Anda di halaman 1dari 2

Sistematic review menerapkan strategi ilmiah untuk memberikan ringkasan dalam bentuk

eksplisit dari semua studi mengenai pertanyaan tertentu , sehingga memungkinkan materi yang
akan diambil dari seluruh temuan yang relevan tentang topik tertentu. Meta-analisis dapat
menyertai systematic review dan dapat meningkatkan kekuatan dan ketepatan dari perkiraan dan
efek pengobatan.

Systematic review merupakan bentuk penelitian yang menyediakan ringkasan laporan medis
mengenai pertanyaan klinik tertentu, menggunakan metode eksplisit untuk mencari, menilai
secara kritis, dan mensintesis berbagai literatur secara sistematis. Hal ini sangat berguna dalam
menyatukan sejumlah studi yang dilakukan terpisah, terkadang dengan hasil yang saling
bertentangan dan mensintesis hasil temuan tersebut. Dengan memberikan secara jelas dan
eksplisit ringkasan dari semua studi mengenai pertanyaan klinis spesifik, systematic review
memungkinkan kita untuk mempertimbangkan seluruh temuan penelitian terkait topik tertentu,
dan bukan hanya hasil dari satu atau dua studi. Keuntungan lainnya, systematic review dapat
digunakan untuk menentukan apakah temuan-temuan ilmiah tersebut konsisten dan
digeneralisasikan pada populasi atau atau apakah hasil penelitian tersebut bervariasi pada
subkelompok tertentu.

Dalam penelitian meta-analisis, data dari

masing-masing studi dapat dikumpulkan secara

kuantitatif dan dianalisis ulang menggunakan metode statistik yang digunakan. Meta-analisis
menggabungkan sampel dari studi individu sehingga ukuran sampel keseluruhan meningkat, dan
meningkatkan kekuatan statistik dari analisis serta ketepatan perkiraan efek pengobatan. Metaanalisis terdiri atas dua tahap. Tahap pertama melibatkan perhitungan ukuran efek pengobatan
dengan interval kepercayaan 95% (CI) untuk setiap studi individu. Ringkasan statistik yang
biasanya digunakan untuk mengukur efek pengobatan termasuk rasio odds (OR), risiko relatif
(RR), dan perbedaan risiko. Pada tahap kedua meta-analisis, efek pengobatan secara keseluruhan
dihitung sebagai rata-rata berat ringkasan statistik individu. Pada meta analisis,data dari studi
individu tidak hanya dikombinasikan seolah-olah berasal dari studi tunggal. Bobot yang lebih
besar diberikan kepada hasil dari studi yang menyediakan lebih informasi, karena studi tersebut
cenderung mendekati '' true effect '' yang coba untuk diperkirakan. Bobot tersebut seringkali

merupakan kebalikan dari varians (kuadrat dari standard error) dari efek pengobatan, yang
berkaitan erat dengan ukuran sampel.
Sumber:
Akobeng, AK. 2014. Principles of evidence based medicine. BMJ; 837-852.

Anda mungkin juga menyukai