Anda di halaman 1dari 11

GANGGUAN SKIZOAFEKTIF

PENGERTIAN
Gangguan skizoafektif adalah suatu perasaan euphoris meliputi rasa
gembira yang tidak ada taranya, seolah-olah dunia ini dikuasainya. Penderita
mempunyai perasaan optimis yang berlebihan, jalan pikirannya cepat, tidak
mengenal lelah, menganggap semua persoalan enteng, tapi perasaan ini
nantinya beralih menjadi rasa sedih yang sangat mendalam pula (Tarmizi,
1975).
Gangguan utama yang disebabkan karena gangguan afek (alam
perasaan/mood) yang disertai oleh sindrom manik atau depresif yang lengkap
ataupun tidak lengkap yang tidak disebabkan oleh gangguan fisik atau
gangguan jiwa lainnya (Maramis, 1998).
Gangguan jiwa yang ditandai dengan adanya gangguan emosi (afektif)
sehingga gejala perilaku diwarnai oleh ketergantungan keadaan emosi
(Kuntjoro, 2002).
Gangguan-gangguan yang bersifat episodik dengan gejala afektif dan
skizofrenik yang sama menonjol dan secara bersamaan ada dalam beberapa
hari yang satu sesudah yang lain (PPDGJ-III).

PENYEBAB
1; Genetik
Seseorang menderita skizoafektif jika anggota keluarga lainnya juga
menderita
skizoafektif

skizoafektif
adalah

dan

kemungkinan

berhubungan

dengan

seseorang

menderita

dekatnya

hubungan

persaudaraan tersebut (contoh: sanak saudara derajat pertama atau derajat


kedua). Pada hubungan antara tempat kromosom tertentu dengan
skizoafektif telah dilaporkan, lebih dari setengah kromosom telah
dihubungkan dengan skizoafektif.

2; Biokimia
Factor biokimia terdiri atas aktifitas dopamine di mana skizoafektif
disebabkan

terlalu

banyaknya

aktifitas

dopaminergik.

Neuron

dopaminergik dalam jalur mesokortial dalam jalur mesokortial dan jalur


mesolimbik berjalan dari badan selnya di otak tengah neuron
dopaminoseptik di system limbic dan korteks serebral. Peran penting
dopamine adalah konsisten dengan penelitian yang telah mengukur
plasma metabolik dopamine utama, yaitu homovanilic acid. Dalam
kondisi eksperimental yang terkontrol cermat, konsentrasi homovenilik
acid dalam system saraf pusat.
3; Melankolia involusi
Factor yang mempengarhi dan memudahkan timbulnya melankolia
involusi ialah yang berhubungan dengan usia lanjut dalam bidang sosial,
psikologik, dan ekonomik.
4; Psikosa manic depresif
Salah satu faktor yang mempengaruhi yaitu faktor keturunan.
C

KLASIFIKASI DAN MANIFESTASI KLINIS


Terjadi waham atau halusinasi selama paling sedikit 2 minggu tanpa gejala,
alam perasaan yang menonjol. Gangguan skizoafektif diklasifikasikan
menjadi 2:
1; Melankolia involusi
Kelainan fisik yang disebabkan oleh kemunduran fungsi endokrin yang
belum jelas pengaruhnya tetapi terdapat hal yang menunjukkan bahwa
pengaruh ini tidak sepenting faktor psikologik yang diakibatkan oleh
masa involusi.
Tanda gejalanya antara lain:
-

Beberapa minggu sampai beberapa bulan permulaan penderita


cenderung menjadi hipokondrik, lekas marah, pesimis, mengeluh
tentang insomnia

mulai tidak suka bekerja serta sering menangis

Penderita ragu-ragu dan tidak dapat mengambil keputusan

lapang minat menyempit

ia menarik diri dari kehidupan sosial

Bila penyakit sudah jelas maka timbul depresi hebat, kecemasan, agitasi,
hipokondriasis dan waham dosa, waham penyakit, dan rasa akan mati
sampai dengan waham nihilistic, sering keluar ucapan yang menyatakan
keputusannya.
2; Psikosa manik depresif
Kadang-kadang timbul satu atau dua kali serangan saja seumur hidup
orang itu. Interval antara dua fase tidak tentu lamanya, kadang-kadang
lama, tetapi kadang-kadang tidak ada sama sekali.
Ada dua jenis psikosa manik depresif:
a; Gangguan skizoafektif tipe manik
Suatu gangguan psikotik dengan gejala-gejala skizofrenik dan manik
sama-sama menonjol dalam satu episode penyakit yang sama
(PPDGJ-III).
Tanda dan gejala:
- Gangguan emosi: penderita merasa senang dan optimistik, terlalu
percaya diri, setiap usaha dan pekerjaan dianggap enteng.
- Aktifitas yang berlebihan: penderita sangat gelisah, tidak dapat
duduk diam dan tinggal di tempat tidur, sangat boros, terus
berbicara dan menyanyi-nyanyi, sering berbicara dengan kata yang
tidak sopan, tidak mau makan, tidak dapat tidur, tidak merasa lelah
akibat kegelisahan yang tinggi sehingga timbul bahaya dehidrasi.
- Gangguan proses pikir: pikiran menjadi cepat, pikiran melayang,
asosiasi bunyi, perhatian sangat terganggu, mudah tertarik pada
hal-hal lain. Halusinasi mungkin timbul tapi jarang, sering timbul
ilusi, waham berupa waham kebesaran dan tidak simetris.

b; Gangguan skizoafektif tipe depresif


Suatu gangguan dengan satu episode serangan gejala-gejala
skizofrenia maupun depresif terdapat bersama-sama secara menonjol
pada episode penyakit yang sama (PPDGJ-III).
Tanda dan gejala:
-

Gangguan emosi: tampak selalu lelah dan khawatir, merasa tidak


mampu menyelesaikan atau melakukan sesuatu, pesimistik,
sangat rendah diri, rasa sedih yang berlebihan sehingga putus asa
dan timbul bahaya bunuh diri.

Penghambatan aktifitas: dapat dilihat dari roman muka, sudut


mulut yang turun, banyak lipatan di dahi dan sudut mata, gerakan
berkurang dan menjadi sangat lambat, penderita menghindari
pergaulan dengan teman-temannya, pada penderita sering tidak
dapat menyelesaikan pekerjaan rumah tangga pada waktunya, dan
penderita kurang memerhatikan dirinya sendiri.

Gangguan proses pikir: arus pikiran tidak lancar, kemampuan


untuk mengutarakan isi hati berkurang, tidak sanggup mengambil
keputusan, penderita menjadi cemas dan takut. Halusinasi jarang
timbul, lebih sering ilusi dan waham.

Keluhan badaniah: rasa lelah, perasaan tertekan pada kepala dan


dada, kedua tungkai berat sekali, sukar tidur, nafsu makan
berkurang,

obstipasi/sulit buang air besar, pada wanita haid

terganggu dan pada pria terjadi impotensi.


c; Gangguan skizoafektif tipe sirkular
Pada jenis ini terdapat episode mania dan depresi berganti-ganti dalam
waktu kurang dari 12 bulan. Diagnosa dari interval ini harus kurang
dari 12 bulan, bila lebih maka didiagnosa sebagai jenis mania atau
jenis depresi tersendiri.

RENTANG RESPON EMOSIONAL


Jika memandang ekspresi emosi dalam suatu rentang sehat-sakit akan nampak
beberapa parameter yang relevan:
1; Respon emosional termasuk dipengaruhi oleh dan berperan aktif dlam
dunia internal dan eksternal seseorang. Tersirat bahwa orang tersebut
terbuka dan sadar akan perasaan sendiri.
2; Reaksi berduka tak terkomplikasi terjadi sebagai respon terhadap
kehilangan

tersirat

bahwa

seseorang

sedang menghadapi

suatu

kehilangan yang nyata serta terbenam dalam proses berdukanya.


3; Supresi emosi mungkin tampak sebagai penyangkalan (denial) terhadap
perasaan sendiri, terlepas dari perasaan tersebut atau internalisasi
terhadap semua aspek dari dunia afektif seseorang.
4; Penundaan reaksi berduka adalah ketiadaan yang persisten respon
emosional terhadap kehilangan. Ini dapat terjadi pada awal proses
bergabung dan menjadi nyata pada proses berduka atau keduanya.
Penundaan dan penolakan proses berduka kadang terjadi bertahun-tahun
adalah ketiadaan yang persisten respon emosional terhadap kehilangan.
Ini dapat terjadi pada awal proses berkabung, dan menjadi nyata pada
proses berduka, atau keduanya. Penundaan dan penolakan proses berduka
kadang terjadi bertahun-tahun.
5; Depresi atau melankolia adalah suatu kesedihan dan perasaan duka yang
berkepanjangan atau abnormal. Dapat digunakan untuk menunjukkan
berbagai fenomena, seperti tanda, gejala, sindrom, keadaan emosional,
reaksi penyakit.
6; Mania ditandai dengan alam perasaan yang meningkat, bersemangat, atau
mudah terganggu. Hipomania digunakan untuk meggambarkan sindrom
klinis serupa, tetapi tidak separah mania atau episode manic.

PSOKOFISIOLOGI

PSIKOPATOLOGI

PENGKAJIAN
Pengkajian dilakukan dengan wawancara dan observasi kepada klien dan
keluarga yang menghantar. Pengkajian pertama kali dilakukan secara lengkap
guna menggali informasi yang dibutuhkan untuk terapi guna kesembuhan
klien.
Beberapa hal yang dapat dikaji kepada klien antara lain :
a; Identitas
Meliputi :
-

Nama

Umur

Jenis kelamin

Alamat

Pekerjaan yang bertanggung jawab

b; Alasan masuk
Meliputi :
-

Penyebab klien masuk rumah sakit

Usaha yang sudah dilakukan untuk mengatasi masalah tersebut dan


hasilnya.

c; Faktor Predisposisi
Meliputi :
-

Riwayat penyakit masa lalu dan hasil pengobatan sebelumnya.

Riwayat penyakit keluarga

Riwayat trauma yag pernah dialami

Masalah keperawatan yang muncul

d; Faktor fisik
Meliputi :
-

Tanda-tanda vital ( tekanan darah, nadi, suhu, pernafasan )

Tinggi dan berat badan

Masalah keperawatan yang muncul

e; Faktor psikososial
;

Genogram

Menggambarkan hubungan klien dengan keluarga minimal 3 generasi


keatas
;

Konsep diri
-

Gambaran diri

Identitas diri

Ideal diri

Harga diri

Masalah keperawatan yang muncul

Hubungan Sosial
Orang yang berarti dalam hidupnya
Kelompok yang berarti dalam masyarakat
Keterlibatan klien dalam kelompok tersebut

Spiritual
Nilai dan keyakinan
Kegiatan ibadah
Masalah keperawatan yang muncul

Status mental
Penampilan
Pembicaraan
Aktivitas motorik alam perasaan
Waham
Isi pikir
Tingkat kesadaran
Memori
Tingkat konsentrasi dan berhitung

Kebutuhan persiapan pulang


Makan
BAK / BAB
Mandi
Berpakaian
Pemeliharaan kesehatan di dalam rumah

DIAGNOSA KEPERAWATAN
1; Isolasi sosial berhubungan dengan kurangnya kepercayaan, panic,
penurunan tingkat perkembangan, delusi, perkembangan ego yang lemah,
pengalaman masa lalu yang sulit berinteraksi dengan sesama.
2; Risiko mencederai diri sendiri dan orang lain berhubungan dengan
kurangnya kepercayaan, panik, perintah halusinasi, pikiran delusi.
3; Menarik diri berhubungan dengan penyangkalan terhadap realita.
4; Gangguan konsep diri berhubungan dengan perasaan tidak berguna dan
harga diri rendah.
5; Defisit perawatan diri berhubungan dengan rasa tidak berharga, dan
kurangnya perhatian terhadap kebutuhan dirinya sendiri.

10

skizoafektif

Faktor eksternal

keluarga

Sosiokultural

Lingkungan

Konflik keluarga

Pernikahan
lintas budaya

Tuntutan hidup

Tumbang anak
tidak optimal

Perbedaan
adat istiadat
& kebiasaan

Stressor ekonomi

Anak merasa tdk


diperhatikan

Menarik diri

Konflik hubungan

Stressor

Pendapat tdk
dihargai

11

Kebutuhan hidup
meningkat,
pendapatan tdk
mencukupi

Dikucilkan oleh
masyarakat

Isolasi sosial