Anda di halaman 1dari 37

EKSPLORASI BATUBARA

9. Petunjuk Geologi
Stev. Nalendra
s.nalendra@icloud.com
0852.92.014342

Jurusan Teknik Geologi


Fakultas Teknik
Universitas Sriwijaya

Mengapa diperlukan adanya


petunjuk geologi?
Eksplorasi menjadi tidak rasional dan tidak
sistematis apabila dilaksanakan pada setiap
kilometer persegi dari suatu wilayah yang
begitu luas.
Oleh karena itu tahapan dan penggunaan
metode eksplorasi perlu dilaksanakan secara
rasional dan sistematis dengan kesalahan
sekecil mungkin.

Bagaimana caranya?

INGAT KONSEP EKSPLORASI


Perumusan sasaran, membangun model
geologi, dan menentukan model eksplorasi.

MENURUNKAN PETUNJUK EKSPLORASI

MODEL
GEOLOGI

MODEL
EKSPLORASI
Peters, 1978

KRITERIA PEMILIHAN DAERAH


Bertujuan menjawab pertanyaan dimana
obyek geologi terdapat dan melokalisasi
daerah yang berindikasi kuat terdapatnya
lapisan batubara.

Kriteria pemilihan daerah tidak hanya gambaran


obyek geologi secara spasial, tetapi harus mempu
nyai hubungan genetik. Artinya harus dilakukan
secara relatif dan diidentifikasikan oleh ahli
geologi dan eksplorasi di lapangan.

Pemilihan daerah didasarkan kepada:


Ciri-ciri geologi atau model geologi
regional.
Memahami dan menentukan hubungan genetik dan fenomena lokal lebih
sulit dibanding fenomena regional.

Kriteria pemilihan daerah regional menandai adanya


lingkungan geologi, sedangkan lokal menandai adanya
lapisan batubara:
1. Bersifat nyata, gambar dapat diukur, bukan konsep.
2. Puncak antiklin pada peta geologi merupakan interpretasi yang didasarkan pada konfigurasi dan distribusi struktur dan litologi.
3. Pola-pola pada peta geologi inilah yang termasuk
dalam kriteria pemilihan daerah.

KRITERIA DAN PETUNJUK GEOLOGI


OBYEK GEOFISIKA

Seluruh pengetahuan geologi harus dipergunakan


untuk membuat kriteria dan petunjuk geologi
pada suatu kegiatan eksplorasi.

Usaha tersebut adalah tugas utama para


ahli geologi dan ahli eksplorasi.

KRITERIA GEOLOGI
Lingkungan geologi yang dapat menunjukkan
penemuan lapisan batubara secara langsung
atau tidak langsung dengan melokalisasi area
target. Kriteria geologi dapat berlaku secara
regional maupun lokal.
Kriteria adalah sesuatu yang menjadi tujuan atau
objektif dari suatu pengambilan keputusan,
sehingga harus ditetapkan pada awal proses
pengambilan keputusan.

PETUNJUK GEOLOGI
Gejala-gejala geologi yang mengendalikan keberadaan serta menunjukkan lokasi terdapatnya
lapisan batubara secara langsung maupun tidak
langsung.
Petunjuk geologi adalah kenyataan geologist
yang secara langsung dapat menunjukkan adanya
lapisan batubara pada suatu daerah.

PETUNJUK GEOLOGI
Petunjuk geologi diturunkan dari model eksplorasi dan berlaku untuk tahapan eksplorasi dan
metode eksplorasi regional maupun detil.
Petunjuk geologi disebut juga sebagai kriteria
geologi untuk pemilihan daerah (area of
selection criteria).

NO
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17

PETUNJUK/
KRITERIA GEOLOGI

Posisi geotektonik
Stratigrafi
Litologi
Struktural
Geomorfologi
Magmatogenik
Metamorfogenik
Paleogeografi
Paleoklimat
Paleotopografi
Flora
Dekomposisi
Subsidense
Umur geologi
Geokimia
Geofisika
Historis

KREITER
1960

SCHLATTERS
1973
X

PETERS
1978

KUZVART
1984

X
X

X
X
X
X
X
X
X
X

Posisi geotektonik
Stratigrafi
Litologi
Struktural
Geomorfologi
Magmatogenik
Historis
Geofisika

PETUNJUK GEOTEKTONIK
Merupakan faktor yang bersifat umum dan
dominan.
Lingkungan geotektonik mempunyai peranan
penting di dalam genesa cekungan-cekungan.
Ingat coal basin?

Bagaimana dengan endapan batubara yg terbentuk di cekungan busur muka dan belakang?

PETUNJUK GEOMORFOLOGI
Bentuklahan sebagai petunjuk adanya endapan
batubara, ditunjukkan oleh litologi pada lapisan
pembawa batubara. Umumnya berasosiasi
dengan batuan sedimen klastika berbutir halussedang.
Lapisan batubara banyak dijumpai:
1.Lereng/tebing, dimana pengikisan intensif (tanah dapat dikikis
oleh air limpasan).
2.Aliran sungai/lembah alur liar, arus mengikis lapisan tanah
penutup.
3.Bukaan akibat aktivitas manusia, tebing jalan, sumur
penduduk, mineout.

PETUNJUK GEOMORFOLOGI, OBYEK


GEOLOGI, TAHAPAN DAN METODE
EKSPLORASI

OBYEK
GEOLOGI:
keberadaan
obyek geologi
yang tercer
min atau
berasosiasi
dengan
ekspresi
topografi atau
bentuklahan
TAHAPAN EKSPLORASI:

METODE EKSPLORASI:
Pemetaan, interpretasi peta topografi, foto
udara/landsat/radar untuk menentukan relief
topografi dan bentuklahan yang berhubungan
dengan obyek geologi.
Penentuan titik-titik pemercontohan berbasis
tipe-tipe bentuk lahan yang berfungsi sebagai
pengendali sebaran.

DISKUSI (5 menit)
Investor:

saya ditawarkan IUP dengan harga


murah oleh Gubernur Halmahera
Utara di Daerah Toguraci, untuk
segera membuka industri tambang
batubara guna suplay bahan bakar
PLTU.
Gimana menurut anda? Apakah
bisa membantu saya?

Geologist: (mikir metode dan strategi


eksplorasi).

2. PETUNJUK
STRATIGRAFI
Petunjuk yang
dapat digunakan
untuk pencarian
obyek geofisika
yang berasosiasi
dengan lapisan
batuan sedimen.

Formasi
pembawa
batubara (coal
bearing
formation)

Lapisan
pembawa
batubara (coal
bearing strata/
rock unit)

Lapisan
batubara
(coal
stata)
roof

cleat

parting

Plant remain

Coaly
clay/carb
floor

Satuan
aliran lahar

Satuan
ignimbrite

Satuan
batupasir
kuarsa

Satuan
batubara
Satuan
batupasir
fluviatil

Metode eksplorasi:
studi literatur, pengukuran penampang
stratigrafi, parit/
sumur uji, pemboran,
dan metode geofisika

PETUNJUK LITOLOGI
Petunjuk yang memperlihatkan adanya hubungan antara batuan yang berasosiasi dan
lapisan batubara.
METODE EKSPLORASI: pemetaan permukaan
dan bawah permukaan, pengambilan contoh
batuan secara sistematik, pemboran, tunnelling.

PETUNJUK STRUKTUR GEOLOGI

Merupakan faktor yang penting di dalam mengen


dalikan geometri lapisan dan kualitas batubara.

Batubara Miosen,
Kaltim

Batubara Miosen,
Bengkulu

Mengapa umur
sama tetapi
tingkat deformasi
berbeda?
Batubara Miosen

CEKUNGAN BATUBARA

6.
PETUNJUK
MAGMATO
GENIK
TAHAPAN
EKSPLORASI:
mulai tahap
pemilihan
daerah sampai
eksplorasi rinci.

Mencakup fakta geologi langsung atau tidak


langsung menuju hubungan antara batuan
intrusif dan endapan batubara.

Pada tahap pemilihan daerah sampai


reconnaissance:
interpretasi citra radar/landsat dan foto udara,
pemetaan geologi, sampling, pendulangan,
gravity (non metallic), seismik (syngenetic, coal,
non metallic), magnetik (base metals tertentu),
dan rock sampling.
Tahap eksplorasi rinci: pemetaan geologi, metode
geofisika rinci, metode sampling, well logging,
dan drilling

7. PETUNJUK HISTORIS
Petunjuk tentang jejak/bekas kegiatan
penambangan yang pernah ada di suatu daerah
Jejak-jejaknya dapat berupa:
Dokumen tambang kuno, berupa tulisan,
laporan, dan peta tambang.
Jejak kegiatan penambangan, antara lain
berupa rel kereta, tangki, palu, pahat, lampu,
baju, minyak.
Nama yang mempunyai hubungan atau kaitan
dengan nama lokasi adanya obyek geologi atau
endapan mineral.

Ditemukannya rel kereta di


Ketahun (Pondok Bakil)
dan Berau yang ternyata
bekas tambang batubara.
Nama Manggus, Manggis,
Suban, Seluang, Hitam,
Arang, Arong, dan Bara
berkait dan searti dengan
endapan batubara.

Jejak dokumen tambang


berupa laporan dan peta
lintasan yang dibuat oleh
Phillipi (1917) di sekitar
Bukit Sunur Bengkulu,
mengandung batubara
dan emas.
Nama Tambang, Lebong,
Lubang berkait dengan
dengan adanya emas.

Selamat menyongsong
fajar menyingsing

PUSTAKA TERPILIH
Kuncoro, 1996, Perencanaan Eksplorasi Batubara, Bidang Khusus Eksplorasi Sumberdaya Bumi,
Rekayasa Pertambangan, ITB;
Kuzvart M. and M. Bohmer, 1986, Prospecting and Exploration of Mineral Deposits, Elsevier, 508
p;
Kreiter, V.M., 1960, Geological Prospecting and Exploration, dikutip dari YMV. Hartono dalam
Teori Prospeksi dan Eksplorasi, 1989;
William C. Peters, 1978, Exploration and Mining Geology, John Wiley & Sons, 696 p.