Anda di halaman 1dari 2

RSUD GENTENG

PEMBERIAN INFORMASI PENUNDAAN PELAYANAN


PASIEN

No. Dokumen
136/SOP/Bid.Yan/1/2015

No. Revisi
0

Halaman
1 dari 2

Ditetapkan
Direktur RSUD GENTENG
STANDAR
OPERASIONAL
PROSEDUR
(SOP)

PENGERTIAN

TUJUAN

KEBIJAKAN

Tanggal terbit
26/01/2015
dr. Hj. INDAH SRI LESTARI, MMRS
Pembina Tk. I
NIP. 19630703 198903 2 016
1. Penundaan pelayanan
pasien yaitu proses cara pelayanan
kesehatan yang menyangkut diagnostic dan terapi yang harus
dilakukan pada saat itu tetapi tidak dapat dilakukan karena sesuatu
dan lain hal. Penundaan penegakan diagnose dapat terjadi karena
menunggu hasil pemeriksaan penunjang atau menunggu jawaban
rujukan pengetahuan. Sedangkan penundaan pengobatan dapat
terjadi pada pemberian obat dan tindakan medis, misalnya operasi.
Penyebab dari pihak pasien dapat karena kondisi tubuh pasien yang
tidak memenuhi syarat dilakukan tindakan.
2. Proses penundaan pelayanan tidak termasuk apabila dokter datang
terlambat.
3. Petugas dapat petugas pelayanan medis (dokter, perawat, bidan)
maupun petugas pelayanan penunjang medis (Apoteker,
radiografer, analis kesehatan)
1. Memberikan informasi tentang penundaan pelayanan kesehatan
kepada pasien
2. Memberikan alternatif tindakan apabila terjadi penundaan
pelayanan kesehatan kepada pasien
PROSEDUR :
1. Petugas mengidentifikasi adanya penundaan pelayanan kesehatan
kepada pasien
2. Petugas memberikan informasi dan menjelaskan secara adekuat
kepada pasien dan atau keluarga pasien terkait penundaan
pelayanan kesehatan kepada pasien
3. Petugas memberikan alternatif tindakan yang dapat dilakukan
sehubungan dengan penundaan pelayanan kesehatan tersebut
4. Petugas menjelaskan kepada pasien manfaat dan risiko alternatif
tindakan yang akan diambil pasien.

RSUD GENTENG

PEMBERIAN INFORMASI PENUNDAAN PELAYANAN


PASIEN

No. Dokumen
136/SOP/Bid.Yan/1/2015
STANDAR
OPERASIONAL
PROSEDUR
(SOP)

No. Revisi
0

Halaman
2 dari 2

Tanggal terbit
26/01/2015
5. Jika pasien dan atau keluarga pasien menyetujui alternatif tindakan
tersebut, maka petugas melakukan prosedur selanjutnya dan
mendokumentasikannya dalam rekam medis pasien
6. Jika pasien dan atau keluarga pasien menolak alternatif tindakan
tersebut, maka pasien dan atau keluarga pasien diminta
menandatangani lembar penolakan tindakan setelah pasien dan
atau keluarga pasien diberikan penjelasan yang adekuat mengenai
rencana alternatif tindakan tersebut.

UNIT TERKAIT

1.

Unit Rawat Jalan

2.

Loket Pendaftaran

3.

Pelayanan medis

4.

Penunjang medis

1. Standar Akreditasi Rumah Sakit Versi tahun 2012.


2. Panduan Nasional Keselamatan Rumah Sakit tahun 2008
DOKUMEN TERKAIT

3. UU RI No. 36 tahun 2009 tentang Kesehatan


4. UU RI No. 44 tahun 2009 tentang Rumah Sakit.