Anda di halaman 1dari 14

MORBILI

Disusun Oleh :
Bergembira Ginting
211 210 290

Dokter Pembimbing :
dr. Ridwanto Situmeang, Sp.A

BAGIAN ILMU KESEHATAN ANAK


FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS METHODIST INDONESIA
RSU DELI SERDANG
LUBUK PAKAM
2016

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas Karunia-Nya sehingga
penulis dapat menyelesaikan makalah dengan judul Morbili

Pada Anak.

Penulis juga mengucapkan terimakasih kepada dr. Ridwanto Situmeang, Sp.A


selaku pembimbing penulis yang telah memberikan bimbingan dan arahan kepada
penulis selama penyelesaian makalah ini.
Makalah ini dibuat untuk memenuhi persyaratan dalam mengikuti
Kepaniteraan Klinik Senior di Departemen Ilmu Kesehatan Anak di RSUD Deli
Serdang Lubuk Pakam. Penulis menyadari bahwa makalah ini dibuat jauh dari
kesempurnaan. Oleh karena itu, penulis mengharapkan kritik dan saran yang
sifatnya membangun demi kesempurnaan makalah ini.
Akhir kata penulis mengucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak
yang telah membantu dalam penyelesaian makalah ini, semoga bermanfaat bagi
kita semua.

Lubuk Pakam, Maret 2016


Penulis

Bergembira Ginting

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ......................................................................................

DAFTAR ISI ....................................................................................................

ii

BAB I PENDAHULUAN ................................................................................

BAB II TINJAUAN PUSTAKA ......................................................................

2.1 Definisi ..........................................................................................

2.2 Etiologi ..........................................................................................

2.3 Patogenesis dan Patofisiologi ........................................................

2.4 Gejala Klinis .................................................................................

2.5 Pemeriksaan Penunjang ................................................................

2.6 Diagnosis Banding ........................................................................

10

2.7 Diagnosis ......................................................................................

13

2.8 Komplikasi ....................................................................................

14

2.9 Pengobatan ....................................................................................

17

2.10 Prognosis .....................................................................................

19

2.11 Pencegahan .................................................................................

20

BAB III LAPORAN KASUS ..........................................................................

21

BAB IV KESIMPULAN .................................................................................

30

DAFTAR PUSTAKA .......................................................................................

31

FOLLOW UP PASIEN ....................................................................................

32

BAB I
PENDAHULUAN
Campak atau morbili adalah suatu infeksi virus akut yang memiliki 3
stadium yaitu:
1; Stadium inkubasi yang berkisar antara 10 sampai 12 hari setelah pajanan

pertama terhadap virus dan dapat disertai gejala minimal maupun tidak
bergejala.
2; Stadium prodromal yang menunjukkan gejala demam, konjungtivitis,

pilek, dan batuk yang meningkat serta ditemukannya enantem pada


mukosa (bercak Koplik).
3; Stadium erupsi yang ditandai dengan keluarnya ruam makulopapular yang

didahului dengan meningkatnya suhu badan (Phillips, 1983)


Angka kejadian campak di Indonesia sejak tahun 1990 sampai 2002 masih
tinggi sekitar 3000-4000 per tahun demikian pula frekuensi terjadinya kejadian
luar biasa tampak meningkat dari 23 kali per tahun menjadi 174. Namun case
fatality rate telah dapat diturunkan dari 5,5% menjadi 1,2%. Umur terbanyak
menderita campak adalah <12> Transmisi campak terjadi melalui udara, kontak
langsung maupun melalui droplet dari penderita saat gejala yang ada minimal
bahkan tidak bergejala. Penderita masih dapat menularkan penyakitnya mulai hari
ke-7 setelah terpajan hingga 5 hari setelah ruam muncul. Biasanya seseorang akan
mendapat kekebalan seumur hidup bila telah sekali terinfeksi oleh campak
(Rampengan, 1997).

BAB III

Laporan Kasus

I;

II;

ANAMNESA PRIBADI OS
Nama

: Nurulliyah

Umur

: 15 Tahun

Jenis Kelamin

: Perempuan

Agama

: Islam

Suku

: Jawa

Alamat

: Jl. Mesjid II. Sekip Lubuk Pakam

Tanggal Masuk

: 19 februari 2016

Berat Badan Masuk

: 49 Kg

ANAMNESA ORANGTUA
Ayah

III;

Ibu

Nama

: Ahmad

Saodah

Umur

: 62 Tahun

57 Tahun

Pendidikan

: SLTP

SLTP

Pekerjaan

: Buruh Harian Lepas

IRT

Perkawinan

: Menikah

Menikah

Alamat

: Jl. Mesjid II

Jl. Mesjid II

Penyakit

:-

RIWAYAT KELAHIRAN OS
Tanggal Lahir

: 11 Februari 2000

Tempat Lahir

: Lubuk Pakam

Kelahiran

: Cukup Bulan

Berat Badan Lahir

: 2800 gram

Panjang Lahir

: Ibu Os tidak ingat

Ditolong Oleh

: Bidan

IV;

V;

VI;

PERKEMBANGAN FISIK
0-3 Bulan

: Mulai belajar mengangkat kepala

4-5 Bulan

: Mulai dapat tengkurap

6-7 Bulan

: Mulai dapat duduk

8-9 Bulan

: Mulai dapat merangkak

9-11 Bulan

: Mulai dapat berdiri berpegangan

12 Bulan
1 tahun-sekarang

: Mulai dapat berdiri tanpa berpegangan


: Belajar berjalan, berlari dan bermain

ANAMNESA MAKANAN
0-4 Bulan

: ASI

5-6 Bulan

: ASI

7-12 Bulan

: ASI + Bubur Saring

1 tahun-sekarang

: Nasi Tim

RIWAYAT IMUNISASI
BCG

: (+)

DPT

: (+)

POLIO

: (+)

CAMPAK

: (+)

HEPATITIS B

: (+)

KESAN

: Lengkap

VII;

Penyakit yang pernah diderita os : (-)

VIII;

Keterangan mengenai saudara os

IX;

ANAMNESA PENYAKIT OS

: (-)

Keluhan Utama

: Demam

Telaah

: Pasien datang ke rumah sakit dengan


keluhan demam 5 hari. pada hari ke 3
demam tinggi disertai dengan ruam
kemerahan di seluruh tubuh, pertama ruam
timbul di belakang telinga, menjalar ke leher
sampai keseluruh tubuh, tidak disertai
menggigil dan kejang.Pasien juga
mengeluhkan batuk dirasakan sejak 3 hari
terakhir ini, batuk berdahak dan pusing,nyeri
ulu hati, lemas, mata os juga terasa panas.
Ibu os mengaku bahwa os lemas, nafsu
makan menurun. Buang air besar (+) buang
air kecil (+) normal

X;

RPO

: Tidak ada

RPT

: Tidak ada

RPK

: Tidak ada

PEMERIKSAAN FISIK
1; Status Present

KU/KP/KG

RR

: Lemah/Sedang/Sedang
Sianosis
Anemia
: Compos Mentis
Dispnea
: 120 x/menit
Edema
Ikterus
: 28 x/menit

Temperatur

: 38,1 oC

BB Masuk

: 49 Kg

Sensorium
HR

: (-)
: (-)
: (-)
: (-)
: (-)

2; Status Lokalisata
A; Kepala

Rambut

: Warna rambut hitam tersebar merata, tidak


mudah dicabut.

Mata

: Konjungtiva palpebra inferior : anemis (-/-)


Sklera : Ikterik (-/-), mata cekung (-/-),
pupil anisokor, refleks cahaya (+/+).

Hidung

: Deviasi septum (-), sekret (+)

Telinga

: Serumen (-)

Mulut

: Bibir kering (-), stomatitis (-), faring


hiperemis (+),

B; Leher

KGB

: Pembesaran KGB (-)

Trakea

: Deviasi trakea (-)

C; Thoraks

Inspeksi

: Simetris fusiformis, retraksi dada (-)

Palpasi

: Stem fremitus kanan sama dengan kiri

Perkusi

: Sonor

Auskultasi

: Suara pernapasan : vesikuler +/+

Suara tambahan : ronkhi -/-, wheezing -/Bunyi jantung I/II : normal, regular
D; Abdomen

Inspeksi

: Simetris, ruam makulopapular (+)

Palpasi

: Soepel, nyeri tekan (-), Hati dan Lien tidak


teraba

Perkusi

: Tympani (+), shifting dullness (-)

Auskultasi

: Peristaltik (+), normal

E; Ekstremitas

Superior

: Akral hangat (+), edema (-), sianosis (-)


ruam makulopapular (+)

Inferior
F; Genitalia

XI;

: Akral hangat (+), edema (-), sianosis (-)


: Tidak di lakukan

PEMERIKSAAN LABORATORIUM
Pemeriksaan laboratorium dilakukan pada tanggal 19 februari 2016
Darah Rutin :
HASIL

NORMAL

Hb 15,1

10,0-14,0 g/dl

Ht 45

30-42%

Leukosit 5,4

3,5-10,0 ribu/L

Trombosit 167

150-390 ribu/L

Eritrosit 5,2

4-5,2 juta/ L

MCV 87

69-93 fl

MCH 29,0

24-30 pg

XII;

MCHC 33,3

32-36 g/dl

Basofil 0,2

0-1 %

Eusinofil 0,8

1-4%

Neutrofil 85,5

50-70%

Limfosit 11,7

25-40%

Monosit 1,8
Laju Endap Darah 10

2-8%
0-10mm/jam

RESUME
Seorang pasien perempuan, berusia 15 tahun datang ke IGD
Rumah Sakit diantar oleh orang tuanya dengan keluhan demam sejak 5
hari sebelum masuk Rumah Sakit, mual (-), muntah (-), nyeri perut
(+), flu (+), batuk (+), demam (+), BAK banyak, nafsu makan dan
minum menurun. Pada pemeriksaan fisik ditemukan : sensorium :
composmentis, HR: 120 x/menit, RR : 37 x/menit, temperatur: 38,5 oC

XIII;

Diagnosa Banding
1; Morbilli
2; German maesles
3; Eksantema subitum

XIV;

Diagnosa Kerja
morbilli

XV;

Penatalaksanaan

XVI;

Infus Ringer Laktat 20 gtt/i

Paracetamol 3x1 tab

Ambroxol 3x1 tab

ceterizine 2x1

apialys 3x1 tab

vit A 100.000 ul

PROGNOSA
Dubia ad bonam.

11

BAB IV
KESIMPULAN
1. Morbili adalah penyakit infeksi akut yang sangat menular,
disebabkan oleh paramixovirus yang pada umumnya menyerang anakanak, yang ditandai dengan 3 stadium, yaitu stadium katar, stadium erupsi
dan stadium konvalensi.
2.Virus campak ditularkan lewat infeksi droplet lewat udara,
menempel dan berkembang biak pada epitel nasofaring. Adanya giant
cells dan proses keradangan merupakan dasar patologik ruam dan infiltrat
peribronchial paru. Juga terdapat udema, bendungan dan perdarahan yang
tersebar pada otak. Kolonisasi dan penyebaran pada epitel dan kulit
menyebabkan batuk, pilek, mata merah (3 C : coryza, cough and
conjuctivitis) dan demam yang makin lama makin tinggi.
3. Manifestasi klinik morbili di mulai dari Stadium Kataralis
(Prodromal), Stadium Erupsi, dan Stadium Konvalensi.
4. Pengobatan pada morbili bersifat suportif, terdiri dari pemberian
cairan yang cukup, kalori yang sesuai dan jenis makanan yang disesuaikan
dengan tingkat kesadaran dan adanya komplikasi, suplemen nutrisi,

antibiotik diberikan apabila terjadi infeksi sekunder, anti konvulsi apabila


terjadi kejang, pemberian vitamin A, indikasi rawat inap : hiperpireksia
(suhu > 39,00 C), dehidrasi, kejang, asupan oral sulit, atau adanya
komplikasi.

DAFTAR PUSTAKA

1; Alan R. Tumbelaka. 2002. Pendekatan Diagnostik Penyakit Eksantema

Akut dalam: Sumarmo S. Poorwo Soedarmo, dkk. (ed.) Buku Ajar Ilmu
Kesehatan Anak Infeksi & Penyakit Tropis. Edisi I. Jakarta. Balai
Penerbit FKUI. Hal. 113
2; Cherry J.D. 2004. Measles Virus. In: Feigin, Cherry, Demmler, Kaplan

(eds) Textbook of Pediatrics Infectious Disease. 5 th edition. Vol 3.


Philadelphia. Saunders. p.2283 2298.
3;

Phillips C.S. 1983. Measles In: Behrman R.E., Vaughan V.C. (eds)
Nelson

Textbook

of

Pediatrics.

12th

edition.

Japan.

Igaku-

Shoin/Saunders. p.743
4; Soegeng Soegijanto. 2001. Vaksinasi Campak. Dalam: I.G.N. Ranuh, dkk.

(ed) Buku Imunisasi di Indonesia. Jakarta. Pengurus Pusat Ikatan Dokter


Anak Indonesia. Hal. 105
5; Soegeng Soegijanto. 2002. Campak. dalam: Sumarmo S. Poorwo

Soedarmo, dkk. (ed.) Buku Ajar Ilmu Kesehatan Anak Infeksi & Penyakit
Tropis. Edisi I. Jakarta. Balai Penerbit FKUI. Hal. 125
6; http://freshlifegreen.blogspot.com/2011/03/morbili-campak.html

13

7; Ikatan Dokter Anak Indonesia. Standar Pelayanan Medis Kesehatan Anak,

Edisi I. Jakarta: IDAI, 2004.


8; T.H. Rampengan, I.R. Laurentz. 1997. Penyakit Infeksi Tropik pada Anak.

Jakarta. Penerbit Buku Kedokteran EGC. Hal. 90


9; Penyakit Tropik dan Infeksi Anak. Kapita Selekta Kedokteran, Edisi III

Jilid FKUI 2000.


10; Ikatan Dokter Anak Indonesia. Standar Pelayanan Medis Kesehatan Anak,

Edisi I. Jakarta: IDAI, 2004.