Anda di halaman 1dari 7

GERAK JATUH BEBAS

Hand Out
Disusun oleh:
1. Jainal Muttaqin
2. Karisma

UNIVERSITAS MUHAMMMADIYAH PONOROGO


TEKNIK INFORMATIKA
2014

Mata Kuliah:

Fisika

Program/Semester:

Reguler Satu

Dosen:

Noraini Yunita Sari S.Pd, M.Pd

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa atas segala limpahan Rahmat,
Taufik dan Hinayahnya sehingga saya dapat menyelesaikan penyusunan makalah ini
dalam bentuk maupun isinya yang sangat sederhana. Semoga makalah ini dapat
dipergunakan sebagai salah satu acuan, petunjuk maupun pedoman bagi pembaca
dalam administrasi pendidikan dalam profesi keguruan.
Harapan saya semoga makalah ini membantu menambah pengetahuan dan
pengalaman bagi para pembaca, sehingga saya dapat memperbaiki bentuk maupun isi
makalah ini sehingga kedepannya dapat lebih baik.
Makalah ini saya akui masih banyak kekurangan karena pengalaman yang saya miliki
sangat kurang. Oleh kerena itu saya harapkan kepada para pembaca untuk
memberikan masukan-masukan yang bersifat membangun untuk kesempurnaan
makalah ini.
Ponorogo, 1 November 2014
Penyusun

BAB I
PENDAHULUAN
Latar Belakang
Menurut Galileo Galilei, benda yang jenisnya sama akan jatuh ke lantai
pada waktu yang sama tanpa dipengaruhi oleh berat benda. Pada tahun
1971, Apollo 15 menerbangkan astronot ke Bulan, astronot itu menjatuhkan
palu dan bulu. Hasilnya, palu dan bulu benar-benar jatuh di saat yang sama.
Tetapi, benda yang ada di Bumi tidak hanya menerima gaya gravitasi. Setiap
benda menerima hambatan udara dan gesekan udara, sehingga kecepatan
jatuhnya benda berbeda tergantung besar dan berat benda.
Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering melihat atau menemui benda
yang mengalami gerak jatuh bebas, misalnya gerak buah yang jatuh dari
pohon, gerak benda yang dijatuhkan dari ketinggian tertentu atau bahkan
gerak manusia yang jatuh dari atap rumah. Mengapa benda mengalami
gerak jatuh bebas? Gerak Jatuh Bebas alias GJB merupakan salah satu contoh
umum dari Gerak Lurus Berubah Beraturan. Apa hubungannya? Apa yang
anda amati ketika melihat benda melakukan gerak jatuh bebas? misalnya
ketika buah mangga yang sangat enak, lezat, manis dan bergizi jatuh dari
pohonnya. Jika kita amati secara sepintas, benda yang mengalami gerak
jatuh bebas seolah-olah memiliki kecepatan yang tetap atau dengan kata lain
benda tersebut tidak mengalami percepatan. Kenyataan yang terjadi, setiap
benda yang jatuh bebas mengalami percepatan tetap. Alasan ini
menyebabkan gerak jatuh bebas termasuk contoh umum GLBB.
Analogi yang mudah untuk memahami gerak jatuh bebas adalah saat
kita menancapkan dua paku di tanah yang lembut, di mana ketinggian kedua
paku tersebut sama terhadap permukaan tanah. Selanjutnya, jatuhkan
sebuah batu (sebaiknya batu yang permukaannya datar) dengan ketinggian
yang berbeda pada masing-masing paku. Anda akan melihat bahwa paku
yang dijatuhi batu dengan ketinggian lebih tinggi tertancap lebih dalam
dibandingkan paku yang lain. hal ini menunjukkan bahwa adanya
pertambahan laju atau percepatan pada gerak batu tersebut saat jatuh ke
tanah.

BAB II
PEMBAHASAN
A. Gerak Jatuh Bebas
Gerak jatuh bebas adalah gerak yang timbul akibat adanya gaya gravitasi
dan benda tidak berada dalam kesetimbangan. Artinya benda terlepas dan
tidak ditopang oleh apapun dari segala sisi. Gambar di samping menunjukkan
sebuah benda yang jatuh.
Terminologi jatuh bebas digunakan untuk benda yang jatuh tanpa
memilik kecepatan awal akibat suatu gaya ( ). Untuk menganalisis gerakan
ini, maka dapat dilihat bahwa gerakan hanya dipengaruhi oleh gaya gravitasi
bumi. Bukan massa benda. Benda yang jatuh, semakin dekat ke permukaan
bumi, kecepatannya akan semakin bertambah. Mengapa? Karena benda
mengalami percepatan sebesar percepatan gravitasi bumi.
Persamaan gerak yang digunakan untuk menganalisis gerakan ini adalah
persamaan gerak
untuk gerak lurus berubah beraturan. Dimana percepatan a, diganti menjadi
g.

Sehingga secara sederhana persamaan GLBB sebelumnya dapat diubah


menjadi sbb:
Tanda positif dapat digunakan untuk benda
jatuh bebas maupun untuk yang dilempar
vertikal ke bawah. Sedangkan tanda negatif
digunakan untuk benda yang dilempar
vertikal ke atas.
Notasi y adalah menunjukkan ketinggian
benda.

Analisis lebih lanjut dapat dilakukan untuk


mengetahui waktu yang dibutuhkan benda
untuk sampai ke permukaan, kecepatan benda
saat sampai ke tanah.
Waktu (t) yang diperlukan oleh benda untuk
mencapai ketinggian (h) tertentu dapat
dihitung dengan menggunakan rumus berikut
ini.

Perhatikan bahwa

Maka persamaan tersebut dapat dituliskan menjadi:

sehingga

Kecepatan saat menyentuh permukaan bidang

Dengan memasukkan nilai t ke dalam persamaan ini maka diperoleh nilai

Kuadratkan dua sisi,

, persamaan tersebut menjadi


Diperoleh

Catatan:
Dalam menggunakan rumus ini, maka harus diperhatikan bahwa referensi
ketinggian adalah dari titik tertinggi ke titik terendah, bukan sebaliknya. Hal ini
harus diperhatikan untuk menghindari kesalahan dalam perhitungan.

B. Gerak Dilempar Vertikal ke Atas


Jika benda dilempar vertikal ke atas, prinsipnya adalah kebalikan dari
benda jatuh bebas, sehingga persamaan-persamaan yang berlaku
dapat dianalisis berikut ini.
1. Waktu mencapai ketinggian maksimum
Saat benda dilempar vertikal ke atas dengan kecepatan
,
kecepatan pada puncak adalah nol (
dengan memasukkan
nilai tersebut ke persamaan
Sehingga t maksimum adalah

2. Ketinggian maksimum

Untuk mengetahui ketinggian maksimum benda yang dilempar vertikal ke


atas dapat diperoleh dengan mengolah persamaan
-

dimana nilai

, maka

sehingga persamaan menjadi

Daftar Pustaka:
Angga El Ikhwan. 2011. Gerak Jatuh Bebas (GJB).
(http://fisikabisa.wordpress.com/2011/02/04/gerak-jatuh-bebas-gjb/)
Marojahan Tampubolon. 2012. Gerak II.
(https://marojahantampubolon.files.wordpress.com/2012/06/pagefrom_bahan
-kuliah-fisika-untuk-universitas.pdf)