Anda di halaman 1dari 10

1.

Ada 3 jenis akuifer yaitu Akuifer tertekan, akuifer tidak tertekan, akuifer
bocor . Bagaimana klasifikasinya dan bagaimana karakter dari ketiga akuifer
tersebut?
Aquifer Bocor
Suatu akuifer dimana air tanah terletak di bawah lapisan yangsetengah kedap air sehingga
akuifer disini terletak antara akuifer bebas dengan akuifer tertekan.
Akuifer yang pada bagian atas atau bawahnya dibatasi oleh lapisanyang kelulusannya jauh
lebih kecil dari kelulusan akuifer itu sendiri.Bocoran dapat terjadi dari akuifer itu sendiri.
Bocoran dapat terjadidari akuifer ke lapisan yang mengekangnya atau sebaliknya.
Karenakecilnya nilai kelulusan lapisan pengekang maka aliran horizontalpada lapisan pengekang
dapat diabaikan.
Akuifer yang seluruhnya jenuh air, dimana bagian atasnya dibatasioleh lapisan semi lolos air
dibagian bawahnya merupakan lapisankedap air

Akuifer bebas

Akuifer bebas atau akuifer tak tertekan adalah air tanah dalam akuifer tertutup lapisan
ompermeable, dan merupakan akuifer yang mempunyai muka air tanah. Unconfined Aquifer
adalah akuifer jenuh air (satured).
Lapisan pembatasnya yang merupakan aquitard, hanya pada bagian bawahnya dan tidak ada
pembatas aquitard di lapisan atasnya, batas di lapisan atas berupa muka air tanah.
Permukaan air tanah di sumur dan air tanah bebas adalah permukaan air bebas, jadi permukaan
air tanah bebas adalah batas antara zone yang jenuh dengan air tanah dan zone yang aerasi (tak
jenuh) di atas zone yang jenuh. Akuifer jenuh disebut juga sebagai phreatic aquifer, non artesian
aquifer atau free aquifer.

Aquifer Tertekan
Akuifer tertekan adalah suatu akuifer dimana air tanah terletak dibawah lapisan kedap air
(impermeable) dan mempunyai tekananlebih besar daripada tekanan atmosfer. Air yang mengalir
(no flux )pada lapisan pembatasnya, karena confined aquifer merupakanakuifer yang jenuh air
yang dibatasi oleh lapisan atas dan bawahnya

2.Tipologi aquifer
Pengertiannya : Geometri keterdapatan air tanah dibawah permukaan Dimana sistem geometri
dikontrol oleh factor :
1. Litologi,
2. Stratigrafi, dan
3. Struktur endapan-endapan geologi
Kesamaan iklim dan kesamaan kondisi geologi di suatu daerah akanmemberikan kesamaan sitem
air tanah

3. Macam-macam tipologi Aquifer


1. Tipologi Sistem Akuifer Endapan Gunungapi
Tipologi sistem akuifer endapan gunungapi terdiri dari endapan-endapan piroklastika yang
umumnya berupa pelapukan yangtebalnya lebih dari 1 meter,sangat berpori dan tidak
kompak,berselang-seling dengan lapisan aliran lava umumnya kedap air.
Susunan perlapisan endapan gunungapi tersebut menyebabkanterakumulasinya air tanah yang
cukup besar pada daerah kakigunungapi ditandai dengan munculnya banyak mata air dengan
debitcukup besar

Umumnya mata air banyak muncul pada morfologi bagian tubuh,baik dikontrol oleh adanya
kontak atara lapisan yang berbeda tingkatkelulusannya, ataupun oleh adanya tekuk dan
pemotongan lereng
Selain sistem media berpori, potensi air tanah juga pada akuifer dengan sistem media rekahan
yang banyak dijumpai pada lava.Rekahan tersebut terbentuk oleh kekar-kekar yang terjadi
akibatproses pada saat pembekuannya ataupun akibat tektonik/volkanisme.

Tipologi Sistem Akuifer Endapan Aluvial


Sistem akuifer ini terbentuk akibat proses transportasi dansedimentasi yang terjadi disepanjang
aliran sungai. Umumnyaberkembang pada sungai besar yang bermeander dan sungaiteranyam
(braided stream).
a. Sistem akuifer endapan aluvial pantai (akuifer Pantai)
akuifer pantai mempunyai potensi air tanah cukup baik. Endapanaluvial pantai di Indonesia
cukup besar mengingat garis pantaiIndonesia yang cukup panjang. Morfologi di daerah aluvial
pantaiumumnya datar sampai sedikit bergelombang, memanjang sejajar dengan garis pantai.

Dari segi kuantitas, air tanah di daerah akuifer pantai dapat menjadisumber air tanah yang baik
terutama pada daerah pematang pantai/gosong pantai atau lensa-lensa batupasir lepas.
Namun kualitas air tanah pada akuifer aluvial pantai tergolong buruk,ditandai dengan bau,
warna kuning, keruh, tingginya kandungangaram, serta kandungan Fe dan Mn yang utuh untuk
daerah pantairawa (pantai pasang surut).
Sedangkan kualitas air tanah yang baik umumnya di dapat padaakuifer pantai berupa akuifer
tertekan (unconfined aquifer ).
Kondisi air tanah di dataran pantai banyak ditentukan kondisi geologidi hulunya. Endapan
aluvial ini dapat menjadi tebal jika cekunganyang membatasi terus menurun karena beban
endapannya,misalnya dibatasi oleh sesar/patahan turun
b. Sistem akuifer endapan delta atau rawa
Sistem akuifer ini memiliki potensi air tanah dangkal yang relatif rendah/kecil, dengan kualitas
buruk yang dicirikan dengan warna keruh, berbau serta rasa yang masam atau payau dan
tingginya kadar garam, Fe, dan Mn.
Lapisan pelapukan umumnya tebal dan bersifat kedap (impermeabel). Karakteristik akuifer di
daerah ini adalah media pori dengan ketebalan akuifer yang relatif tipis pada lapisan yang
berukuran butir pasir.

3. Tipologi Sistem Akuifer Batuan Sedimen


a. Sistem akuifer Batupasir-Batuserpih/batulempung terlipat
Sistem akuifer batupasir-batuserpih/batulempung pada dasarnya mirip dengan sistem akuifer
endapan aluvial atau delta yang terdiri atas perselingan pasir dan lempung.
Pada sistem ini mempunyai umur lebih tua dan telah mengalami proses diagenesa menyebabkan
terjadi kompaksi, sementasi, dan lithifikasi. Proses ini selanjutnya menyebabkan terjadinya
reduksi porositas dan permeabilitas pada batupasir.
Sistem akuifer ini dapat terbentuk dalam beberapa variasi kondisi geologi. Contoh dalam
kerangka kontinental sedimen-sedimen mengisi depresi berbentuk cekungan dalam skala
regional yang luas menghasilkan formasi-formasi geologi dengan batupasir yang kemudian
dijumpai sebagai akuifer tertekan.

b. Sistem Akuifer Sedimen Terlipat atau Terpatahkan

Berdasarkan posisinya, Indonesia terletak disepanjang jalur-jalur pertemuan lempeng


menyebabkan wilayahnya mengalami kondisi tektonik yang sangat kuat. Kondisi tektonik
tersebut memberikan deformasi terhadap satuan-satuan geologi yang terendapkan dalam
berbagai cekungan-cekungan sedimen yang ada. Deformasi yang diakibatkannya menyebabkan
batuan terlipat dan atau terpatahkan.
Potensi air tanah di daerah ini umumnya kecil mengingat batuan penyusunnya berupa serpih,
napal atau lempung yang bersifat kedap air. Batupasir jika umumnya berupa sisipan dan sangat
kompak karena berumur tua dan telah mengalami tektonik kuat, sehingga sedikit kemungkinan
lapisan batupasir tua ini dapat bertindak sebagai akuifer yang baik.
Pada breksi sedimen, batugamping sekalipun sangat umum dijumpai pada daerah lipatan, apabila
penyebarannya cukup luas, dipisahkan menjadi sistem akuifer tersendiri mengingat
hidrogeologinya yang spesifik.

4. Tipologi Sistem Akuifer Batuan Kristalin dan Metamorf


Pegunungan dengan batuan kristalin berupa batuan beku dan metamorf berumur Pra Tersier
tersingkap di Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Kepulauan Nusa Tenggara, Maluku dan Papua.
Di pulau Jawa penyebarannya sangat terbatas, hanya dijumpai di Karangsambung Kebumen,
Jawa Tengah dan di Ciletuh-Sukabumi, Jawa Barat.

Di pulau Jawa pada umumnya terdiri dari batuan metamorfosa dan kristalin seperti filit dan
sekis, serta batuan beku kristalin. Melihat jenis batuannya, potensi air di daerah ini sangatlah
kecil karena sifat batuannya umumnya kompak, padat dan keras sehingga kurang meneruskan air
(impermeabel).
Morfologi pegunungan Pra-tersier umumnya berbukit cukup terjal, sehingga kecil sekali
kesempatan air tanah untuk berakumulasi, dan kecil sekali kemungkinan munculnya mata air,
atau jika ada hanya berupa rembesan dengan debit kecil.
air tanah dalam jumlah terbatas, berupa air tanah dangkal dapat dijumpai di pegunungan PraTersier pada endapan-endapan kipas lerengnya, atau pada tanah hasil pelapukannya. Dapat pula
pada batuan padatnya dengan dikontrol oleh sistem retakan dan rekahan intesif.
Sistem keterdapatan air tanah dalam batuan padat yang dikontrol oleh sistem retakan dan
rekahan intensif, dapat dikategorikan sebagai sistem akuifer batuan beku untuk zona batuan
padat dengan beku sebagai penyusunnya dan zona akuifer batuan metamorf untuk zona batuan
padat dengan batuan metamorf sebagai batuan penyusunnya.

4. Tipologi yang ada di Indonesia


Tipologi Sistem Akifer Endapan Gunungapi
Tipologi Sistem Akifer Endapan Aluvial

Tipologi Sistem Akifer Batuan Sedimen


Tipologi Sistem Akifer Batuan Kristalin dan Metamorf.
Tipologi Sistem Akifer Endapan Glasial

5. Heterogenitas dan keisotropisan merupakan sifat kehomogenan batuan dan


sifat isotropik. Dari ke empat gambar pada powerpoint jelaskan perbedaan
heterogenitas dan keisotropisannya?
Suatu akifer dapat dikelompokkan pula berdasarkan karakteristik kehomogenan batuan dan sifat
isotropiknya ( Kruseman G.P & de Ridder, 1994 ).
Kondisi Akifer Homogen Gambar 4a
merupakan ilustrasi suatu akifer yang homogen dan isotropik yang tersusun atas litologi yang
sama. Masing-masing memiliki besar butir yang sama (homogen) dan aliran airtanah memiliki
kecepatan aliran yang sama ke segala arah. Besaran vektor konduktifitas hirolik horizontal sama
dengan vektor berarah vertikal (Kh=Kv) atau disebut isotropik. Contoh : batupasir, dll

Gambar 4b
merupakan ilustrasi akifer yang homogen dan Anisotropik. Akifer tersebut dicirikan dengan
litologi yang sama dengan besar butir relatif sama (homogen). Namun demikian aliran airtanah
pada akifer tersebut mempunyai kecepatan aliran yang tidak sama ke berbagai arah.

Kondisi Akifer Heterogen Gambar 4c


merupakan ilustrasi akifer yang bersifat heterogen/anisotropik dengan litologi campuran serta
memiliki besar butir yang tak seragam. Aliran airtanah pada akifer tersebut memiliki kecepatan
aliran yang tidak seragam dimana Kh tidak sama dengan Kv (ansotropik). Contoh Batupasir
dengan struktur sedimen graded bedding

Gambar 4d merupakan ilustrasi akifer dengan litologi yang terkekarkan dimana perhitungan
kecepatan aliran berbeda dengan kondisi aliran pada media pori (Porus Media). Contoh batu
gamping, lava, dll.