Anda di halaman 1dari 11

PERSAMAAN NON LINIER

Untuk mendapatkan penyelesaian matematika yang menjabarkan model


suatu persoalan nyata bidang rekayasa, sering solusi yang dicari berupa suatu nilai
variabel x sedemikian rupa sehingga terpenuhi persamaan f(x) = 0 yang
digunakan dalam model. Dalam beberapa kasus, melalui faktorisasi f(x) = 0 dapat
diperoleh penyelesaian seperti yang diinginkan; akan tetapi, lebih banyak jabaran
persamaan dalam model mempunyai bentuk yang rumit, sehingga teknik analisis
matematika murni tidak dapat memberikan solusi.
1. Metode Bagi Dua (METODE BISECTION)
Metode numerik untuk mendapatkan harga x untuk f(x) = 0 seperti uraian
di pasal 2.1 disebut METODE BISECTION. Tahap pertama proses adalah
menetapkan nilai sembarang a dan b sebagai batas segmen nilai fungsi yang
dicari. Batasan a dan b memberikan harga bagi fungsi f(x) untuk x = a dan x = b.
Langkah selanjutnya adalah memeriksa apakah f(a)f(b) < 0. Apabila terpenuhi
syarat tersebut, berarti terdapat akar fungsi dalam segmen tinjauan. Jika tidak
demikian, kembali harus ditetapkan nilai a dan b sedemikian rupa sehingga
terpenuhi ketentuan perkalian f(a)f(b) < 0. Dengan rumusan m = (a+b)/2,
diperiksa apakah nilai mutlak f(m) < 10-6 (batas simpangan kesalahan). Jika
benar, nilai x = m adalah solusi yang dicari. Jika tidak terpenuhi, ditetapkan
batasan baru dengan mengganti nilai b = m apabila f(a)*f(m) < 0, dan mengganti a
= m bila f(a)f(m) > 0; proses menemukan m baru dilakukan seperti prosedur
yang telah dijelaskan.

Persamaan Non-Linier

Page 1

Gambar
Penentuan nilai tengah m interval metode Bisection
Metode Bisection adalah salah satu kelas metode Pengelompokan, karena
prosedur untuk mendapatkan nilai x untuk f(x) = 0 dilakukan melalui pendekatan
kelompok akar. Metode ini tidak sepenuhnya memanfaatkan data f(x) bagi
penentuan nilai x. Misalnya, tidak digunakannya ukuran relatif f(a) dan f(b),
karena umumnya jika f(a) < f(b) dalam nilaimutlaknya, maka akar persamaan
akan terletak lebih dekat ke f(a), seperti dijelaskan di gambar.
Algoritma program untuk metode Bisection
a). Tentukan a, b, toleransi, dan jumlah iterasi maksimum.
b). Periksa apakah f(a) x f(b) > 0; jika ya, keluar dari progam karena pada selang
yang
diberikan tidak terdapat akar persamaan.
c). Hitung nilai m = (a + b)/2
d). Jika nilai mutlak (b-a) < toleransi, tuliskan m sebagai hasil perhitungan, dan
akhiri
program; jika tidak, lanjutkan ke langkah berikutnya.
e). Jika jumlah iterasi > iterasi maksimum, akhiri program.
f). Jika f(a) x f(m) < 0, maka b = m; jika tidak, a = m.
g). Kembali ke langkah (c)
Persamaan Non-Linier

Page 2

Bagan Alir Metode Bagi Dua

2. Metode Regula Falsi


Salah satu cara efektif mendapatkan nilai m ini adalah menghubungkan
f(a) dan f(b) dengan garis lurus dan perpotongan garis ini dengan absis x
merupakan nilai m. Penetapan m ini dikenal dengan cara REGULA FALSI dan
algoritmanya sama seperti metode Bisection, kecuali mengganti penentuan m
dengan rumusan :

Persamaan Non-Linier

Page 3

Gambar Penentuan nilai m dari perpotongan garis lurus melalui dua titik.
Proses dengan cara ini memberikan perhitungan yang lebih cepat dibandingkan
dengan metode Bisection, walaupun pada kasus yang khusus dapat juga terjadi
proses cantelan, baik pada a ataupun b, yang memperlambat perhitungan.
Algoritma program untuk metode Regula Falsi
a). Tentukan a, b, toleransi, dan jumlah iterasi maksimum.
b). Periksa apakah f(a) x f(b) > 0; jika ya, keluar dari progam karena pada selang
yang
diberikan tidak terdapat akar persamaan.
c). Hitung nilai m = a - f(b) x (b - a) / [f(b) - f(a)].
d). Jika nilai mutlak (m-a) < toleransi, tuliskan m sebagai hasil perhitungan, dan
akhiri
program; jika tidak, lanjutkan ke langkah berikutnya
e). Jika jumlah iterasi > iterasi maksimum, akhiri program.
f). Jika f(a) x f(m) < 0, maka b = m; jika tidak, a = m
g). Kembali ke langkah (c).

Persamaan Non-Linier

Page 4

Bagan Alir Metode Regula Falsi

3. Metode Iterasi
Bentuk lain metode penentuan akar persamaan adalah dengan memulai suatu
perkiraan harga akar persamaan, yang kemudian dengan serangkaian nilai
perkiraan ini, mulai x0 (perkiraan awal), x1, x2 ,..., xk , akhirnya konvergen pada
, yaitu xk cukup dekat pada menurut tingkat kecermatan yang diinginkan.
Metode perkiraan awal untuk satu variabel disebut METODE ITERASI
TUNGGAL. Dalam hal ini fungsi f(x) ditulis sebagai :
f(x) = x - g(x) = 0, sehingga = g(), (2.4)

Persamaan Non-Linier

Page 5

kemudian xk+1 = g(xk ), k = 0,1,2,... (2.5)


Persamaan (2.4) dan (2.5) merupakan rumusan iterasi.
Contoh
Untuk mendapatkan akar persamaan x3 - 3x - 20 = 0, langkah pertama yang
dilakukan adalah mengubah persamaan dalam bentuk f(x) = x - g(x). Perubahan
ini dapat dilakukan melalui empat cara :
(i). x - (3x + 20)1/3 = 0
(ii). x - (x3 - 20)/3 = 0
(iii). x - 20/(x2 - 3) = 0
(iv).x - (3 + 20/x)1/2 = 0
Dengan menggunakan bentuk pertama dapat dinyatakan rumusan :
x k+1 = (3xk + 20)1/3 , k = 0,1,2,....
dan dengan perkiraan awal x0 = 5, diperoleh
x0 = 5
x1 = (3 * 5 + 20)1/3 = 3.2771
x2 = (3 * 3.2771 + 20)1/3 = 3.1008
x3 = 3.0830
x4 = 3.0811 ; x5 = 3.0809
x6 = 3.0809 ; x7 = 3.0809
Karena nilai x sudah konstan pada harga 3.0809, dilakukan pemeriksaan harga
f(x). Diperoleh f(3.0809) = 0.0010. Jika simpangan kesalahan ini dapat diabaikan,
maka harga x = 3.0809 merupakan solusi. Metode iterasi yang diuraikan ini
disebut CARA PENDEKATAN BERURUT.

Persamaan Non-Linier

Page 6

Secara geometri yang dilakukan adalah menemukan perpotongan dua kurva y = x


dan y = g(x), seperti pada Gambar di bawah ini.

Gambar Geometri fungsi f(x) = x - g(x)


Terlihat mudah mendapatkan akar persamaan dengan proses tersebut, bila
dipahami benarperilaku fungsi. Jika diamati tiga cara penulisan f(x) sebagai x g(x) :
(ii). x - (x - 20) / 3 = 0
(iii). x - 20/ (x - 3) = 0
(iv).x - (3 + 20/x)1/2 = 0, dan menggunakan perkiraan awal x0 = 5,
maka seri besaran xk , k = 0,1, 2, , memberikan hasil seperti tercantum dalam
Tabel di bawah ini.

Persamaan Non-Linier

Page 7

Tabel Hasil Perhitungan Metode Itera

si
Dari contoh hitungan dapat dilihat bahwa cara iterasi tidak selalu dapat
digunakan. Gunamengetahui pada awal proses bahwa metode ini dapat dipakai,
perlu diperiksa bentuk fungsi.
Algoritma program dengan metode Iterasi
a). Tentukan xo, toleransi, dan jumlah iterasi maksimum.
b). Hitung xbaru = g(xo).
c). Jika nilai mutlak (xbaru - xo) < toleransi, diperoleh tulisan xbaru sebagai hasil
perhitungan;
jika tidak, lanjutkan ke langkah berikutnya.
d). Jika jumlah iterasi > iterasi maksimum, akhiri program.
e). xo = xbaru , dan kembali ke langkah (b)

Persamaan Non-Linier

Page 8

Bagan Alir Metode Iterasi

4. Metode Newton-Raphson
Metode yang lebih baik dalam memilih g(x) adalah dengan membuat garis
singgung dari f(x) untuk nilai x yang dipilih, dan dengan menggunakan besaran x
dari perpotongan garis singgung terhadap absis sehingga diperoleh nilai x baru.
Metode ini diperlihatkan pada Gambar di bawah ini.

Persamaan Non-Linier

Page 9

Gambar Garis singgung f(xk) memotong di xk+1


Dari diagram ini terlihat tagensial (garis singgung) f(x) adalah :

sehingga x k+1 = x k - f( x k ) / f(x k), k = 0,1,2,....


Metode ini dikenal dengan METODE NEWTON-RAPHSON dan merupakan
salah satu cara yang paling dikenal dalam metode penyelesaian fungsi f(x) = 0.
Keuntungan cara ini adalah sifat konvergensi kuadratik dalam proses iterasi,
karena terjadinya koreksi digit ganda di setiap proses.
Kekurangan metode ini adalah :
a). Harus mencari f(x), dan nilainya mungkin 0.
b). Tidaklah sederhana melacak proses untuk konvergen.
c). Dalam perhitungan ada kemungkinan besar proses memberikan hasil divergen,
kecualinilai perkiraan awal x cukup tepat.
Algoritma program untuk metode Newton-Raphson
a). Tentukan xo, toleransi, dan jumlah iterasi maksimum.

Persamaan Non-Linier

Page 10

b). Hitung xbaru = x - f(xo)/f(xo).


c). Jika nilai mutlak (xbaru - xo) < toleransi, diperoleh tulisan xbaru sebagai hasil
perhitungan; jika tidak, lanjutkan ke langkah berikutnya.
d). Jika jumlah iterasi > iterasi maksimum, akhiri program.
e). x = xbaru , dan kembali ke langkah (b)
Bagan Alir Metode Newton-Raphson

Persamaan Non-Linier

Page 11