Anda di halaman 1dari 34

ACCEPTANCE

SAMPLING
FARAH FAJRINA AMALIA 1313100130

KESALAHAN (ERROR) TIPE 1


DAN 2
Karena keputusan mengenai lot ini didasari dari sampel, maka
ada peluang membuat kekeliruan dalam memutuskannya.
Keliru menolak suatu lot
padahal semestinya
diterima, disebut dengan
kesalahan tipe 1 atau .
Risiko membuat kesalahan
tipe 1 ini disebut dengan
risiko produsen
Keliru menerima suatu lot
padahal semestinya ditolak,
disebut dengan kesalahan
tipe 2 atau . Risiko
membuat kesalahan tipe 2
ini disebut dengan risiko
konsumen

KESALAHAN (ERROR) TIPE 1


DAN 2
Jika perencanaan sampling digunakan
secara statistik, maka kesalahan tipe 1
dan 2 ini dapat diduga
Pada sampling penerimaan digunakan
kurva operating characteristic atau OC
untuk menduga peluang membuat
kesalahan tipe 1 dan 2
Setiap rencana sampling mempunyai
kurva OC yang khas yang ditentukan
oleh besarnya ukuran sampel n, dan
angka penerimaan c.

Rencana penerimaan sampel adalah prosedur


yang digunakan dalam mengambil keputusan
terhadap produk-produk yang dihasilkan
perusahaan.
Bukan merupakan alat pengendalian kualitas,
namun alat untuk memeriksa apakah produk
yang dihasilkan tersebut telah memenuhi
spesifikasi.
Acceptance sampling digunakan karena
alasan :
Dengan pengujian dapat merusak produk.
Biaya inspeksi yang tinggi.
100 % inspeksi memerlukan waktu yang lama, dll.

MANFAAT SAMPLING:
- Meminimalisir kerugian, untuk inspeksi yang
merusak
- Lebih ekonomis untuk inspeksi dengan biaya
tinggi, waktu yang lama dan sumberdaya yang
terbatas
- Dapat mengurangi kesalahan inspeksi oleh
inspektor
- Memperkuat motivasi untuk meningkatkan
kualitas, karena setiap anggota lot/batch mungkin
ditolak

KEKURANGAN:
-Adanya resiko menolak lot-lot yang sebenarnya
baik (the producers risk) atau menerima lot-lot
yang sebenarnya jelek (the consumers risk).
-Berkurangnya informasi tentang produk secara
keseluruhan.
-Seleksi dan pelaksanaan rencana sampling
membutuhkan lebih banyak waktu dan usaha
untuk perencanaan dan dokumentasi

SYARAT PENGAMBILAN SAMPEL


Produk harus homogen
Produk yang diambil sebagai sample harus
sebanyak mungkin
Sample yang diambil harus dilakukan secara acak

KURVA OC
Persen Kecacatan (percentage defective)
disimbolkan dengan p adalah rasio antara
banyaknya bahan yang cacat dalam suatu lot
terhadap keseluruhan bahan pada lot tersebut.
Tingkat Kualitas yang Diterima (acceptable
quality level, AQL) adalah maksimum persen
kecacatan yang masih dapat diterima sebagai
suatu rata-rata proses. AQL ditetapkan produsen
Persen kecacatan dalam suatu lot yang
ditoleransi (lot tolerance percentage defective,
LTPD) adalah batas proporsi kecacatan yang
masih ditoleransi oleh konsumen. Proporsi pada
atau dibawah LTPD tidak dapat diterima.

KURVA OC
Peluang penerimaan sebuah lot bahan,
disimbolkan dengan pa, adalah peluang suatu
sampel yang diperiksa memenuhi standar
kualitas tertentu
Perencanaan Sampling Tunggal (single
sampling plan), dimana ukuran lot (N) adalah
besar yang berasal dari proses yang secara
teoritis tak pernah berakhir dan menyebar
menurut sebaran binomial

KURVA OC
Pada perencanaan sampling ini sebuah sampel
berukuran n diambil dari lot tersebut dan
digunakan untuk memutuskan lot. Peluang
diterimanya lot (pa)adalah sama dengan peluang
banyaknya cacat (d) yang dijumpai pada sampel
kurang dari angka penerimaan (c), dan ini
tergantung pada persen kecacatan yang
sebenarnya pada lot (p). Kurva OC memplot
hubungan antara pa dan p ini.

KURVA OC

KURVA OC

KURVA OC
Bentuk kurva OC ditentukan oleh nilai n dan c.
Semakin besar ukuran sampel (n) sedangkan
angka penerimaan (c) dijaga tetap proporsional,
maka kurva OC semakin mendekati keadaan ideal
(lihat gambar kurva OC keadaan ideal). Hal ini
menunjukkan semakin besarnya daya
pendiskriminasian untuk diterima atau ditolaknya
suatu lot.

PELUANG SAMPLING
Tujuan perencanaan sampling adalah menentukan
peluang diterimanya suatu lot pada berbagai
tingkat kualitas
Berapakah peluang menerima sebuah lot yang
seharusnya ditolak?
Berapakah peluang menolak sebuah lot yang seharusnya
diterima?
Berapakah peluang menerima sebuah lot yang memang
seharusnya diterima?

Karena sampling plan mencerminkan banyaknya


cacat per sampel (lot), maka sebaran peluang
poisson adalah yang tepat dalam menghitungnya
x ( np ')

(np' ) e
P ( x)
x!

CONTOH: PELUANG
SAMPLING
Gunakan sebaran peluang poisson untuk
menentukan peluang mendapatkan tepat 3
bahan cacat dari sebuah sampel yang berukuran
80, jika sampel tersebut diambil dari lot yang
mengandung 4 persen kecacatan.

Diketahui :
x 3 n 80 p ' 0,04
Peluang dihitung dengan persamaan berikut
[(80)(0,04)]3 e (80 )( 0, 04 )
P(3)
0,2226
3!

CONTOH: PELUANG
SAMPLING
Hitunglah peluang diterimanya sebuah lot (Pa)
yang berisi 5 persen kecacatan menggunakan
perencanaan sampling tunggal yang mana n=100
dan c=4?
Sampling penerimaan Pa diperoleh sebagai berikut
Pa = P(0) + P(1) + P(2) + P(3) +P(4), dimana P(x)
dicari dengan cara yang sama seperti sebelumnya,
dimana np= (100)(0,05) = 5. Jadi diperoleh Pa =
0,440 atau ada 44% peluang menerima suatu lot
dengan proporsi kecacatan 5%. Bila persen
kecacatan berubah Pa juga berubah, kurva OC
memplot hubungan ini

CONTOH: PELUANG
SAMPLING LANJUTAN
Gambarlah kurva OC untuk perencanaan
sampling sampel tunggal yang mana n = 150
dan c = 5.
p

np

Pa

0,00

0,0

1,000

0,02

3,0

0,916

0,03

4,5

0,703

0,04

6,0

0,446

0,05

7,5

0,242

0,06

9,0

0,116

0,07

10,5

0,050

0,10

15,0

0,003

CONTOH: PELUANG SAMPLING

PERENCANAAN
SAMPLING SAMPEL TUNGGAL
Perencanaan Sampling Sampel Tunggal
Ambil sampel
berukuran n

Ket: d = banyaknya cacat yang


dijumpai pada sampel
c = angka penerimaan

dc

Tolak Lot

Ya

Terima Lot

PERENCANAAN
SAMPLING SAMPEL TUNGGAL
Satu sample yang digunakan untuk memutuskan
menerima atau menolak lot.
Terdiri dari parameter n (ukuran sampel) dan c
(jumlah item cacat yang menjadi dasar
penerimaan)

CONTOH: PERENCANAAN
SAMPLING SAMPEL TUNGGAL
Buatlah perencanaan sampling sampel
tunggal yang memenuhi kondisi berikut,
AQL= 0,02 LTPD = 0,06 = 0,10 dan =
0,10
Masalah yang dihadapi adalah menentukan
besarnya n dan c
Dilakukan dengan cara coba-coba (trial &
error), nilai n dan c yang kemudian
diperoleh adalah suatu nilai pendekatan
yang terbaik
Untuk membantu menyelesaikan masalah
ini sebaiknya menggunakan tabel I (tabel
sebaran poisson)

CONTOH: PERENCANAAN
SAMPLING SAMPEL TUNGGAL
Sebelum trial & error dilakukan hitung terlebih
dahulu
Peluang merima lot yg seharusnya diterima 1- =
0,90
Rasio LTPD thd AQL LTPD/AQL=0,06/0,02 = 3

Coba untuk c=1, diperoleh np=n(AQL) yang


terdekat adalah antara 0,5 dan 0,55 yang
bersesuaian terhadap Pa= 1- = 0,90, dengan
interpolasi diperoleh n(AQL)=0,53
nLTPD=(3)nAQL=(3)(0,53)=1,59. Nilai yang
bersesuaian dg nLTPD=1,59 dan c=1 adalah
0,528, ternyata nilai ini jauh dari nilai =0,10.

CONTOH: PERENCANAAN
SAMPLING SAMPEL TUNGGAL
Dicobakan lagi untuk nilai c yang lain.
Dengan cara yg sama untuk nilai c=4
diperoleh: nAQL=2,43 nLTPD=7,29 =0,149
Untuk c=5 diperoleh nAQL=3,15
nLTPD=9,45 dan =0,092, nilai untuk uji
coba terakhir ini nilainya paling dekat
dengan =0,10. Jadi dipilih c=5, sedangkan
nilai n diperoleh
nAQL = n(0,02) = 3,15 n = 157 atau
nLTPD = n(0,06) = 9,45 n = 157

CONTOH: PERENCANAAN
SAMPLING SAMPEL TUNGGAL
Contoh: N = 4000
n = 100
c=2
Artinya:
Suatu sampel acak berukuran 100 diambil dari
4.000 populasi. Jika jumlah item cacat kurang
dari atau sama dengan 2 maka lot diterima,
tetapi kalau lebih dari 2 maka lot ditolak.

PERENCANAAN SAMPLING SAMPEL


GANDA DUA (DOUBLE SAMPLE SAMPLING
PLAN)

Meliputi pembuatan keputusan menerima lot, menolak


lot, atau mengambil sampling kedua. Jika hasil
sampling pertama dianggap bagus maka lot diterima,
jika hasil sampling pertama jelek maka lot tersebut
ditolak, dan jika berada diantara dua kondisi itu maka
dilakukan sampling kedua. Kesimpulan double
samping plan diambil berdasarkan kombinasi jumlah
item cacat pada kedua sampling.
Parameter yang digunakan: n1 (ukuran sampel pertama), n2 (ukuran sampel kedua), c1 (jumlah penerimaan sampel pertama, c2 (jumlah penerimaan sampel kedua), r1 ( jumlah penolakan sampel pertama, r2 (jumlah
penolakan sampel kedua).

PERENCANAAN SAMPLING SAMPEL


GANDA DUA (DOUBLE SAMPLE SAMPLING
PLAN)

Ambil sampel
n1

Tolak Lot

ya
d1c1
ya

tidak

d1>c2

tidak
Ambil sampel
n2
tidak

d1+d2 c2
ya

Terima Lot

d1 = banyaknya cacat pada sampel n1


d2 = banyaknya cacat pada sampel n2

PERENCANAAN SAMPLING SAMPEL


GANDA DUA (DOUBLE SAMPLE SAMPLING
PLAN)

Prosedur pengambilan keputusan untuk double


sampling plan, bila diketahui n1=100, n2=75,
c1=2, c2=4
Pertama ambil sampel acak berukuran 100, jika
ada 0, 1 atau 2 saja yg cacat pada sampel ini,
maka lot diterima. Jika ada 5 atau lebih cacat
maka lot ditolak. Jika 3 atau 4 yg cacat, maka
masih dapat diterima jika ditemukan 1 atau 0
berturut-turut pada pengambilan sampel kedua yg
berukuran 75, selain itu ditolak

PERENCANAAN SAMPLING SAMPEL


GANDA DUA (DOUBLE SAMPLE SAMPLING
PLAN)

Suatu perencanaan sampling sampel


ganda dua yg mana n1=25, n2=25, c1=2
dan c2=5. Carilah peluang diterimanya lot
jika terdapat 4% item yg cacat pada lot itu
Misal Pa1 adalah peluang penerimaan lot
yang didasari oleh pemeriksaan sampel
pertama. Pa2 adalah peluang diambilnya
sampel kedua dan menerima lot yg
didasari oleh pemeriksaan pada sampel
kedua ini. Pa adalah peluang penerimaan
lot dengan prosedur perencanaan
sampling ini

PERENCANAAN SAMPLING SAMPEL


GANDA DUA (DOUBLE SAMPLE SAMPLING
PLAN)

Pa1 = P(jumlah cacat 2 atau kurang pada


sampel n1)
Pa2 = P(tepat 3 cacat pada n1)P(2 atau
kurang cacat pada n2)
+ P(tepat 4 cacat pada n1)P(1 atau
kurang cacat pada n2)
+ P(tepat 5 cacat pada n1) P(0 cacat
pada n2)
Pa = Pa1 + Pa2

PERENCANAAN SAMPLING SAMPEL


GANDA DUA (DOUBLE SAMPLE SAMPLING
PLAN)

Jika diketahui 4% cacat pada lot, maka


n1p=(25)(0,04)=1,0 & n2p=(25)(0,04)=1,0

Dari tabel I, untuk np=1,0 dan c=2 diperoleh


Pa1 = P(2 atau kurang cacat pada n1) = 0,920
Dari tabel B dan Tabel I diperoleh
Pa2 = (0,0613)(0,920)+(0,0153)
(0,736)+(0,0031)(0,368)
= 0,068
Pa = 0,920 + 0,068 = 0,988

PERENCANAAN SAMPLING SAMPEL


GANDA DUA (DOUBLE SAMPLE SAMPLING
PLAN)

Contoh:
N = 5.000
n1 = 40
c1 = 1 c2 = 5
r1 = 4
r2 = 6

n2 = 60

Artinya:
Pertama dipilih 100 unit sampel dari 5.000 populasi
secara acak, jika terdapat 1 item cacat maka lot
diterima, jika terdapat 4 item cacat maka lot ditolak,
jika cacat 2 atau 3 item maka dilakukan sampling
kedua, diambil 60 sampel. Jika kombinasi item cacat
sampling 1 dan 2 5 maka lot diterima, jika 6 maka
lot ditolak.

MULTIPLE SAMPLING PLAN


Tiga, empat, lima, atau lebih sampel yang
digunakan untuk memutuskan menerima atau
menolak lot.
Biasanya memiliki nilai ni yang sama dan
cenderung kecil.
Jika sampel pertama bagus maka lot diterima,
jika jelek maka ditolak, jika diantarannya maka
diambil sampel kedua. Jika kombinasi sampel 1
dan 2 bagus maka lot diterima dan jika jelek
maka ditolak, jika diantaranya diambil sampel
ketiga, dan seterusnya.

Contoh:
N = 4.000
c1 = 0
r1 = 3

n1 = 20
c2 = 1
r2 = 4

n2 = 20
n3 = 20
c3 = 4
r3 = 5

Artinya:
Pertama dipilih 20 unit sampel dari 4.000 populasi
secara acak, jika tidak ada item cacat maka lot
diterima, jika terdapat 3 item cacat maka lot ditolak,
jika cacat 1 atau 2 item maka dilakukan sampling
kedua, diambil 20 sampel. Jika kombinasi item cacat
sampling 1 dan 2 1 maka lot diterima, jika 4
maka lot ditolak, jika item cacat 2 atau 3 dilakukan
sampling ketiga. Jika kombinasi cacat sampling 1,2,3
4 maka lot diterima, jika 5 maka lot ditolak

THANK YOU