Anda di halaman 1dari 26

Sistem Urinarius

Dr. Hadi
Irawiraman.M.Kes.Sp.PA
Laboratorium Patologi Anatomi
RS.AW Syahrani/FK UNMUL
Samarinda
2014

PENGERTIAN
Sistem urinarius merupakan suatu sistem proses
penyaringan darah dalam ginjal sehingga darah
bebas dari zat-zat yang yang tidak dipergunakan
oleh tubuh dan menyerap zat-zat yang masih
dipergunakan oleh tubuh.
Zat-zat yang tidak dipergunakan lagi oleh tubuh
larut dalam air dan dikeluarkan berupa urin
melalui uretra .

SISTEM URINARIUS
dua ginjal (ren) yang menghasilkan urin
dua ureter yang membawa urin dari ginjal
ke vesika urinaria (kandung kemih)
satu vesika urinaria
dikumpulkan

(VU),

tempat

urin

satu urethra, urin dikeluarkan dari vesika


urinaria

GINJAL
Terdiri dari dua buah, berbentuk seperti
kacang, terletak pada dinding posterior
abdomen di belakang peritoneum pada
kedua sisi vertebra thorakalis ke 12
sampai vertebra lumbalis ke-3.
Ginjal kiri lebih tinggi dari ginjal kanan
karena adanya lobus hepatis dextra yang
besar.
Urin yang terbentuk pada penyaringan
terkumpul dalam pelvis renalis, yaitu

FUNGSI GINJAL
memegang peranan penting dalam
pengeluaran zat-zat toksis atau racun,
mempertahankan suasana keseimbangan
cairan,
mempertahankan keseimbangan kadar asam
dan basa dari cairan tubuh
mengeluarkan sisa-sisa metabolisme akhir dari
protein ureum, kreatinin dan amoniak.

PROSES PEMBENTUKAN URINE


1. Proses Filtrasi di glomerulus
Terjadi penyerapan darah, yang tersaring adalah bagian cairan darah
kecuali protein. Cairan yang tersaring ditampung oleh simpai bowmen yang
terdiri dari glukosa, air, sodium, klorida, sulfat, bikarbonat dll, diteruskan ke
tubulus ginjal. cairan yang di saring disebut filtrate gromerulus.
2. Proses Reabsorbsi
Pada proses ini terjadi penyerapan kembali sebagian besar dari glikosa,
sodium, klorida, fospat dan beberapa ion bikarbonat. Prosesnya terjadi
secara pasif (obligator reabsorbsi) di tubulus proximal. sedangkan pada
tubulus distal terjadi kembali penyerapan sodium dan ion bikarbonat bila
diperlukan tubuh. Penyerapan terjadi secara aktif (reabsorbsi fakultatif) dan
sisanya dialirkan pada papilla renalis.
3. Proses sekresi.
Sisa dari penyerapan kembali yang terjadi di tubulus distal dialirkan ke
papilla renalis selanjutnya diteruskan ke luar.

Ureter
Ureter saluran yang menyalurkan
urine dari ginjal ke vesika urinaria
(Kandung kemih)
Panjangnya 23-30 cm, diameter 3 mm
Bagian bawah dari ureter terhubung
dgn rongga abdomen di belakang
peritoneum, berada di depan otot
psoas menuju rongga pelvis, oblig di
dinding posterior kandung kemih
Oleh karenanya , waktu urine
terakumulasi dan tekan kandung
kemih (VU) meningkat, ureter
tertekan, muara ke VU tersumbat,
mencegah refluks urine

Ureter

Ureter
Terdiri 3 lapis
1. Jaringan Fibrosa (lapis luar)
2. Jaringan Otot (Lapis tengah)
3. Mukosa (Lapis dalam), dilapisi oleh
epithel transisional

Ureter
Fungsi :
Mendorong urine dari ginjal ke kandung
kemih, melalui kontraksi peristaltik otot
polos
Peristaltik terjadi karena pemacu di kaliks
minor (ginjal), beberapa kali permenit,
meningkat bila produksi urinenya meningkat

Kandung Kemih (Vesika Urinaria)


Merupakan reservoir urine
Terletak di rongga pelvis
Jika melebar (distensi), kandung kemih naik
ke rongga abdomen
Struktur seperti buah pir
Dibagian bawah terhubung dengan urethra

Kandung Kemih (Vesika Urinaria)


Pada wanita , di bagian posterior kandung kemih
dikelilingi uterus
Pada pria dikelilingi rektum
Dindingnya 3 lapis :
1. Lapisan luar : Jaringan ikat longgar, pembuluh
limfe, pembuluh darah (vasa) dan syaraf
2. Lapisan tengah : otot polos (otot detrusor)
dengan jaringan ikat longgar elastik, kontraksi
VU dikosongkan
3. Lapisan dalam : mukosa (epithel transisional)

Kandung Kemih (Vesika Urinaria)

Kandung Kemih (Vesika Urinaria)

Kandung Kemih (Vesika Urinaria)


Keinginan berkemih (Miksi) bila VU, terisi
urine 300-400 ml
Kapasitas total kurang lebih 600 ml
Tiga orifisium (muara lumen) di VU
membentuk trigon, 2 diatas dinding
posterior , merupakan pintu masuk ureter, 1
sebagai pintu masuk uretra, dimana
terdapat penebalan otot polos bagian atas
uretra, disebut sfingter uretra internal,
spingter ini dikontrol secara involunter

Trigon (vesika urinaria)

Uretra
Saluran yang memanjang dari leher
kandung kemih (vesika urinaria) hingga ke
eksterior di orifisium uretra eksternal (pria
pada ujung penis, wanita-uretranya pendek,
4 cm, didepan vagina)
Uretra pria berhubungan dengan sistem
perkemihan dan reproduksi
orifisium uretra eksternal , dikontrol oleh
sfingter uretra eksternal (SUE) - (kontrol
volunter)

uretra
Dinding 3 lapis :
1. Lapisan otot , bermula dari sfingter uretra
internal (SUI)-(jaringan ikat elastik dan otot),
dibawah kendali saraf otonom
(involunter),kontraksi SUI terus menerus dan
lambat, menjaga uretra tetap tertutup
2. Submukosa , berisi pembuluh darah dan saraf
3. Mukosa, bagian atas sambungan dgn VU,
lapisannya epitel transisional, bagian bawah epitel
skuamous kompleks, (wanita berhubungan
dengan kulit vulva)

Mikturisi
Saat volume urine sekitar 300-400 ml, saraf otonom
aferen di dinding VU terstimulasi karena regangan,
pada bayi terjadi dgn refleks spinal, saraf eferen
menghantarkan impuls ke VU, kontraksi otot
detrusor dan relakasasi sfingter uretra internal (SUI)
Saat anak dan dewasa (otak tlh berkembang
sempurna), refleks berkemih terstimulasi, tetapi
impulsnya juga dihantarkan ke otak dan muncul
keinginan berkemih
Secara sadar kontraksi Sfingter uretra eksternal
dan otot dasar panggul (pelvis) dapat menahan
kemih untuk waktu terbatas

Refleks spinal (berkemih)


bayi

Berkemih

THANKS