Anda di halaman 1dari 4

BAB III

FORMULASI
3.1 FORMULA
NaCl
0,9
Aq. PI ad 100 ml
3.2 MONOGRAFI BAHAN
1. NaCl
NaCl (Natrium klorida)
(FI IV hal. 584, Martindale 28 hal. 635, Excipient hal. 440)
Rumus molekul : NaCl
Bobot molekul : 58,44
Pemerian : Kristal tidak berbau tidak berwarna atau serbuk kristal putih, tiap 1g setara
dengan 17,1 mmol NaCl.
Kelarutan : 1 bagian larut dalam 3 bagian air, 10 bagian gliserol
Sterilisasi : Autoklaf atau filtrasi (Martindale 28 hal: 635)
Stabilitas : Stabil dalam bentuk larutan. Larutan stabil dapat menyebabkan
pengguratan partikel dari tipe gelas
pH : 4,5 7(DI 2003 hal 1415) 6,7-7,3 ( Excipient hal 672)
Khasiat/kegunaan : Pengganti ion Na+, Cl- dalam tubuh
2. API
Aqua Pro Injeksi
(FI IV hal 112, FI III hal 97)
Pemerian : Cairan jernih, tidak berwarna, tidak berbau
Sterilisasi : Kalor basah (autoklaf)
Kegunaan : Pembawa dan melarutkan
Alasan pemilihan : Karena digunakan untuk melarutkan zat aktif dan zat-zat
tambahan
Cara pembuatan : didihkan aqua dan diamkan selama 30 menit, dinginkan

3.3 PERHITUNGAN BAHAN


1. NaCl 0,9 = 0,9 + (2% x 0,9) = 0,9 + 0,018 = 0,918 gram = 918 mg
2. Aqua pro injeksi = 100 + (2% x 100) = 100 + 2 = 102 ml.
3. Karbon aktif = 0,1% x 100 = 0, 1 gram = 100 mg

3.4 PERHITUNGAN ISOTONIS


tf = 1,9

W
1000

BM
V

NaCl =

0,9
100

V (WE)

= 1,9

0,9
1000
58,44 100

0,9
100

NaCl =

= 1,9

900
5844

NaCl = 0,9 0,9

100 (0,91)

NaCl = 0

= 1,9 0,154
= 0,29

3.5 Alat dan bahan


Alat dan cara sterilisasi
N

NamaAlat

Cara sterilisasi

Waktu

o
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10

Spatula
Batang pengaduk
Cawan penguap
Pinset
Erlenmeyer
Beaker glass
Gelas ukur
Corong gelas
Kertas saring
Wadah infus

Oven 170C
Oven 170C
Oven 170C
Oven 170C
Oven 170C
Oven 170C
Autoklaf 115-116C
Autoklaf 115-116C
Autoklaf 115-116C
Direndam dengan alkohol

30 menit
30 menit
30 menit
30 menit
30 menit
30 menit
30 menit
30 menit
30 menit

Bahan
NaCl
Karbon akif
API

3.6 Prosedur pembuatan


1. Disiapkan alat dan bahan
2. Ditimbang NaCl 0,9 gram, API 102 ml dan Karbon aktif 0,1 gram
3. Diencerkan NaCl dengan aquades sedikit demi sedikit hingga mencapai 102
ml sambil sesekali diaduk.
4. Setelah larut, gelas ukur yang berisi larutan NaCl dipanaskan kemudian
dimasukkan kabon aktif ke dalam larutan. Karbon aktif ini bertujuan untuk
membebaskan pirogen sehingga larutan menjadi steril.

5. Setelah didihkan, didiamkan, kemudian disaring hingga jernih, disaring


dengan kertas saring selama dua kali penyaringan. Tujuan utama
penyaringan adalah untuk menjernihkan suatu larutan.
6. Larutan dimasukkan ke dalam botol infuse 100 ml dan botol infuse ditutup
dengan tutup yang sesuai lalu dibungkus dengan aluminium foil. Aluminium
foil bertujuan agar sisa-sisa air di luar tidak menyerap ke dalam.
7. Disterilkan dalam autoklaf pada suhu 1200C selama 15 menit.
8. Larutan irigasi diberi etiket kemudian dilakukan evaluasi
3.7 Evaluasi
1. Organoleptis
Pengujiannya dilakukan dengan mengamati bau, rasa, warna serta kelarutan bahan
dalam sediaan infus. Setelah itu hasil pengamatan dicatat dan dilaporkan dalam
bentuk tabel
2. Kejernihan
Alat

: lampu UV

Masukkan sediaan yang sudah dibuat ke dalam 2 tabung reaksi


Ambil sediaan dalam botol
Letakan di bawah lampu UV yang sudah dinyalakan pada latar hitam dan putih
Lakukan pengamatan dengan aksi memutar
Lihat keberadaan partikel di dalam larutan

3. Volume terpindahkan
tuang sediaan infus yang sudah dibuat ke dalam gelas ukur
Amati kesesuaian volume sebelum dipindahkan dan volume sesudah
dipindahkan
Catat hasil penghamatan
4. Penetapan pH
tUang sediaan infus yang sudah dibuat ke dalam gelas ukur
Celupkan kertas indikaor pH ke dalam larutan dan hasil warna yang terbentuk
dibandingkan dengan warna standar
Catat hasil pengujian pH
5. Sterilias
Pindahkan cairan dari wadah menggunakan pipet yang steril ke tabung media
Inokulasikan sejumlah bahan tertentu

6. Uji kebocoran
Uji kebocoran dengan cara membalikkan botol sehingga posisi tutup di bawah.
Jika terdapat kebocoran maka dapat berbahaya karena lewat lubang/celah tersebut
dapat menyebabkan masuknya mikroorganisme atau kontaminen lain yang berbahaya.
Selain itu, isi dari botol dapat bocor keluar dan merusak penampilan kemasan.