Anda di halaman 1dari 4

ANALISIS KASUS HUKUM

MARK UP PEMBEBASAN LAHAN PLTU SUMURADEM


Tugas ini ditujukan untuk Mata Kuliah Pendidikan Budaya Anti Korupsi
Dosen Penanggungjawab :
Andi Lala, SH

Kelompok : 5

Arfina Puspita Sari


Dyah Novitiara P.
Imas Tuti
Lisiana Fazriyani P.
Winaningsih

(P2.06.31.2.15.002)
(P2.06.31.2.15.0)
(P2.06.31.2.15.0)
(P2.06.31.2.15.020)
(P2.06.31.2.15.0)

POLTEKKES KEMENKES TASIKMALAYA

Kasus : Yance terlibat kasus Mark Up Pembebasan Lahan PLTU Sumuradem di Indramayu

Yance melakukan kasus tindak pidana korupsi dengan mark up pembebasan lahan
PLTU di desa Sumuradem Indramayu. Seperti yang diketahui, Yance diputus bersalah dalam
tingkat kasasi MA lewat website resminya dihukum 4 tahun penjara, denda 200 juta subsidier
6 bulan kurungan. Perbuatan Yance dalam pembebasan tanah tahun 2004 itu diduga telah
merugikan uang negara sebesar Rp.4,1 miliar.
Informasi soal putusan itu juga sudah diunggah oleh MA lewat website resminya,
mahkamahagung.go.id sejak rabu (4/5/16). Dalam informasi perkara MA, ditulis nomor
register perkara yaitu 2862k/PID.SUS/2015 dengan pengadilan pengaju Bandung dan nomor
surat pengantar W11.U1/3642/HN.02.02/VII/2015
Akan tetapi pada tangggal 28 April yance di panggil kembali oleh pengadilan tipikor
untuk diperiksa kembali, yance di tetapkan bersalah atau lebih tepatnya yance di tetapkan
sebagai koruptor atas penggelapan uang pembangunan PLTU senilai 4,1 milyar. Dan divonis
4 tahun penjara.
Analisis :
Dalam kasus ini Yance di dakwa menjadi tersangka kasus mark up dana pembebasan
lahan PLTU di desa Sumuradem Indramayu ia terjerat beberapa pasal UUD 1945 dan
Peraturan Pemerintah, diantaranya adalah:
1.) Pasal 372 KUHP
Bunyi pasal 372 KUHP: Barang siapa dengan sengaja dan melawan hukum memiliki
barang sesuatu dan seluruhnya atau sebagian adalah kepunyaan orang lain, tetapi yang ada
dalam kekuasaannya bukan karena kejahatan diancam karena penggelapan, dengan pidana
penjara paling lama 4 tahun. Dalam pasal ini yang termasuk penggelapan adalah perbuatan
mengambil barang milik orang lain sebagian atau seluruhnnya dimana penguasaan atas
barang itu sudah ada pada pelaku, tetapi penguasaan itu terjadi secara sah. Misalnya
penguasaan barang oleh pelaku terjadi karena pemiliknya menitipkan barang tersebut, atau
penguasaan barang oleh pelaku terjadi karena tugas atau jabatannya. Tujuan dari penggelapan
adalah memiliki barang atau uang yang ada dalam penguasaanya yang mana barang atau
uang tersebut pada dasarnya adalah milik orang lain.
Dikaitkan dengan kasus tersebut yance telah melakukan penggelapan uang sebanyak Rp.
4,1 Miliyar. Dana tersebut seharusnya digunakan untuk pembangunan Pembangkit Listrik

Tenaga Uap (PLTU) di desa Sumuradem Kabupaten Indramayu tetapi dana tersebut justru
dijadikan untuk memperkaya dirinya sendiri. HargaTanah yang seharusnya Rp.22.000/m 2
malah menjadi Rp.42.000/m2. Hal tersebut jelas telah melakukan pembohongan publik karena
dengan cara memark up keuangan negara.
2.) Pasal 55 KUHP :
(1) Dihukum sebagai orang yang melakukan peristiwa pidana:
1e. Orang yang melakukan, yang menyuruh melakukan, atau turut melakukan perbuatanitu;
2e. Orang yang dengan pemberian, perjanjian, salah memakai kekuasaan atau pengaruh,
kekerasan, ancaman atau tipu daya atau dengan memberi kesempatan, daya upaya atau
keterangan, sengaja membujuk untuk melakukan sesuatu perbuatan.
(2) Tentang orang-orang yang tersebut dalam sub 2e itu yang boleh dipertanggungjawabkan
kepadanya hanyalah perbuatan yang dengan sengaja dibujuk oleh mereka itu, serta dengan
akibatnya.
Dikaitkan dengan kasus tersebut Yance diduga terlibat dalam tindak pidana korupsi
kasus pembebasan lahan PLTU di Sumuradem. Dimana dalam hal ini yance bersalah karena
ikut mengesahkan mark up dana pembebasan lahan PLTU yang seharusnya sebesar Rp.
22.000/m2 menjadi Rp. 42.000/m2. Yance terancam pasal 55 ayat 1 KUHP yang ditujukan
bagi orang yang melakukan peristiwa pidana.
3.) Pasal 2 :
(1) Setiap orang yang secara melawan hukum melakukan perbuatan memperkaya diri
sendiri atau orang lain yang suatu korporasi yang dapat merugikan keuangan negara
atau perekonomian negara, dipidana dengan pidana seumur hidup atau paling lama 20
tahun dan denda paling sedikit 200 juta dan paling banyak 1 miliyar.
(2) Dalam hal tindak pidana korupsi sebagaimana dimaksud dalam pasal 1 dilakukan
dalam keadaan tertentu pidana mati dapat di jatuhkan.

4.) Pasal 3 :

Setiap orang dengan tujuan menguntungkan diri sendiri, atau orang lain atau suatu
korporasi, menyalahgunakan kewenangan, kesempatan atau sarana yang ada padanya karena
jabatan atau kedudukan yang dapat merugikan keuangan negara atau perekonomian negara
dipidana paling singkat 1 tahun dan paling lama 20 tahun atau denda paling sedikit 50 juta
dan paling banyak 1 miliyar.
Yance terlibat dalam korupsi pembebasan lahan mencapai 82 hektare didesa Sumur
Adem Indramayu. Dan pada tahun 2010 sebagai tersangka kasus penggelapan dan
pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) pada salah satu pihak peradilan tidak
mempunyai bukti yang kuat oleh karena itu Yance diputuskan bebas. Pada tanggal 28 April
2016 dipanggil lagi oleh pengadilan tipikor maka ditetapkan sebagai koruptor atas
penggelapan uang senilai 4,1 miliyar dan divonis 4 tahun penjara.
5.) Peraturan Pemerintah No. 71 tahun 2000 tentang peran serta masyarakat dalam
pencegahan dan pemberantasan tindak pidana korupsi.
Sebagai rakyat kita merasa dirugikan atas semua tindakan yang dilakukan oleh Yance
karena beliau melakukan kecurangan dalam hal pembelian tanah untuk pembangunan PLTU
Sumuradem di Indramayu. Dalam PP ini kita sebagai masyarakat harus ikut serta dalam
pencegahan dan pemberantasan korupsi untuk menciptakan negara yang terbebas dari
korupsi. Peran serta masyarakat adalah peran aktif perorangan, organisasi masyarakat atau
lembaga swadaya masyarakat dalam pencegahan dan pemberantasan tindak pidana korupsi.
Jadi, dikaitkan dengan kasus tersebut pemerintah Indramayu belum bisa mengeksekusi Yance
karena belum menerima surat putusan dari Mahkamah Agung (MA) padahal MA sudah
mengeluarkan surat putusan melalui media masa dan tidak secara langsung ke pemerintahan
Indramayu. Sehingga masyarakat dan pemerintah Indramayu tidak ingin menyerahkan Yance
ke pengadilan, disini dibutuhkan peran serta masyarakat untuk mau menyerahkan Yance ke
pengadilan karena Yance telah terbukti bersalah dan surat putusan pun sudah dikeluarkan
Akibat dari kasus ini juga kerugian yang diterima oleh negara adalah kerugian
keuangan negara karena uang yang sebenarnya dipakai untuk fasilitas rakyat tetapi justru
dijadikan untuk memperkaya diri sendiri.