Anda di halaman 1dari 10

TAUHID

M IBADURRAHMAN ARRASYID S | 201510370311063

FIRMAN ABID FATKHUL


| 201510370311040

MAULIDYA YUNIARTI ANWAR


| 201510370311109

TAUHID
Pengertian
Tauhid

Pembagian
Tauhid

Aplikasi
Tauhid

Pengertian Tauhid
Secara bahasa tauhid berasal dari kata dasar
yang maknanya sesuatu itu satu
(esa). Sedangkan secara syarI Tauhid bermakna
mengesakan Allah dalam ibadah, bersamaan
dengan keyakinan ke-Esaan-Nya dalam dzat,
sifat dan perbuatan-perbuatan-Nya.

Pembagian Tauhid
TAUHID
AR-RUBUBIYYAH

TAUHID
AL-ULUHIYYAH

TAUHID
AL-ASMA WA SHIFAT

Tauhid Ar-Rububiyah
Kita meyakini bahwasanya Dia
adalah satu-satuNya Pencipta
seluruh makhluk-Nya
(Q.S. Ar-Rad : 16)

Tauhid Uluhiyah
Kita meyakini bahwa Allah lah satusatunya Dzat yang berhak disembah
(diibadahi).
(Q.S. Al-Anbiya : 25)

Tauhid Asma wa Sifat

Meng-Esakan Allah dalam hal namanama dan sifat-sifat-Nya.

Dan ketiga macam Tauhid ini


terkumpul dalam firman-Nya yang
artinya:
Tuhan (yang menguasai) langit dan bumi
dan apa-apa yang ada di antara keduanya,
Maka sembahlah Dia dan berteguh hatilah
dalam beribadat kepada-Nya. Apakah kamu
mengetahui ada seorang yang sama dengan
Dia (yang patut disembah)?
(Q.S. Maryam : 65).

Aplikasi Tauhid
harus dengan
Pengucapan Kalimat Tauhid
tujuh syarat:
1. Ilmu (mengetahui)
2. Yaqin (yakin)
3. Qabul (menerima)
4. Inqiyad (Patuh)
5. Ikhlas
6. Shidq (jujur)
7. Mahabbah (Kecintaan)

Konsekuensi Pengucapan Laa Ilaaha


Illa-Allah
Meninggalkan ibadah kepada selain
Allah dari segala macam yang
dipertuhankan sebagai keharusan dari
peniadaan laa ilaaha illa-Allah. Dan
beribadah kepada Allah semata tanpa
unsur kesyirikan sedikit pun, sebagai
keharusan dari penetapan illa-Allah.