika tak diperhatikan. Dan tindakan lengkap untuk melakukan kedua hal ini tentunya
hanya bedah plastik. Di Indonesia ini juga pernah dibahas yang melibatkan para ahli kedokteran ahli
hukum positif dan hukum Islam. Mengenai pembahasan operasi plastik ini masih terus diperdebatkan.
Dengan adanya makalah ini, penulis berharap dapat mengungkapkan suatu pandangan konprehensif
mengenai operasi plastik menurut hukum Islam.
B.
Rumusan Masalah
1.
Apa definisi Operasi Plastik?
2.
Apa saja Macam-macam Operasi Plastik?
3.
Apa saja manfaat operasi plastic?
4.
Apa saja Resiko Operasi Plastik?
5.
Bagaimana Prinsip Dasar menurut hukum islam?
6.
Bagaimana Pandangan / Tinjauan Hukum Islam terhadap Operasi Plastik?
C. Tujuan
1. Mengetahui dan memahami tentang definisi Operasi Plastik
2. Mengetahui dan memahami tentang Macam-macam Operasi Plastik
3. Mengetahui dan memahami tentang manfaat operasi plastic
4. Mengetahui dan memahami tentang Resiko Operasi Plastik
5. Mengetahui dan memahami tentang Prinsip Dasar menurut hukum islam
6. Mengetahui dan memahami tentang Pandangan / Tinjauan Hukum Islam terhadap Operasi
Plastik.

BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Operasi Plastik
Zaman semakin berkembang, kita semakin dapat bisa merasakan dampak kemajuan dalam teknologi
kedokteran. Salah satu dampak teknologi dalam kesehatan yang dapat kita rasakan adalah operasi
plastik.
Di kalangan orang awam banyak yang menyebut operasi plastik, sedangkan sebutan di dunia medis
adalah bedah plastik atau plastic surgery. Sebenarnya bahasa ini berasal dari yunani Platikos
artinya sendiri adalah membentuk. Jadi kata plastik ini tidak berarti dalam operasi plastik ini
menggunakan bahan dasar plastik. Bedah plastik merupakan salah satu cabang dalam ilmu
kedokteran. Secara umum bedah plastik di bagi menjadi dua jenis yaitu pembedahan untuk kosmetik
atau estetik dan pembedahan untuk rekonstruksi.
Perbedaan antara operasi rekonstruksi dengan estetik adalah dari tujuan pembedahan itu sendiri.
Dalam operasi rekonstruksi mempunyai tujuan untuk mengembalikan fungsi serta bentuk atau

penampilan menjadi lebih baik setidaknya untuk mendekati kondisi normal. Sedangkan operasi
estetik atau kosmetika dilakukan pembedahan pada pasien-pasien normal dan sehat, namun menurut
pasien bentuk tubuh yang dimiliki kurang baik atau harmonik misalnya mempunyai hidung yang
kurang mancung atau pesek, adanya operasi plastik ini diharapkan mendapatkan bentuk tubuh yang
mendekati sempurna
Operasi plastik (plastic surgery) atau dalam bahasa Arab disebut jirahah at-tajmil adalah operasi
bedah untuk memperbaiki penampilan satu anggota tubuh yang nampak, atau untuk memperbaiki
fungsinya, ketika anggota tubuh itu berkurang, hilang/lepas, atau rusak.
Menurut pakar kedokteran, operasi plastik ialah operasi yang berlangsung untuk memperindah
bentuk bagian tubuh atau menambahnya jika terdapat kekurangan. Sedangkan yang lain ada juga
yang memberi defenisi lain tentang itu seperti pengklasifikasian operasi plastik kepada:
1. Mengobati cacat fisik, seperti disebabkan perang atau kecelakaan lainnya yang bertujuan untuk
mengobati.
2. Memperindah apa yang telah ada, sebagai usaha mencari kepuasan tersendiri dan menambah
apa yang telah dikodratkan dan tujuannya adalah agar terlihat keren.
Defenisi kedua ini lebih umum daripada definisi yang pertama, karena defenisi ini mengandung
berbagai jenis operasi sekaligus tujuannya. Semua jenis operasi yang dilakukan di bagian tubuh tidak
disebut operasi plastik walapun operasi plastik itu bagian dari operasi.

2.2 Macam-macam Operasi Plastik


Operasi pada tubuh manusia ada yang terjadi sebelum meninggalnya seorang manusia atau terjadi
setelah meninggalnya. Melihat keinginan dan tujuan untuk melakukannya, operasi tersebut dapat
dibagi kepada dua kelompok, yaitu :
A. Operasi Ghairu Ikhtiyariyah ( tidak dikehendaki)
Merupakan suatu operasi yang bertujuan untuk mengobati penyakit yang terjadi tanpa kekuasaan
seseorang di dalam penyakit tersebut. apakah penyakit yang telah ada ketika sesorang baru lahir
seperti bergabungnya jari tangan atau kaki, bibir sumbing, tertutupnya lubang yang tebuka( hidung/
telinga dll) dan berbagai jenis penyakit lainnya yang terjadi tanpa dikehendaki.
Operasi jenis ini hanya bertujuan untuk mengobati penyakit dan pada nantinya akan menghasilkan
keindahan pada orang yang telah diobati dan keindahan itu hanya sebagai efek dari operasi dan ini
dibolehkan di dalam syariat.
B. Operasi Ikhtiyariyah ( yang sengaja dilakukan)
Merupakan operasi yang dilakukan bukan karena alasan medis, namun mutlak hanya hasrat
seseorang dalam meperindah diri dan berlebih-lebihan di dalam menafsirkan kata-kata indah itu.
Operasi model ini terbagi kepada dua bagian yaitu, bagian yang merobah bentuk dan bagian yang
mengawetkan umur.
Operasi plastic yang merubah bentuk :
A. Memperindah hidung, seperti membuatnya lebih mancung,dll.
B. Memperindah dagu, dengan meruncingkannya, dll.
C. Memperindah payudara dengan mengecilkannya jika terlalu besar atau membesarkannya
dengan suntik silicon atau dengan menambah hormon untuk memontokkan payudara dengan
berbagai cara yang telah ditemukan.
D. Memperindah kuping.
E. Memperindah perut dengan menghilangkan lemak atau bagian yang lebih dari tubuh.
Operasi yang bertujuan untuk menampakkan diri seolah-olah awet:
1)
Memperindah wajah dengan menghilangkan kerutan yang ada dengan skaler atau alat lainnya
2)
Memperindah kulit dengan mengangkat lemak yang ada dan membentuk wajah dengan apa
yang dikehendaki.
3)
Memperindah lengan bawah sehingga tidak kelihatan bongkok dengan berbagai cara.

4)
Memperindah kulit tangan dengan menghilangkan kerut seolah kulit masih padat dan muda.
5)
Memperindah alis baik dengan mencukurnya agar nampak lebih muda.
Jenis-jenis operasi plastik yang sering dilakukan, yaitu:

Operasi Payudara (Breast Augmentation/Reduction)


Untuk memperbesar atau memperkecil payudara. Dalam operasi memperbesar payudara (breast
augmentation), dokter akan memasang implant yang diisi silicon atau kolagen. Untuk memperkecil
payudara (breast reduction), dokter akan mengurangi jumlah jaringan payudara, lemak, serta kulit
yang berlebih.

Operasi Hidung (Nose Reshaping)


Seperti operasi payudara, operasi hidung dapat mengurangi maupun memperkecil ukuran hidung.
Untuk membuat hidung tampak mancung, dokter akan memasang implant berupa silikon padat untuk
membentuk tulang hidung. Bentuk hidung yang terlalu lebar dapat dikempiskan dengan membuang
jaringan lemak yang berlebih.

Operasi Kelopak Mata (Eyelid Surgery/Blepharoplasty)


Operasi ini dilakukan dengan cara membuang lemak, jaringan, serta kulit berlebih yang terdapat di
sekitar mata. Juga, dengan cara mengoreksi bentuk kelopak mata bagian atas, agar mata tampak
lebih lebar.

Sedot Lemak (Lipoplasty/Liposuction)


Lemak berlebih disedot keluar tubuh dengan menggunakan alat bernama cannula. Liposuction dapat
dilakukan di berbagai bagian tubuh, mulai dari wajah, leher, perut, paha, dan sebagainya. Jumlah
lemak yang dapat dikeluarkan ditentukan oleh ukuran tubuh awal pasien.

Merampingkan Perut (Tummy Tuck)


Jenis operasi ini dilakukan untuk merampingkan, mengencangkan, serta menghaluskan permukaan
perut. Caranya dengan membuang lemak serta kulit berlebih yang terdapat di daerah perut. Tummy
tuck juga dilakukan untuk mengencangkan otot perut. Demi efisiensi waktu serta menghemat biaya,
banyak wanita melakukan tummy tuck bersamaan dengan operasi caesar.

Suntik Botulinum Toxin


Suntik ini untuk menghilangkan kerutan pada wajah. Caranya dengan menyuntikkan zat
bernama Botulinum Toxin ke dalam tubuh. Botulinum Toxin juga dapat digunakan untuk mengecilkan
otot, dalam hal ini memperhalus bentuk rahang, serta merampingkan betis. Efek Botulinum
Toxin biasanya bertahan selama 4-6 bulan.
2.3 manfaat operasi plastik
Operasi plastik memang mengundang banyak kontroversi dan seringkali dicap sebagai hal yang
negatif di kalangan masyarakat. Memang banyak kenyataan yang menunjukkan bahayanya operasi
plastik yang memicu kerusakan pada wajah, dan banyak operasi yang gagal akibatnya bukannya
mendapat kecantikan wajah malahan wajah jadi buruk. Seperti dua sisi mata uang, operasi plastik
juga memiliki dampak positif.
Salah satu manfaat operasi plastik adalah membuat tampilan menjadi lebih muda. Bahkan ada
seorang ibu yang usianya 46 tahun tapi orang menilai dia berusia 21 tahun. Memang, untuk
mencapainya membutuhkan operasi plastik untuk kecantikan wajah berulang kali. Tampilan yang
lebih muda akan membuat serasa memiliki energi muda kembali dan membuat semakin bersemangat
dan percaya diri dalam aktivitas.
Manfaat operasi plastik lainnya adalah membuat tubuh menjadi lebih bagus, proporsional bahkan
seksi. Memang ada 2 tujuan operasi plastik berkaitan dengan tubuh yakni yang pertama ingin
mempercantik. Kedua adalah karena memang ada kekurangan atau cacat fisik sehingga sebaiknya
melakukan operasi plastik. Operasi plastik pada tubuh yang cacat akan sangat bermanfaat bagi orang
tersebut. Dia memiliki peluang besar untuk hidup normal seperti banyak orang.
Setiap orang yang berhasil operasi merasakan manfaat operasi plastik bagi mereka yakni
meningkatkan rasa percaya diri. Dengan rasa percaya diri, mereka lebih berani untuk tampil di depan,
bersosialisasi dan membina banyak jaringan dengan orang lain. Inilah manfaat operasi plastik yang

berimbas pada kemajuan mental seseorang.


Manfaat operasi plastik adalah dapat memperbaiki kelopak mata, membentuk dagu, hidung maupun
pipi sehingga dapat mencapai kecantikan wajah yang diharapkan. Selain itu, membuang tato juga
dapat dilakukan dengan operasi plastik sehingga kulit tampak bersih kembali. Memperkecil atau
memperbesar payudara sesuai keinginan agar bentuk tubuh menjadi lebih ideal juga menjadi manfaat
dari operasi plastik.
Beberapa manfaat operasi plastik juga berperan dalam hal meningkatkan kesehatan. Untuk bisa
merasakan manfaat operasi plastik ini, hanya orang yang sehat yang boleh dioperasi. Jika tidak maka
akan berpeluang terkena komplikasi dan mengalami kegagalan operasi.
2.4 Resiko Operasi Plastik
Dewasa ini, operasi plastik begitu digandrungi oleh banyak orang terutama kaum wanita
untuk memperoleh kecantikan wanita. Tetapi semua bentuk dan prosedur operasi selalu memiliki
resiko. Demikian pula dengan resiko operasi plastik yang juga berlaku untuk semua jenis operasi
contohnya seperti pembekuan darah, infeksi, perdarahan dan jaringan parut. Operasi plastik hanya
boleh dilakukan oleh dokter ahli bedah plastik yang berkualitas.
Pasien yang merokok, atau memiliki penyakit, kulit rusak dari terapi radiasi, HIV, atau
kesehatan yang buruk harus berkonsultasi dengan seorang ahli bedah plastic atau dokter kecantikan
terkemuka sebelum memutuskan operasi. Operasi plastik merupakan komitmen dalam keuangan,
medis, dan emosional. Jenis prosedur dan sifat individu masing-masing akan menentukan resiko
selama prosedur dan dalam pemulihan.
Berikut ini merupakan resiko operasi plastik yang dapat terjadi pada seseorang yang
melakukan operasi plastik.
Masalah penampilan karena hasil operasi plastik belum tentu sempurna. Operasi plastik
membutuhkan penyesuaian kulit dan jaringan dengan berbagai cara. Masalah dengan prosedur dapat
mengakibatkan lesung, penyimpangan, puckers bahkan asimetri pada kulit atau jaringan parut.
Jaringan parut adalah akibat alami dari operasi plastik, hal ini terkait erat dengan jahitan reaksi dan
kemampuan penyembuhan luka. Selama proses penyembuhan, suatu penebalan tepi kulit dan
pembentukan jaringan granular dapat terjadi. Kebanyakan ahli bedah ingin meminimalkan jaringan
parut akibat operasi plastik. Misalnya operasi tummy tuck yang melakukan pembesaran
payudara dapat menghasilkan garis sayatan yang terdapat di bawah lipatan payudara.
Nekrosis adalah kematian jaringan karena kekurangan pasokan oksigen ke daerah dioperasikan.
Resiko ini sangat jarang terjadi pada operasi kosmetik normal, tetapi pada operasi plastik yang
melibatkan face lift, pengurangan payudara, melipat perut, ada kemungkinan necrosis disebabkan
adanya peningkatan peradangan mendadak. Perokok sangat rentan terhadap kemungkinan ini
sebagai penyempitan pembuluh darah dan suplai oksigen yang relatif kurang.
Hematoma atau lebam dapat terjadi ketika ada pendarahan di bawah kulit dari sayatan yang tidak
tertutup dengan benar atau pasien membuka kembali bagian dari insisi, sehingga dapat membentuk
genangan darah, akhirnya menyebabkan hematoma. Jika area tersebut tidak dikeringkan, dapat
mengakibatkan infeksi.
Kerusakan saraf merupakan kasus ekstrim yang dapat terjadi, ditandai oleh mati rasa dan
kesemutan. Pada umumnya kerusakan saraf terjadi tidak lebih dari 1 tahun. Kelemahan atau
kelumpuhan otot tertentu mungkin dialami jika saraf yang berkaitan dengan gerakan otot terganggu.
Hal ini dapat diobati dengan operasi rekonstruksi.
Efek samping dari Anestesi. Resiko akibat penggunaan anestesi meski sangat jarang, namun apabila
terjadi maka akan membahayakan. Resiko tergantung pada faktor-faktor seperti kesehatan dan
keseriusan operasi. Rasa mual dan sakit tenggorokan merupakan hal yang wajar.
2.5 Prinsip Dasar
Sebagaimana telah kita ketahui bersama, Allah swt menciptakan manusia dalam sesempurna
penciptaan. Ia berfirman:

[:]

Artinya: Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya. (QS.
Attin: 4)
Ibnu Katsir menafsirkan ayat ini dengan berkata, (Ayat ini menunjukkan bahwa penciptaan
manusia adalah sebaik-baik bentuk makhluk-Nya) Namun demikian, manusia memiliki ketampanan
dan kecantikan yang berbeda satu dengan lainnya. Meskipun kecantikan dan ketampanan bersifat
relatif, namun secara umum manusia memahami ketampanan dan kecantikan sebagai sesuatu yang
menggugah dan menyenangkan kala dipandang mata. Allah swt menceritakan kepada kita kisah Nabi
Yusuf (alaihi salam), manusia yang ketampanannya mengalahkan seluruh ketampanan dunia
sehingga membuat para wanita kaum sosialita di zaman itu terpesona dalam keterkaguman yang
sempurna, Allah berfirman:

Artinya: Maka tatkala wanita-wanita itu melihatnya, mereka kagum kepada (keelokan rupa) nya, dan
mereka melukai (jari) tangannya dan berkata: Maha sempurna Allah, ini bukanlah manusia.
Sesungguhnya ini tidak lain hanyalah Malaikat yang mulia. (QS Yusuf: 31).
Karena itu pula, kita mendapati ayat Allah swt yang mengabarkan kepada umat manusia bahwa
syaitan telah bersumpah untuk menyesatkan anak cucu Adam dengan berbagai cara. Salah satunya
adalah dengan merubah karunia Allah agar terasa lebih tampan dan cantik seperti tertuang dalam
ayat berikut ini:



Artinya:Dan aku benar-benar akan menyesatkan mereka, dan akan membangkitkan angan-angan
kosong pada mereka dan menyuruh mereka (memotong telinga-telinga binatang ternak), lalu mereka
benar-benar memotongnya, dan akan aku suruh mereka (mengubah ciptaan Allah), lalu benar-benar
mereka merubahnya. Barangsiapa yang menjadikan syaitan menjadi pelindung selain Allah, Maka
Sesungguhnya ia menderita kerugian yang nyata. (QS. Annisa 119).
Sebagian ulama menafsirkan penggalan kalimat, (dan akan aku suruh mereka (mengubah ciptaan
Allah), lalu benar-benar mereka merubahnya.) sebagai upaya manusia untuk membuat tato dan hal
yang merusak tubuh lainnya. Pendapat ini didasari pada hadits Rasulullah SAW:

Artinya:Allah melaknat laki-laki dan perempuan yang membuat tato . dan yang berhias untuk
tujuan merubah ciptaan Allah. (Hadits Riwayat Bukhari Muslim).
Seluruh tubuh manusia adalah milik Allah swt sebagaimana dalam firman-Nya,




Artinya: Kepunyaan Allah-lah kerajaan langit dan bumi dan apa yang ada di dalamnya; dan Dia Maha
Kuasa atas segala sesuatu. (QS. Al-Maidah: 120)
Dari sini, jelas bahwa merubah dan merusak tubuh adalah sesuatu yang sangat dilarang. Bahkan
jika seorang dokter telah mendapat izin dari pasiennya sekalipun. Menurut Ibn Qayum, Maka
sesungguhnya tak dibenarkan bagi seseorang untuk memotong sebagian tubuhnya yang tidak
diperintahkan oleh Allah dan rasul-Nya. Semisal, seseorang mengizinkan dokter untuk memotong
telinganya atau jari-jemarinya, maka sesungguhnya hal demikian itu tidak diperbolehkan. Izin dari
seorang itu tak membuat dosa sang dokter terhapuskan. (Lihat, Ibn Qayyum,
Hal. 136). Imam Ibn Hazm mengatakan, Para ulama sepakat bahwa tidak dibenarkan bagi
seseorang untuk membunuh dirinya sendiri, juga tidak memotong bagian dari tubuhnya, dan tidak
boleh menyakiti dirinya sendiri. (Lihat, Hal. 157).
2.6 Hukum Operasi Plastik menurut Tinjauan Hukum Islam
Para ulama berbeda pendapat mengenai hukum operasi plastik ini, namun kebanyakan ulama hadits
berpendapat bahwa tidak boleh melakukan operasi ini dengan dalil diantaranya sebagai berikut :
a. Firman Allah
"Allah telah melaknatnya. setan berkata, "Sungguh akan kutarik bagian yang

ditentukan dari hamba-hamabaMu. dan sungguh akan kusesatkan mereka, dan akan kubangkitlan
angan-angan kosong mereka, dan aku suruh mereka memotong telinga binatang ternak lalu mereka
benar-benar memotongnya, dan aku akan suruh mereka (merobah ciptaan Allah), lalu mereka benarbenar merobahnya. dan barangsiapa yang menjadikan setan sebagai pelindung maka sungguh dia
telah merugi dengan kerugian yang nyata"
Ayat ini menjelaskan kepada kita dengan konteks celaan dan haramnya melakukan
pengubahan pada diri yang telah diciptakan Allah dengan sebaik-baik penciptaan, karena mengikuti
akan hawa nafsu dan keinginan syaitan yang dilaknat Allah.
b. Diriwayatkan dari Imam Bukhari dan Muslim Ra. dari Abdullah ibn Mas'ud Ra.Rasulullah Saw
bersabda "Allah melaknat wanita-wanita yang mentato dan yang meminta untuk ditatokan, yang
mencukur (menipiskan) alis dan yang meminta dicukur, yang mengikir gigi supaya kelihatan cantik
dan merubah ciptaan Allah." (H.R Bukhari) dari hadits ini, dapat diambil sebuah dalil bahwa Allah Swt.
melaknat mereka yang melakukan perkara ini dan mengubah ciptaan-Nya
c. Riwayat dari Ashabis Sunan
Dari Asmaa Ra., bahwa ada seorang perempuan yang mendatangi Rasulullah Saw. dan berkata, "
Wahai Rasululllah, dua orang anak perempuan ku akan menjadi pengantin, akan tetapi ia mengadu
kepadaku bahwa rambutnya rontok, apakah berdosa jika aku sambung rambutnya?", maka
Rasulullah pun menjawab, "Sesungguhnya Allah melaknat perempuan yang menyambung atau minta
disambungkan (rambutnya)"
Hadits ini dengan jelas mengatakan bahwa haram hukumnya bagi orang yang menyambung
rambutnya atau istilah sekrang dikenal dengan konde, wig atau whatever dan jauh dari rahmat Allah
Swt.
d. Qiyas
Untuk melengkapi pendapat ini, maka akan saya coba menggunakan qiyas dan akal. Operasi plastik
semacam ini tidak dibolehkan dengan meng-qiyas larangan Nabi Saw. terhadap orang yang
menyambung rambutnya, tato, mengikir (menjarangkan) gigi atau apa saja yang berhubungan
dengan perubahan terhadap apa yang telah diciptakan Allah Swt.
e. Segi Akal
Secara akal kita akan menyangka bahwa orang itu kelihatannya indah dan cantik akan tetapi, ia telah
melakukan operasi plastik pada dirinya, perbuatan ini sama dengan pemalsuan atau penipuan
terhadap dirinya sendiri bahkan orang lain, adapun hukumnya orang yang menipu adalah haram
menurut syara'.
Begitu juga dengan bahaya yang akan terjadi jika operasi itu gagal, bisa menambah kerusakan
didalam tubuhnya dan sedikit sekali berhasilnya, apapun caranya tetap membahayakan dirinya dan
ini tidak sesuai dengan hukum syara', sesuai dengan firman Allah yang berbunyi (wallahu 'alam)
"Jangan bawa diri kalian dalam kerusakan".
Hukum operasi plastik ada yang mubah dan ada yang haram. Operasi plastik yang mubah adalah
yang bertujuan untuk memperbaiki cacat sejak lahir (al-uyub al-khalqiyyah) seperti bibir sumbing,
atau cacat yang datang kemudian (al-uyub al-thari`ah) akibat kecelakaan, kebakaran, atau
semisalnya, seperti wajah yang rusak akibat kebakaran/kecelakaan.
Operasi Ghairu Ikhtiyariyah ( tidak dikehendaki) ini dibolehkan adalah sesuai dengan hadits yang
diriwayatkan oleh Abi Hurairah bahwasannya Nabi Saw bersabda, Allah tidak menurunkan penyakit
kecuali menurunkan pula obatnya. Selain itu juga terdapat hadits dari Usamah bin Syaiik berkata,
seorang orang Arab Badui bertanya pada Rasulullah saw, Wahai Rasulullah, apakah kami harus
berobat dari suatu penyakit? Rasulullah saw berkata, Benar, wahai hamba Allah, berobatlah karena
Allah tidak menciptakan suatu penyakit melainkan ada obatnya, dan kecuali satu penyakit. Lalu,
Orang Badui itu bertanya, Penyakit apa wahai Rasulullah? Rasul berkata, Tua.
Dua hadits di atas menunjukkan bahwa setiap penyakit yang diberikan Allah memiliki obatnya, maka
hendaknya seorang yang sakit berobat dari segala penyakit yang menimpa agar bisa sehat seperti
sediakala & dapat melakukan berbagai aktivitas. Dan agar tidak menular kepada orang lain. Bahkan,
dalam kondisi tertentu dibolehkan bagi seseorang untuk mengobati penyakitnya walaupun harus

memindahkan bagian tubuhnya kepada bagian yang lain jika bagian yang cacat tersebut akan
membawa kepada penyakit yang lebih membahayakan, baik itu amputasi atau pemindahan bagian
tubuh. Karena ditakutkan jika itu tidak dilakukan, maka akan membahayakan nyawa seseorang dan
Allah sendiri mengingatkan manusia agar jangan mencampakkan dirinya ke dalam jurang kehancuran
bahkan kematian (Albaqarah ayat 195- Annisa ayat 29).
Selain itu, dibolehkannya operasi model pertama ini karena diqiyaskan dengan bolehnya memotong
sebagian anggota tubuh jika terdapat kemudharatan sebagaimana disebutkan para ulama. Namun,
jika penyakit tersebut hanya di bagian tertentu saja dan tidak menyebar maka dilarang memotongnya
kecuali memotong gigi atau menumpulkannya.
Selanjutnya disebutkan bahwa operasi di dalam model ini tidak menyebabkan merobah ciptaan Allah
dengan semena mena dimana merobah ciptaan itu diharamkan oleh Allah. Dan operasi yang
demikian itu tidak menjadikan alasan mempercantik diri sebagai landasan pertama namun kecantikan
yang dihasilkan dari operasi tersebut hanya sebagai hasil luar saja. Kemudian operasi model ini juga
tidak bermaksud merobah ciptaan Allah dengan sengaja. Namun sebagai sarana berobat saja. Oleh
karena itu, berdasarkan dalil-dalil tersebut, maka operasi semacam ini dibolehkan oleh syariat.
Adapun operasi plastik yang diharamkan adalah yang bertujuan semata-mata untuk mempercantik
atau memperindah wajah atau tubuh, tanpa ada hajat untuk pengobatan atau memperbaiki suatu
cacat. Contohnya, operasi untuk memperindah bentuk hidung, dagu, buah dada, atau operasi untuk
menghilangkan kerutan-kerutan tanda tua di wajah, dan sebagainya.
Dalil keharamannya firman Allah SWT (artinya) : "dan akan aku (syaithan) suruh mereka (mengubah
ciptaan Allah), lalu benar-benar mereka mengubahnya". (QS An-Nisaa` : 119).
Ayat ini datang sebagai kecaman (dzamm) atas perbuatan syaitan yang selalu mengajak manusia
untuk melakukan berbagai perbuatan maksiat, di antaranya adalah mengubah ciptaan Allah (taghyir
khalqillah). Operasi plastik untuk mempercantik diri termasuk dalam pengertian mengubah ciptaan
Allah, maka hukumnya haram.
Selain itu, terdapat hadis Nabi SAW yang melaknat perempuan yang merenggangkan gigi untuk
kecantikan (al-mutafallijat lil husni). (HR Bukhari dan Muslim). Dalam hadis ini terdapat illat
keharamannya, yaitu karena untuk mempercantik diri (lil husni). Maka dari itu, operasi plastik untuk
mempercantik diri hukumnya adalah haram.
Mayoritas ulama fiqih dan ulama hadits berpendapat bahwa tidak boleh melakukan operasi jenis
kedua ini dengan berpegang kepada argument di bawah ini :
Firman Allah SWT pada surat Annisa ayat 119, dimana dijelaskan bahwa kita tidak boleh merubah
ciptaan Allah. Allah telah melarang dan membenci manusia yang merubah ciptaannya dan ini juga
merupakan tanda seseorang tidak mensyukuri nikmat Allah.
Selain itu, di dalam sebuah hadits, dari Abdullah Bin Masud, yang diriwayatkan oleh Bukhari dan
Muslim, Rasulullah saw bersabda, Allah SWT melaknat orang yang membuat tato dan orang yang
meminta dibuatkan tato, orang yang mencabut alis dan merenggangkan gigi agar terlihat cantik/
ganteng.
Sedangkan secara Qiyas, dapat dilihat dari tidak bolehnya kita dalam melakukan sesuatu untuk
merubah cipataan Allah. Secara logika kita bisa mengatakan bahwa operasi model ini adalah menipu
dan menutupi kekurangan inndividu dan ini diharamkan dan tidak dibolehkan jika bukan pada
keadaan yang kritis. Maka setelah mengetahui berbagai dalil di atas, maka kita dapat mengetahui
bahwasannya para ulama sepakat utuk melarang operasi jenis ini disebabkan :
1.
Operasi ini adalah salah satu bentuk usaha untuk merubah ciptaan Allah.
2.
Operasi ini adalah salah satu bentuk penyamaran dan berlebih lebihan.
3.
Operasi ini juga turut memberikan kemudaratan kepada manusia dimana kemudaratan itulah
yang lebih banyak dirasakan.
Dari penjelasan singkat di atas, dapat disimpulkan bahwa melakukan operasi plastik dapat
dibenarkan apabila hal tersebut bersifat darurat seperti pada kelompok pertama. Allah swt berfirman,




Artinya: Padahal Sesungguhnya Allah telah menjelaskan kepada kamu apa yang diharamkan-Nya

atasmu, kecuali apa yang terpaksa kamu memakannya. dan Sesungguhnya kebanyakan (dari
manusia) benar-benar hendak menyesatkan (orang lain) dengan hawa nafsu mereka tanpa
pengetahuan. Sesungguhnya Tuhanmu, Dia-lah yang lebih mengetahui orang-orang yang melampaui
batas. (QS Al-Anam : 119)
Sementara untuk hal yang bersifat pemanis diri, menambah gaya dan penampilan, memperkuat
pencitraan dan sebagainya, perbuatan tersebut termasuk sesuatu yang haram.

BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Berdasarkan dari uraian materi yang telah diungkapkan pada halaman sebelumnya, maka dapat
disimpulkan bahwa operasi plastik boleh dilakukan apabila bertujuan untuk memperbaiki cacat sejak
lahir seperti bibir sumbing, atau cacat yang datang kemudian akibat kecelakaan, kebakaran, atau
semisalnya, seperti wajah yang rusak akibat kebakaran/kecelakaan. Sedangkan operasi plastik yang
bertujuan untuk mempercantik diri dengan sengaja merubah ciptaan ALLAH diharamkan karena
merupakan salah satu bentuk penyamaran yang bertentangan dengan syariat ISLAM.
3.2 Saran
Penulis menyarankan bagi pembaca agar dapat memahami pengertian operasi plastik, macammacamnya, serta mengetahui hukum-hukumnya dalam agama Islam. Bagi pembaca dan mahasiswa
lain yang ingin mengetahui dan memahami lebih dalam lagi mengenai materi ini, maka dapat
menjadikan makalah ini sebagai referensi. Penulis juga mengharapkan kritik dan saran dari pembaca
untuk kesempurnaan makalah ini selanjutnya.

https://plus.google.com/101120967835939209419/posts/XFFq3WzjneN

KATA PENGANTAR

Puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT, yang telah memberikan rahmat
serta hidayah-Nya sehingga penyusunan makalah ini dapat diselesaikan.
Makalah ini disusun untuk diajukan sebagai tugas mata kuliah agama dengan
judul pandangan agama tentang bedah plastik. Dengan adanya tugas ini
diharapkan dapat membabtu siapa saja yang membaca, agar mengetahui
bagaimana hukum bedah plastik dalam setiap agama dan fungsi dari bedah
plastik. Didalam makalah ini kami menyampaikan tentang pengetian daribedah
plastik, dampak negatif bedah plastik, pandangan agama tentang bedah plastik.
Terimakasih disampaikan kepada bapak dosen pembimbing mata kuliah yang
telah membimbing dan memberikan saran demi lancarnya tugas ini.
Demikianlah makalah ini kami susun semoga bermanfaat bagi pembaca, agar
dapat memenuhi tugas mata kuliah agama. Kritik dan saran pembaca sangat
kami harapkan demi perbaikan makalah kami selanjutnya.

Yogyakarta, 11 Desember 2012

Penulis

BAB I
PENDAHULUAN
A.

Latar Belakang

Kita menyadari bahwa terjadinya arus perkembangan ilmu pengetahuan yang


tidak terhenti membuat kemajuan dan kecanggihan semakin tidak tidak
terjangkau, jika dulu hanya sebuah mimpi kini segala sesuatu yang dulu tidak
masuk akal telah berada dalam nyata. Ciri manusia adalah selalu ingin
mengetahui rahasia alam, memecahkannya dan kemudian mencari teknologi
untuk memanfaatkannya dengan tujuan memperbaiki kehidupan manusia agar
lebih nyaman, lebih menyenangkan.
Akselerasi perkembangan ilmu dan teknologi dewasaini, memiliki multi implikasi
yang sangat luas. Contoh akselerasi perkembangan tersebut ialah ditemukannya
teknologi bedah plastik yang mana terdapat banyak perbedaan pendapat
menenai hukumnya. Karena itu, dalam makalah ini kami akan membahas
mengenai masalah tersebut ditinjau dari segi medis dan agama.
B.

Rumusan masalah

1.

Menganalisis pengertian bedah plastik.

2.

Menganalisis pandangan agama terhadap bedah plastik.

C.

Tujuan

1.

Tujuan Umum

Meningkatkan pemahaman dan pengetahuan mahasiswa tehadap bedah plastik


khususnya pandangan agama terhadap bedah plastik.
2.
a.

Tujuan Khusus
Agar mahasiswa mampu mengetahui pengertian bedah plastik.

b.
Agar mahasiswa mampu mengetahui pandangan agama terhadap bedah
plastik mengenai hukumnya.
c.
D.
a.

Agar mahasiswa mampu mengetahui macam-macam badah plastik.


Manfaat
Mahasiswa dapat mengetahui pandangan agama terhadap bedah plastik.

b.

Mahasiswa dapat mengetahui bagaimana bedah plastik.

c.

Mahasiswa dapat mengetahui jenis-jenis bedah plastik.

BAB II
PEMBAHASAN
A.

Pengetian Bedah Plastik

Bedah plastik adalah suatu cabang ilmu kedokteran yang bertujuan untuk
merekonstruksi atau memperbaiki bagian tubuh manusia melalui operasi
kedokteran.
Operasi plastik atau dikenal dengan plastik surgery (dalam inggris) atau dalam
bahasa arab biasa disebut dengan Jirahah Tajmil adalah bedah yang dilakukan
untuk mempercantik atau memperbaiki satu bagian didalam anggota badan,
baik yang nampak ataupun tidak nampak dengan cara dditambah, dikurangi
bertujuan untuk memperbaiki fungsi dan estetika tubuh (Al mausuah AtThibbiyal al-haditsah Li Majmuah minal at-thibba, Juz 3, hlm 454, cet. Lajnah An
Nasyr Al-ilmi).
B.

Tujuan Bedah Plastik

Pada dasrnya bedah plastik bertujuan untuk mempercantik atau memperbaiki


satu bagian di dalam anggota badan baik yang nampak ataupun tidak nampak
dengan cara menambah ataupun mengurangi bagian tubuh tersebut sehingga
tubuh tampak lebih indah. Akan tetapi kebanyakan orang menggunakan bedah
plastik secara sengaja untuk merubah bentuk tubuhnya atau agar lebih menarik.
Padahal disisi lain tujuan bedah plastik juga digunakan untuk memperbaiki
kecacatan fisik dan fungsi organ tubuh, untuk menyempurnakan bentuk anggota
tubuh yang secara fisik normal dan sehat menjadi indah. Namun seringkali

bedah plastik salah dikaitkan dengan bedah kulit, padahal ruang lingkup bedah
plastik lebih luas dari pada sekedar pembedahan kulit belaka.
C.

Dampak Negatif Bedah Plastik

1.

Semua operasi plastik selalu meninggalkan bekas jahitan.

Ingatlah bahwa semua operasi, termasuk operasi plastik, selalu menggunakan


metode pembedahan yang kemudian harus dijahit kembali. Ini pasti akan
meninggalkan bekas. Meskipun kini sudah ada teknik yang lebih cangih dalam
penjahitan missal dengan jahitan samar, tetap saja yang namanya luka di jahit
pasti menimbulkan bekas.
2.

Liposuction (sedot lemak) tidak akan menghilangkan selulit.

Operasi sedot lemak memang membuat tubuh kita semakin ramping, terutama
bagian tubuh yang membandel terhadap diet dan olahraga. Namun bila kita
melakukan sedot lemak itu berarti kita mengurangi cairan dalam tubuh kita, itu
berarti bukan membuat selulit dalam tubuh kita hilang akan tetapi kulit tubuh
kita semakin berkerut.
3.
Liposuction dapat menyebabkan kematian jika cairan yang disedot terlalu
banyak.
Menurut dokter ahli bedah plastic di Amerika mengemukakan bahwa jumlah
lemak yang boleh disedot setiap oprasi sebanyak 6 pon, bila lebih dari itu bisa
menyebabkan fatal pada pasien.
4.

Semua operasi plastik akan menimbulkan rasa sakit.

Tentunya setiap tindakan bedah plastic akan menimbulkan rasa sakit karena
pembedahan ataupun menggunakan sinar laser. Misalnya operasi membesarkan
atau mengecilkan payara, penggunaan sinar laser untuk mengurangi kerutan
diwajah.
5.

Kegagalan operasi dapat mengancam nyawa.

Metode dan jenis pembedahan yang dilakukan okter sangat menentukan


keberhasilan saat pembedahan juga kesesuaian prosedur operasi, jenis operasi
ataupun sterilisasi alat yang digunakan.
6.

Kerusakan dalam organ tubuh.

Tidak semua organ tubuh kita bisa dibedah untuk direkonstruksi, karena ada
beberapa tempat organ tubuh kita yang sangat rawan bila kita tetap melakukan
pembedahan. Missal operasi pembedahan bokong yang akan di beri silicon untuk
memperbesar bokong sangat tinggi resikonya. Bokong sangat rawan karena
bokong sering kita gunakan untuk duduk dan kemungkinan silicon yang berupa
cairan dalam bokong itu akan pecah bila kita gunakan duduk secara terus
menerus. Juga akan mengakibatkan silicon bergeser ketempat yang sering kita
tidak untuk duduk.

D.

Pandangan Agama Islam terhadap Bedah Plastik

Hukum operasi plastik ada yang mubah dan haram. Operasi plastik yang mubah
adalah bertujuan untuk memperbaiki cacat lahir seperti bibir sumbing atau cacat
akibat kecelakaan, kebakaran misal wajahnya rusak. Operasi plastik untuk
memperbaiki cacat yang demikian ini hukumnya adalah mubah berdasarkan
keumuman dalil yang menganjurkan untuk berobat (Al-Tadawl). Nabi SAW
bersabda, wahai hamba-hamba Allah berobatlah kalian, karena sesungguhnya
Allah tidak menurunkan satu penyakit kecuali menurunkan pula obatnya (HR
Tirmidzi, no.1961).
Operasi plastik yang diharamkan adalah yang bertujuan semata-mata untuk
mempercantik atau memperindah wajah atau tubuh tanpa ada hajat untuk
pengobatan atau untuk memperbaiki cacat seperti operasi untuk memperindah
bentuk dagu, hidung, buah dada, menghilangkan kerut-kerutan dan sebagainya.
Sesuai firman Allah SWT (artinya): dan akan aku (syaitan) suruh mereka
(mengubah ciptaan Allah), lalu benar-benar mereka mengubahnya (QS.ANNISA:119).
Dari firman Allah diatas dapat kita katan bahwa ayat tersebut adalah kecaman
atas bisikan syaitan yang selalu membujuk manusia untuk melakukan berbagai
perbuatan maksiat, diantaranya mengubah ciptaan Allah maka hukumnya
haram.
Adapun jenis-jenis operasi plastik:
1.

Operasi Ghairu Ikhtiyariyah (tidah dikehendaki)

Operasi Ghairu Ikhtiyariyah adalah suatu operasi yang bertujuan untuk


mengobati penyakit yang terjadi tanpa kerusakan seseorang didalam penyakit
tersebut, seperti bergabungnya jari tangan atau kaki, bibir sumbing dan lain-lain.
Operasi ini bertujuan untuk mengobati penyakit dan pada akhirnya
menghasilkan keindahan pada seseorang, dan operasi ini hanya sebagai
pengobatan jadi di perbolehkan di dalam syariat sesuai dengan hadist yang di
riwayatkan oleh Abi Hurairah bahwa Nabi SAW bersabda Allah tidak
menurunkan penyakit kecuali menurunkan pula obatnya (Shahih Bukhori hlm
204 jilid bab pengobatan).
2.

Operasi Ikhtiyariyah (yang sengaja di lakukan)

Operasi Ikhtiyariyah adalah operasi yang dilakukan bukan karena alasan medis
namun mutlak hasrat seseorang dalam memperindah diri dan berlebihan
mengartikan kata indah. Dalam hal ini terbagi dua bagian yaitu bagian merubah
bentuk dan bagian yang mengawetkan umur. Contoh operasi yang sengaja
dilakukan seperti memperindah dagu, memperindah wajah dengan
menghilangkan kerutan, memperindah payudara dengan mengecilkan atau
membesarkannya dengan suntik silikon.

Hal tersebut hanya beberapa jenis operasi yang didasarkan pada kesenangan
seseorang saja. Bisa dikatakan merubah bentuk ciptaan Allah dan sudah
melampaui batas kewajaran. Firman Allah yang mengingatkan kita untuk tidak
melampaui batas, sebagai berikut:
Artinya: oleh karena itu kami tetapkan (suatu hukum) bagi bani israil bahwa:
barangsiapa yang membunuh seseorang manusia, bukan karena orang itu
( membunuh) orang lain atau bukan karena membuat kerusakan di muka bumi,
maka seakan-akan dia telah membunuh manusia seluruhnya dan barang siapa
yang memelihara kehidupan seorang manusia, maka seolah-olah dia telah
memelihara kehidupan manusia semuanya. Dan sesungguhnya telah datang
kepada mereka rosul-rosul kami denagn ( membawa) keterangan-keterangan
yang jelas, kemudian banyak diantara mereka sesudah itu sunguh-sunguh
melampaui batas dalam berbuat kerusakan di muka bumi( Al- Maidah: 32).
Secara umum agama islam megharamkan operasi plastik tanpa indikasi
yang secara umum bisa merubah bentuk ciptaan Allah juga banyak mudharatnya
dari pada manfaatnya ( QS. An-Nisa 118-119).
E.

Pandangan agama katolik tehadap operasi plastic

Bedasarkan beberapa kitab dapat disimpulkan bahwa bedah plastic


diperbolehkan dalam agama katolik, jika untuk langkah penyembuhan entah
secara fisik untuk merekonstruksi bagian tubuh akibat cacat bawaan atau
kecelakaan. Tentu asalkan prosedurnya tidak menimbulkan reskiko kerusakan
pada tubuh setelah pembedahan.
Namun bedah plastik tidak dapat diizinkan jika itu merusak kebaikan lebih besar
daripada apa yang dapat dicapai, dan apabila tujuan dan prosedurnya secara
mendasar tidak dapat diterima secara moral, seperti transgender/ ganti jenis
kelamin.
Tanggapan di berikut memang bukan tanggapan yang baku, karena tidak ada
dokumen Gereja Katolik yang secara tegas mengatur hal bedah kosmetik.
Namun semoga dengan prinsip dasar di atas, kita dapat, dengan hati nurani
yang bersih menentukan penilaian tentang hal ini, sesuai dengan keadaan dan
kasusnya. Dengan prinsip ini, silakan sang dokter dan calon pasiennya itu
menilai, dengan hati nuraninya masing-masing, apakah tindakan operasi
kosmetik itu dapat/ layak dilakukan.
KGK 2288 Kehidupan dan kesehatan merupakan hal-hal yang bernilai, yang
dipercayakan Tuhan kepada kita. Kita harus merawatnya dengan cara yang
bijaksana dan bersama itu juga memperhatikan kebutuhan orang lain dan
kesejahteraan umum....
KGK 2289 Memang ajaran susila menuntut menghormati kehidupan jasmani,
tetapi ia tidak mengangkatnya menjadi nilai absolut. Ia [ajaran susila]melawan
satu pendapat kafir baru, yang condong kepada pendewaan badan,
mengurbankan segala sesuatu untuknya dan mendewakan keterampilan badan
dan sukses di bidang olahraga.

KGK 2293 .Ilmu pengetahuan dan teknik merupakan sarana-sarana


yang bernilai kalau mengabdi kepada manusia dan memajukan
perkembangannya secara menyeluruh demi kebahagiaan semua orang Ilmu
pengetahuan dan teknik ditujukan kepada manusia, olehnya mereka
diciptakan dan dikembangkan; dengan demikian mereka menemukan, baik
kesadaran mengenai tujuannya maupun batas-batasnya, hanya di dalam pribadi
manusia dan nilai susilanya.
KGK 2294 Pendapat bahwa penelitian ilmiah dan pemanfaatannya adalah
bebas nilai, merupakan satu ilusi. Juga kriteria untuk pengarahan penelitian tidak
dapat begitu saja disimpulkan secara sempit dari daya guna teknis atau dari
manfaatnya, yang dinikmati oleh yang satu sambil merugikan yang lain; atau
lebih lagi tidak bisa disimpulkan dari ideologi yang berlaku. Ilmu pengetahuan
dan teknik sesuai dengan artinya menuntut penghormatan mutlak akan
nilai-nilai dasar moral. Mereka harus melayani manusia, hak-haknya yang
tidak boleh diganggu gugat, kebahagiaannya yang benar dan menyeluruh,
sesuai dengan rencana dan kehendak Allah.

BAB III
ANALISIA
Dari pembahasan di atas kami dapat menganalisis bahwa bedah plastik itu
sebenarnya merupakan suatu kemajuan teknologi pada zaman ini yang memiliki
fungsi tersendiri bagi setiap oranng. Pada zaman dulu ditemukannya badah
plastik bertujuan untuk merekonstruksi atau merubah bentuk atau memperbaiki
bentuk tubuh seseorang untuk pengobatan seperti cacat muka akibat luka bakar,
bibir sumbing juga cacat tubuh yang lainnya.
Namun seiring perkembangan zaman yang semakin maju membuat setiap
orang tidak lekas puas dengan penampilan fisiknya, sehingga membuat
seseorang itu ingin merubah bentuk fisiknya dengan melakukan bedah plastik.
Mereka tidak mempedulikan apa dampak yang ditimbulkan dari bedah plastik
dan mereka juga tidak memperdulikan apa hukumnya pada agama mereka.
Agama islam khususnya mengharamkan seseorang yang melakukan bedah
plastik tanpa indikasi atau hanya untuk mempercantik diri untuk kepuasan diri
semata. Dalam al-quran sudah jelas dikatakan bahwa kita tidak boleh merubah
bentuk Allah tanpa sebab.
Dalam agama katolik tidak ada kitab yang jelas mengenai bedah plastic namun
ada beberapa tanggapan bahwa bedah plastic itu boleh dilakukan bila tidak
merusak bagian tubuh secara berlebihan.
Dalam hal kemajuan teknologi dan pengetahuan kita juga harus bisa
mengerti dan memahami setiap kemajuan teknologi dan pengetahuan kita,
telebih dampak yang akan kita peroleh saat kita mennggunakannya.

BAB IV

PENUTUP
A.

Kesimpulan

Dari materi yang kami bahas bahwa bedah plastik adalah suatu cabang ilmu
kedokteran yang bertujuan untuk merekonstruksi atau memperbaiki bagian
tubuh manusia melalui operasi kedokteran. Pandangan agama islam mengenai
beda plastic adalah mubah dan haram, mubah bila untuk pegobatan dan haram
bila dilakukan tanpa indikasi yang jelas. Agama katolik memperbolehkan bedah
plastik bila tidak memperburuk keadaan tubuh seseorang menjadi lebih parah.

B.

Saran

Dalam menghadapi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang


berkembang di masyarakat indonesia, kita harus mengadakan adanya suatu
promosi kesehatan, salah satunya berupa penyuluhan. Bidan berperan untuk
menjelaskan apa yang sebenarnya harus dilakukan oleh masyarakat jika
menghadapi bedah plastik atau lingkungan sekitar agar dapat sesuai dengan
syariat islam. Materi penyuluha bisa saat pasien berkonsultasi terhadap kita dan
kita wajib memberikan bimbingan pada masyarakat tentang pandangan agama
yang benar yang tetap diyakini agar tak ada kesalahpahaman dalam
mengartikan.
http://sittifatimahyogyandari.blogspot.com/2012/12/bedah-plastik.html

Hukum Operasi Plastik


Pendahuluan
Hukum Operasi Plastik. Dalam sebuah kaidah fikih disebutkan :
artinya asal segala sesuatu itu dibolehkan sampai adanya dalil yang mengharamkannya.
Berdasarkan kaidah tersebut, maka apapun yang kita lakukan sebenarnya boleh kita lakukan, dan
selamanya boleh kita lakukan, hingga adanya dalil atau petunjuk yang menyatakan haramnya
melakukan
sesuatu
itu.
Oleh karena itu, operasi plastik tampaknya mesti dilihat dari tujuannya. Ada yang melakukan operasi
karena ingin lebih cantik bagi perempuan atau lebih tampan bagi laki-laki, ada pula yang melakukan
operasi plastik karena menghilangkan bekas-bekas akibat kecelakaan, cacat seperti bibir sumbing
dan
sebagainya.
Permasalahan yang sering kita dapati, tidak sedikit di antara para muslimah dan termasuk juga para
muslim yang melakukan operasi dengan tujuan agar lebih cantik atau lebih tampan.
Hukum

melakukan

Operasi

Plastik

dengan

Tujuan

untuk

Kecantikan.

Allah menyukai yang indah-indah dan Islam juga membolehkan seseorang untuk berhias atau
mempercantik diri selama tidak berlebih-lebihan, apalagi sampai mengubah ciptaan Allah.. Kalau kita
pikir secara logika, apa ruginya Allah apabila ada yang melakukan operasi kecantikan, sebab sesuatu
yang telah baik diberikan Allah kemudian dilakukan lagi upaya lain agar pemberian tersebut menjadi
super lebih baik, tentunya kalau dipikir-pikir Allah pasti senang, terlebih Allah juga menyukai hal-hal
yang
indah-indah.
Persoalan inilah yang perlu kita sadari bahwa tidak semua yang dilakukan manusia yang menurut
manusia baik adalah baik pula dalam pandangan Allah. Merubah bentuk salah satu anggota tubuh

yang berbeda dari apa yang diberikan Allah, dalam logika manusia dipandang baik, karena akan lebih
cantik, tampan dan menarik. Asalnya kulit yang diberikan Allah hitam kemudian dirubah menjadi putih
atau warna lainnya. Asalnya hidung yang diberikan Allah pesek kemudian dirubah menjadi mancung
dan sebagainya. Namun demikian, apa yang dilakukan sebenarnya merupakan tindakan yang tidak
percaya dengan pemberian Allah dan dapat dikatakan sebagai bentuk penghinaan terhadap Allah.
Oleh karena itu merubah ciptaan atau pemberian Allah sebagaimana dideskripsikan di atas
sebenarnya bertentangan dengan kodrat dan iradat Allah. Seharusnya manusia menyadari bahwa
apapun yang diciptakan Allah di dunia ini bukan merupakan hal yang sia-sia (lihat Q.S. al-Baqarah
ayat 26) atau tidak pula berpikir bahwa Allah gegabah dalam menciptakan sesuatu. Semua yang
diciptakan Allah memiliki fungsi dan manfaat serta hikmah yang barangkali di antaranya tidak dapat
dicerna
dan
dipahami
oleh
akal.
Menurut pandangan manusia atau seseorang yang melakukan operasi bahwa salah satu anggota
tubuhnya kurang menarik, sehingga ia pun berkeinginan untuk merubahnya melalui operasi. Padahal
dalam pandangan Allah pemberian-Nya itu yang dipandang manusia kurang menarik, sebenarnya
memiliki manfaat yang luar biasa, hanya saja ia tidak mengetahui dan menyadarinya. Mestinya
manusia dapat bersyukur terhadap apa yang diberikan Allah dan memberdayakan pemberian
tersebut
dengan
baik.
Selain itu, apabila persoalan di atas dikembalikan kepada sumber hukum Islam yaitu Alquran, maka
Alquran telah secara jelas menyatakan orang yang merubah ciptaan-Nya adalah orang yang
mengikuti jalan dan ajakan syaithan. Hal ini sesuai dengan firman Allah dalam Q.S. an-Nisa ayat 119
yang
artinya
:
Dan aku benar-benar akan menyesatkan mereka, dan akan membangkitkan angan-angan kosong
pada mereka dan menyuruh mereka (memotong telinga-telinga binatang ternak), lalu mereka benarbenar memotongnya, dan akan aku suruh mereka (mengubah ciptaan Allah), lalu benar-benar
mereka merubahnya. Barangsiapa yang menjadikan syaitan menjadi pelindung selain Allah, maka
Sesungguhnya
ia
menderita
kerugian
yang
nyata.
Dari ayat tersebut dapat dipahami, bahwa melakukan operasi plastik, yang hanya bertujuan
mempercantik diri termasuk perbuatan syetan yang dilaknat Allah. Contohnya, operasi untuk
memperindah bentuk hidung, dagu, buah dada, atau operasi untuk menghilangkan kerutan-kerutan
tanda tua di wajah, dan sebagainya. Persoalan ini apabila dilihat dari kaidah yang disebutkan
sebelumnya bahwa operasi plastik dengan tujuan untuk mempercantik [jirahah at-tajmil], maka
hukumnya
adalah
haram.
Operasi

Plastik

untuk

Memperbaiki

Cacat

atau

Akibat

Kecelakaan

Hukum melakukan operasi plastik dengan tujuan untuk memperbaiki cacat yang dibawa sejak lahir
(al-uyub al-khalqiyyah) seperti bibir sumbing, atau cacat yang datang kemudian (al-uyub at-thari`ah)
akibat kecelakaan, kebakaran, atau semisalnya, seperti wajah yang rusak akibat
kebakaran/kecelakaan, maka dapat dikategorikan sebagai mubah atau dibolehkan melakukan operasi
tersebut.
Dalam ushul fikih, cacat atau akibat kecelakaan dapat dikategorikan sebagai mudharat atau disebut
kemudaratan. Kemudaratan mengakibatkan ketidakbaikan yang akhirnya membuat orang yang
mengalami kemudaratan ini tidak merasa nyaman beragama. Oleh karena itu, Islam memang bukan
agama yang memudah-mudahkan sesuatu, tetapi bukan pula agama yang mempersulit.
Kemudaratan mesti dihilangkan atau setidaknya menguranginya melalui operasi plastik.
Bolehnya menghilangkan kemudaratan berupa cacat sejak lahir atau cacat akibat kecelakaan adalah
berdasarkan kaidah fikih yang berbunyi kemudaratan itu mesti dihilangkan, sehingga
operasi plastik pun legal dilakukan dengan ketentuan sesuai dengan tujuan yang disebutkan.
Selain itu, bolehnya melakukan operasi plastik adalah berdasarkan keumuman (amm) dalil yang
menganjurkan untuk berobat (at-tadawiy). Nabi SAW bersabda, Tidaklah Allah
menurunkan suatu penyakit, kecuali Allah menurunkan pula obatnya. (HR Bukhari, No.5246 dalam
Program
kutubuttisah).

Dalam hadis yang lain Nabi SAW bersabda pula, Wahai


hamba-hamba Allah berobatlah kalian, karena sesungguhnya Allah tidak menurunkan satu penyakit,
kecuali menurunkan pula obatnya. (HR Tirmidzi, no.1961 dalam Program kutubuttisah).
Dalam ushul fikih disebutkan bahwa selama tidak ada dalil yang mengkhususkan dalil umum, maka
selama itu pula dalil umum dapat diamalkan. Hadis di atas dipandang sebagai hadis yang umum, dan
dapat diamalkan atau dapat dijadikan hujjah, karena tidak ditemukan adanya dalil yang
mengkhususkannya.
Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa operasi plastik dengan tujuan untuk kecantikan
hukumnya haram dan apabila dilakukan untuk memperbaiki cacat yang dibawa sejak lahir seperti bibit
sumbing, kaki pincang dan sebagainya atau memperbaiki cacat akibat kecelakaan, maka hukumnya
mubah
(boleh)
sepanjang
tidak
ada
ketentuan
agama
yang
dilanggar.
Ditulis Oleh : Abdul Helim

http://www.abdulhelim.com/2013/01/hukum-operasi-plastik.html

Operasi plastik merupakan tindakan medis yang berkaitan dengan koreksi atau restorasi bentuk dan fungsi
tubuh. Dari hasil penelusuran literatur, praktek penanganan medis terhadap cedera wajah dilakukan sejak lebih
dari 4.000 tahun yang lalu. Teknik operasi untuk rekonstruksi dengan menggunakan kulit bagian tubuh lain telah
dilakukan

di

India

sekitar

800

tahun

SM.

Kontribusi besar dalam perkembangan ilmu bedah ini diawali oleh Sushruta (dikenal sebagai the father of
Surgery) melalui teknik bedah untuk penyakit katarak pada abad ke 6 SM. Catatan dan prosedur medisnya ditulis
dalam bahasa sangsakerta yang kemudian diterjemahkan kedalam bahasa arab pada masa kekhalifahan
Abbasiyah sekitar tahun 750 M. Eropa dan dunia barat sendiri baru mendalami teknik bedah ini setelah catatan
medis dalam bahasa arab tersebut diterjemahkan kembali, salah satunya oleh keluarga Branca dari Sisilia-Italia.
Lalu apakah yang mendasari dilakukannya operasi plastik? Awalnya operasi plastik hanya dilakukan demi
kepentingan medis, namun seiring dengan perkembangan jaman tindakan operasi plastik juga dilakukan untuk
kepentingan kosmetik. Secara umum terdapat 5 alasan utama mengapa seseorang melakukan operasi plastik,
yaitu:
1.

Kesehatan; misalnya pada orang yang mengalami obesitas dan dia harus menurunkan berat badannya
agar dia bisa hidup lebih sehat atau untuk memperbaiki saluran hidung karena ada penyumbatan.

2.

Kecelakaan; tindakan operasi yang dilakukan untuk memperbaiki struktur wajah atau tubuh yang cacat
atau rusak karena kecelakaan.

3.

Self-esteem; pada orang yang merasa rendah diri akan penampilannya maka ia merasa membutuhkan
perbaikan fisik untuk menambah rasa percaya dirinya.

4.

Rekonstruksi; dilakukan terutama pada orang yang memiliki cacat tubuh yang bersifat bawaan,
misalnya bibir sumbing, jari yang berlebih, benjolan di wajah dan lain-lain.

5.

Vanity; secara sederhana dapat diartikan sebagai kebanggaan atau pemujaan terhadap penampilan
fisik.

Kini, pandangan masyarakat tentang orientasi bedah plastik lebih pada masalah kecantikan (estetik), seperti
sedot lemak, memancungkan hidung, mengencangkan muka, dan lain sebagainya, padahal, ruang lingkup
bedah plastik sangatlah luas. Tidak hanya masalah estetika, tetapi juga rekonstruksi, seperti pada kasus-kasus
luka bakar, trauma wajah pada kasus kecelakaan, cacat bawaan lahir (congenital), seperti bibir sumbing,
kelainan pada alat kelamin, serta kelainan congenital lainnya. Namun bukan berarti nilai estetika dan agama tak
diperhatikan. Dan tindakan lengkap untuk melakukan kedua hal ini tentunya hanya bedah plastik.
Berdasarkan latar belakang masalah tersebut, makalah kesehatan sekaligus makalah agama ini mencoba
memaparkan tentang operasi plastik dengan subtopik pembahasan yang terdiri atas:
1.

Pengertian bedah plastik

2.

Jenis-jenis bedah plastik

3.

Hukum agama Islam terkait bedah plastik

http://i-makalah.blogspot.com/2013/03/makalah-operasi-plastik-menurutislam.html