Anda di halaman 1dari 10

KATA PENGATAR

Puji dan Syukur Penulis Panjatkan ke Hadirat Tuhan Yang Maha Esa karena
berkat limpahan Rahmat dan Karunia-Nya sehingga penulis dapat menyusun makalah
ini tepat pada waktunya. Makalah ini membahas persoalan Pelindung cahaya
matahari (Sunscreen)..
Dalam penyusunan makalah ini, penulis banyak mendapat tantangan dan
hambatan akan tetapi dengan bantuan dari berbagai pihak tantangan itu bisa teratasi.
Oleh karena itu, penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada
semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan makalah ini, semoga
bantuannya mendapat balasan yang setimpal dari Tuhan Yang Maha Esa.
Penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan baik dari
bentuk penyusunan maupun materinya. Kritik konstruktif dari pembaca sangat
penulis harapkan untuk penyempurnaan makalah selanjutnya.
Akhir kata semoga Allah memberkahi makalah ini sehingga benar-benar
bermanfaat bagi kita sekalian.

Semarang, 08 Juni 2015


Penulis

BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Matahari adalah sumber kehidupan di dunia, selain itu sinar matahari
membantu pembentukan vitamin D

yang dibutuhkan oleh tulang. Namun sinar

matahari juga dapat berbahaya bagi kulit jika kita terlalu lama berjemur atau
beraktivitas dibawah sinar matahari langsung dapat menyebabkan penuaan dini,
kerut, hiperpigmentasi, dan kanker kulit. Terutama pada pukul 09.00 15.00, sebab
mengandung sinar ultraviolet (UV) yang merusak kulit. Radiasi ultra violet adalah
salah satu musuh bagi para wanita karena sinar UV dapat menyebabkan kulit kusam
dan flek pada wajah. Namun kita tidak perlu khawatir karena masalah ini dapat
diatasi dengan cara menggunakan krim tabir surya.
Penyinaran ultraviolet dapat membahayakan kulit. Sinar ini penyebab
kelainan seperti erupsi cahaya polimorfik, urtikaria matahari, dan berbagai porfiria
kulit. Sinar ini juga menyebabkan atau sedikitnya memperparah kelainan rosacea dan
lupus erithematosus. Penyinaran ultraviolet matahari dapat pula menyebabkan
fotosensitivitas pada pasien yang menerima obat seperti demeklosiklin, fenotiazin,
atau amidaron hal ini dapat terjadi setelah terkena pemaparan dari sinar ultraviolet,
jika pemaparan terjadi dalam jangka waktu lama dapat menimbulkan masalah serius.
Kulit sebagai lapisan pembungkus tubuh senantiasa mengalami pengaruh
lingkungan luar, baik berupa sinar matahari, iklim maupun faktor-faktor kimiawi dan
mekanisme kulit tidak saja harus menghilangkan pengaruh panas matahari, tetapi
juga harus dapat mengatasi pengaruh bagian sinar matahari.
Secara alami kulit sudah berusaha melindungi dirinya beserta organ-organ di
bawahnya dari bahaya sinar UV matahari, antara lain dengan membentuk butir-butir
pigmen kulit (melanin) yang sedikit banyak memantulkan kembali sinar matahari.

Jika kulit terpapar sinar matahari, misalnya ketika seseorang brjemur, maka timbul
dua tipe reaksi melanin :
1. Penambahan melanin dengan cepat ke permukaan kulit.
2. Pembentukan tambahan melanin baru.
Jika pembentukan tambahan melanin itu berlebihan dan terus menerus, noda
hitam pada kulit dapat terjadi. Ada dua cara perlindungan kulit, yaitu :
1. Perlindungan secara fisik, misalnya memakai payung, topi lebar, baju lengan
panjang, celana panjang, serta pemakaian bahan-bahan kimia yang
melindungi kulit dengan jalan memantulkan sinar yang mengenai kulit,
misalnya Titan dioksida, Zinc oksida, kaolin, kalsium karbonat, magnesium
karbonat, talkum, silisium dioksida dan bahan-bahan lainnya sejenis yang
sering dimasukkan dalam dasar bedak (foundation) atau bedak.
2. Pelindungan secara kimiawi dengan memakai bahan kimia.
Faktor perlindungan kulit secara alami terhadap sengatan surya ialah
dengan penebalan stratum korneum dan pigmentasi kulit. Pada percobaan
perlindungan kulit menunjukkan adanya kecepatan mitotik setelah penyinaran
dari sel epidermis yang menyebabkan penebalan stratum korneum dalam
waktu 4 7 hari, sehingga dapat menahan penyinaran yang menyebabkan
eritema.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
A. PENGERTIAN
Sunscreen merupakan sejenis krim atau lotion yang digunakan untuk
melindungi kulit dari paparan sinar matahari (UV-A dan UV-B). Sediaan tabir surya
(sunscreen) adalah sediaan kosmetika yang digunakan untuk maksud membaurkan
atau menyerap secara emisi gelombang ultraviolet dan inframerah, sehingga dapat
mencegah terjadinya gangguan kulit karena cahaya mahatari.
B. KOMPONEN SINAR MATAHARI
Sinar matahari terdiri dari 3 komponen, yaitu sinar UVA, UVB, dan UVC.

Sinar UVA (panjang gelombang antara 315 400 nm) mampu lebih dalam
menembus kulit dan memiliki jangka waktu yang lebih lama untuk menimbulkan
kerusakan pada kulit, seperti kerutan, dan gejala-gejala penuaan dini. Sinar UVA ini
akan membuat kulit menjadi hitam (tanning).

Sedangkan sinar UVB (panjang gelombang 290 320 nm) hanya 0.2 % dari sinar
matahari total. Paparan sekitar 15 menit/hari dari sinar UVB ini sebenarnya sangat
penting untuk memicu pembentukan vitamin D3 (salah satu komponen Vitamin D)
dari provitaminnya.

Sinar UVC (panjang gelombang 270 - 290 nm) sebenarnya amat berbahaya dan
sangat merusak kulit, tetapi sinar ini ditahan oleh lapisan ozon. Kebocoran lapisan
ozon (O3) menyebabkan beberapa (sebagian kecil) sinar ini masuk ke bumi. Tak
heran mengapa akhir-akhir ini sinar matahari terasa begitu menyengat dan membakar
kulit.
American Cancer Society menyatakan bahwa pemaparan UV dalam jangka
waktu yang lama dapat menyebabkan perubahan pada kulit yang meliputi :
1. Penuaan
2. Kerutan

3. Kehilangan elastisitas kulit


4. Noda gelap (lentigos, kadang disebut age spots atau liver spots )
5. Keratosis aktinik
C.

JENIS-JENIS SUNSCREEN
Beberapa jenis sunscreen yang tersedia adalah:
1.

Penghambatan fisik (physical bloker), antara lain TiO2, ZnO, kaolin,

2.

CaCO3, MgO, dan


Penyerap kimia (chemical absorber) meliputi anti UV A misalnya turunan
benzophenon antara lain oksibenson, dibenzoilmetan, serta anti UV B
yaitu turunan salisilat, turunan para amoni benzoic acid (PABA) misalnya
oktil

dimetil

PABA,

turunan

sinamat

(sinoksat,

etil

heksil

parametoksisinamat) dan lain-lain.


Untuk mengoptimalkan kemampuan dari tabir surya sering dilakukan
kombinasi antar tabir surya fisik dan tabir surya kimia, bahkan ada yang
menggunakan beberapa macam tabir surya dalam satu sediaan kosmetika.
D. MEKANISME KERJA SUNSCREEN
Tabir surya (sunscreen atau sunblock) atau UV filter, memiliki 2 mekanisme
utama yaitu :
a. Mengabsorbsi energi sinar UV. Mengubahnya menjadi bentuk energy panas.
Umumnya senyawa UV filter organic termasuk dalam kelompok ini.
b. Menghamburkan dan memantulkan energi sinar UV. Umumnya senyawa UV
filter anorganik termasuk dalam kelompok ini. Misalnya titanium dioxida,
Zinci oxida dll
Sangat banyak tabir surya mengandung bahan-bahan yang bekerja dengan
kedua mekanisme ini yang dikenal dengan istilah UV protection. Sekarang ini UV
protection digunakan bersama dengan produk yang digunakan sehari-hari, seperti
krim pelembab dan produk perawatan rambut, produk aftershave, lipstik atau produk
make-up. UV protection dapat diklasifikasikan menjadi 2 kelompok berdasarkan

asalnya. Anorganik UV protection, atau yang juga disebut UV protection fisik,


terutama bekerja dengan memantulkan dan menghamburkan radiasi UV, organik UV
protection, yang juga disebut UV protection kimia atau sunblock, bekerja dengan
mengabsorbsi radiasi.
E.

EFEKTIFITAS TABIR SURYA


Parameter yang berbeda digunakan untuk mengevaluasi efikasi produk tabir
surya dan memberikan kepada pemakai yang berhubungan dengan informasi pada
label produk. Parameter yang biasa digunakan disebut sebagai Sun Protection Factor
(SPF) produk tabir surya, dengan hubungan terhadap peningkatan dosis UV pada
kulit yang dilindungi dapat dengan tanpa menunjukkan eritema, sebagai
perbandingan pada kulit yang tidak terlindungi.
Faktor proteksi sinar (Sun Protecting Factor/SPF) yaitu menunjukkan tingkat
lamanya tabir surya bisa melindungi kulit dari radiasi sinar matahari (UV) atau
berapa lama anda bisa berada dibawah sinar matahari tanpa membuat kulit terbakar
(sun burn). Semakin tinggi nilai SPF, semakin besar perlindungan yang akan didapat.
Nilai SPF ini berkisar antara 0 sampai 100. Sediaan tabir surya dikatakan dapat
memberikan perlindungan apabila memiliki nilai SPF 2 8.
Tingkat kemampuan tabir surya sebagai berikut :
1. Minimal, bila SPF antara 2-4, contoh salisilat, antranilat.
2. Sedang, bila SPF antara 4-6, contoh sinamat, bensofenon.
3. Ekstra, bila SPF antara 6-8, contoh derivate PABA.
4. Maksimal, bila SPF antara 8-15, contoh PABA.

5.Ultra, bila SPF lebih dari 15, contoh kombinasi PABA, non-PABA dan fisik.
Jika suatu body lotion mengandung SPF 15 berarti krim tersebut akan
meneruskan sinar matahari seperlima belas saja. Krim dengan SPF 60 hanya
meneruskan seperenam puluh sinar matahari ke kulit. Oleh karena itu, makin besar
nilai SPF maka makin efektif fungsinya sebagai tabir surya. Krim tabir surya dapat

dioleskan di seluruh bagian tubuh yang terbuka, terutama wajah, tetapi jangan sampai
terkena bagian mata. Krim inipun dapat digunakan setiap hari sebagai alas bedak.
Faktor protektif terhadap sinar (SPF) menunjukkan kelipatan peningkatan
toleransi terhadap kontak dengan sinar matahari dengan penggunaan produk ini tanpa
menimbulkan eritema. Dengan perkataan lain, SPF 8 akan mengizinkan orang yang
biasa menderita eritema setelah berkontak 20 menit untuk bertahan 160 menit
terhadap sinar matahari.
F.

BENTUK BENTUK SEDIAAN


Tabir surya dapat dibuat dalam berbagai bentuk sediaan, misalnya bentuk
larutan air atau alkohol, emulsi, krim, dan semi padat, yang merupakan sediaan lipid
non-air, gel, dan aerosol.
Syarat-syarat bagi preparat kosmetik tabir surya yaitu :
1. Enak dan mudah dipakai.
2. Jumlah yang menempel mencukupi kebutuhan.
3. Bahan aktif dan bahan dasar mudah bercampur.
4. Bahan dasar harus dapat mempertahankan kelembutan dan keembaban kulit.
5. Tidak toksik, tidak mengiritasi, dan tidak menyebabkan sensitisasi.
Bentuk-bentuk preparat susnscreen dapat berupa :
a. Preparat anhydrous
Minyak-minyak cair suntan menduduki tempat yang paling penting.
Keuntungan yang spesifik dari sediaan berminyak adalah sifat tahan terhadap air
yang timbul saat berkeringat pada saat berjemur atau berenang. Efek lubrikan
(perlindungan mekanik) juga dipertimbangkan sebagai hal yang sangat menolong.
Minyak nabati digunakan sebagai tabir surya karena mamiliki kemampuan menyerap
dalam range UV kritikal. Hal ini ditunjukkan oleh minyak wijen yang paling luas
penggunannya. Minyak nabati merupakan pelarut yang lebih baik dibandingkan
minyak mineral untuk mebanyakan bahan-bahan tabir surya yang larut minyak.

b. Emulsi (m/a, a/m)


Berbagai jenis emulsi, non lemak m/a, semi lemak , lemak m/a, telah
digunakan sebagai tabir surya dengan kandungan lemak yang tinggi menyerupai
minyak dan non lemak serupa dengan sediaan berair. Keuntungan dari produk emulsi
adalah penampilan dan konsistensi yang menyenangkan saat penggunaannya.
c. Preparat tanpa lemak
Dibandingkan dengan minyak suntan, sediaan ini memiliki keuntungan yaitu
tidak berlemak dan lengket serta nyaman dalam penggunannya. Kelompok ini dibagi
atas komposisi alcohol tinggi atau rendah. Kerugian utama dari sediaan berair dan
rendah alcohol adalah kelarutannya dalam air yaitu kehilangan aktivitas pada kondisi
berkeringat atau dalam air.
Tabir surya yang baik:
1.
2.
3.
4.

Mempunyai nilai SPF 15 atau 15+


Punya nomor register/terdaftar CL,CD.
Pilih produk tabir surya yang tanpa wewangian.
Ada tanggal kadaluarsa, bila disimpan secara
benar 2 tahun.

5.

Bentuk padat terpisah dari bagian cair rusak

G. BEBERAPA CONTOH SUNSCREEN


1.

Parasol 33
Komposisi : Octyl methoxycinnamate, Oxybenzone, Microtitanium dioxide, Methyl
benzilidene camphor, Butyl methoxy dibenzoil methane, Cetil alcohol, Tocopherol
acetate, Red ion oxide,

Cl No. 77492, Sodium lauryl sulphate, Propyl

paraben, Methyl paraben, Aloe vera, Purified water.


Kegunaan : Krim pelindung terhadap sinar matahari yang mengandung Aloe Vera
dan Vitamin E, bekerja melindungi kulit akibat pengaruh buruk sinar matahari
sekaligus menjaga kelembaban kulit sehingga tetap lembut, halus.dan tidak kering.
Dapat dipakai sebagai alas make up yang baik.

Cara Pemakaian : Sebelum bepergian keluar kena sinar matahari, oleskan krim tipistipis pada bagian kulit yang akan dilindungi. Pastikanlah bahwa seluruh kulit tersebut
telah tertutupi dan bila mana perlu ulangi pemakaian untuk memastikan suatu
perlindungan yang cukup. Hilangkan krim pada waktu malam hari dengan memakai
krim/susu pembersih atau dengan sabun dan air dan pakailah kembali waktu pagi
hari.
Perhatian :
1. Individu-individu yang diketahui peka terhadap salah satu komponen krim ini
hendaknya tidak memakai sediaan ini.
2. Hindari kontak dengan mata atau mulut.
3. Pemakaian dihentikan bilamana timbul iritasi atau kemerah-merahan pada
kulit.
Kemasan :

Pemakaian dihentikan bilamana timbul iritasi atau kemerah-merahan

pada kulit.
2.

Solare
Kandungan : Oktil metoksisinamat 7,5%, benzopfenon-3 3%, pemutih.
Indikasi: Tabir surya yang mengandung pelembab dan pemutih, berfungsi melindungi
kulit dari reaksi terbakar sinar matahari, proses penuaan dini, flek hitam dan kanker
kulit, membantu memutihkan wajah.
Perhatian : Hindari kontak dengan mata, bila timbul kemerahan pada kulit, hentikan
pemakaian.
Dosis : Oleskan merata pada kulit 30 menit sebelum terkena sinar matahari.
Kemasan
: Botol plastik 100ml.

3.

Intersun
Komposisi

: Per ml lotion Vit E, aloe vera, ethylhexyl

methoxycinnamate,

benzophenone-3.
Indikasi
: Tabir surya & pelembab.
Kemasan
: Lotion SPF 30 x 100 ml.
Dosis
: Gunakan pada area kulit yang perlu dilindungi dari sinar matahari 30
menit sebelum pemaparan terhadap sinar matahari.
Pabrik : Interbat.

4.

Rossolare Lation
Komposisi

: Oktil Metoksisinnamat / octyl methoxycinnamate 7,5 %,

Benzofenon-3 3 %.
Indikasi
: Tabir surya, pelembab
Kemasan
: Lotion 100 mL.
Dosis
:Gunakan 30 menit sebelum terpapar sinar matahari.
Pabrik : Yupharin.