Anda di halaman 1dari 21

43

BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Perhitungan Rendemen Furfural


Untuk menentukan rendemen furfural.pada penelitian ini didapat dengan
cara membagi antara reaktan yang digunakan dibagi dengan hasil yang didapat
selanjutnya dikalikan dengan seratus persen sehingga didapat rendemen furfural
dengan satuan persen berat secara matematis dapat dirumuskan sebagai berikut :
....(1)
Keterangan :
Massa X = Massa Reaktan (Gram)
Massa Y = Massa Produk (Gram)
Dari persamaan diatas maka akan didapat % Rendemen yang diperoleh
dengan satuan persen berat (w/w)
4.2 Data Hasil Produk Dari Berbagai Variasi

Pengujian percobaan dilakukan dengan tiga variasi, yaitu variasi jenis


katalis,variasi perbandingan biomassa : air,variasi ukuran partikel
4.2.1. Variasi berbagai katalis

. Hasil pengujian pada Tabel dibawah di dapat nilai produk pada masingmasing variasi yaitu :
Tabel 11.Hasil produk pada variasi jenis katalis
Bahan
Baku
Ampas
Batang
Sorgum

Massa (g)
Reaktan Produk

Rasio
Biomassa Air

1.12
20

1.02
1.09

1:06

Ukuran Konsentrasi
Partikel
Katalis
60
Mesh

1%

Katalis

Rendemen

H2SO4

5.60%

HNO3
HCL

5.05%
5.45%

44

Variasi Jenis Katalis


H2SO4
HNO3
HCL
5,60%
5,45%

5,05
%

Rendemen
(%)

Gambar. 11 Rendemen Variasi Jenis Katalis

Dari hasil yang didapat pada percobaan pertama dengan variasi jenis katalis
didapat bahwa rendemen yang didapat yaitu sebesar 5.60% pada katalis H2SO4 ,
hasil ini lebih ditinggi dibandingkan dengan HCl dan HNO3 yang hanya sebesar
5,45% dan 5,05%. Hal ini disebabkan karena asam sulfat memiliki jumlah ion H

yang lebih banyak jika dibandingkan dengan asam klorida dan asam nitrat,
+

sehingga kecepatan reaksi hidrolisa dipengaruhi oleh keberadaan ion H dalam


+

larutan, yang mengakibatkan semakin besar jumlah ion H maka kecepatan reaksi
akan semakin besar dan memberikan produk hasil hidrolisa yang semakin besar
pula. Setelah dilakukan analisa GCMS didapatkan % area untuk katalis asam
sulfat sebesar 80,33%

4.2.2. Variasi perbandingan biomassa : air


Tabel 12 Hasil produk pada variaasi Perbandingan Biomassa : Air
Bahan
Baku
Ampas
Batang
Sorgum

Massa (g)
Rasio
Ukuran Konsentrasi
Katalis
Reaktan Produk Biomassa Air Partikel
Katalis
1:04
1.07
H2SO4
60
20
1
1:06
1%
1.12
Mesh
1:08
1.22

Rendemen
5.35%
5.60%
6.10%

Variasi Perbandingan Rasio Biomassa : Air


1:04

1:06

1:08
6,10%

5,60
%
5,35%

Rendemen
(%)

Gambar. 12 Rendemen Variasi Perbandingan Rasio Biomassa : Air

Dari hasil yang didapat pada percobaan kedua dengan variasi


perbandingan biomassa : Air didapat bahwa rendemen yang didapat yaitu sebesar
6.10% pada katalis rasio perbandingan biomassa : air sebesar 1 : 8. Hal ini
disebabkan pada rasio 1:8 dikarenakan tingkat air
perbandinan biomassa : air 1 : 8

yang dimiliki oleh rasio

lebih tinggi dibandingkan dengan kedua

perbandingan tersebut ini menyebabkan kemampuan untuk menghidrolisis


pentosan menjadi lebih baik dikarenakan air yang digunakan semakin lebih
banyak sehinggan H+ yang diserang oleh OH- menjadi lebih banyak dan hal

tersebut membuat furfural yang terbentuk juga semakin banyak juga sesuai
dengan persamaan arhenius yaitu jika suatu kesetimbangan di berikan pada
reaktan maka akan berarah kekanan sehingga hasil furfural yang didapat menjadi
lebih banyak mka dari itu untuk kondisi optimal yang digunakan selanjutnya yaitu
variasi perbandingan rasio berbanding biomassa sebesar 1 : 8 dengan katalis yaitu
H2SO4
4.2.3. Variasi perbandingan ukuran partikel
Tabel 13. Hasil produk pada variasi ukuran partikel

Bahan
Baku
Ampas
Batang
Sorgum

Rasio

Massa (g)
Reaktan

Produk

20

1.06
1.22
1.36

Biomassa
1

Ukuran

Konsentrasi

Air

Partikel

Katalis

1:08

40
60
80

1%

Katalis
H2SO4

Rendemen
5.30%
6.10%
6.80%

Variasi Ukuran Partikel


40

60

80
6,10%

5,60
%
5,35%

Rendemen
(%)

Gambar. 15 Rendemen Variasi Ukuran Patikel


Dari hasil yang didapat pada percobaan kedua dengan ukuran partikel
didapat bahwa rendemen yang didapat yaitu sebesar 6.80% pada ukuraan partikel
sebesar 80 mesh. Hal ini dikarenakan tingkat tumbukan yang dimiliki oleh ukuran

partikel 80 mesh lebih tinggi dibandingkan dengan kedua ukran partikel yang ada
karena semakin besar tumbukan antara partikel maka semakin besar pula reaksi
yang akan terjadi seingga rendemen furfural yang didapat semakin besar.
Sehingga di dapat kondisi optimim untuk variasi jenis katalis yaitu pada ukuran
80 mesh dengan katalis H2SO4 dan rasio perbandingan biomassa berbanding air
yaitu 1 : 8 dengan demikian bahwa untuk kondisi optimum perbandingan ukuran
partikel

yaitu pada perbandingan 80 mesh Untuk diguunakan sebagai variable

terikat untuk percobaan selanjutya. Setelah dilakukan analisa GCMS untuk


menentukan % area furfural didapatkan sebesar 81,04% untuk ukuran partikel 80
mesh.
4.2.4. Variasi konsentrasi katalis
Tabel 14 Hasil Produk Pada Variasi Perbandingan Konsentrasi
Katalis
Ukuran Konsentrasi
Massa (g)
Rasio
Bahan
Katalis
Baku Reaktan Produk Biomassa Air Partikel
Katalis
1.36
1%
Ampas
H2SO4
Batang
20
1.46
1
1:08
80
3%
Sorgum
1.53
5%

Variasi Konsentrasi Katalis


1%

3%
5%
7,65%

7,30
%

6,80%

Rendemen
(%)

Gambar. 13 Rendemen Variasi Konsentrasi Katalis

Rendemen
7.65%
7.30%
6.80%

Dari hasil yang didapat pada percobaan kedua dengan ukuran partikel
didapat bahwa

rendemen yang didapat yaitu sebesar 7.65% pada konsenterasi

katalis sebesar 1 %. Hal ini dikarenakan tingkat keasamaan yang berlebih pada
reaksi hidrolisis tidak begitu baik untuk reaksi tersebut dikarenakan akan
terjadinya peruraian furfural menjadi asam furoat dan terbentuk sejenis damar
yang berwarna hitam (Dunlop, 1948). Selain itu pada konsentrasi katalisator yang
relatif besar maka furfural yang terbentuk kemungkinan mengalami proses
degradasi menjadi asam asetat, metanol dan senyawa-senyawa organik lainnya,
dan juga dimungkinkan timbulnya reaksi samping, yaitu selulosa yang
terhidrolisis menjadi glukosa. Hal ini sesuai yang disampaikan oleh Suharto dan
Susanto (2010), bahwa terjadinya proses degradasi furfural disebabkan reaksi
yang terjadi pada pembentukan furfural adalah reaksi seri dimana senyawa furfural merupakan intermediate product (produk antara) Dengan demikian
konsentrasi katalisator pada proses reaksi hidrolisis ampas tebu menjadi furfural
perlu dibatasi (ditentukan optimasinya) yakni sekitar 1% susai penelitian yang
dilakukan oleh Rina Juwita dkk (2010) agar hasil yield furfural yang didapatkan
mencapai optimum dan tidak terjadi reaksi lanjut yang merupakan reaksi
peruraian furfural sebagai produk utama dengan demikian bahwa untuk kondisi
optimum perbandingan konsentrasi katalis yaitu pada konsentrasi 1 %.
Pada proses pembuatan furfural dilakukan pada temperatur tetap yaitu 110 C
menggunakan labu leher 3 dengan waktu reaksi yaitu 4 jam sejak suhu mencapai
titik reaksi, selanjutnya dilakukan proses destilasi dengan suhu 90 C untuk
memisahkan furfural dari katalis dan dilakukan pemisahan terhadapa air yang
masih tersisa menggunakan menggunakan chloroform sebanyak 15 Ml yang
dimasukan ke dalam Erlenmeyer selanjutnya diuapkan sampai berat constant
penelitian tersebut dilakukan berulang dengan kondisi yang sama hanya terjadi
perbedaan pada setiap variasi bebas yang ditentukan.

4.3 Uji Fisik Hasil Percobaan Furfural

Gambar 14. Hasil Percobaan Furfural


Hasil percobaan furfural dari ampas batang sorgum di uji secara fisik yaitu
dengan cara mencocokan furfural dengan sifat-sifat fisik kandungan furfural
murni dari hasil pengamatan di dapat bahwa kondisi fisik hasil percobaan furfural
menyamai dengan kondisi furfural murni yaitu berwarna kekuning-kuningan
dengan bau tajam serta sedikit menguap ketika terkena udara bebas serta memiliki
viskositas yang sama dengan furfural murni tetapi masih belum sama seperti
furfural yang memiliki kemurnian 80 % ini dikarenakan masih adanya kandungan
chloroform yang terdapat pada furfural dan zat-zat lain yang belum dapat
dibersihkan, serta adanya zat lain yang sudah bereaksi setelah furfural itu
terbentuk
4.4 Analisa Furfural
4.4.1 Penentuan Gugus Fungsi Furfural menggunakan Spektrofotometer Infra Merah
Identifikasi ini dilakukan dengan alat Spektrofotometer IR SHIMADZU yang ada
di Laboratorium Makro LIPI. Spektrum IR furfural hasil sintesis setelah

dimurnikan dengan destilasi mikro vakum disajikan pada gambar 6, gambar yang
disajikan merupakan sample untuk menentukan katalis optimum.
Hasil Analisa FTIR furfural dapat dilihat pada gambar berikut:

Gambar 15 Spekturm FTIR

Dari hasil analisa dan pembahasan hasil penelitian didapatkan bahwa hidrolisis
furfural optimum terjadi pada kondisi katalis asam sulfat dengan konsentrasi 1%,
rasio air : biomassa sebesar 1:8, dan ukuran partikel 80 mesh dilihat secara yield
yang didapat . Hasil penelitian ini membuktikan bahwa proses hidrolisis ampas
batang sorgum dapat dilakukan langsung untuk menghasilkan furfural. Tampak
pada table dibawah bahwa hasil penelitian ini jika dibandingkan dengan hasil
penelitian lainnya memiliki efisiensi proses yang baik.

4.4.2 Analisa GCMS

Dibawah ini merupakan hasil pengujian menggunaka GCMS dari hasil penelitian
yang didapat :
A b u n d a

n c e

I C : S

A M

_ 1 . D

1 . 9 e + 0 7
1 . 8 e + 0 7
1 . 7 e + 0 7
1 . 6 e + 0 7
1 . 5 e + 0 7
1 . 4 e + 0 7
1 . 3 e + 0 7

6 . 1 6

1 . 2 e + 0 7
1 . 1 e + 0 7
1 e + 0 7
9 0 0 0 0 0 0
8 0 0 0 0 0 0
7 0 0 0 0 0 0
6 0 0 0 0 0 0
5 0 0 0 0 0 0
4 0 0 0 0 0 0
3 0 0 0 0 0 0
2 0 0 0 0 0 0
1 0 0 0 0 0 0
7 . 5 0
6 . 4 9

i m

8 . 8 3

7 . 2 3

6 . 0 0

8 . 0 0

9 . 8 11 0 .1
5 1
6 . 11 41 . 6 8
1 0 . 0 0

1 4 . 9 7
1 2 .6 4
1 41 .42 .104 45 .
8 4
1 2 . 7 9
1
4
.5
1
1 3 . 3 5
11 44 . .33 29

1 2 . 0 0

1 4 . 0 0

1 6 . 0 0

1 8 . 0 0

2 0 . 0 0

2 2 . 0 0

2 4 . 0 0

e -->

A b u n d a

n c e

I C : S

A M

P E

_ 2 . D

1 . 9 e + 0 7
1 . 8 e + 0 7
1 . 7 e + 0 7
1 . 6 e + 0 7
1 . 5 e + 0 7
1 . 4 e + 0 7
1 . 3 e + 0 7
1 . 2 e + 0 7
1 . 1 e + 0 7
1 e + 0 7
6 . 1 3

1 2 . 0 2

9 0 0 0 0 0 0
8 0 0 0 0 0 0
7 0 0 0 0 0 0
6 0 0 0 0 0 0
5 0 0 0 0 0 0
4 0 0 0 0 0 0
3 0 0 0 0 0 0

1 5 . 5
1 5 . 5
4
7
1
5 11.
1 14 65
4. 5
8.
79
.99 4
3.94
1 5 . 8 7
1 5 .

2 0 0 0 0 0 0
1 0 0 0 0 0 0

1 3 . 3 5 1 1414.42. 3.142 5
4 7
6 . 0 0

i m

8 . 0 0

1 0 . 0 0

1 2 . 0 0

1 4 . 0 0

1 6 . 0 0

1 8 . 0 0

2 0 . 0 0

2 2 . 0 0

2 4 . 0 0

e -- >

A b u n d a n c e

T IC : S A M P E L 3 .D

1 .8 e + 0 7

1 .6 e + 0 7

1 .4 e + 0 7

1 .2 e + 0 7
6 .1 4
1 e + 0 7

8 0 0 0 0 0 0

6 0 0 0 0 0 0

4 0 0 0 0 0 0

2 0 0 0 0 0 0

1 0 .1 8
8 .8 2

6 .0 0
T im e -->

7 .0 0

8 .0 0

9 .0 0

9 .8 0
1 0 .0 0

1 0 .5 6

1 1 .1 4

1 1 .0 0

1 3 .3 5
1 2 . 4 15 2 . 7 8
1 3 .5 0
1 1 . 1112.
6 8
9. 051
1 2 .0 0

1 3 .0 0

1 41 .48 .49 7
1 41. 44 4. 6 1
.3 7
1 4 1. 24 1

1 4 .0 0

15
5 .. 5175
5 3 1 .58 . 69 9
1

1 5 .0 0

A b u n d a n c e

IC : S

A M

L E

4 .D

1 9 2
. 70 4. 6 6
2 0 .2 7
2 1 .2 2
2 1 .22 26 . 3 0
1 9 .0 8
1 9 .4 3

2 e + 0 7

2 0 .6 0
23
0 .2 0
1 1
8 8
. 4. .9
8
1 1
8 9
.7 1
0 4
1 91. 9
2 .29 2
2 .8
. 11 991. 9
.9
0 8
6
11 88 . 0 2 2 0 2 0 . 9 1
7
.
3
9
1 1 71 . 8
7 .63 7
2 0 2
2
16
2
. 7. 0
2 9
.8
11
9 9
. 5. 82 7
.
6
1
1 8 1 92. 6
0
0.21
.1
3.0.8
40 22
2 02
2 0 .2
5 3
0 .2
4 1
0 2
1 7 .9 7
. 52 6. 4 1
1 9 2. 2
2 5
6 0
6 .7
2 11. .4667 2 3 . 6 2
1 8 .5 4
1 .. 9
9 3
9
1 8 .2 9
2 1
1 7 .1882. 8 4
2 4 .9 3
1 8 .1 0
4 5
4
7 .4 8
2 0 . 2 1 . 82 3 . 3 4
1
3 6
.5 7
2 2 2. 7
1 7 .8 9
. 88
414 . 6 1
222
.35
222
. 75 4
2.3.9
31 2
2 6 .4 1
4
2 22
6
1 6 .7 8
3 . .22
74 . 5 8
2 2
22.36
3. 8
.22
414
12
4 54
5
4. 2
. 58
3
2 2
5
.3.2
5
.6
2
.86 . 9
1 7
2 5 .7 7
1
2
4
4 0 .1 8
.12. 3
5 4
11 7
6
17 .7
2 5 .8 9
2234. .9146
4 .7 0
2 2
4 .225
546.. 1
3 8
0
. 35
2 24 4. 2
0
2 7 .8 9
4
.
4
1
.
0
0
11 67
.
8
3
1 7 .5 3
2
5 .32 2 2 9 . 2 2
1 7 .1 8
2 5 . 1 20 62. 7
2 9
9 .. 6
7 6
4
2
2
7
.
4
4
2
7
.
7
4
2 5 .29 6
.79 . 2
6
271
4 8
9 .6 4
6 .2
7. 3
.6 1
26 .0
3 3 .9 2
8
22
72
2
7 8. 6.306 3
11 66 . .78 37
2 8 .2 8
1 5 . 6 10 7 . 0 6
2
3 0 .8 2
2267. .8027
3 1 .4 3
1 6 .1 7
4 6 .9 7
1 6 .9 4
4 0 .8 4
2 9 .4 9
2 8 .2
3 3 .7 4
8 0
.9 8
3
0
.
3
6
2 282. .49
78.23 5
3 7 .5 6
1 6 .6 3
0. 1
. 97 7
33 0
.0
2 8
03
.01
5
7
9
3
2 9 3. 9
1 6 .5 0
0 0
.6 9
3 1 .8 6
1 6 .5 6
3
1
.
5
9
1 6 .3 3
3
2
.1
3
33
11
.7
4.3
3 1
1
2
2
4 6 . 0 44 7 . 7 6
2
.9
97.13 4
3..3
1
23
.7
.2
0
6
1
.6
4 .7.23 19
3
1 511
33
23
.67
33
. 1890 3 5 . 1 4 3 7 . 2 7
1 6
6 .4 5
32 3. 8
.2 3
1
4 3 .5 8
34
...8
0
9
0
3
4
9
5
.5
6
5
6
11 66 . .02 96
3
4
.5
4
7
333
3
43
4
.4
9
.078 5. 6 7
3
4
..4
4
.3
5
.46
33
9
37
44
.1
2
.5
7
91
7
.07
14
3
6
..2
3
2
83
3
4
441 .49 39 . 0 6
.6
0
1 4 .8 5
66
3
3.2
3
333
5
566
..6.8
9
4
0
5
9. .3
.0
14
7094.4
3
9
.9
1
26
6
3
8.8
3
3
9.8
3
11
.4
1
1
1
..5
4
6
7
6
4.3
.3
2
45
0
.33
4
2
.2
3 37
4
1
.4
5
0 1
.9
59
11. 1
444
.3
12
.4
8..4
54
4
4
5
.78
8 8. 0
9 4. 2 8
4
.8
94
4
.2
6
3 3
37
4
4
2
4
424
4
76 . 3 34 4
..0
.9
4
9
68 0515
4
4
9
2 .4
1
. 11
7
1 5 .0 7
48
4
4.. 1
9
7
822
8
3. .78 96
5
5 .58
16..5
5
5
.5
6
1
55
.3
9
2
0
8
1
5
8
1
1 3 . 911
1
48
11
.5
...67
155
5..5
.13
26
11
1
0
.22
7
0
1 3 .2 6
1
5
.5
1
8
1
5
.
2
5
4 14
.4
5. 9
7
. 25 8
1 3 .14 1
6 1 11 1
1 1
4
.9
1 .27
.3
67
89
11.93
3
..1
.1
0
1
3
2
1
3
.4
4
5
..4
0
1
4
3
0
1
7
..4
0
5
1
4
.1.4
19
4
0
1
4
8
3
.1
1
9
5
.01. 5
1
8
2
. .7
6
111
9
0
1 011. 11
2
.23
7
4 .1
3

1 .8 e + 0 7

1 .6 e + 0 7

1 .4 e + 0 7

1 .2 e + 0 7

1 e + 0 7

8 0 0 0 0 0 0

6 0 0 0 0 0 0

4 0 0 0 0 0 0

2 0 0 0 0 0 0
5 .9 0
6 .6 0

1 0 .0 0
T

im

e - ->

1 5 .0 0

2 0 .0 0

2 5 .0 0

3 0 .0 0

2
2

8
6

0
0

0
0

0
0

0
0

5 0 .0 0

. 7 5
1 8 . 3 5
7 1 8 . 6

. D

0
. 2

. 6
3

. 1

. 1

7
. 3

2
. 2

7
1 9

1
.2

9
5

. 1

12 90 . 8
.

2
9

. 2

2002.
. 9 7 25 16 . 2
0

. 8

7
1
. 4
7

. 8 1
8 . 0

11 99 . .55 08
1 9 . 8 4
2 0 2. 3 0 1 . 8 1
2 1 . 6 6
2 0 2. 4 0 9 . 9
8
2 2 . 0 2
2
2 0 . 7 2
2 1 . 5 1
2 12 .16 . 19 2
2 1 . 4 20 2 . 3

7
. 8

. 7

. 7 3
7 . 0

. 0

. 5

3 3. 5 0
3 2
. 08
2 222222
2. 22
52
138
.9
2
. .73.73
1. . 1
22 517
2 2 . 62 23
2 .33 . 762 84
2 42
7
5 .7 1 8
45 . .7
2 42 . . 4
2 28 5 6 . 3 25 6 . 3 0
22 5 5 . 5
. 6 37
2 4 . 0 8 2 5 2. 25 7. 7 9
2 5 . 0 8
2 7 . 7 6
2 5 . 0 1
2 6 . 24 7
4 . 1 3
9
2 7
2 .7 3 . 4
6 3
2 9 2. 0
2 6 2. 78 7 .72
. 3 5 92 8 . 5
32 99 .. 56
6 2. 7 3 7 7 . 9 3
2 2 6 . 9 2 2 8 . 1 7

66 1 .. 87
8 3.6 2 8
1 7 . 1 7

6
1

22 11 .. 78 92
2

5
2

. 3

3
2
3
3

0
0

. 6 7
3 1 . 2
. 5

33

. 6 1
. 7 6

0
6

6 . 6
.1 7

1 6 . 5 0
2 .15 6
1 61 . 6
1 1 6 6 . .3 3 3 9

1
1
1
1

11

1
1

. 4

1 7 . 6 8
1 8 . 2
1 7 . 5 2
11 7 7 . 1
. 2 24
1 7 . 6 3

4
2

. 1

. 0

1 8 . 2 8
1 8 . 5 2
1 8 . 8

. 6

. 6

1
6

. 16 0. 6

77 . .78 55

1
e

4 5 .0 0

5 2

6
. 9

. 6

S
. 7

:
9

. 0

81. 4
8
1

I C
1

i m

4 0 .0 0

3 5 .0 0

. 0

. 7

. 3

1
1

3 . 1 4
1 3 . 4
3

. 2

21

. 8

. 4
4

1 6 . 2 6
6 . 0 9

18
57 2
. 9 6
51 1.1
5 05 .1
5 3. 5
5
. 6 . 96 4 2
1 1
5 5
. 5. 8
5
1 5 1 . 35 3. 7 8
11 55 . .01 33
.1
4 5
1
9 .. 1
5
2 9
6

. 9

81

. 9

. 0

. 0

. 0

. 0

- - >

A b u n d a n c e

I C : S A M

P L E

6 . D

2 . 8 e + 0 7

2 . 6 e + 0 7

2 . 4 e + 0 7

2 . 2 e + 0 7

2 e + 0 7

1 . 8 e + 0 7

6 . 6 0

1 . 6 e + 0 7

1 . 4 e + 0 7

1 . 2 e + 0 7

1 e + 0 7

8 0 0 0 0 0 0

6 0 0 0 0 0 0

1 6 . 8 0

1 8 . 1 2

2 1 . 1 8
1 9 . 6 0
2 1 . 4 5

1 5 . 4 5
4 0 0 0 0 0 0

2 0 0 0 0 0 0

1 0 . 4 1

1 0 . 0 0
T

i m

e - - >

1 5 . 0 5
. 33 9. 9 6
1 3 1
1 .50. 0
3 4
1 5
1 5 . 3 0
1 3 . 0 4

1 1 . 7 4

1 5 . 0 0

2 0 . 0 0

2 5 . 0 0

3 0 . 0 0

3 5 . 0 0

. 0

A bu nd an c e

T IC : S A M P L E 7 .D
6 .7 6

2 .5 e + 0 7

2 e +0 7

1 .5 e + 0 7

1 e +0 7

8 .0 9
7 .8 2
.8 .2 7

5 00 00 00

7 .0
7 .5
8 .2 3
4 0

6 .0 0

8 .0 0

4
9 .4

1 5 .4 8
1 3 .9
16
9
1 04 5 1 1.7 7
12
1 3 .4 2
1 5 .0 8
.
3 2
1 5 .3 7
1 3 .1 4
15 .0 3
1 1 .1
9

1 0 .0 0

1 2 .0 0

1 4 .0 0

1 6 .8 3

1 6 .0 0

18 .

1 9 .6
4

1 8 .0 0

2 1 .2 3
2 1 .5 0

2 0 .0 0

2 2 .0 0

2 4 .0 0

2 6 .0 0

2 8 .0 0

3 0 .0 0

T im e -->

Gambar 18. Hasil Analisa GCMS dengan variasi partikel


Dari Gambar diatas dapat dilihat bahwa furfural tertinggi terdapat pada katalis
H2SO4 yaitu memiliki luas area sebesar 81.04 % menyatakan bahwa kondisi
optimum pembentukan furfural di dapat pada kondisi Katalis H2S04, Perbandingan
Biomassa : Air 1 : 8 dan ukuran partikel 80 mesh dari hasil tersebut membuktikan
bahwa variabel-variabel pembentukan furfural sangat berpengaruh dan sesuai
dengan pernyataan yang telah dinyatakan oleh Le chateilere.

Tabel 15. Perbandingan Hasil Penelitan dengan katalis asam


sulfat
Bahan baku

Katalis

Yield furfural

Keterangan

Sorgum

Asam sulfat

7,65 %

Proses Langsung

Campuran

Asam Sulfat

5,58%

Proses Langsung

Sekam padi

Asam Sulfat

1,815%

Proses Langsung

Ampas tebu

Asam Sulfat

5,67%

Proses langsung

Limbah Pertanian

Sumber:
1

Hasil yang peneliti peroleh

2 Mitarlis, dkk (Pengembangan metode sintesis furfural berbahan dasar


campuran limbah pertanian dalam rangka mewujudkan prinsip green
chemistry)

3 Rina Juwita, dkk (Pengaruh Jenis dan Konsentrasi Katalisator asam


terhadap sintesis furfural dari sekam padi)
4 Ganjar Andaka (Hidrolisis ampas tebu menjadi furfural dengan
katalisator asam sulfat).