Anda di halaman 1dari 6

DRAF KEWIRAUSAHAAN LKMWTD

JUDUL
BUDIDAYA LELE DI KOLAM TERPAL

Disusun Oleh:
Edo Kesuma Putra

(2415100013)

Dina Firdiana

(2415100014)

Nanda Erzhiavica T

(2415100015)

Tito Agung T.M.P

(2415031010)

INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER


SURABAYA
2015

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar belakang
Pada saat ini kebutuhan pangan dimasyarakat meningkat karena jumlah
penduduk di Indonesia juga meningkat. Dari sebuah artikel bersumber website
kkp.go.id menyebut bahwa pada tahun 2012 jumlah kebutuhan ikan lele per hari
di ibukota yang mencapai 80 ton, baru terpenuhi sekitar 62,5% saja atau sekitar
50 ton. Lele banyak dibutuhkan karena memiliki kandungan gizi yang baik
untuk tubuh, serta dapat menjadi bahan konsumsi yang baik. Selain ayam
sebagai sumber protein, lele dapat dijadikan sebagai sumber protein lainnya.
Harga dari ikan lele pun masih dapat dijangkau oleh masyarakat.
Peluang penjualan lele tidak hanya di ibukota, daerah daerah lain juga
memiliki permintaan yang cukup tinggi. Ikan lele biasa digunakan sebagai menu
oleh gerai makanan atau penjual pecel lele, dan juga dijual di outlet ikan segar
termasuk dipusat belanjaan.
Jika tingkat permintaan di ibukota saja hanya bisa mencukupi
separuhnya saja artinya masih ada separuh lagi yang masih diusahakan dan
inilah yang bisa dicoba untuk melakukan bisnis ternak lele. Bisnis ternak lele
dan bisnis ikan lele cukup menggiurkan dan pasarnya juga cukup luas.

B. Tujuan
Adapun tujuan dari bisnis ternak lele dan penjualan ikan lele adalah:
1. Memenuhi permintaan ikan lele di pasar
2. Memulai untuk berbisnis
3. Meningkatkan penghasilan per bulan

BAB II
GAMBARAN UMUM RENCANA USAHA

A. Ide Bisnis
Bisnis yang kami lakukan adalah Budidaya Lele di Kolam Terpal.
Bisnis ini dilakukan untuk meningkatkan sumber pendapatan keuangan dan
memenuhi kebutuhan lele di pasar yang semakin meningkat. Kami melakukan
ternak bibit lele didalam media kolam terpal untuk dibudidayakan hingga lele
siap dipanen dan hasil panen dijual di pasaran.

B. Produk yang Ditawarkan


Kami secara khusus hanya menawarkan produk berupa Ikan Lele yang
telah cukup umur dan siap sebagai bahan konsumsi masyarakat. Ikan Lele akan
dipasarkan dan dijual per kilogramnya.
C. Kebutuhan Kebutuhan sebagai Penunjang
-

Lahan minimal luas 12 m X 8 m

Terpal ukuran 5 m X 6 m (2 buah)

Bibit lele ukuran 7-9 cm (10.000 ekor)

Pakan Pelet (8 karung)

Obat penyakit lele (500 gr)

Bambu sebagai pagar

Air

D. Mitra yang Diharapkan


Mitra yang diharapkan adalah produk kami Ikan lele dapat bekerja
sama dengan perusahaan makanan siap saji dan dapat dijadikan sebagai bahan
utama untuk food fresh yang dijual di supermarket sebagai makanan segar.

E. Rincian Biaya Bahan dan Penghasilan

No

Bahan

Kuantitas

Harga/satuan

Harga Total

1.

Terpal plastik

4 buah

Rp 150.000

Rp 600.000

5m X 6m
2.

Bibit 7-9 m

10.000 ekor

Rp 150

Rp 1.500.000

3.

Pakan

8 karung

Rp 25000

Rp 200.000

4.

Obat Penyakit 500 gr

Rp 70.000

5.

Bambu

6.

Lain -lain

Secukupnya

Rp. 200.000
Rp 100.000

TOTAL

Rp 2.670.000
Tabel 1.1 Rincian bahan

Omset dari sekali hasil panen yang diharapkan dari bibit lele 10.000 ekor
yaitu sekali panen diperkirakan mengasilkan minimal 600 kg dan maksimal 900
kg, sehingga diambil sebagai rata rata adalah 750 kg. Harga penjualan saat ini
dipasar mencapai Rp 11.000
Perhitungan Penghasilan:
Minimal 600 kg

600 kg X Rp 11.000 = 6.600.000

Maksimal 900 kg

900 kg X Rp 11.000 = 9.900.000

Rata rata 750 kg

750 kg X Rp 11.000 = 8.250.000


Tabel 1.2 Penghasilan sekali panen

Laba dalam sekali panen kami ambil pada hasil panen rata rata yaitu
750 kg dengan hasil Rp 8.250.000 dengan modal utama Rp 2.670.000 maka
modalnya adalah : Rp 8.250.000 Rp 2.670.000 = Rp 5.580.000/satu kali panen.

F. Modal Awal
Modal utama dalam melaksanakan suatu usaha tentunya adalah hal yang
paling penting, dengan modal maka usaha bisnis yang akan kita lakukan akan
berjalan lancar serta dengan modal ketekunan untuk merintis bisnis mulai dari
nol. Modal awal untuk berbisnis yaitu dapat di ambil dari uang tabungan atau
iuran tiap anggota sebagai investasi.

G. Sasaran Pelanggan
-

Penjual ikan segar di pasar

Restoran Seafood

Warung kaki lima Penyetan

Di Pasar

Perusahaan penyaji ikan segar untuk supermarket

H. Cara Pemasaran
Cara cara yang dapat kami lakukan untuk memperkenalkan produk
berupa ikan lele kepada masyarakat yaitu:
-

Pemasaran secara langsung kepada pedagang pedagang di pasar atau


masyarakat sebagai konsumen

Pemasangan iklan melalui sosial media dengan memanfaatkan teknologi

Pemasangan banner dan selebaran selebaran iklan

BAB III
METODE PELAKSANAAN

A. Metode Pelaksanaan Ternak Lele dengan Media Terpal dan Penjualan Ikan Lele
Langkah langkah yang dilakukan saat budidaya lele :
1. Siapkan lahan minimal luasnya 12 m x 8 m
2. Buat lahan tersebut menjadi 4 bagian
3. Buat rancangan pagar persegi untuk penempatan terpal sebagai media kolam
4. Siapkan terpal dengan ukuran 5 m x 6 m
5. Jika terpal sudah terpasang maka isi dengan air dengan ketinggian 30 cm,
diamkan semalam kemudian ganti air tersebut dengan air baru dengan
ketinggian yang sama30 cm.
6. Masukkan 10.000 bibit lele menjadi 4 bagian kolam
7. Beri makan secara rutin dan dapat ditambahkan asupan makanan berupa
batang ayam, usus ayam, dll.
8. Jika ada tanda tanda lele tidak sehat dapat menaburkan obat untuk penyakit
lele.

B. Perawatan Ternak Lele


Bagi pemula harus hati hati dalam pemberian makanan, karena salah
dalam pemberian pakan maka akan mengakibatkan pertumbuhan yang lamban,
kira kira 1 kg lele membutuhkan 1 kg pakan. Pastikan kontrol air kolam, jika
sudah bau dan kotor maka perlu dilakukan penggantian air, atau dapat dilihat
dari reaksi lele jika mengambang maka air minta diganti. Cara penggantian air
yaitu aii dikeluarkan setengahnya dan diisi dengan air baru sebanyak air yang
keluar, cara lain ganti semua air dengan menguras seluruh air dan ganti dengan
yang baru. Jika cara cara perawatan sudah dilaksanakan dengan baik dan lele
tumbuh dengan baik maka dalam jangka waktu 2 2,5 bulan lele akan siap di
panen dan dijual sebagai bahan konsumsi yang layak.