Anda di halaman 1dari 1

Cara kerja Rotameter

1. Rotameter terdiri dari body dan float (yang bergerak bebas, posisinya bergantung pada
flowrate). Posisi float ditentukan oleh keseimbangan gaya yang bekerja padanya. Gaya
gravitasi menarik float ke bawah. Gaya apung dan kecepatan yang berkaitan dengan gaya
dinamika mengangkat fluida ke atas. Pergerakan float ke atas meningkatkan flow area,
sampai gaya ke atas sama dengan gaya ke bawah.
2. Float didorong oleh kekuatan aliran dan ditarik ke bawah oleh gravitasi.
3. Tinggi laju aliran volumetrik melalui peningkatan aliran kecepatan daerah tertentu dan
kekuatan tarik, sehingga float akan didorong ke atas. Karena dalam rotameter berbentuk
kerucut (melebar), daerah sekitar pelampung melalui media yang mengalir bertambah,
kecepatan aliran dan penurunan kekuatan tarik sampai ada keseimbangan mekanik
dengan berat pelampung itu.
4. Pengapung dibuat dalam berbagai bentuk, dengan bola dan ellipsoids yang paling umum.
Float mungkin diagonal berlekuk dan sebagian berwarna sehingga berputar secara aksial
sebagai cairan melewati. Hal ini menunjukkan jika float terjebak hanya akan berputar
jika bebas. Pembaca biasanya diambil di bagian atas bagian terluas dari float, pusat untuk
ellipsoid, atau atas untuk silinder. Beberapa produsen menggunakan standar yang
berbeda.
Prinsip Kerja Rotameter
Rotameter terdiri dari pipa tirus tegak yang didalmnya ditempatkan sebuah benda
pengapung. Aliran fluida mengalir dari bawah ke atas memasuki ruang rota meter. Karena
laju aliran fluida, maka benda pengapung yang ada di dalamnya bergerak naik dan turun
sesuai dengan besarnya debit aliran fluida.
Pada Rota meter ini perubahan tekanannya tetap, tetapi area aliran fluidanya berubahubah sesuai dengan kecepatan debit aliran fluida. Hal ini berakibat pada naik turnunya benda
pengapung. Perubahan naik turun benda pengapung ini dijadikan dasar untuk menentukan
debit aliran fluida.