Anda di halaman 1dari 2

3 Teori penuaan

Tidak ada teori tunggal yang dapat menjelaskan proses penuaan. Setiap orang akan
mengalami penuaan, tetapi penuaan pada setiap individu akan berbeda tergantung faktor
herediter, stressor lingkungan, dan faktor lainnya. Penuaan merupakan fenomena kompleks dan
multidimensional yang dapat diobservasi di dalam suatu sel dan berkembang sampai keseluruhan
sistem. Teori-teori yang menjelaskan proses penuaan biasanya dikelompokkan menjadi dua
kelompok besar yaitu teori biologis dan psikososial.
2.1.3.1 Teori biologis
Teori biologi mencoba menjelaskan proses fisik penuaan, termasuk perubahan fungsi dan
struktur, panjang usia dan kematian, perubahan-perubahan dalam tubuh termasuk perubahan
molekul dan seluler dalam sistem organ utama dan kemampuan tubuh untuk berfungsi secara
adekuat dan melawan penyakit.
a. Teori genetika
Menurut teori genetik, penuaan adalah suau proses yang secara tidak sadar
diwariskan yang berjalan dari waktu ke waktu untk merubah sel atau struktur
jaringan. Dengan kata lain perubahan rentang hidup dan panjang usia telah ditentukan
sebelumnya. Teori genetic terdiri dari teori asam deoksiribonukleat (DNA), teori
ketepatan dan kesalahan, mutasi somatic dan teori glikogen. Teori-teori ini
menyatakan bahwa proses replikasi pada tingkatan seluler menjadi tidak teratur krena
adanya informasi tidak sesuai yang diberikan inti sel. Molekul DNA menjadi saling
bersilangan (crosslink) dengan unsur yang lain sehingga merubah informasi genetik.
Adanya crosslink ini mengakibatkan adanya kesalahan pada tingkat seluler yang
akhirnya menyebabkan sistem dan organ tubuh gagal untuk berfungsi. Peningkatan
frekuensi kanker dan penyakit autimun yang di hubungkan dengan bertambahnya
umur menyatakan bahwa mutasi atau kesalahan terjadi pada tingkat molecular dan
seluler.
b. Teori wear-and-tear
Teori wear-and-tear (dipakai dan dirusak) menguslkan bahwa akumulasi sampah
metabolic atau nutrisi dapat merusak sintesis DNA, sehingga mendorong malfungsi
molecular dan akhirnya malfungsi organ tubuh. Radikal bebas adalah contoj produk
sampah metabolism yang menyebabkan kerusakan ketika akumulasi terjadi.
c. Riwayat lingkungan
Menurut teori ini, faktor-faktor dalam lingkungan (misalnya karsinogen, cahaya
matahari, trauma, dan infeksi) dapat membawa perubahan dalam proses penuaan.
Walaupun faktor-faktor ini diketahui dapat mempercepat proses penuaan
d. Teori imunitas
e. Teori neuroendokrin

Menua (menjadi tua = aging) adalah suatu proses menghilangnya secara perlahan-lahan
kemampuan jaringan untuk memperbaik diri dan mempertahannya struktur dan fungsi normalnya
sehingga tidak dapat bertahan terhadap jejas (termasuk infeksi) dan memperbaiki kerusakan yang
di derita. Proses menua adalah kombinasi dari berbagai macam faktor yang saling berkaitan.
Berikut teori penuaan yang banyak dianut :
a. Teori Genetic clock
Menurut teori ini, menua telah terpogram secara genetik untuk spesies-spesies
tertentu. Tiap spesies mempunyai didalam nuclei (inti sel) nya suatu jam genetik yang
telah diputar menururt suatu replikasi tertentu.
b. Mutasi Somatik
Hal penting dalam proses menua salah satunya adalah faktor lingkungan yang
menyebabkan terjadinya mutasi somatik. Terjadinya mutasi yang progresif pada DNA sel
somatik akan menyebabkan terjadinya penurunan kemampuan fungsional sel tersebut
Diketahui bahwa radiasi dan zat kimia yang bersifat karsinogenik atau toksik dapat
memperpendek umur.
c. Rusaknya sistem imun tubuh
Mutasi yang berulang dapat menyebabkan berkurangnya kemampuan sistem imun untuk
mengenal dirinya sendiri (self recognition). Akibatnya sistem imun akan menganggap sel
yang mengalami perubahan tersebut sebagai se lasing dan menghancurkannya. Salah satu
bukti yang ditemukan adalah meningkatnya prevalensi auto antibody bermacam-macam
pada orang usia lanjut. Di ssi lain, sistem imun sendiri mengalami penurunan daya
pertahanan pada proses menua, daya serangnya terhadap sel kanker menjadi menurun.
Inilah yang mengakibatka terjadinya kanker meningkat sesuai peningkatan umur.
d. Teori menua akibat metabolisme
Menurut beberapa penelitian, ada hubungan antara metabolisme dengan panjang umur.
Asupan kalori, pengeluaran kalori
e. Kerusakan akibat radikal bebas
f.

Anda mungkin juga menyukai