Anda di halaman 1dari 29

Alergi

Susu Sapi

Erlin Irawati, S.Ked


Pembimbing:
dr. Theresia, Sp.A
SMF Ilmu Kesehatan Anak
Fakultas Kedokteran
Universitas Tanjungpura
2016

Pendahuluan

ASI 0-6 bulan makanan terbaik bayi


Data ASI eksklusif & susu botol
2002-2012 di Indonesia

Prevalensi alergi susu sapi


sekitar 2-7,5% dan reaksi
alergi terhadap susu sapi
masih mungkin terjadi pada
0,5%
pada
bayi
yang
mendapat ASI eksklusif.

Pudjiadi AH, Hegar B, Handryastuti S, Idris NS, Gandraputra EP, Harmoniati ED. Pedoman Pelayanan Medis. Jakarta: Ikatan Dokter
2
Anak Indonesia; 2010.
Kemenkes RI, 2014, InfoDATIN Situasi dan Analisis ASI Eksklusif, Jakarta: Pusat Data dan Informasi Kemenkes RI.

Definisi
Alergi susu sapi (ASS) adalah suatu penyakit
berdasarkan reaksi imunologis yang timbul
sebagai akibat pemberian susu sapi atau
makanan yang mengandung susu sapi dan
reaksi ini dapat terjadi segera atau lambat.

3
Akib AAP, Munasir Z, dan Kurniati N, 2008, Buku Ajar Alergi-Imunologi Anak, Edisi Kedua, Jakarta: Balai Penerbit IDAI.

Epidemiologi
Di
Amerika,
prevalensi
alergi
makanan sekitar 6% (anak usia 1-3
tahun), 2%-3% bayi dan balita
dengan alergi susu sapi, 1,5% alergi
telur, dan 0,6% alergi kacang.
Di negara berkembang, insiden alergi
makanan
juga
meningkat
dengan
Makanan penyebab alergi
anak <3
tahun di Jakarta tahun 2011-2013
susu
sapi
merupakan
alergen
makanan tersering untuk bayi.

4
Tanukusumah M, Kurniati N, Amelia N, 2015, Prevalensi Alergi Makanan pada Anak Usia <3 Tahun di Jakarta Berbasis

Penyebab alergi makanan


tersering
berdasarkan
usia
Usia
Alergi makanan
< 5 tahun

Secara umum susu sapi, telur, kacang, dan


makanan laut

> 5 tahun

Kacang, tree nuts, makanan laut, telur, susu.

Prescott, S L et al., 2013, A Global Survey of Changing Patterns of Food Allergy Burden in Children,5WAO Journal , 6:21.
Ahanchian, H et al, 2016, Epidemilogical Survey of Pediatric Food Allergy in Mashad in Northeast Iran, Ephysician, 8 (1) :
1727-1732.

Klasifikasi

IgE

6
IDAI, 2010, Diagnosis dan Tatalaksana Alergi Susu Sapi, Jakarta: Balai Penerbit IDAI.

Urtikaria

Angioedema

Dermatitis atopik

Alergen susu sapi


Susu sapi mengandung sedikitnya 20
komponen protein yang dapat merangsang
produksi antibodi manusia.
Protein susu sapi terdiri dari 2 fraksi, yaitu
casein dan whey.
Fraksi casein yang membuat susu berbentuk
kental (milky) dan merupakan 76% - 86% dari
protein susu sapi. 6

8
Akib AAP, Munasir Z, dan Kurniati N, 2008, Buku Ajar Alergi-Imunologi Anak, Edisi Kedua, Jakarta: Balai Penerbit IDAI.

Barier Saluran Cerna


terhadap
Alergen
Makanan
Imunologik
Non-imunologik
Menghalangi
Menghalangi
antigen
antigen
makanan
masuk
ke
masuk ke mukosa usus
mukosa usus dengan
S-IgA spesifik dalam
cara:
lumen usus
Peristaltik usus
Membersihkan antigen
Lapisan mukus di usus
yang telah menembus
mukosa usus
Komposisi
membran
IgA dan IgG spesifik
mikrovili usus
dalam serum
Memecah antigen yang
Sistem retikuloendotelial
masuk dengan cara:
Asam lambung dan
pepsin
9

Enzim
pankreas
Akib AAP, Munasir Z, dan Kurniati N, 2008, Buku Ajar Alergi-Imunologi Anak, Edisi Kedua, Jakarta: Balai Penerbit IDAI.

10

Manifestasi Klinis
Gejala ASS biasanya dimulai pada
usia 6 bulan pertama kehidupan.
Pada bayi terdapat 3 sistem organ
tubuh yang paling sering terkena:
Gastrointestinal (50-60%) : muntah,
kolik, konstipasi, diare, BAB berdarah
Kulit (50-60%) : urtikaria, kemerahan
kulit, pruritus, dermatitis atopik
Respirasi (20-30%) : hidung
11
tersumbat, rinitis, batuk berulang,

Akib AAP, Munasir Z, dan Kurniati N, 2008, Buku Ajar Alergi-Imunologi Anak, Edisi Kedua, Jakarta: Balai Penerbit IDAI.

Diagnosis
Alergi susu sapi tipe IgEmediated
Gejala klinis
Uji IgE spesifik (SPT [skin prick test ] atau
RAST [radio allergo sorbent test])
Uji eliminasi dan provokasi

Alergi susu sapi yang non IgE


mediated
Riwayat alergi protein susu sapi
Gejala klinis
Uji Provokasi dan diet eliminasi
Endoskopi dan biopsi
IDAI, 2010, Diagnosis dan Tatalaksana Alergi Susu Sapi, Jakarta: Balai Penerbit IDAI.

12

Diagnosis Banding

Kelainan metabolisme bawaan


Kelainan anatomi
Coeliac disease
Insufisiensi pankreas (cystic fibrosis)
Intoleransi laktosa
Malabsorpsi fruktosa
Reaksi alergi pada makanan lain
Pada anak dengan penyakit refluks
Keganasan
gastroesofageal, sekitar 15 - 20% juga
Infeksiterhadap susu sapi.
alergi

IDAI, 2010, Diagnosis dan Tatalaksana Alergi Susu Sapi, Jakarta: Balai Penerbit IDAI.

13

TATA LAKSANA ALERGI SUSU


SAPI PADA BAYI DENGAN ASI
EKSKLUSIF

14

Curiga alergi susu sapi

Pemeriksaan klinis:
-Temuan klinis
-Riwayat keluarga (faktor risiko)
ASS ringan/ sedang

ASS berat

Satu/lebih gejala di bawah ini:


-Regurgitasi berulang, muntah, diare,
konstipasi (dengan atau tanpa ruam perianal),
darah pada tinja
-Anemia defisiensi besi
-Dermatitis atopik (DA), angioedema,
urtikaria
-Pilek, batuk kronik, mengi
-Kolik persisten (>3 jam perhari/minggu
selama lebih dari 3 minggu)

Satu/lebih gejala di bawah ini:


Gagal tumbuh karena diare dan atau
regurgitasi, muntah dan atau anak tidak mau
makan
Anemia defisiensi besi karena kehilangan
darah di tinja, protein-losing enteropathy
(hipoalbuminemia), enteropati atau kolitis
ulseratif kronik yang sudah terbukti melalui
endoskopi atau histologi
-DA berat dengan anemia-hipoalbuminemia
atau gagal tumbuh atau anemia defisiensi besi
-Laringoedema akut atau obstruksi bronkus
dengan kesulitan bernapas
-Syok anafilaksis

-Lanjutkan pemberian ASI


-Diet eliminasi pada ibu: tidak mengkonsumsi
susu sapi selama 2 minggu (atau selama 4
minggu bila disertai DA atau kolitis alergik)
-Konsumsi suplemen kalsium

Uji tusuk kulit


IgE spesifik

Rujuk dokter spesialis anak konsultan dan


eliminasi susu sapi pada diet ibu (jika perlu
tambahkan suplemen kalsium pada ibu)
15

Perbaikan

Tidak ada perbaikan

Perkenalkan kembali
protein susu sapi

-Lanjutkan pemberian ASI


-Ibu dapat diet normal atau
-Pertimbangkan diagnosis alergi makanan lain (telur, seafood, kacang, dll)
atau alergi susu sapi bersamaan dengan alergi makanan lain
-Pertimbangkan diagnosis lain

Gejala (+)

Gejala (-)

Eliminasi susu sapi


pada diet ibu (jika perlu
tambahan suplemen
kalsium dalam diet ibu)

Ibu dapat
mengkonsumsi protein
susu sapi

-ASI diteruskan (eliminasi susu sapi pada diet ibu)


-Bila memerlukan tambahan, dapat diberikan susu formula terhidrolisat ekstensif*
-Makanan padat bebas susu sapi (sampai 9-12 bulan dan paling tidak selama 6 bulan)
Ulangi uji provokasi

Gejala (+)

Gejala (-)

Toleran

IDAI, 2010, Diagnosis dan Tatalaksana Alergi Susu Sapi, Jakarta: Balai Penerbit IDAI

16

TATA LAKSANA ALERGI SUSU SAPI


PADA BAYI DENGAN SUSU FORMULA
17

Curiga alergi susu sapi


Pemeriksaan klinis:
-Temuan klinis
-Riwayat keluarga (faktor risiko)
ASS ringan/ sedang

ASS berat

Satu/lebih gejala di bawah ini:


- Regurgitasi berulang, muntah, diare,
konstipasi (dengan atau tanpa ruam
perianal), darah pada tinja
- Anemia defisiensi besi
- Dermatitis atopik (DA), angioedema,
urtikaria
- Pilek, batuk kronik, mengi
- Kolik persisten (>3 jam perhari/minggu
selama lebih dari 3 minggu)

Satu/lebih gejala di bawah ini:


- Gagal tumbuh karena diare dan atau
regurgitasi, muntah dan atau anak tidak mau
makan
- Anemia defisiensi besi karena kehilangan
darah di tinja, protein-losing enteropathy
(hipoalbuminemia), enteropati atau kolitis
ulseratif kronik yang sudah terbukti melalui
endoskopi atau histologi
- DA berat dengan anemia-hipoalbuminemia
atau gagal tumbuh atau anemia defisiensi besi
- Laringoedema akut atau obstruksi bronkus
dengan kesulitan bernapas
- Syok anafilaksis

Diet eliminasi dengan formula susu


terhidrolisat ekstensif minimal 2-4
minggu

Uji tusuk
kulit IgE
spesifik

Rujuk dokter spesialis anak konsultan


Diet eliminasi susu sapi
Formula asam amino minimal 2-4 minggu*
18

Perbaikan
Uji provokasi
terbuka
Berikan susu
formula susu sapi
di bawah
pengawasan

Tidak ada perbaikan


- Diet eliminasi susu sapi dengan
formula asam amino minimal 24 minggu
ATAU
- pertimbangkan diagnosis alergi
makanan lain (telur, seafood,
kacang, dll) atau alergi susu sapi
bersamaan dengan alergi
makanan lain

Gejala (-)
Diberikan protein susu sapi dan
dimonitor

Tidak ada perbaikan

Perbaikan

Evaluasi diagnosis

Uji provokasi

Gejala (+)
Eliminasi protein susu sapi
pada makanan selama 9-12
bulan dan minimal selama 6
bulan
Ulangi uji provokasi

Gejala (+)

Gejala (-)

IDAI, 2010, Diagnosis dan Tatalaksana Alergi Susu Sapi, Jakarta: Balai Penerbit IDAI

19

Toleran

Medikamentosa
Gejala yang ditimbulkan alergi susu
sapi diobati sesuai gejala yang
terjadi.
Jika didapatkan riwayat reaksi alergi
cepat, anafilaksis, asma, atau
dengan alergi makanan yang
berhubungan dengan reaksi alergi
yang berat, epinefrin harus
20
dipersiapkan.

IDAI, 2010, Diagnosis dan Tatalaksana Alergi Susu Sapi, Jakarta: Balai Penerbit IDAI

Preventif
Pencegahan primer
Sebelum terjadi sensitisasi.
Dilakukan sejak pranatal pada janin dari
keluarga yang mempunyai bakat atopik.
Penghindaran susu sapi berupa pemberian susu
sapi hipoalergenik.
Penghindaran makanan hiperalergenik lain dan
asap rokok

21

Akib AAP, Munasir Z, dan Kurniati N, 2008, Buku Ajar Alergi-Imunologi Anak, Edisi Kedua, Jakarta: Balai
Penerbit IDAI..

Pencegahan sekunder
Dilakukan setelah terjadi sensitisasi tetapi
belum timbul manifestasi penyakit alergi.
Keadaan sensitisasi diketahui dengan cara
pemeriksaan IgE spesifik dalam serum dan
dalam tali pusat, atau dengan uji kulit.
Penghindaran susu sapi dengan cara pemberian
susu sapi non-alergenik, atau pengganti susu
sapi misalnya susu kedelai supaya tidak terjadi
sensitisasi
lebih
lanjut
hingga
terjadi
manifestasi penyakit alergi
22

Akib AAP, Munasir Z, dan Kurniati N, 2008, Buku Ajar Alergi-Imunologi Anak, Edisi Kedua, Jakarta: Balai
Penerbit IDAI..

Pencegahan tersier
Sudah mengalami sensitisasi dan menunjukkan
manifestasi penyakit alergi yang masih dini,
misalnya dermatitis atopi atau rinitis tetapi belum
menunjukkan gejala alergi yang lebih berat.
Tindakan yang optimal adalah pada usia 6 bulan
4 tahun.
Penghindaran juga dengan pemberian susu sapi
yang dihidrolisis sempurna atau pengganti susu
sapi, serta tindakan lain pemberian obat
pencegahan.
23

Akib AAP, Munasir Z, dan Kurniati N, 2008, Buku Ajar Alergi-Imunologi Anak, Edisi Kedua, Jakarta: Balai
Penerbit IDAI..

Prognosis
Prognosis bayi dengan alergi susu
sapi umumnya baik
Angka remisi 45-55% pada tahun
pertama, 60-75% pada tahun kedua
dan 90% pada tahun ketiga.
Namun, terjadinya alergi terhadap
makanan lain juga meningkat hingga
50% terutama pada jenis: telur,
kedelai, kacang, sitrus, ikan dan
24
sereal serta alergi inhalan meningkat

Akib AAP, Munasir Z, dan Kurniati N, 2008, Buku Ajar Alergi-Imunologi Anak, Edisi Kedua, Jakarta: Balai
Penerbit IDAI..

25

Partial Hydrolyzed Formula

26

Soy Formula

27

Extensively Hydrolyzed Formula

28

Amino Acid Formula

29