Anda di halaman 1dari 21

BAB I

PENDAHULUAN
I.1

Latar belakang
Investasi merupakan sebuah cara alternatif yang dapat digunakan untuk meningkatkan

nilai aset di masa depan, dengan melakukan investasi. Ada tiga tipe atau jenis investor yaitu :
1. Investor jangka pendek
2. Investor menengah
3. Investor jangka panjang
Di era sekarang ini dengan semakin majunya perkembangan keuangan dan pesatnya
pertumbuhan teknologi, semakin membantu masyarakat untuk meningkatkan taraf hidup
masyarakat dan memberikan alternatif-alternatif yang menarik bagi masyarakat yang
memiliki kelebihan dana untuk menginvestasikan dananya dengan harapan memperoleh
keuntungan. Tidak hanya investor, bagi perusahaan dengan majunya perkembangan keuangan
dan teknologi ini dan bervariasinya market market yang dapat digunakan untuk mencari
modal seperti pasar modal, pasar uang. Karena adanya pasar tersebut ini sangat
menguntungkan bagi perusahaan juga karena akan dengan mudah mendapatkan modal yang
relatif besar tanpa harus melewati persyaratan yang rumit seperti ketika meminjam dana
melalui bank karena harus melewati proses administrasi, adanya agunan dll. Dengan
banyaknya perusahaan yang mengeluarkan sekuritas guna memperoleh modal ini membuat
investor memperoleh kesempatan yang besar guna meneginvestasikan dananya ke sekuritas
ini, namun hal ini akan menjadi bahaya dan beresiko yang cukup besar apabila investor tidak
menyiapkan dengan matang-matang dalam melakukan investasi.
Oleh karena itu kita harus neinikirkan kedepannya dalam melakukan investasi agar
dapat melakukan investasi di sekuritas yang tepat di perusahaan, perbankan atau lembaga
keuangan yang mengeluarkan sekuritas agar terhindar atau meminimalisir terjadinya
kehilangan dana yang kita investasikan dan agar dana yang kita investasikan dapat
menghasilkan return yang maksimal. Maka kita perlu mengetahui dan memahami analisis
sekuritas agar dapat menganalisis sekuritas yang akan kita investasikan bagi investor dan bagi
perusahaan dengan adanya analisis sekuritas ini dapat mengetahui apakah sekuritasnya dapat
menghasilkan return atau keuntungan yang maksimal dan apakah menguntungkan atau malah
merugikan.
1

I.2

Rumusan masalah
Berdasarkan latar belakang masalah diatas ini, maka dapat dirumuskan rumusan

makalah ini sebagai berikut :


1.
2.
3.
4.
I.3

Bagaimana cara menganalisis rasio keuangan?


Bagaimana penialian sekuritas?
Bagaimana pasar uang sangat diminati investor?
Bagaimana cara berinvestasi?

Tujuan makalah
1.
2.
3.
4.

Untuk mengetahui bagaimana cara mengaanalisis rasio keuangan.


Untuk lebih tau bagaimana penialian sekuritas.
Untuk mengetahui mengapa pasar uang sanagat diminati oleh para investor.
Untuk mengetahui bagaimana cara berinvestasi yang baik dan dapat menentukan
strategi informasi selanjutnya.

BAB II
PEMBAHASAN
II.1

Analisis rasio keuangan


Analisis rasio adalah suatu cara untuk menganalisis laporan keuangan yang

mengungkapkan hubungan matematik antara suatu jumlah dengan yang lainnya atau
perbandingan antara satu pos dengan pos lainnya. Beberapa rasio keuangan dapat
dikelompokkan menjadi (Machfoedz,1998 dalam Sidik,2003) :
a) Rasio Likuiditas, menunjukkan kemampuan perusahaan dalam memenuhi
kewajiban financial jangka pendek. Rasio ini ditunjukkan pada besar kecilnya
aktiva lancar.
1. Current Ratio, merupakan perbandingan antara aktiva lancar dengan
hutang lancar.
2. Quick Ratio, dihitung dengan mengurangkan persediaan dari aktiva
lancar, kemudian membagi sisanya dengan hutang lancar.
b) Rasio Sensitivitas, menunjukkan proporsi penggunaan hutang guna membiayai
investasi perhitungannya ada dua cara, pertama memperhatikan data yang ada di
neraca guna menilai seberapa besar dana pinjaman digunakan dalam perusahaan;
kedua, mengukur resiko hutang dari laporan laba rugi untuk menilai seberapa
besar beban tetap hutang (bunga ditambah pokok pinjaman) dapat ditutup oleh
laba operasi. Rasio sensitivitas ini antara lain :
1. Total debt to total assets, mengukur presentase penggunaan dana dari
kreditur yang dihitung dengan cara membagi total hutang dengan total
aktiva.
2. Debt equity ratio, perbandingan antara total utang dengan modal.
3. Time interest earned, dihitung dengan membagi laba sebelum bunga dan
pajak (EBIT) dengan beban bunga. Rasio ini mengukur seberapa jauh laba
bisa berkurang tanpa menyulitkan perusahaan dalam memenuhi kewajiban
membayar bunga tahunan.
c) Rasio produktivitas, mengukur seberapa efektif perusahaan menggunakan sumbersumber daya sebagaimana digariskan oleh kebijaksanaan perusahaan. Rasio ini
meny angkut perbandingan antara penjualan dengan aktiva pendukung terjadinya
penjualan artiny a rasio ini menganggap bahwa suatu perbandingan yang layak
harus ada antara penjualan dan berbagai aktiva misalnya :
3

persediaan, piutang, aktiva tetap, dan lain-lain. Rasio produksi meliputi


inventory turnover, fixed assets turnover, account receivable turnover, total
assets turnover.
d) Rasio profitabilitas, digunakan untuk mengukur seberapa efektif pengelolaan
perusahaan sehingga menghasilkan keuntungan,
1. Profit margin on sales, dihitung dengan cara membagi laba setelah pajak
dengan penjualan.
2. Return on total assets, perbandingan antara laba setelah pajak dengan total
aktiva guna mengukur tingkat pengembalian investasi total.
3. Return on net worth, perbandingan antara laba setelah pajak dengan modal
sendiri guna mengukur tingkat keuntungan investasi pemilik modal
sendiri.
e) Rasio pasar, diterapkan untuk perusahaan y ang telah go public dan mengukur
kemampuan perusahaan dalam menciptakan nilai terutama pada pemegang saham
dan calon investor.
1. Price earning ratio, rasio antara harga pasar saham dengan laba per lembar
saham. Jika rasio ini lebih rendah dari pada rasio industri sejenis, bisa
merupakan indikasi bahwa investasi pada saham perusahaan ini lebih
beresiko dari pada rata-rata industri.
2. Market to book value, perbandingan antara nilai pasar saham dengan nilai
buku saham, juga merupakan indikasi bahwa para investor menghargai
perusahaan
Investor jangka pendek dan menegah pada umumnya lebih tertarik tertarik kepada
kondisi keuangan jangka pendek dan kemampuan perusahaan untuk membayar dividen yang
memadai. Informasi tersebut dapat diketeahui dengan cara-cara yang lebih sederhana yaitu
dengan menghitung rasio-rasio keuangan yang terutama mendapatkan perhatian mereka
adalah :
1. Earnings per share (Laba bersih per saham)
Jumlah laba yang didapat oleh setiap lembar saham umum selama satu
periode akuntansi. Hal tersebut hanya dihitung untuk saham umum, karena
informasi tersebut yang lebih mendaptkan perhatian oleh masyarakat
keuangan,investor dan calon investor. Saham prioritas akan menerima dividen
dengan jumlah yang sudah pasti yaitu sebesar prosentase yang telah
dicantumkan dalam lembar saham prioritas tersebut. Formula perhitungan
earnig per common stock :

EPCS=

Net income preferred dividen


weight average number of common stock outstanding

Masing-masing instrumnen keuangan yang didapat ditambahkan pada jumlah


saham umum yang beredar tersebut adalah potensi menjadi setara dengan
saham umum (potencial common stock equivalent).
Dalam perhitungan EPS dengan treasury stock method maka stock
option dan warrant dimasukkan dalam perhitungan tersebut. Langkah-langkah
dalam penerapan treasury stock method adalah sebagai berikut :
a. Tentukan rata-rata pasar saham yang beredar pada awal tahun.
b. Hitung saham yang harus dikeluarkan jika terjadi option dan
warrant.
c. Hitung kas yang diterima (proceed) jika terjadi option dan
warrant (dengan anggapan para investor pemiliok hak akan
membayar jumlah yang ditetapkan perusahaan untuk masingmasing option dan warrant).
d. Hitung saham yang akan diperoleh kembali : procced dibagi
rata-rata harga pasr saham (langkah no 3 dibagi langkah no 1).
Jika saham yang diperoleh kembali lebih besar dari saham yang
harus dikeluarkan pada langkah 2, maka option atau warrant
tersebut tidak perlu dimasukan karena jumlah saham yang
beredar akan lebih kecil dan akan menaikkan EPS.
e. Hitungan tambahan saham yang beredar (langkah 2 dikurangi
langkah 1).
Pada beberapa perusahaan melaporkan hal-hal yang tidak biasa terjadi
tanpa memberikan pengungkapan perngaruhnya terhadap EPS dengan suatu
catatan kaki (footnote), sedangkan suatu estimasi pengaruhnya terhadap per
lembar saham sangat diperlukan. Untuk perhitungan EPS, numeratornya harus
dikurangi dengan hal-hal tersebut dan setelah pajak penghasilan, kemudian
dibagi denominatornya.
2. Percentage of earing retained (Persentase laba yang ditahan).
Price/Earning ratio yang biasa disebut P/E, mencerminkan hubungan
antara harga pasar saham umum (common stock) dan laba per lembaar saham
tersebut, formula untuk menghitung P/E ratio :
market price per share
P/ E Ratio =
fully diluted earning per share
5

Perhitungan P/E ratio sebaiknya menggunakan diluted earning per


share karena bersifat konsertaive karena akan menghasilkan P/E yang lebih
tinggi sehingga harus diwaspadai jika perusahaan pelayanan keuangan
menggunaka primary earning per sahre.
Idealnya, P/E ratio harus dihitung berdasarkan fully diluted earning per
share

setelah

nonrecurring

earning

dikeluarkan

karena

akan

dapat

mengindikasikan apa yang akan dibayar dari setiap rupiah recurring earning.
Untuk menyesuaikan P/E ration untuk nonrecurring earning biasanya
merupakan hal yang mudah karena EPS untuk nonrecurring earning tersebut
umumnya disajikan pada bagian bawah laporan laba-rugi.
Untuk perusahaan jasa keuangan pada umumnya tidak menyesuaikan P/E ratio
dengan hal-hal yang nonrecurring karena struktur modalnya sangat sederhana
dan mererka menggunakan primary earning per share atau fully diluted
earning per share apabila mereka mempunyai struktur modal yang komplek.
P/E ratio dipandang oleh para investor sebagai ukuran kekuatan
perusahaan untuk memperoleh laba dimasa mendatqang (future earning
power). Perusahaan yang mempunyai kesempatan tumbuh yang besar
biasanya mempunyai P/E ratio yang tinggi. Namun demikian, para investor
dapat salah mengestimasi potensi pertumbuhan, karena satu hal yang
mendasar dalam investasi adalah keharusan mempunyai kebijaksanaan
tertentu dan tidak selalu mendasarkan pada pasar.
P/E ratio tidak akan mempunyai arti apabila perusahaan mempunyai
tingkat laba yang tidak normal rendahnya dalam kaitannya dengan aktiva yang
digunakan untuk memperoleh laba tersebut atau perusahaan menderita rugi,
karena P/E ratio dalam keadaan tersebut akan tinggi secara tidak normal atau
negatif.
3. Percentage of earning retained (Persentase laba yang ditahan).
Rasio tersebut mengukur proporsi laba yang diperoleh yang ditahan
(tidak dibagikan sebagai dividen) untuk pertumbuhan internal, yang dihitung
dengan formula :
Percentage of earning retained=

Net incomeall dividends


Net i ncome

Perusahaan yang mempunyai kebijaksanaan untuk menahan sebagian dari


labanya untuk tidak dibagikan sebagai dividen yaitu sebasar 60% - 75%. Pada
umumnya perusahaan-perusahaan yang baru, perusahaan yang tumbuh
6

berkembang menahan labanya dalam jumlah yang relatif besar untuk


membiayai perkembangan usahanya. Bagi investor jangka pendek, akan lebih
senang terhadap perusahaan yang mempunyai Percentage of earning retained
yang rendah karena perusahaan tersebut membagi sebagian besar labanya
untuk dividen.
4. Dividend yield
Dividend yield mengindikasikan hubungan antara dividen per lembar
saham umum dengan pasar saham tersebut yang dihitung dengan formula
sebagai berikut :
Dividend Yield=

dividend per common share


market pr ice per common share

Tidak ada ketentuan umum (rule of thumb) total pendapatan dari sekuritas
yang meliputi dividern dan appresiasi harga tetapi akan sangat tergantung pada
kebijakan dividen yang diberlakukan perusahaan dan harga pasar saham. Jika
dividen dipertahankan pada tingkat yang rendah dan uangnya diinvestasikan
kembali untuk memperoleh laba maka dividend yield akan menjadi rendah.
5. Dividend payout
Dividend payout ratio mengukur bagian laba yang diperoleh untuk
perlembar saham umum yang akan dibayarkan dalam bentuk dividen, formula
perhitungannya adalah :
Dividend payout=

dividend per common stock


fully diluted earning per share

Dalam formula perhitungan dividend payout diatas digunakan fully diluted


earning per share karena pandangan yang palung konservatif. Idelanya fully
diluted earning per share adalah sebelum nonrecurring items karena pada
umumnya recurring earning yang digunakan untuk kebijakan dividen yang
stabil.
Percentage of earning retained dan dividend payout ratio biasanya
berbanding terbalik, kecuali kalau perusahaan mempunyai saham prioritas
dalam jumlah yang relatif besar. Deviden saham prioritas dimasukan dalam
perhitungan Percentage of earning retained ratio. Pada umunya, perusahaan
baru, perusahaan yang sedang berkembang mempunyai dividend payout yang
relatif rendah.
6. Book value per share

Book value per share atau nilai buku per lembar saham
mengindikasikan ekuitas pemegang saham yang berkaitan dengan masingmasing lembar saham umum yang beredar. Formula untuk menguitung niilai
buku per lembar saham umum yaitu :
total stock holders equitypreferred stock equity
Book value per shar e=
number of common stock share outstanding
Saham prioritas harus dinyatakan sebesar harga likuiditas bukan nilai bukunya,
karena pemegang saham prioritas akan dibayar sesuai dengan nilai saat
terjadinya likuiditas (yang sulit ditemukan dalam laporan tahunan). Jika nilai
tersebut tidak dapt ditemukan, maka nilai-nilai yang tercatat berkaitan dengan
saham prioritas dapat digunakan sebagai nilai likuiditas.
7. Operating cash flow per share
Operating cash flow per share adalah rasio yang dapat menghasilkan
aliran dana per lembar saham umum yang beredar(found flow per share
common stock outstanding) yang pada umunya secara substansi lebih tinggi
dari pada earning per share karena depresiasi tidak dikurangkan. Dalam jangka
pendek, operating cash flow per sahre melakukan pengeluarran dana untuk
tujuan jangka panjang (capital expeditur) dan pembayaran dividen dari pada
earning per share. Rasio tersebut tidak boleh dipandang sebagai pengganti dari
earning per share dalam mengukur profitabilitas perushaan. Namun hanay
sebagai rasio tambahan atau suplemen yang relevan bagi investor. Formula
perhitungan operating cash flow per share yaitu :
toperating cash flow preferred dividend
OCFPS=
common share outstanding
jumlah saham yang beredar pada dasarnya sama dengan jumlah saham yang
beredar yang digunakan dalam perhitungan earning per share, yang
menggunakan full delution jika struktur modalnya komplek.
8. Operating cash flow / cash dividend
Operating cash flow /

cash

dividend

adlah

rasio

yang

mengindentifikasikan kemampuan perusahaan untuk memenuhi dividen tunai


dengan menggunakan kas dari operasi tahunannya(berap kali jumlah kas yang
diperoleh dari aktivitas operasi dibandingkan dengan dividen tuani yang harus
dibayar). Rasio yang lebih tinggin berarrti kemampuan perusahaan lebih baik
untuk menutup dividen tunai. Formula perhitungannya :
8

operating cash flow


cash dividend

II.2

Penilaian sekuritas
Para isnvestor menengah dan jangka panjang pada umunya menginginkan rate of

return atau tingkat kembalian yang wajar dari investasinya dengan memperhatikan resiko
yang harus dihadapi. Diasamping itu, investor menengah dan jangka panjang, sangat
memperhatikan atau mempertimbangkan pertumbuhan ekuiti perusahaan investee dalam
jangka waktu yang realtif panjang, sehingga prospek perusahaan dimasa mendatang
merupakan faktor utama yang dipertimbangkan dalam keputusan investasi sekuritas.
Ada 2 macam rate of return :
1. Normal rate of returns
Normal return adalah kembalian atau penggatian untuk menutup resiko
ketidak pastian dan untuk menutup nilai kerugian waktu uang (time value of
money).
2. Abnormal rate of returns
Abnormal return adalah kelebihan diatas kembalian atau penggantian return
normal.
Ada 2 macam resiko yang harus dihadapi oleh investor yaitu :
1. Resiko sistematis
Resiko sistematis/resiko pasar atau market risk adlah resiko yang selalu ada
resiko yang disebabkan oleh faktor-faktor yang mempengaruhi semua
perusahaan yang beroperasi yang meiliputi antara lain faktor kondisi
perekonomian, kebijaksanaan pemerintah.
2. Resiko tidak sistematis
a. Economic risk yang terdiri dari : reiko fluktuasi aktivitas bisnis
(fluctuatuion in business) , resiko pasar modal(capital market risk) dan
resiko daya beli (purchasing power risk).
b. Resiko bisnis (business risk) yang meliputi : faktor persaingan
kombinasi produk dan faktor kemampuan manajemen.
c. Resiko keuangan (financial risk).
d. Resiko akuntansi (accounting risk).

Analisis atas pertumbuhan dan kesinambungan laba (growth and sustainable earning)
adalah sangat penting untuk mengetahui prospek keuangan perusahaan di masa mendatang.
Pertumbuhna sering digunakan secara tidak jelas atau dalam arti yang bermacam-macam.
Secara umum, pertumbuhan menggambarkan atau dilihat sebagai gamabaran yang
positif menunjukkan kemampuan perusahaan untuk memperoleh nilai tertentu. Pertumbuhan
earning dan potensinya merupakan dasr pertimbangan yang utama dalam pengambiolan
keputusan investasi pada suatu sekuritas.
Analisis terhadap informasi keuangan difokuskan pada penilaian kemmampuan
perusahaan untuk menciptakan dan mempertahankan laba dimasa mendatang. Semua laporan
keuangan merupakan sumber utama informasi utama laporan keuangan.
II.3

Pasar efisien/ pasar uang


Pasar uang adalah tempat terjadinya transaksi uang jangka pendek

(short term

financial statement assets), sedang pasar modal adalah long-term financial assets yaitu
transaksi uang dalam jangka relatif panjang atau lebih dari satu tahun. Baik pada pasar uang
maupun pasar modal diperdagangkan obligasi, saham dan jenis saekuritas lainnya.
Keberhasilan suatu pasar modal dipengaruhi oleh beberapa faktor , antara lain :
1. Supply sekuritas, yaitu banyakanya perusahaan yang menawarkan sahamnya.
2. Permintaan atau demand sekuritas yaitu banyaknya dana yang tersedia untuk
membeli sekuritas.
3. Kondisi politik dan perekonomian.
4. Masalah hukum dan peraturan.
5. Adanya lembaga yang mengaturnya (berperan sebagai pengawas, bursa efek
sebagai penyelenggara perdagangan, lembaga kliring dan penjamin, lembaga
penyimpanan dan penyelesaian, perusahaan efek atau underwriter, reksadana
sebagai penghimpun dana untuk diinvestasikan dan wali amat atau trustee
untuk obligasi).
Capital market efficiency istilah pasar modalyang efisien diakitkan dengan informasi
tersedia bagi para pelaku pasar atau pemodal, sehingga pasar modal yang efisien harga
sekuritas-sekuritasnya telah mencerminkan semua informasi yang relevan.
Efesiensi pasar modal dapat dibedakan antara efesiensi internal dan efisiensi
eksternal. Efesiensi internal menunjukkan bahwa pasar modal tersebut tidak hanya
10

memberikan harga yang benear tapi juga memberikan berbagai jasa yang diperlukan oleh
para pembeli dan penjual dengan biaya serendah mungkin. Efesiensi eksternal menunjukkan
bahwa pasr berada pada keseimvbangan

sehingga keputusan perdagangan seham

berdasarkan atas informasi yang tersedia dipasar sehingga tidak dapat memberikan tingkat
keuntungan keseimbangan atau keuntungan normal. Dengan demikian istilah pasar modal
yang yang efesien dikaitkan dengan informasi yang tersedia bagi para pemodal atau investor.
Pasar modal dapat menjadi efesien apabila :
1. Adanya jumlah analisis keuntungan yang banyak dan persaiangan anatara mereka
akan membuat harga sekuritas wajar dan menecerminkan semua informasi yang
relevan (competitive activities of securities analisyst).
2. Karena adanya Low of large number yaitu semakin banyak jumlah analisis dan
rendahnya korelasi anatara kesalahan judgement atau kesalahan estimasi yang
dibuat oleh masing-masing analisis.
Efesiensi pasar modal selalu dikaitkan dengan informasi yang tersedia yang dapat
mempengaruhi harga sekuritas dipasr modal tersebut. Ada tiga informasi yang relevan dengan
harga suatu sekuritas:
1. Informasi tentang perubahan harga sekuritas diwaktu yang lalu ( pasat price change),
adalah keadaan dimana harga-harga mencerminkan semua informasi yang ada pada
daftar harga diwaktu yang lalu yang merupakan bentuk informasi yang lemah (weak
form information) dalam keadan tersebut pemodal tidak dapat mempengaruhi
besarnya harga sekuritas sehingga mereaka tidak dapat memperoleh tingkat
keuntungan diatas normal.
2. Informasi yang dipublikasikan sehingga tersedia untuk seluruh publik (public
information), adalah keadaan pasar dimana harga-harga diwaktu yang lalu, tetapi
termasuk semua informasi yang dipublikasikan atau dapat diketahui oelh semua
pihak, sehingga terdapat dua macam informasi yaitu : informasi perubahan harga
dimasa-masa lalu dan informasi yang dipublikasikan untuk umum. Informasi yang
dipublikasikan antara lain meliputi :
Penertiban saham baru,pemecahan nominal saham
Penumuman laba dan dividen
Estimasi laba perusahaan
Perubahan praktek-praktek akuntansi
Merger, akuisisi atau bentuk penggabungan yang lain.

11

3. Informasi yang tersedia meliputi informasi perubahan harga dimasa-masa lalu,


informasi yang dipublikasikan kepada publik

maupun informasi yang bersifat

individu yang tidak dimiliki oleh publik (private information).


II.4

Strategi investasi
Dikaitkan dengan konsep dasar yang efisien , strategi investasi pada saham dapat

dibedakan menajdi beberapa macam :


1. Starategi investasi pasif (pasif investment style)
Pasar modal tidak melakukan mispricing (kessalhan dalam penentuan harga),
atau meskipun terjadi mispricing para pemodal berpendapat mereaka tidak dapat
mengidentidikasi dan memanfaatknanya.
2. Strategi aktif (active investment style).
Pasar modal tidak melakukan kesahalan dalam penentuan harga atau terjadi
mispricing, dan para pemodal berpendapat bisa mengidentifikasikan kesalahn tersebut
dan dapt memanfaatkannya sehingga sesuai dengan keadaannya secara aktif
memanfaatkan kesalahan pasar, dan mereka akan membeli atau menjual sahamnya
sesuai dengan hasil analisisnya. Dengan demikian mereka akan menggunakan analisis
untuk menentukan harga pasar sekuritas dengan menggunakan :
a. Fundamental analisys
Analisys fundamental adalah pendekatan dasar untuk melakukan analisis dan
memilih saham dengan menerapkan share price forecasting model. Langkah
peratama dalam penerapan model tersebut yaitu dengan mengidentifikasi dan
mengestimasi nilai-nilai faktor-faktor fundamental yang mempengaruhi harga
saham dimasa yang akan datang (faktor kebijakan deviden). Langkah kedua
menerapkan hubungan variabel atau faktor-faktor tersebut sehingga diperoleh
taksiaran harga saham. Untuk mendapatkan taksiran harga saham perlu dibuat
suatu model yang tidak terlalu rumit,mudah dipahami.
Dalam analisys fundamental akan meliputi analisis terhadap :
Analisis kondisi makro ekonomi atau kondisi pasar.
Dimaksudkan untuk mengetahui pengaruh kondisi perekonomian makro
tersebut terhdap kondisi pasar karena kondisi pasar akan mempengaruhi
pemodal. Kondisi pasar yang membaik ditunjukan oleh meningkatnya
Indek Harga Saham Gabungan (IHSG), kenaikkan IHSG akan menaikkan

keuntungan pemodal.
Analisis industri.

12

Analisis untuk menentukan industri-industri apa yang diharpakan akan


memberikan return yang paling baik. Berdasarkan klasifikasi atas mata
dagangan atau sesuai dengan kondisi pasar modal di bursa efek, industri
adalah sebagai berikut : industri pertanian, pertambangan, industri dsar,
aneka industri, industri barang-barang konsumsi, properti, infra struktur,
keuangan, serta perdagangan dan jasa.
Dalam menaganalisis industri, pertama harus diperhatikan adalah
perkembangannya, pengaruh akibat kondisi ekonomi
terhdapa perubahan kondisi pasar . kedua

dan kepekaan

penelaahaan data yang

berkaitan dengan penjualan,laba,dividen,struktur modal, jenis produk


yang dihasilakn, serta regulasi dan inovasi dan lain-lain. Ketiga adalah
mengidentifikasi tahap kehiduapan produknya pada saar dianalisis (tahap

perkenalan,pertumbuhan, kedewasaan, atau tahap penurunan).


Analisis kondisi spesifik perusahaan
Analisis untuk memahami variabel-variabel yang mempengaruhi nilai
intrinsik saham dan memperkirakan nilai intrinsik saham tersebut antara
lain dengan :
a)
Dividend discounted model atau model nilai sekarang dari arus
kas masuk dari pemilikan saham yang berupa hasil penjualan saham
dan dividen-dividen yang akan diterima dalam jangka waktu tertentu
dengan menggunakan tingkat bunga wajar.
Nilai intrinsik : Po = D1/(r-g)
Po
= taksiran harga saham saat ini.
D1
= dividen yang diharapkan akan diterima pada tahun 1.
r
= discount rate dan premi resiko yang dipandang

b)

relevan.
g
= pertumbuhan dividen dimasa yang akan datang.
Price/Earning Ratio Model. PER sebagai dasr penentuan nilai

intrinsik saham sehingga PER yang tinggi menujukan nilai saham yang
tinggi pula. Nilai intrinsic = perkiraan PER x perkiraan EPS.
c)
Dengan menggunakan intuisi atau pengalaman atau pendapat
pribadi penganalisis (personal judgement).
b. Technical analisys
Dengan analisis tehnikal, para investor atau pemodal mencoba untuk
mengindentifikasikan perubahan kondisi pasar dari saham tertentu atau mungkin
saham secara keseluruhan, yaitu dengan menganalisis perubahan harga lewat
indikator teknis melalui grafik atau chart. Tiga prinsip yang harus dipelajari
13

sebelum lebih lanjut mamahami alat-alat dan teknik-teknik kusus untuk


menganalisis berbagai kesempatan investasi :
1) Segala sesuatu harus dinilai sekarangkan dan direfleksikan dalam harga pasar.
Misalnya hasil estimasi aliran kas masuk dimasa-masa yang akan datang
harus di present value kan dan direfleksikan dalam nilai instrinsik saham,
bukannya jumlah absolut dividen dan harga jual saham yang akan diterima.
2) Harga-harga bergerak dalam kecenderungan dan cenderung berlangsung lama.
Harga pasar bergerak dalam pola atau cara yang sama,pertama, mereka mulai
bergerak

dengan

satu

arah,

naik

atau

turun,

yang

menimbulkan

kecenderungan.
Berdasarkan prinsip-prinsip tersebut maka analisis teknikal dapat diartikan
sebagai tindakan untuk mempelajari sekuritas tertentu dan pasar secara
keseluruhan berdasarkan hukum permintaan dan penawaran,atau grafik (point
and figure chart). Dengan bar chart, garis vertikan menggambarkan informasi
harga terendah dan harga tertingggi untuk masing-masing periode. Garis
horizontal, garis ke kanan menggambrkan harga penutupan. Penggunaan chart
dimaksudkan untuk mengebnali pola-pola (pattern) dari gerakan harga saham
atau index pasar yang diamati. Pola-pola tersebut diantaranya :

Key Reversal Top

Key revesal top menunjukan gerakan harga yang secara cepat naik, tetapi pada
akhir periode kembali ke posisi awal periode.

Key Reversal Bottom


14

Key reversal bottom turun dengan cepat tetapi pada akhir periode naik

kembali ke posisi awal periode.


Head and shoulders

Bila harga saham pada titik A sebaiknya membeli dan menahannya untuk
jangka pendek dan menjualnya kembali pada titik B untuk memperoleh

capital gain, karena diperkirakan harga saham tersebut akan turun.


Triple tops

Analisis yang percaya bahwa gerkan harga saham akan mengikuti pola triple
tops berpendapat bahwa setalh melalui tiga puncak harga, maka saham
tersebut akan terjatuh harganya. Pada titik C saham telah tiga kali mencapai
harga tinggi, maka pada titik tersebut saham harus dijual.

15

Ascending triangle

Ascending triangle(segitiga meningkat) menggambarkan gerakan harga


saham antara garis batas atas dengan garis batas bawah yang menajdi slop
meningkat yang terjadi apabila permintaan meningkat tetapi masih dapat
dipenuhi. Apabila permintaan tersbut mulai tidak dapat terpenuhi maka

harga akan meningkat terus.


Descending triangle

Descending triangle (segitiga yang menurun) penambahan penawaran


saham yang dapat diimbangioleh permintaan namun hanya sampai batas
tertentu, setelah penawaran melebihi permintaan maka harga akan turun
keluar dari pola yang ada.
c. Marketing timing
Market timing ability adalah kemampuan manajer investasi untuk mengambil
kebijakan yang tepat untuk membeli atau menjual sekuritas tertentu untuk membentuk
portofolio aset pada

saat yang tepat.

Sedangkan aktivitas market timing

berhubungan dengan forecast realisasi di masa mendatang dari portofolio pasar. Jika
manajer investasi yakin dapat menghasilkan lebih baik dari rata-rata estimasi return
pasar maka manajer akan menyesuaikan

tingkat risiko portofolionya sebagai

antisipasi perubahan pasar. Metode yang digunakan untuk mengukur adanya indikasi

16

market timing menggunakan metode Treynor Mazuy (hubungan non linear) dan
Henriksson-Merton (dual beta)

17

BAB III
PENUTUP
III.1

Kesimpulan
Analisis investasi merupakan suatu cara untuk mengestimasi nilai investasi pada masa

yang akan datang. Salah satu jenis investasi yang perlu dianalisis adalah investasi pada pasar
modal, berupa saham, obligasi, atau derivatifnya. Ketiga jenis sekuritas ini merupakan jenis
investasi yang berisiko, terutama saham dan derivatif. Oleh karena itu, analisis investasi pada
pasar modal difokuskan pada penentuan risiko dan return.
Berbagai pendekatan yang dapat digunakan dalam menganalisis investasi pada pasar
modal adalah: analisis fundamental, analisis teknikal, penggunaan model-model penilaian
sekuritas, serta penggunaan model-model keseimbangan, seperti capital asset pricing model
(CAPM). Analisis fundamental merupakan analisis yang dilakukan secara top-down yang
mengasumsikan bahwa return sekuritas dipengaruhi oleh berbagai faktor fundamental, seperti
faktor makroekonomi, faktor industri, dan faktor kinerja perusahaan. Analisis teknikal
mengasumsikan bahwa return sekuritas masa yang akan datang bergantung pada pola
pergerakan return pada periode sebelumnya. Penggunaan model-model penilaian sekuritas
adalah untuk menentukan nilai instrinsik berdasarkan arus kas dengan menggunakan konsep
nilai sekarang dan nilai akan datang. Penggunaan model-model keseimbangan adalah untuk
menentukan hubungan antara risiko dengan return sekuritas.

18

DAFTAR PUSTAKA
Imam Masud. JURNAL ANALISIS RASIO KEUANGAN UNTUK MEMPREDIKSI
KONDISI FINANCIAL DISTRESS PERUSAHAAN MANUFAKTUR
YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA.
Michael Vincentius Panjaitan. JURNAL ANALISIS KEMAMPUAN STOCK SELECTION
DAN MARKET TIMING MANAJER INVESTASI PADA REKSADANA
SAHAM DI INDONESIA.
Buku Model Analisis Untuk Investor .

19

DAFTAR ISI
Daftar isi
BAB I...............................................................................................................................................
1.1

Latar belakang...................................................................................................................

1.2

Rumusan masalah.............................................................................................................

1.3

Tujuan makalah.................................................................................................................

BAB II.............................................................................................................................................
2.1

Analisis rasio keuangan....................................................................................................

2.2

Penilaian sekuritas.............................................................................................................

2.3

Pasar efisien/ pasar uang.................................................................................................

2.4

Strategi investasi.............................................................................................................

BAB III..........................................................................................................................................
3.1

Kesimpulan.....................................................................................................................

MODEL ANALISIS UNTUK INVESTOR

Oleh :
Windu Teja Kusuma
21212170
Lutfi Herlambang
21212704
Gilang Romadon
21212787
Randy Akhmad Wicaksana
21212799

PROGRAM STUDI MANAJEMEN


FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS KOMPUTER INDONESIA
BANDUNG
2015

Anda mungkin juga menyukai