Anda di halaman 1dari 28

12 macam bentuk meja rapat beserta penjelasannya

A. Hollow Round Table Style


Adalah bentuk meja bundar yg ditengahnya diberi rongga, dan biasanya dirongga ini
ditempatkan mini garden atau greeneries. Table set up seperti ini merupakan gabungan dari
empat buah croissant table.Faktor kesulitan untuk menata table set up semacam ini adalah pada
pemasangan table cloth , karena taplak meja yg standar tidak ada yg berbentuk croissant. Besar
atau kecilnya bentuk meja ini tergantung dari jumlah peserta acara.

B. Hollow Rectangular Table Style


Rectangular Table Style atau sering juga disebut long table style adalah table set up yg berbentuk
persegi panjang yg merupakan perpaduan dari beberapa oblong table atau oblong table digabung
dengan classroom table yg diatur memanjang. Pada acara dengan table set up seperti ini,
biasanya diatas meja disediakan meeting kit yg lengkap, seperti notepad , pensil atau pulpen, air
minum dan beberapa benda lainnya.

C. Square Table Style


Table set up ini juga bisa disebut model empat persegi panjang. Square Table Style diciptakan
dengan menyusun beberapa oblong table atau classroom table sedemikian rupa dengan
rapi.Bentuk ruangan yg dipakai untuk menampung table set up ini idealnya kotak atau empat
persegi panjang.Kekurangan dari table set up ini adalah bila acara tersebut menggunakan screen
atau OHP , maka peserta yg duduk didepan harus membalikkan badan atau kursi mereka untuk
bisa melihat kearah layer

D. Round Table Style


Round Table Style sering juga disebut banquet style, lebih terkenal dengan sebutan meja bundar.
Penggunaan round table dengan ukuran big, medium, small atau cocktail table bisa digunakan
untuk berbagai function.Round table berukuran big atau medium biasanya digunakan untuk
function yg melibatkan acara makan, seperti breakfast meeting atau dinner meeting.Sementara
yg berukuran small atau cocktail table idealnya hanya untuk meeting tidak untuk acara makan

E. Melbourne Square Oblong Table Style

Jenis table set up semacam ini merupakan perpaduan dari beberapa jenis meja yg berbeda yg ada
di banquet operation, yaitu oblong table, halfmoon table dan quarter table. Table set up ini
berbentuk segi empat dan terlihat paling artistic, mewah dan megah, sehingga tepat untuk
function VVIP. Keindahan table set up ini harus didukung oleh keahlian menata tanaman atau
mini garden ,sehingga dapat membuat suasana ruang yg indah dan berbeda.Table set up ini
cenderung memanjang dengan batas tertentu, melihat kapasitas function room

F. V-Shape Oblong Table Style


Dalam table set up ini ,oblong table diatur membentuk huruf V. Table set up semacam ini
merupakan salah satu cara untuk memberikan variasi pada ruang acara meeting atau seminar.
Penggunaan oblong table berguna untuk kenyamanan para peserta meeting atau seminar , karena
meja tersebut relative lebar.Keuntungan table set up semacam ini adalah semua peserta duduk
menghadap ke instruktur dan juga memberikan ruang gerak yg lebih luas kepada instruktur.
Bentuk ini akan ideal jika jumlah pesertanya relative sedikit ,yaitu dibawah 40 orang

G. Theatre Style Round Chair


Macam-macam bentuk theatre merupakan pengembangan dari kebutuhan organizer acara.Bentuk
theatre ini sering digunakan untuk acara training atau seminar yg menyelipkan game didalam

susunan acaranya, dengan jumlah peserta yg relative sedikit. Keuntungan dari penggunaan style
ini adalah jika ada perubahan atau penambahan peserta dapat mengaturnya dengan cepat karena
tinggal menambah atau mengurangi kursi saja

H. Theatre Style Chair


Adalah bentuk dasar dari banquet set up untuk acar-acara seperti seminar, meeting dan
sebagainya yg hanya menggunakan kursi saja dan tidak menggunakan meja. Meja hanya
diperuntukan bagi pembicara.Pada event dengan jumlah tamu yg banyak, akan digunakan
banquet chair tanpa sandaran tangan.Ada kemungkinan baris yg paling depan saja yg
menggunakan armchair atau bahkan sofa yg lengkap dengan meja kecil.

I. U-Shape Classroom Table Style


Yang dimaksud dengan table set up ini adalah pengaturan meja dibuat membentuk huruf U
dengan menggunakan classroom table. Karena classroom table adalah meja yg tidak begitu besar,
maka untuk kenyamanan peserta acara pada saat acara berlangsung , idealnya diatas meja tidak

diletakkan benda-benda diluar perlengkapan meeting. Bagi instruktur yg harus memimpin acara
bentuk table set up semacam ini sangat menguntungkan karena memberi ruang gerak yg leluasa
baginya dan memungkinkan ia mendapat perhatian penuh dari peserta

J. Oval Oblong Table Style


Bentuk oval oblong table style diinspirasikan dari bentuk oval yg berasal dari penyatuan dua
oblong table ditambah small half moon table di kanan dan kiri.Bentuk table set up semacam ini
merupakan ciri dari acara yg bersifat santai atau informal, seperti acara-acara meeting sambil
makan (breakfast, lunch, dinner)
11. Olga Table Style
Olga table style terdiri dari gabungan oblong table dan cocktail table . Oblong table diatur
sedemikian rupa sehingga berbetuk square atau rectangular, kemudian cocktail table diletakkan
dibagian ujung-ujungnya. Table set up ini ideal untuk acara dengan jumlah partisipan yg
sedikit.Untuk acara meeting atau seminar dimana peserta acara perlu menggunakan laptop, tas
besar atau hand out dan membaca brosur-brosur table set up semacam ini akan sangat
memudahkan mereka

12. Triangle Oblong Table Style


Triangle oblong table style adalah salah satu table set up yg biasa digunakan untuk meeting ,
terutama sambil makan (breakfast, lunch, dinner). Karena meja yg digunakan cukup lebar, maka
di atas meja dapat disediakan meeting kit. Dalam membentuk table set up seperti ini juga
diperlukan dukungan dekorasi dari florist dan gardening.

Peralatan pendukung yang dibutuhkan:


-Meja
-Kursi yang nyaman
-Meeting Presentation kits
-Podium bila perlu
-Lampu
Tempat makanan dan minuman
Pendingin/penghangat ruangan
Langkah langkahnya:
1. Pilih
ruangan yang sepi dan jauh dari mobilitas

Kegiatan meeting membutuhkan ketenangan. Oleh karena itu, usahakan agar meeting room berada di
area yang tenang, tanpa banyak suara dan gangguan dari mobilitas orang orang di luar ruangan,
sehingga semua peserta meeting bisa lebih fokus pada topik pembicaraan. Serta, usahakan agar lokasi
meeting room tidak jauh dari toilet, sehingga jika ada anggota meeting yang ijin pergi ke toilet, maka hal
ini tidak akan memakan waktu yang lama.
2. Tentukan jenis penataan meja disesuaikan dengan tujuan meeting
Untuk meeting yang sifatnya diskusi, sebaiknya pilih jenis penataan meja round-table dengan menata
meja meja menjadi bentuk lingkaran atau oval. Sehingga setiap anggota meeting bisa saling
berhadapan satu sama lain.
Sedangkan untuk menciptakan nuansa meeting yang lebih interaktif, meja meja bisa disusun dengan
penataan U-shape. Pada tipe penataan meja ini, biasanya akan ada satu speaker yang akan
mempresentasikan ide bisnisnya di depan, kemudian peserta meeting yang lain bisa menanggapi. Hal
hal yang menunjang presentasi, misal display visual, chart, tabel, gambar, layar, papan tulis, dsb bisa
diletakkan tak jauh dari tempat berdirinya presenter, yakni di area yang terbuka pada bentuj U.
Ada juga penataan meja square table. Pada penataan meja ini, semua sisi meja tertutup. Desain
penataan meja ini sangat bermanfaat untuk meeting yang sifatnya diskusi dengan anggota yang tidak
terlalu besar, yang memungkinkan adanya interaksi di antara masing masing peserta diskusi.
Desain Interior Ruang Rapat (meeting room) bergaya Modern
3. Menata kursi sesuai dengan bentuk penataan meja
Pada penataan kursi, hal ini disesuaikan dengan jenis layout penataan meja yang sudah ditentukan.
Kursi yang dipilih haruslah empuk dan nyaman, khususnya untuk meeting dalam jangka waktu yang
lama. Kursi berbahan kayu atau plastik dengan dudukan yang keras hanya bisa digunakan untuk meeting
yang sifatnya sebentar, yakni hanya sekitar 1 jam atau kurang. Jangan lupa, sediakan jumlah kursi yang
sesuai dengan jumlah peserta meeting. Tambahkan dua atau tiga kursi kosong untuk mengakomodasi
jika ada peserta lain yang ikut dalam diskusi.
4. Siapkan podium bila perlu
Untuk meeting yang sifatnya presentasi bisnis, akan lebih baik jika penataan meja yang dipilih adalah
bentuk U. Kemudian di area yang terbuka, letakkan podium atau level untuk berpijak agar pembicara bisa
menyampaikan presentasinya di depan peserta meeting dengan lebih optimal. Selain itu, posisi
pembicara yang lebih tinggi (di atas podium) juga akan membuat peserta meeting lebih fokus
mendengarkan apa yang disampaikan pembicara. Jangan lupa, tempatkan meja sisi di podium tersebut
untuk menempatkan folder, kertas atau dokumen penting, laptop, dan peralatan lain yang dibutuhkan
pembicara dalam menyampaikan presentasinya.
5. Atur suhu ruangan agar nyaman ditempati
Mengingat Indonesia rata rata memiliki suhu harian yang cukup tinggi, usahakan agar meeting room
dipasangi AC atau pendingin ruangan dengan suhu yang sedang, sehingga peserta meeting tidak akan
merasakan kepanasan atau kedinginan dalam ruangan.
6. Pilih lampu / pencahayaan yang mendukung jalannya meeting
Meskipun rata rata meeting dilaksanakan di siang hari, namun toh pencahayaan yang memadai tetap
diperlukan. Tempatkan pencahayaan utama di langit langit (overhead lighting) dengan intensitas yang
sedang. Jika ingin membuat atmosfer di meeting room terasa lebih nyaman dan lembut, Anda bisa
menambahkan pencahayaan tambahan dengan warna kuning lembut yang diletakkan di dinding.
6. Sediakan area di sudut ruangan untuk meletakkan makanan/minuman
Proses meeting kadang berlangsung lama dan menyita banyak energi. Maka, sediakan area di sudut
ruangan di mana peserta bisa mengambil makanan, minuman (kopi, the, air putih) saat break / jeda
meeting. Untuk meeting yang memerlukan waktu yang panjang, usahakan jangan menyediakan makanan
dan minuman dengan kadar gula yang tinggi agar peserta tidak cepat mengantuk. Kemudian, pastikan di
dekat area ini ada tempat sampah untuk membuat sisa makanan dan minuman, sehingga tidak akan
mengotori ruang meeting
Tips yang harus Anda lakukan dalam menata dan mendesain interior ruang meeting yang fleksibel,
efektif, dan nyaman.
Kesuksesan sebuah pertemuan bisnis tak hanya diukur dari apa yang menjadi topik pembicaraan selama
meeting ataupun peserta yang hadir dalam meeting tersebut, tapi juga penataan furnitur dan desain
ruang meeting itu sendiri. Agar meeting bisa berjalan efektif, pastinya Anda harus mempertimbangkan
tujuan dari meeting itu sendiri, baru kemudian menentukan desain dan penataan meeting room yang
sesuai untuk menciptakan atmosfer yang mendukung jalannya meeting.

Meeting room haruslah dibuat fleksibel dan efektif dalam menunjang kinerja dan produktifitas orang
orang di dalamnya. Jika sebuah meeting room didesain dengan baik, bukan tak mungkin jika partner
bisnis akan merasa nyaman dan bisa bekerja maksimal tanpa adanya gangguan.

SEKIAN TERIMAKASIH. SEMOGA BERMANFAAT ^^

Diposkan oleh rikasintya di 15.59 1 komentar:


Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest

Menata Ruang
Menata Ruang
Penataan yg dimaksud meliputi penempatan meja, kursi dan perabot lainnya sesuai
jenis perjamuan yg diminta serta jumlah undangan.Sebelum menata ruang kita harus
memiliki pengetahuan tentang jenis-jenis pengaturan meja kursi untuk function dan ukuran
ruangan yg akan ditata sehingga dapat menentukan perabot yg cocok untuk ruangan
tersebut.
Menata Berbagai Ruang
1.

Menyiapkan ruang untuk rapat

Hal-hal yg harus diperhatikan, meliputi hal-hal berikut :

Macam rapat (rapat lingkup kecil/internasional)


Tempat pelaksanaan (luas ruang)
Waktu pelaksanaan (pagi, siang, malam)
Lamanya rapat diadakan
Banyaknya peserta
Susunan acar rapat
Tempat secretariat
Cara menata
:
1)

Bersihkan ruang tempat function akan dilaksanakan

2)

Atur meja dan kursi ketua rapat dekat pintu keluar

3)

Atur meja dan kursi peserta menghadap meja ketua dengan bentuk U,I,T dan lainnya

4)

Beri alas pada meja dan kursi

5)

Atur keperluan alat tulis untuk peserta

6)

Siapkan keperluan untuk ketua rapat dan sekretaris

7)

Pasang hiasan yg diperlukan

8) Bila menggunakan alat peraga /alat presentasi , aturlah secara urut atau pasang pada
tempat yg aman dan dapat dilihat dari segala arah
9)
10)

Periksa kembali hasil penataan yg dilakukan


Pastikan semua perabot, perlengkapan aman dari kecelakaan kerja

2. Menata Ruang Pameran

Yang dimaksud ruang pameran adalah ruangan yg digunakan untuk memamerkan hasil
karya manusia, alam, atau benda produksi yg bertujuan untuk memberitahu kepada
khalayak tentang karya tersebut. Menata ruang pameran pada intinya hampir sama, hanya
karya yg akan dipamerkan saja yg berbeda-beda
Cara menata
1)

Bersihkan ruang yg akan digunakan untuk kegiatan pameran

2) Tutup meja atau sudut meja yg akan digunakan untuk memajang hasil karya dengan
kain dekorasi/khas dari daerah tertentu
3)

Susun hasil karya yg akan dipamerkan

4)

Pasang spanduk atau moto yg akan menunjang kegiatan

5)

Pasang dekorasi yg mendukung

6)

Siapkan selebaran yg akan dibagikan pada pengunjung

7)

Siapkan Buku Tamu pada meja penerima tamu

8)

Periksa kembali hasil penataan

9)

Pastikan semua perabot dan perlengkapan aman dari kecelakaan kerja

3. Menata ruang pentas untuk mode show

Hal-hal yg harus diperhatikan sebagai berikut

Tema show
Jenis undangan (kalangan sendiri/undangan)
Cara menata
:
1)

Bersihkan ruang yg akan digunakan untuk pentas

2)

Tata meja pentas ditengah ruangan atau didepan dan ditutupi dengan karpet

3)

Atur meja dan kursi undangan menghadap pentas/podium

4)

Tutupi sisi pentas/podium dengan skirting

5)

Pasang dekorasi yg diperlukan (sesuai tema)

6)

Atur jarak meja dan kursi undangan 2 meter dari pentas/podium

7)

Pentas diatur menjorok kearah pengunjung supaya dapat dilihat jelas

8)

Atur pentas sehingga rapi, menarik,tidak terlalu ramai dan indah

9)

Pasang pengeras suara dan tape dibelakang panggung

10) Periksa kembali hasil penataan yg dilakukan


11) Pastikan semua perabot dan perlengkapan aman dari kecelakaan kerja
4. Menata ruang pesta

Hal-hal yg harus diperhatikan sebagai berikut

Macam pesta (ulang tahun , perkawinan, syukuran dan lainnya)


Waktu pelaksanaan (pagi, siang, malam)
Susunan acara
Jumlah undangan
Jenis layanan makanan
Cara menata
:
1)

Bersihkan ruang yg akan digunakan untuk pesta

2)

Atur tempat duduk secara berkelompok

3)

Tempatkan podium didepan undangan dan atur kursi undangan

4)

Bila ada permainan atau musik aturlah agar dapat dilihat dari segala arah

5)

Pasang spanduk dan dekorasi yg diperlukan

6)

Jarak podium dengan undangan 2 meter

7)

Tata meja hidangan

8)

Periksa kembali hasil penataan

9)

Pastikan semua perabot dan perlengkapan aman dari kecelakaan kerja

Peranan Staff Banquet


January 4, 2013 Rina Kurniawati hotel, laporan karya, peranan, staff banquet

A.

Banquet

Banquet adalah bagian dari hotel yang melayani pelaksanaan function


misalnya acara pesta, seminar, dan lain-lain dihotel tersebut, yang
dipersiapkan atas dasar kesepakatan dengan pelanggan, perorangan
atau organisasi. Sedangkan menurut Marsum WA, pengertian
Banquet sebagai berikut:
Banquet adalah suatu usaha pelayanan pertemuan formal atau
pelayanan yang meliputi acara atau kegiatan didalam sebuah
perusahaan pelayanan makan yang terpisah dari pelayanan yang
terdapat dalam berbagai restoran pada umumnya yang meliputi acara

jamuan makan malam, konfrensi, pesta pernikahan, cocktail party,


dll. (Banquet Table Manner and Napkin Folding)

Peranan staff banquet sangatlah penting dalam kelancaran kerja di


banquet section karena staff banquet melayani tamu yang
mengadakan function. Sebagai staff hotel yang berkualitas hendaknya
seorang karyawan mengetahui dan memahami tentang tugas dan
tanggung jawab dari posisinya sebagai seorang staff di hotel tersebut,
adapun tugas dan tanggung jawab yang dimaksud adalah sebagai
berikut:
1)

B.O.M ( Banquet Operation Manager)

a) Bertanggung jawab atas kelancaran banquet section dalam


melayani function
b) Bertanggung jawab dalam mengawasi dan mengarahkan seluruh
pramusaji
c) Mengikuti dan menghadiri Food & Beverage meeting yang
diselenggarakan oleh Food & Beverage manager
2)

A.B.O.M ( Asistant Banquet Operation Manager)

a)

Membantu B.O.M dalam pelaksanaan pekerjaanya

b) Menghadiri acara yang diselenggarakan oleh Food & Beverage


manager jika B.O.M berhalangan hadir
c)

Mengawasi kelancaran kerja karyawan dalam operasional

3)

Administrasi manager

a)

Menghitung hasil pendapatan akhir setiap bulan

b)

Memeriksa stok barang di gudang

c)

Mengawasi biaya yang keluar masuk

4)

M.I.C.E specialist

a)

Mengikuti breafing bersama klien tentang konsep acara

b)

Membuat standart set up

5)

Head waiter

a)

Membuat schedule kerja semua staff banquet

b)

Menangani keluhan tamu pada saat acara berlangsung

c)

Bertanggung jawab atas jalanya operasional

d)

Bertanggung jawab atas pelayanan hidangan

e)

Mengarahkan staff terhadap menu yang disajikan kepada tamu

f)

Memimpin briefing sebelum acara dimulai

g)

Membuat laporan harian

h) Menampung semua keluhan tamu untuk disampaikan kepada


banquet manager bila berhalangan hadir
i)

Mengontrol persiapan sebelum acara berlangsung

6)

Banquet Waiter

a)

Mengikuti brefing harian yang di selenggarakan oleh head waiter

b)

Melakukan table set-up

c)

Melakukan persiapan untuk setiap acara

d)

Melaporkan kepada head waiter setiap ada kejadian

e) Mengantarkan linen yang kotor ke laundry dan mengambil linen


yang bersih ke housekeeping
f)
1.

Menghadiri setiap program training yang diselenggarakan


Peralatan yang ada di ruangan function

1)

Meja

2)

Kursi

3)

Table cloth

4)

Alat tulis kantor

5)

Glass cover

6)

Goblet

7)

Air Mineral

8)

Candy

9)

Papan tulis

10) Spidol
11) Penghapus papan tulis
12) Layar projector
13) LCD
14) Flipchart
15) Michrophone

16) Stationary box


17) Leader pad
18) High ball glass

Peralatan pada meja coffee break


1)

Coffee cup

2)

Saucer

3)

B&B plate

4)

Chaffing dish

5)

Dessert plate

6)

Stand food

7)

Milk jug

8)

Coffee machines

9)

Fork & spoon

10) Tea spoon


11) Serving spoon
12) Serving fork
13) Pastry Tong
14) Trolley
15) Napkin

16) Oval & Round Tray


17) Water pitcher
18) Tea box
19) Tissue
20) Jack tray
21) Tooth picks

B. Hubungan kerja Banquet section dengan departemen


lain
1)

Kitchen departemen

Hubungan Banquet Section dengan kitchen adalah mengenai menu


makanan dan minuman yang akan disajikan pada saat function
2)

Housekeeping departemen

Departemen ini bertanggung jawab tehadap kebersihan, keindahan


dan kerapihan ruangan yang ada di Banquet area tanpa melupakan
tugas tugas pokok, serta melakukan cleaner terhadap karpet yang
digunakan.
3)

Engineering departemen

Departemen ini bertugas dalam hal pengadaan penerangan atau tata


cahaya,air conditioner, tutup pasang partisi dan lain- lain menyangkut
keperluan teknis lainnya.
4)

Front Office Departemen

Hubungan Banquet section dengan Front Office adalah membantu


memberikan informasi dan menyediakan kamar kamar untuk
panitia maupun peserta yang mengadakan acara di banquet,
khususnya acara acara besar seperti pernikahan, seminar, gala
dinner, dan lain-lain.
5)

Florist

Berhubungan dengan pengadaan bunga yang di letakkan di area


function room
6)

Sales and marketing departemen

Membantu dalam hal penjualan produk-produk Banquet dan juga


membantu mempromosikan produk-produk tersebut guna
meningkatkan pendapatan hotel.
7)

AV (Audio Visual)

Berhubungan dengan audio, pengadaan LCD, michrophone,dll


8)

Security departemen

Membantu mengenai keamanan barang barang penyelenggara


acara.
Agar suatu kegiatan di hotel khususnya meeting rooms dapat berjalan
dengan lancar maka diperlukan peralatan serta perlengkapan yang
dibutuhkan dengan baik dan memadahi, selain peralatan dan

perlengkapan yang dibutuhkan pelayanan yang baik dan maksimal


dari seorang waiter pun diperlukan bagi tamu yang mengadakan
kegiatan di hotel
C.Peranan Staff Banquet
Dalam kegiatan function seperti ini peranan waiter sangatlah penting
dalam kelancaran tugas di banquet section karena waiter melayani
tamu yang mengadakan function di hotel pada saat sebelum meeting
dimulai, saat coffee break, selama meeting, saat makan siang, dan
setelah meeting selesai.
Sebelum acara-acara berlangsung ada hal
yang harus diperhatikan seorang staff banquet guna memperlancar
jalanya operasional kerja adalah Pengecekan acara di Banquet Event
Order (BEO) dan Daily Event Summary.
1) Banquet Event Order (BEO) adalah lembaran yang berisi tentang
informasi menyangkut acara yang akan dilaksanakan dan di gunakan
setiap hari sebagai bahan acuan untuk menyiapkan acara dan
didistribusikan pula kepada departemen-departemen yang terkait di
dalam BEO tersebut
2) Daily Event Summary adalah daftar event yang dibuat sebagai
gambaran event dalam satu minggu yang berisi tentang jumlah tamu,
waktu penyelenggaraan acara nama ruangan dan yang lain-lainya
yang bertujuan untuk mempersiapkan segala perlengkapan yang
dibutuhkan serta sumberdaya manusianya
Hal lain yang harus diperhatikan serta dilaksanakan oleh seorang
banquet staff adalah sebagai berikut:
1.

Sebelum meeting di mulai


1)

Baca dan pelajari kembali BEO hari ini

2) Buka pintu ruangan yang akan di gunakan untuk function dan


periksa table set upnya
3)

Nyalakan lampu dan AC

4) Periksa kebersihan area ruangan yang akan digunakan untuk


function, pastikan petugas kebersihan untuk membersihkan ruangan
5) Periksa peralatan yang biasa digunakan untuk function, panggil
petugas AV untuk mempersiapkanya, misalnya LCD, screen,
michrophone, dan lain sebagainya
6)

Periksa kelengkapan meja coffe break

7) Informasikan kepada kitchen departement untuk segera


mengantarkan makanan 15 menit sebelum tamu datang
8) Periksa kembali makanan yang sudah diantarkan apakah sudah
sesuai dengan yang ada di BEO
9)

Pastikan mesin kopi tidak rusak dan siap digunakan

10) Tata teh dalam tea box


11) Ambil milk jug untuk menaruh susu

Saat coffee break


1) Seorang staff/waiter harus melayani peserta meeting dan
mempersilahkan untuk menikmati snack yang disajiakan
2) Selama coffee break berlangsung waiter tidak diperkenankan
untuk meninggalkan area coffee break, waiter harus membersihkan
piring maupun kopi cup yang kotor

3) Setelah coffee break selesai, bersihkan semua yang ada diatas


meja coffee break
4) Informasikan pada tamu jam makan siang yang telah ditentukan
sebelumnya
1.

Selama meeting
1) Beberapa orang standby di area meeting yang berlangsung, salah
satunya ada yang berada di dalam ruangan meeting tidak
diperkenankan ada lebih dari satu orang staff didalam meeting room
guna menghindari kebisingan akibat komunikasi antar staff didalam
ruangan meeting
2) Beberapa orang lainya membawa piring piring maupun kopi
cup yang kotor dan peralatan lainya ke steward area untuk di
bersihkan
3) Wipping dan susun kembali peralatan yang sudah di cuci pada
meja coffee break
4)

Periksa kembali perlengkapan pada meja coffee break

5) Seorang lainya mendatangi kitchen guna memperingatkan untuk


mempersiapkan makanan untuk kopi break selanjutnya

Saat makan siang


1) Me refresh ruangan yaitu dengan menukar botol air mineral
dengan yang baru dan membuang sampah yang ada didalam ruangan
2)

Merapihkan kembali ruangan sebelum acara kembali dimulai

3)

Kunci pintu setelah selesai me refresh

4) Mereport kepada petugas keamanan guna menjaga ruangan agar


tetap aman
Setelah meeting
1) Minta pada tamu untuk menandatangani bill yang sudah
dipersiapkan
2) Informasikan kepada bell boy untuk membantu tamu
membawakan barang barangnya.
3) Biasanya ada juga peserta yang ingin membawa pulang makanan
yang tersisa, hendaknya seorang staff melayani untuk mempersiapkan
makanan-makan yang akan dibawa pulang karena tugas seorang staff
adalah melayani tamu dengan sebaik mungkin dari mereka memesan
tempat sampai dengan meninggalkan area hotel karena hal itu pun
merupaka penilaian dari tamu kepada kualiatas hotel.
4)

Oper alih pekerjaan kepada afternoon shift

Setelah function selesai di bersihkan dan di rapihkan, kemudian set up


table kembali untuk function esok hari atau function yang akan
datang. Biasanya kegiatan ini di kerjakan oleh afternoon shift sehingga
memudahkan dan meringankan tugas morning shift.
Morning shift hanya memeriksa kembali semua perlengkapan apakah
sudah dipersiapkan. Jika ada barang ataupun hal-hal lain yang belum
dipersiapkan oleh afternoon shift harus memberitahu lewat pesan
atau memo.
C.

Prosedur penataan meja coffee break

1.

Letakkan susunan dessert plate pada ujung meja, banyaknya


dessert plate yang disusun sesuai dengan jumlah tamu yang
menghadiri acara function tersebut

2.

Letakkan food stand untuk menaruh makanan atau snack sesuai


dengan bentuk set up bagus tablenya

3.

Letakkan susunan fork dan spoon pada pocket yang terbuat dari
napkin, letakkan dekat dengan dessert plate

4.

Letakkan beberapa B&B plate di bawah chaffing dish, B&B plate


digunakan untuk meletakkan serving fork, serving spoon dan tong
untuk mengambil makanan dalam chaffing dish

5.

Letakkan susunan coffee cup beserta saucer atau tatakan

6.

Letakkan B&B plate didekat chaffing dish

7.

Letakkan kopi mesin didekat susunan coffee cup bersihkan serta


cek dahulu coffee dan air didalam kopi mesin dan periksa kembali
keadaan mesin kopi

8.

Letakkan susunan tea spoon pada tea spoon basket

9.

Letakkan susunan sugar basket didekat kopi mesin

10.

Letakkan milk jug di depan sugar basket

11.

Letakkan tissue diantara sudut- sudut bagus table

D.

Setting table pada ruang seminar

1)

Didalam ruangan seminar

1.

Atur atau tata meja yang sudah ditentukan pada lay out

2.

Tutup meja dengan green feld atau table cloth

3.

Sejajarkan kursi dengan meja dan tutup kursi dengen cover


chairs

4.

Letakkan beberapa lembar kertas diatas meja sejajar lurus


dengan posisi tamu duduk

5.

Letakkan pensil atau pulpen menyerong pada kertas

6.

Letakkan glass cover diujung sudut kertas sebelah kanan

7.

Letakkan goblet/ high ball glass diatas glass cover tersebut

8.

Letakkan botol mineral water disebelah goblet

9.

Letakkan main bowl yang berisi permen diatas meja

10.
Letakkan head table di depan screen dengan jarak yang telah
ditentukan
11.

Letakkan LCD diatas head table

12.

Turunkan screen sesuai dengan standart

13.

Flip chart dan papan tulis diletakkan disudut sebelah kanan

14.
Informasikan kepada petugas kebersihan untuk membersihkan
ruangan yang sedang di setting
15.
Setelah dibersihkan oleh petugas kebersihan kunci ruangan
tersebut sehingga tidak ada yang masuk kedalam ruangan

2) Di luar ruangan seminar, berupa reception table yang di gunakan


untuk menyambut rekanan rekanan peserta seminar. Perlengkapan
yang biasa digunakan adalah:
1.

Stationary box

2.

Tissue box

3.

Guest book

4.

High ball glass

5.

Main bowl berisi permen


E.

Jenis-jenis table set-up

1. Class room.
Adalah penataan sebuah ruangan menyerupai kelas belajar
2. Theatre style
Adalah penataan ruangan menyerupai theatre, dalam penataan ini
tidak menggunakan meja hanya kursi saja yang digunakan
3. U shapes
Adalah penataan ruangan menyerupai bentuk persegi
4. Hollow square
Adalah penataan ruangan menyerupai bentuk persegi
5. Cabaret style
Adalah penataan ruangan menggunakan meja bundar setiap satu meja
terdiri dari 5 sampai 6 orang

6. Boardroom style
Adalah penataan meja berbentuk elips
F.

Pembagian station kerja

Pembagian sation kerja biasanya di lakukan pada saat breafing .


Pembagian station kerja ini dilaksanakan oleh Head Waiter, tujuanya
adalah untuk memberikan kemudahan dan kelancaran dalam
pengawasan serta pelayanan terhadap tamu serta kecepatan dalam
pelayanan.
Yang harus diperhatikan dalam pembagian station kerja ini adalah:
1.

Pembagian station kerja disesuaikan dengan acara yang


teselenggara, meliputi jumlah ruangan yang terpakai dalam satu
lantai, jumlah peserta acara, dan hal-hal lainnya.

2.

Setiap lantai biasanya di pimpin oleh satu head waiter

3.

Biasanyanya dalam satu lantai ada beberapa staff banquet

4.

Staff banquet yang mengerjakan set-up di lantai tersebut dengan


dibantu oleh tenaga daily worker
Daftar Pustaka
Arief, Abdul Rahman, Pengantar Ilmu Perhotelan Dan
Restoran, Penerbit Graha Ilmu,Jakarta,2005
W.A,Marsum, SE, Banquet Table Manner dan Napkin
Folding, Penerbit Andi, Yogyakarta,2000
W.A, Marsum, Restoran Dan Segala Permasalahannya, Penerbit Andi,
Yogyakarta,2005