Anda di halaman 1dari 10

BAB I

PENDAHULUAN
1.1.

Latar belakang
Endapan skarn pertama kali dinyatakan sebagai batuan metamorf hasil
kontak antara batuan sedimen karbonatan dengan intrusi magma oleh ahli
petrologi metamorf, dengan terjadi perubahan kandungan batuan sedimen
yang kaya karbonat, besi, dan magnesium menjadi kaya akan kandungan
Si, Al, Fe dan Mg dimana proses yang bekerja berupa metasomatisme
pada intrusi atau di dekat intrusi batuan beku (Best 1982).
Endapan pegmatit terdapat pada batuan berumur Archean sampai
Kenozoik. Pegmatit pada Prakambrium terdapat pada tatanan tektonik
yang berasosiasi dengan metamorfisme amfibolit, sedangkan pada umur
yang lebih muda berasosiasi dengan intrusi di sepanjang jalur tektonik.
Endapan greisen merupakansistem endapan bijih yang terbentuk dalam
fase post magmatic dalam suatu pembekuan magma. Fase post magmatic
merupakan fase dimana batuan sudah membeku dan menghasilkan fluida
sisa pembekuan magma yang didominasi fase gas, kemudian fluida inilah
yang bereaksi dengan batuan samping. Proses ini juga diistilahkan sebagai
fase penumatolitis.
Dari ketiga proses tersebut menghasilkan banyak endapan-endapan
bahan galian ekonomis yang sangat bermanfaat dalam kehidupan manusia.
Sehingga, kita perlu mengetahui jenis ketiga endapan tersebut.

1.2.

Rumusan Masalah
Rumusan masalah dalam pembuatan makalah ini adalah mengenai
bagaimana genesa pembentukan 3 endapan yaitu Endapan Pegmatit,
Endapan Skarn dan Endapan Greisen, Permodelan proses intrusi dari
endapan tersebut dan persebaran endapan itu di seluruh dunia.

Makalah Endapan Pegmatit, Endapan Skarn dan Endapan Greissen

1.3.

Maksud Dan Tujuan


Maksud dan tujuan dari makalah ini adalah untuk mengetahui genesa
dari Endapan Pegmatit, Endapan Skarn dan Endapan Greisen dan juga
untuk mengetahui tipe intrusi dari ketiga endapan tersebut.

Makalah Endapan Pegmatit, Endapan Skarn dan Endapan Greissen

BAB II
PEMBAHASAN
2.1.
Genesa Endapan Pegmatit, Skarn, dan Greisen
a.
Endapan Pegmatit
Pegmatit adalah suatu endapan dari batuan beku yang hasil dari injeksi
magma biasanya bersifat granitic dan memiliki ukuran kristal yang sangat kasar
(>2,5 cm). Pegmatit terbentuk ketika tahap kristalisasi akhir, dengan kandungan
air cukup tinggi dan pertumbuhan kristal yang relatif cepat pada bagian atas suatu
komplek struktur. Pegmatit kadang mempunyai kensentrasi beberapa rare
elements (lithium, boron, fluorine, tantalum, niobium, REE dan uranium) yang
bernilai ekonomis.Pegmatit adalah sumber utama dari beryllium, lithium, cesium,
tantalum, muscovite dan feldspar. Pegmatit juga merupakan sumber minor dari
Uranium, Yttrium, REE, Tin dan Tungsten. Miarolitik pegmatite adalah sumber
penting dari gemston seperti beryl (emerald), topaz dan tourmaline.
Asal endapan pegmatite ada 2 yaitu:
1.

Metamorphic
metamorfisme regional menyebabkan batuan menuju fase granitization.

Magma tidak terbentuk sehingga granite and pegmatite merupakan produk akhir
dari metamorfisme regional ini.
2.
Igneous Activity
Berasal dari magma yang terbentuk, sehingga terjadi differensiasi,
kandungan volatil tinggi dan terinjeksikan pada batuan sekitarsehingga terbentuk
pegmatite.
- Material yang dinjeksikan pada sistem tertutup (sistem kimia) sehingga
-

terbentuk simple pegmatite.


Ada interaksi dengan dapur magma sehingga terjadi replacement
membentuk complex pegmatite.

Makalah Endapan Pegmatit, Endapan Skarn dan Endapan Greissen

Gambar 2.1 Jenis Intrusi dari Endapan Pegmatit


b.

Endapan Skarn
Endapan skarn pertama kali dinyatakan sebagai batuan metamorf hasil

kontak antara batuan sedimen karbonatan dengan intrusi magma oleh ahli
petrologi metamorf, dengan terjadi perubahan kandungan batuan sedimen yang
kaya karbonat, besi, dan magnesium menjadi kaya akan kandungan Si, Al, Fe dan
Mg dimana proses yang bekerja berupa metasomatisme pada intrusi atau di dekat
intrusi batuan beku (Best, 1982).
Endapan skarn terbentuk sebagai efek dari kontak antara larutan
hidrothermal yang kaya silika dengan batuan sedimen yang kaya kalsium. Proses
pembentukannya diawali pada keadaan temperatur 400C-650C dengan mineralmineral yang terbentuk berupa mineral calc-silicate seperti diopsid, andradit, dan
wollastonit sebagai mineral-mineral utama pembawa mineral bijih (Einaudi et al.
1981). Tapi terkadang dijumpai juga pembentukan endapan skarn juga terbentuk
pada temperatur yang lebih rendah, seperti endapan skarn yang kaya akan
kandungan Pb-Zn (Kwak 1986). Pengaruh tekanan yang bekerja selama
pembentukan endapan skarn bervariasi tergantung pada kedalaman formasi
batuan.
Ada 2 (dua) terminologi pembagian utama, yaitu exoskarn dan endoskarn.

Makalah Endapan Pegmatit, Endapan Skarn dan Endapan Greissen

Exoskarn : digunakan jika replacement yang terjadi pada batuan karbonat

metasedimen (mumnya berupa marble).


Endoskarn : digunakan jika replacement terhadap batuan intrusi. Beberapa
ahli mengembangkannya untuk jenis batuan lain termasuk shales, vulkanik,
dll.

Gambar 2.2Pembentukan endapan skarn


c.

Endapan Greisen
Greisen adalah suatu agregat granoblastik kuarsa dan muscovite (atau

lepidolit) dengan mineral aksesoris antara lain topaz, tourmalin dan fluorite yang
dibentuk

oleh

post

magmatik

alterasi

metasomatik

dari

granit

(Best,1982;Stemprok,1987).
Terbentuk pada kontak bagian atas antara intrusi granit, kadang-kadang
muncul berupa stockwork. Mineralisasi yang muncul secara irregular (tidak
beraturan) yang terkonsentrasi pada zona kontak. Host rock menunjukkan
komposisi granitic dan berkembang sampai kedalam 10-100 meter sebelum
beergradasi menuju zona alterasi feldspatik (albilization-micrilinization) dan
batuan granit (fresh granite). Fluida pegmatite sering migrasi pada bagian atas
intrusi dan kadang-kadang mengisi sebagai intrusi-intrusi disebagian batas tubuh
greisen.

Makalah Endapan Pegmatit, Endapan Skarn dan Endapan Greissen

Gambar 2.3 Jenis Intrusi dari Endapan Greissen


2.2.
Produk Endapan Pegmatit, Skarn, dan Greissen
2.2.1 Endapan Pegmatite
Contoh endapan pegmatite adalah endapan granitic pegmatites yang
merupakan sumber penting untuk rare-elements, sebagai bahan galian industri :
feldspar dan quartz untuk pembuatan kaca dan keramik. Selain itu hasil dari
endapan pegmatite adalah batu-batu permata seperti beryl (aquamarine, golden,
morganite), spodumene (kunzite, hiddenite) dan tourmaline, serta garnet.

Gambar 2.4Model endapan Pegmatit yang menghasilkan mineral kuarsa

2.2.2 Endapan Greissen

Makalah Endapan Pegmatit, Endapan Skarn dan Endapan Greissen

Beberapa hasil dari endapan greisen antara lain:


-

Mineral assosiasi : Scheelite (CaWO4), molybdenit (MoS2), bismuthinite


(Bi2S3),

native

bismuth

(Bi),

sulfide

base

metal,

tetrahedrite

(Cu,Fe,Zn,Ag)12Sb4S13, pyrite (FeS2), stannite (Cu2(Fe,Zn)SnS4), fluorite


-

(CaF2), muscovite, biotite, feldspar, beryl, tourmalin, toupaz, dan chlorite.


Uranium, thorium, REE, dan mineral-mineral fosfat dapat hadir dalam
jumlah yang sedikit.

Gambar 2.5 Model bahan galian uranium endapan greisen


2.2.3 Endapan Skarn
Contoh endapan skarn di Indonesia adalah endapan bijih emas di Papua
yang saat ini ditambang oleh PT. Freeport yaitu pada tubuh bijih Ertsberg. Tubuh
bijih Estberg terdiri dari skarn magnetit dengan bentuk seperti gigi yang kearah
luar dikelilingi berturut-turut oleh selikat-gamping dan kemudian diorit. Seluruh
skarn magnetite ter-breksi, dengan inklusi berbentuk menyudut dan berukuran
halus sampai beberapa meter yang terdiri dari karn silikat-gamping, batuan beku,
dan kalkopirit masif. Selain itu terdapat banyak rongga dan gua yang dilapisi oleh
kalsit, selikat amorf, dan kalkopirit.

Mineral bijih utamanya ialah kalkopirit dan bornit yang berasosiasi dengan
galena, bismutit, kovelit,digenit, sfalerit, tembaga alami, perak alami, linnacit, dan
tetrahedrit. Umumnya sulfida-sulfida di atas terdapat sebagai hamburan

Makalah Endapan Pegmatit, Endapan Skarn dan Endapan Greissen

(replacement) foraminifera besar dan bidang perlapisan, blok sampai berdiameter


3 meter, dan pengisian rongga. Emas berbutir halus terdapat sepanjang batas
bornit dengan kwarsa atau kalsit.

Gambar 2.6 Model endapan skarn tembaga di Estberg


Dari gambar 2.6 mineral tembaga yang utama ialah bornit dan sedikit
kalkopirit, dengan mineral ikutannya idait, kalkosit, kovelit, galena, pirit, sfalerit,
pirargit, dan markasit. Emas terdapat sebagai inklusi dalam sulfida tembaga, kalsit
dan serpentin. Bentuk mineralisasi tembaga itu lebih intensif lagi sepanjang breksi
patahan sentuh dengan batugamping yang termarmerkan.

BAB III
PENUTUP

Makalah Endapan Pegmatit, Endapan Skarn dan Endapan Greissen

3.1.

Kesimpulan
1. Pegmatit adalah suatu endapan dari batuan beku yang hasil dari injeksi
magma biasanya bersifat granitic dan memiliki ukuran kristal yang sangat
kasar (>2,5 cm).
2. Endapan skarn pertama kali dinyatakan sebagai batuan metamorf hasil
kontak antara batuan sedimen karbonatan dengan intrusi magma oleh ahli
petrologi metamorf.
3. Endapan skarn terbagi menjadi 2 yaitu :
- Exoskarn : digunakan jika replacement yang terjadi pada batuan
-

karbonat metasedimen (mumnya berupa marble).


Endoskarn : digunakan jika replacement terhadap batuan intrusi.
Beberapa ahli mengembangkannya untuk jenis batuan lain termasuk
shales, vulkanik, dll.

4. Greisen adalah suatu agregat granoblastik kuarsa dan muscovite (atau


lepidolit)

dengan mineral aksesoris antara lain topaz,

tourmalin dan

fluorite yang dibentuk oleh post magmatik alterasi metasomatik dari granit
(Best,1982; Stemprok,1987).
3.2

Saran
1. Bahwa seluruh endapan diatas tersebut itu hampir berada di Indonesia
namun pemerintah kuran mengekspose ke investor, jika pemerintah dapat
mengekspose akan banyak masyarakat Indonesia yang diuntungkan.

DAFTAR PUSTAKA
Anthony M. Evans., Ore geology and IndustrialMinerals (An Introduction)., 1994
Charles S. Hutchinson., Economic Deposits and Their Tectonic Setting., 1987
John M. Guilbert and Charles F. Park Jr., ORE DEPOSIT., 1986
Makalah Endapan Pegmatit, Endapan Skarn dan Endapan Greissen

Fajar,Adli, Cerita Geologist,, 15 Desember 2015

Makalah Endapan Pegmatit, Endapan Skarn dan Endapan Greissen

10

Anda mungkin juga menyukai