Anda di halaman 1dari 49

Praktikum Motor Listrik 2013-2014

UNIT I
Konstruksi Dasar Motor DC
Nama
: .
NIM
: ..
Hari/Tanggal
: ..
I. Tujuan
Setelah melaksanakan praktikum ini diharapkan mahasiswa
mengetahui, membongkar pasang dan dapat menjelaskan
tentang konstruksi dasar motor DC
II. Komponen dan Peralatan
Direct current machine
Supply module DL 10281
Tool Box
III.

1 Unit
1 Unit
1 Unit

Dasar Teori
Secara umum konstruksi dasar motor DC terdiri atas dua plus
satu bagian utama. Bagian-bagian tersebut adalah Rotor
(bagian yang berputar); Stator (bagian yang diam) dan Celah
Udara (ruang antara rotor dan stator).
Di dalam rotor dan stator motor DC sendiri masih terdapat
komponen-komponen lagi sebagaimana terlihat pada Gambar
1.1 dan Gambar 1.2
Inti Stator

Interpole/
Kutub bantu

Terminal
Sambungan

Praktikum Motor Listrik 2013-2014

Frame
Bearing

Kumparan
stator/

Brushes

Gambar 1.1 Stator

/
Commutato

Praktikum Motor Listrik 2013-2014

Armature winding/
Kumparan Jangkar

Gambar 1.2 Rotor


IV.

Gambar percobaan

Gambar 1.3 Menjalankan Motor DC


V. Langkah Kerja
1.
Buat rangkaian pengamatan Gambar 1.3 pada stator motor
DC dengan rotor terpasang.
2.
Set tegangan modul power suplay DL10281 pada 042V/5A
dan posisi knob minimum 0% (0 Volt)
3.
Aktifkan modul power suplai DL10281 dan atur tegangan
keluarannya dengan memuar knob % samai dengan 20%.
4.
Amati bagian rotor motor! Apakah yang terjadi pada rotor?
5.
Putar kembali knob % ke posisi 0%
6.
Matikan modul power suplai, Lepas rangkaian
7.
Disassembly komponen motor DC satu per satu, amati
komponennya
8.
Reassembly lagi komponen-komponen motor DC
9.
Ulangi langkah 1 s.d 4 (motor DC harus berputar)
10. Ulangi langkah 5 s.d 6 dan kemasi peralatan

Praktikum Motor Listrik 2013-2014

VI.

Lembar Pengamatan
Tabel 1.1 Bagian-bagian Motor DC

Praktikum Motor Listrik 2013-2014

No
.
1

Komponen

Gambar/Foto

Fungsi

Praktikum Motor Listrik 2013-2014

No
.
3

Komponen

Gambar/Foto

Fungsi

Praktikum Motor Listrik 2013-2014

VII.

Pertanyaan
Apa saja bagian-bagian utama motor DC, Sebutkan!
Apa saja bagian-bagian pendukung/komponen support motor
DC, jelaskan!

VIII. Kesimpulan

Catatan : Jika lembar ini kurang bisa menggunakan lembar dibaliknya.


Nilai Praktikum :
Attitude 30%

Ketrampilan

Laporan

50%

Instruktur /Dosen :
Catatan Instruktur

Total

20%

TTD

: .

Praktikum Motor Listrik 2013-2014

UNIT II
KEBERADAAN DAN INTENSITAS MEDAN MAGNET
Nama
: ..
NIM
: ..
Kelompok : ..
Hari/Tanggal
: ..

Praktikum Motor Listrik 2013-2014

I.

Tujuan
Setelah melaksanakan praktikum ini diharapkan mahasiswa mampu
memahami pengaruh kuat arus listrik terhadap intensitas medan
magnet

II. Komponen dan Peralatan

III.

Direct current machine


Supply module DL 10281
Measurement module DL 10282
Fluks meter
Probe magnetik

1
1
1
1
1

Unit
Unit
Unit
Unit
Unit

Dasar Teori

Prinsip kerja motor listrik adalah dengan memanfaatkan interaksi


antara medan magnet yang ada pada stator dan rotor, sehingga
akhirnya bisa berputar. Medan magnet tersebut ada yang diperoleh
dari magnet permanent dan ada pula yang diperoleh dengan proses
elektromagnetik.
Magnet elektromagnetik atau yang sering disebut juga dengan
magnet buatan adalah inti besi yang dililiti penghantar dialiri arus
listrik, sehingga pada ujung-ujung inti tersebut akan muncul polaritas
medan magnet.
Keuntungan magnet elektromagnetik dibandingkan dengan magnet
permanen adalah Intensitas medan magnet electromagnet dapat
diatur-atur sesuai dengan arus yang dialirkan ke penghantar. Adapun
medan magnet magnet permanen bersifat konstan (tetap).

IV.

Gambar Pengamatan

F1 F2

Praktikum Motor Listrik 2013-2014

0 s/d 30 V

F5 F6
B
Gambar 2.1 Pengamatan intensitas medan magnet

V.
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.

VI.

Langkah Kerja
Buat rangkaian pengamatan Gambar 2.1 pada stator motor DC
tanpa rotor terpasang.
Set tegangan modul power suplay DL10281 pada 040V/5A dan
posisi knob minimum 0% (0 Volt)
Set ammeters dan voltmeter module DL 10282 untuk pengukuran
DC, perhatikan polaritas terminal pengukurannya (merah=
polaritas +).
Aktifkan modul power suplai DL10281 dan atur tegangan
keluarannya dengan memuar knob % sesuai dengan Tabel 1.
Koneksikan probe magnetik dalam inti stator, periksa keberadaan
dan intensitas medan magnet pada kutub-kutub stator.
Perhatikan polaritas kutub magnet pada kumparan
Catat hasil yang didapatkan pada Tabel 1!
Ukur intensitas medan magnet yang dihasilkan dengan fluks
meter dan catat hasilnya pada Tabel 1
Ulangi langkah no 4 s.d 8 dengan meningkatkan tegangan dan
arus catu daya DL10281 sampai 75%.
Matikan power suplay DL 10281, ubah sambungan rangkaian
Gambar 2.1 dengan terminal A terhubung ke terminal ujung
kumparan F6 dan terminal B terhubung ke ujung kumparan F1
Hidupkan kembali modul DL 10281, amati intensitas dan polaritas
kutub magnet pada kumparan medan.

Lembar Pengamatan
Tabel 1.1 Pengamatan intensitas medan magnet
Polaritas Kutub
U
I
Intensitas
U
(V (A Medan Magnet Coil F1- Coil F5(%)
)
)
(Weber)*
F2
F6
0
10
%
30
%
50
%
75
%
75
%
10

Praktikum Motor Listrik 2013-2014

* (Tidak ada, Ada, lemah, sedang, kuat, lebih kuat)

VII.

VII.

Analisa

Kesimpulan

11

Praktikum Motor Listrik 2013-2014

Catatan : Jika lembar ini kurang bisa menggunakan lembar dibaliknya.


Nilai Praktikum :
Attitude 30%

Ketrampilan

Laporan

50%

Instruktur /Dosen :
Catatan Instruktur

Total

20%

TTD

: .

12

Praktikum Motor Listrik 2013-2014

UNIT III
TAHANAN JANGKAR DAN TAHANAN MEDAN MOTOR DC
Nama
: ..
NIM
: ..
Hari/Tanggal
: ..

13

Praktikum Motor Listrik 2013-2014

I.

Tujuan
Setelah melaksanakan praktikum ini diharapkan mahasiswa mampu
1. Mengukur tahanan jangkar dan tahanan medan motor DC
2. Memahami pentingnya mengetahui tahanan jangkar dan tahanan
medan pada motor DC

II.

Komponen dan Peralatan

Direct current machine


Supply module DL 10281
Measurement module DL 10282

1 Unit
1 Unit
1 Unit

III. Dasar Teori

Pemahaman tentang tahanan jangkar dan tahanan medan motor DC


akan bermanfaat ketika melakukan analisa motor atau menentukan
besaran tahanan starting, peralatan proteksi dll. Berdasarkan arus
eksitasinya motor DC dibagi atas motor DC eksitasi terpisah
(separate excitation) dan motor DC eksitasi sendiri (self excitation).
Untuk motor eksitasi sendiri ini terbagi lagi atas motor DC seri, motor
DC shunt dan motor DC kompon.
Motor DC Seri memiliki ukuran penampang kumparan medan yang
besar, jumlahnya sedikit, dan tahanan medannya kecil sehingga
mampu menarik arus beban penuh (torsi) yang besar. Akan tentapi
karena arus medan ini dipengaruhi juga oleh arus jangkar, putaran
motor DC seri akan melambat seiring dengan bertambahnya beban
motor. Oleh karena itu motor DC seri sering diaplikasikan untuk
menggerakkan beban-beban yang berat dengan kecepatan putaran
rendah (katrol, lift, elevator dll). Motor DC Shunt memiliki jumlah
lilitan kumparan medan yang banyak, ukuran penampangnya kecil
dan memiliki tahanan medannya lebih besar. Karena arus yang
mengalir ke kumparan medan konstan, motor DC shunt sering
digunakan untuk aplikasi menggerakkan beban-beban yang tidak
terlalu berat dan diinginkan putaran konstans (konveyor dll). Motor
DC kompon merupakan kombinasi antara motor DC seri dan motor DC
shunt, yang mana memiliki dua kumparan medan, yaitu kumparan
shunt dan seri, sehingga karakteristik motor DC kompon ini adalah
karakteristik pertengahan antara motor DC seri dan shunt.
Tahanan jangkar pada motor DC umumnya sangat kecil berkisar 1
(satu) Ohm atau bahkan kurang dari satu ohm. Oleh karena itu ketika
menjalankan motor perlu dipasang suatu tahanan starting atau
regulator tegangan agar tidak membahayakan kumparan motor DC.
Untuk mengukur tahanan belitan pada motor DC ini, tidak bisa diukur
langsung menggunakan ohmmeter, melainkan dengan menerapkan
metode AmpereVolt, yang selanjutnya nilai tahanan (R) diperoleh
dengan menerapkan hukum Ohm.

IV.

Gambar Pengamatan
14

Praktikum Motor Listrik 2013-2014

15

Praktikum Motor Listrik 2013-2014

Gambar 3.1 Pengamatan tahanan belitan medan shunt

D3

D4
Gambar 3.2 Pengamatan tahanan belitan medan seri

16

Praktikum Motor Listrik 2013-2014

A1

A2
Gambar 3.3 Pengamatan tahanan belitan jangkar

V. Langkah Kerja
1.
2.

Buat rangkaian pengamatan Gambar 3.1 pada stator motor DC


Set tegangan modul power suplay DL10281 pada 040V/5A dan
posisi knob minimum 0% (0 Volt)

3.

Set ammeters dan voltmeter module DL 10282 untuk pengukuran


DC, perhatikan polaritas terminal pengukurannya, jangan
terbalik! (merah = polaritas +).
Aktifkan modul power suplai DL10281 dan atur arus keluarannya
dengan memuar knob % sesuai dengan Tabel 3.1.
Baca tegangan pada voltmeter dan catat hasilnya pada Tabel 3.1.
Hitung nilai tahanan R dengan menerapkan hukum Ohm, R=V/I
Ulangi langkah 4 s.d 6 sampai pengaturan arus sama dengan 1 A
Matikan power suplai.
Ulangi langkah 1 s.d 7 untuk pengamatan tahanan belitan medan
seri dan tahanan belitan jangkar
Kemasi dan rapikan peralatan

4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.

VI.

Lembar Pengamatan
Tabel 3.1 Pengamatan tahanan belitan medan shunt
200
400
600
800
I
1A
(mA) (mA) (mA) (mA)
V (Volt)
R (Ohm)

17

Praktikum Motor Listrik 2013-2014

Rfsh = R / 5 = .
Tabel 3.2 Pengamatan tahanan belitan medan seri
200
400
600
800
I
1A
(mA) (mA) (mA) (mA)
V (Volt)
R (Ohm)
Rfs = R / 5 = .
Tabel 3.3 Pengamatan tahanan belitan jangkar
200
400
600
800
I
1A
(mA) (mA) (mA) (mA)
V (Volt)
R (Ohm)
Ra = R / 5 = ..

18

Praktikum Motor Listrik 2013-2014

VII.

Analisa

VIII. Kesimpulan

Catatan : Jika lembar ini kurang bisa menggunakan lembar dibaliknya.


Nilai Praktikum :
Attitude 30%

Ketrampilan

Laporan

50%

Instruktur /Dosen :
Catatan Instruktur

Total

20%

TTD

: .

19

Praktikum Motor Listrik 2013-2014

UNIT IV
Karakteristik Motor DC Shunt
Nama
: ..
NIM
: ..
Hari/Tanggal
: ..
I. Tujuan
Setelah melaksanakan praktikum ini diharapkan mahasiswa mampu
1. Menggambarkan kurva karakteristik motor DC Shunt

II.

Komponen dan Peralatan

III.

Direct current machine DL 10280


Supply module DL 1013M2
Torque & rpm Meter DL30052
Electromagnetic Brake DL30300
DC ampere meter DL2109T12
Voltmeter GW Instek
Kabel
penghubung
Secukupnya

1
1
1
1
1
1

Unit
Unit
Unit
Unit
Unit
Unit

Dasar Teori

Jika suatu beban mekanis dikopelkan pada shaft motor DC, arus tanpa
beban tidak akan mampu menghasilkan cukup torsi untuk
menggerakkan beban dan motor akan berusaha berputar pelan. Hal
ini menyebabkan nilai cemf berkurang dan menghasilkan arus yang
besar seiring bertambahnya torsi beban. Ketika torsi yang dihasilkan
motor tepat sama dengan torsi beban mekanis, maka kecepatan
putaran akan tetap konstan. (lihat Gambar 4.1). Kemudian dengan
bertambahnya beban mekanis, arus jangkar akan meningkat dan
kecepatan putarannya akan drops.

Speed

Gambar 4.1 Kurva karakteristik hubungan torsi dan kecepatan motor


DC Shunt
Daya yang diserap motor (Pin) adalah Pin = Vs . I
Daya mekanis yang dihasilkan motor (Pout) = 6,28 . Ta . n / 60 =
0,1047 . Ta . n
Efisiensi konversi daya listrik ke daya mekanis () = (Pout/Pin) . 100%

20

Praktikum Motor Listrik 2013-2014

IV.

Gambar Pengamatan
F
1

I
A
1

V
F
2

0 : 100%

A
2

Ta
Electromagnetic
Breaking

Gambar 4.2 Pengamatan Karakteristik motor DC Shunt

V. Langkah Kerja
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.
13.
14.

VI.

Semua power supplay kondisi off dan knob posisi minimum


Buat rangkaian pengamatan Gambar 4.2 (DC Shunt motor dengan
electromagnetic brake)
Aktifkan power suplai dan torsi & rpm meter
Set zero adjustmen torsi meter 0 Nm (knob electromagnetic brake
minimum)
Set sumber tegangan motor DC shunt 150V
Amati kecepatan putaran dan arus yang diserap motor,
Catat hasil pengamatan pada Tabel 4.1
Hitung daya listrik yang diserap dan efisiensi motor, catat hasil
pengamatan pada Tabel 4.1
Naikkan torsi/beban motor sesuai Tabel 4.1
Ulangi langkah 6 s.d 9 hingga torsi 1.5 Nm
Matikan semua power suplai, kemasi dan rapikan peralatan
Dari hasil pengamatan Tabel 4.1 gambarkan kurva karakteristik
pada Gambar 4.3
Analisa hasil pengamatan karakteristik motor DC Shunt
Tuliskan kesimpulan dari pengamatan karakteristik motor DC
shunt ini!

Lembar Pengamatan
Tabel 4.1 Pengamatan karakteristik motor DC shunt

21

Praktikum Motor Listrik 2013-2014

U
(Volt)

I
(A)

Pin
(Wat
t)

Ta
(Nm)

n
(rpm
)

Pout
(Watt
)

(%)

0
0.1
0.3
0.5
0.7
0.9
1.1
1.3
1.5

22

Praktikum Motor Listrik 2013-2014

Gambar 4.3 Kurva karakteristik motor DC Shunt

VII.

Pertanyaan
a. Mengapa perbandingan daya mekanis yang dihasilkan dengan
daya yang diserap motor DC shunt () tidak sama dengan 100%?
Jelaskan!

23

Praktikum Motor Listrik 2013-2014

VIII. Analisa

IX.

Kesimpulan

Catatan : Jika lembar ini kurang bisa menggunakan lembar dibaliknya.


Nilai Praktikum :
Attitude 30%

Ketrampilan

Laporan

50%

Instruktur /Dosen :
Catatan Instruktur

Total

20%

TTD

: .

24

Praktikum Motor Listrik 2013-2014

UNIT V
Karakteristik Motor DC Seri
Nama
: ..
NIM
: ..
Hari/Tanggal
: ..
I.

Tujuan
Setelah melaksanakan praktikum ini diharapkan mahasiswa mampu
1. Menggambarkan kurva karakteristik motor DC Seri

II.

Komponen dan Peralatan

III.

Direct current machine DL 10280


Supply module DL 1013M2
Torque & rpm Meter DL30052
Electromagnetic Brake DL30300
DC ampere meter DL2109T12
Voltmeter GW Instek
Kabel
penghubung
Secukupnya

1
1
1
1
1
1

Unit
Unit
Unit
Unit
Unit
Unit

Dasar Teori

Konstruksi motor DC seri identik dengan konstruksi motor DC shunt,


kecuali hanya pada kumparan medannya. Kumparan medan
terhubung seri dengan kumparan jangkarnya. Walaupun konstruksi
motor DC seri dan motor DC shunt mirip, karakteristik motor DC seri
sangat berbeda dengan motor DC shunt. Pada motor DC shunt fluks F
per kutubnya konstan pada semua range beban karena kumparan
shunt terhubung langsung dengan tegangan sumber. Sedangkan
pada motor DC seri fluks per kutubnya tergantung pada arus jangkar
yang mana tergantung pada beban motor. Ketika arus yang diserap
besar fluks yang dihasilkan juga besar dan sebaliknya ketika arus
yang diserap kecil fluks yang dihasilkan juga kecil. Namun meskipun
karakteristik motor DC seri berbeda dengan motor DC shunt beberapa
persamaan dasar untuk motor DC shunt berlaku juga untuk motor DC
seri.

Gambar 5.1 Kurva karakteristik hubungan torsi dan kecepatan motor


DC Seri

25

Praktikum Motor Listrik 2013-2014

IV.

Daya yang diserap motor (Pin) adalah Pin = Vs . I


Daya mekanis yang dihasilkan motor (Pout) = 6,28 . Ta . n / 60 =
0,1047 . Ta . n
Efisiensi konversi daya listrik ke daya mekanis () = (Pout/Pin) . 100%

Gambar Pengamatan

F
1

I
A
1

V
F
2

0 : 100%

A
2

Ta
Electromagnetic
Breaking

Gambar 5.2 Pengamatan Karakteristik motor DC Seri

V. Langkah Kerja
1. Semua power supplay kondisi off dan knob posisi minimum
2. Buat rangkaian pengamatan Gambar 5.2 (DC seri motor dengan
electromagnetic brake)
3. Aktifkan power suplai dan torsi & rpm meter
4. Set zero adjustmen torsi meter 0 Nm (knob electromagnetic brake
minimum)
5. Set sumber tegangan motor DC shunt 38 V
6. Amati kecepatan putaran dan arus yang diserap motor,
7. Catat hasil pengamatan pada Tabel 5.1
8. Hitung daya listrik yang diserap dan efisiensi motor, catat hasil
pengamatan pada Tabel 5.1
9. Naikkan torsi/beban motor sesuai Tabel 5.1
10.Ulangi langkah 6 s.d 9 hingga torsi 1.5 Nm
11.Matikan semua power suplai, kemasi dan rapikan peralatan
12.Dari hasil pengamatan Tabel 5.1 gambarkan kurva karakteristik
pada Gambar 5.3
13.Analisa hasil pengamatan karakteristik motor DC Seri
14.Tuliskan kesimpulan dari pengamatan karakteristik motor DC seri
ini!

VI.

Lembar Pengamatan
Tabel 5.1 Pengamatan karakteristik motor DC seri

26

Praktikum Motor Listrik 2013-2014

U
(Volt)

I
(A)

Pin
(Wat
t)

Ta
(Nm)

n
(rpm
)

Pout
(Watt
)

(%)

0
0.1
0.3
0.5
0.7
0.9
1.1
1.3
1.5

27

Praktikum Motor Listrik 2013-2014

28

Praktikum Motor Listrik 2013-2014

Gambar 5.3 Kurva karakteristik motor DC Seri

VII.

Pertanyaan
a. Mengapa perbandingan daya mekanis yang dihasilkan dengan
daya yang diserap motor DC seri () tidak sama dengan 100%?
Jelaskan!

29

Praktikum Motor Listrik 2013-2014

VIII. Analisa

IX.

Kesimpulan

Catatan : Jika lembar ini kurang bisa menggunakan lembar dibaliknya.


Nilai Praktikum :
Attitude 30%

Ketrampilan

Laporan

50%

Instruktur /Dosen :
Catatan Instruktur

Total

20%

TTD

: .

30

Praktikum Motor Listrik 2013-2014

Unit VI
MEDAN MAGNET PUTAR

Nama
NIM
Hari/Tanggal

: ..
: ..
: ..

I. Tujuan
1. Membuktikan medan magnet putar tiga fase yang dihasilkan oleh
sistem listrik tiga fase
2. Membalik arah putaran medan putar tiga fase dengan mengubah
sambungan urutan fasenya
3. Membuktikan medan magnet putar satu fase yang dihasilkan
melalui dua denyut medan oleh dua belitan carrying currents out of
phase.
4. Membalik arah putaran medan putar satu fase dengan mengubah
sambungan kumparan bantu.
II. Komponen dan Peralatan
Stator motor listrik AC
Probe magnetik
Supply module DL 10281
Measurement module DL 10282
DL 10283 Loads and rheostat

1
1
1
1
1

Unit
Unit
Unit
Unit
Unit

III. Teori Singkat


Motor AC bekerja berdasarkan medan magnet putar atau pulsating
magnet medan. Dalam kondisi tertentu arus tiga fase dapat
menghasilkan medan magnet putar, (hasil percobaan Galileo Ferraris).
Medan magnet putar tiga fase
Untuk mendapatkan medan magnet putar H, diperlukan tiga buah
kumparan seragam yang susunan sumbu antara kumparan satu
dengan lainnya berjarak 120 kemudian dialiri arus tiga fasa yang
simetris juga. Medan putar ini kemudian akan menginduksi
penghantar-pernghantar bagian motor, sehingga interaksi keduanya
akan menimbulkan torsi dan menghasilkan putaran.

Gambar 6.1 Kumparan tiga fase

Gambar 6.2 Grafik gelombang arus medan bantu dan arus medan utama

31

Praktikum Motor Listrik 2013-2014

Cara kerja pada motor AC satu fasa berbeda dengan motor AC tiga
fasa, pada motor satu fasa memiliki dua belitan stator, yaitu belitan
utama (U1-U2) dan belitan bantu (belitan Z1-Z2). Belitan utama
menggunakan penampang kawat tembaga lebih besar sehingga
memiliki impedansi lebih kecil.
Sedangkan belitan bantu dibuat dari tembaga berpenampang kecil
dan jumlah belitannya lebih banyak, sehingga impedansinya lebih
besar dibanding impedansi belitan utama.
Grafik arus belitan bantu I bantu dan arus belitan utama I utama
berbeda fasa sebesar , hal ini disebabkan karena perbedaan
besarnya impedansi kedua belitan. Kejadian ini berlangsung terus
sampai satu siklus sinusoida, sehingga menghasilkan medan magnet
ang berputar pada belitan statornya.
IV. Rangkaian Pengamatan

(a).

(b).

Gambar 6.3 Pengamatan medan putar; (a) tiga fase, (b) Satu fase

(a).

Gambar 6.4 Pengamatan arah medan putar; (a) tiga fase, (b) Satu fase

W1
V. Langkah Kerja
L1
V1
Medan putar tiga fase
1. Terapkan pengamatan Gambar 6.3 (a) pada stator motor tiga fase
tanpa rotor terpasang.
V2
L3 2. Sambungkan L1, L2, dan L3 ke modul power suplai DL10281 tiga
V5
fase.
3. Set power suplai modul DL 10281 untuk tegangan konstan tiga fase
24 V/15 A.
V6
L2
4. Set ammeter dan voltmeter module DL 10282 untuk pengukuran
arus bolak-balik dengan batas ukur 15A dan 75V.
5. Aktifkan modul power suplai DL10281 dengan mengarahkan
sakelar 0-I-0 ke posisi "1".
6. Koneksikan probe magnetik dalam inti stator dan periksa
keberadaan medan magnet.

32

(b).

Praktikum Motor Listrik 2013-2014

Gambar 6.4 Memeriksa keberadaan medan putar

7. Adakah medan magnet putar yang ditimbulkan?.............., arah


medan magnet putar adalah.......................... dengan jarum jam.
8. Matikan modul power suplai DL1028, kemudian tukar posisi
sambungan antara kedua fasenya, misal L2 dengan L3 (Gambar
6.4 a).
9. Ulangi langkah 5, 6, dan 7, Adakah medan magnet putar yang
ditimbulkan?..............,
arah
medan
magnet
putar
adalah...........................
Medan putar satu fase
10.Terapkan pengamatan Gambar 6.3(b) pada stator motor tanpa
rotor terpasang.
11.Set modul power suplai DL1028 untuk tegangan satu fase variabel
010 V/12 A, dan atur posisi awal knob minimum (0%).
12.Set ammeter dan voltmeter module DL10282 untuk pengukuran AC
dengan batas ukur 5A dan 15V.
13.Set sakelar s kapasitor C modul DL 10283 ke posisi "0"
(minimum).
14.Aktifkan modul power suplai DL1028 dan atur arus pada kumparan
utama U1-U6 5A.
15.Koneksikan magnetik probe dalam inti stator dan periksa
keberadaan medan magnet. Adakah medan magnet putar yang
ditimbulkan?..............
16.Sekarang hubungkan kumparan bantu (auxiliary winding) dengan
menghubungkan sakelar s secara berurutan 0, 1 , 1-2, 1-2-3.
C (80 F, 160F, 240 F)
17.Ulangi langkah 15, Adakah medan magnet putar yang
ditimbulkan?..............,
arah
medan
magnet
putar
adalah...........................
18.Lepaskan kumparan bantu dengan membuka sakelar s ke posisi
0 (maksimum) dan periksa keberadaan medan magnet putar
masihkah ada?.........
19.Matikan modul power suplai DL1028, kembalikan posisi sakelar
kapasitor s ke posisi 0 minimum.
20.Ubah polaritas kumparan bantu dengan menghubungkan V6 ke U6
dan C ke U1 (Gambar 6.4 b).
21.Aktifkan modul power suplai, ulangi langkah 16, 17, adakah medan
magnet putar yang ditimbulkan?..............., arah medan magnet
putar adalah.......................

33

Praktikum Motor Listrik 2013-2014

VI. Analisa dan Kesimpulan

Catatan : Jika lembar ini kurang bisa menggunakan lembar dibaliknya.


Nilai Praktikum :
Attitude 30%

Ketrampilan
50%

Instruktur /Dosen :
Catatan Instruktur

Laporan
20%

TTD

Total

: .

34

Praktikum Motor Listrik 2013-2014

Unit VII
TAHANAN BELITAN STATOR

Nama
: ..
NIM
: ..
Hari/Tanggal
: ..
I. Tujuan
Setelah melakukan praktikum unit ini, mahasiswa dapat mengukur
tahanan belitan stator motor induksi.
II. Komponen dan Peralatan
Stator motor induksi DL1021
Megger
Regulator power supply
Rheostat

1
1
1
1

Unit
Unit
Unit
Unit

III. Teori Singkat


Nilai tahanan belitan stator motor induksi sangat berguna dalam
perhitungan-perhitungan menentukan:
- Efisiensi motor induksi
- Torsi dan slip motor saat motor kondisi berbeban
Diantara beberapa motode yang ada, pengukuran tahanan belitan
stator yang mudah salah satunya dapat dilakukan dengan metode
volt-ampere. Yaitu dengan menerapkan hukum ohm, Rs = tegangan
terminal dibagi dengan arus yang mengalir ke kumparan stator.
Untuk menghindari pemanasan pada kumparan stator, maka arus
yang diberikan untuk pengujian adalah dibatasi sekitar 10% dari arus
nominal yang tertera pada name plate motor.
IV. Rangkaian Pengamatan

Sumber
Teg DC

Gambar 2.1 Pengukuran tahanan belitan stator motor induksi, dengan


belitan stator terhubung Y (bintang)

35

Praktikum Motor Listrik 2013-2014

V. Langkah Kerja
1. Periksa data teknis (nameplate) motor yang akan diuji!

Nomor Seri

Tipe Mesin
Tegangan

Arus Nominal
Faktor Daya

Daya nominal

Frekuensi

Kecepatan
Kelas Isolasi

Derajat

2. Periksa arus nominal yang tertera pada nameplate motor (In)!


3. Arus maksimum pengujian tahanan belitan (Itest)= 10% x In = 10%
x.....A = A
4. Terapkan gambar pengamatan 2.1 pada stator motor induksi
DL1021
5. Perhatikan sakelar modul alat ukur untuk pengukuran DC
6. Knob % power suplai posisi minimum
7. Knob rheostat posisi maksimum
8. Aktifkan modul power supali
9. Atur knob % power suplai dan knob rheostat R sehingga nilai
arus (In) mendekati arus (Itest)
10.Baca tegangan dan arus yang tertampil pada voltmeter dan
ammeter serta catat hasilnya pada tabel pengamatan 2.1.
11.Matikan power suplai
12.Ulangi langkah 5 s/d 10
In = . A
Itest = 0.1 x In A
= A
= A

Belita
n

Nilai
Tahanan
( Mohm)

Tabel 2.1 Pengamatan tahanan belitan stator


Menggunakan Multimeter
Menggunakan Megger
Rata - Rata
R
R perfase
perfase(oh
R perfase
Rata - Rata R
(Ohm)
m)
(MOhm)
perfase(Mohm)

U
V
W

36

Praktikum Motor Listrik 2013-2014

VI. Kesimpulan

Catatan : Jika lembar ini kurang bisa menggunakan lembar dibaliknya.


Nilai Praktikum :
Attitude 30%

Ketrampilan

Laporan

50%

Instruktur /Dosen :
Catatan Instruktur

Total

20%

TTD

: .

37

Praktikum Motor Listrik 2013-2014

Unit VIII
Pengujian Tanpa Beban

Nama
: ..
NIM
: ..
Hari/Tanggal
: ..
I. Tujuan
Setelah melakukan praktikum unit ini, mahasiswa dapat mengukur
rugi-rugi mekanis dan rugi-rugi inti besi motor induksi.
Komponen dan Peralatan
Motor induksi 3 fase sambungan delta
Regulator power suplai 3 fase
Ammeter
Voltmeter
Frekuensi Meter
Wattmeter
Rheostat

1
1
1
1
1
2
1

Unit
Unit
Unit
Unit
Unit
Unit
Unit

II. Teori Singkat


Tes /pengujian tanpa beban, selain untuk menunjukkan kondisi operasi
pada rangkaian magnetic motor, penting juga karena diperoleh
beberapa elemen yang tersedia berguna baik untuk menggambar
diagram lingkaran (Io dan cos ) serta untuk perhitungan efisiensi
konvensional (Pm dan Piron).
Pengujian tanpa beban motor induksi dilakukan dengan menjalankan
motor dengan tegangan nominalnya dan membiarkan rotor bebas
berputar tanpa torsi penahan.
Dengan kondisi tersebut, arus yang diserap merupakan penjumlahan
vector arus magnetizing dan komponen aktif kecil yang dihasilkan oleh
rugi-rugi besi (stator) dan rugi-rugi mekanis (gesekan dan ventilasi).
III. Rangkaian Pengamatan

Regulator
3 Fase

38

Praktikum Motor Listrik 2013-2014

Gambar 3.1 Pengukuran tanpa beban motor induksi 3 fase ()


IV. Langkah Kerja
1. Rangkai rangkaian seperti gambar pengamatan 3.1
2. Pastikan pengaturan awal regulator power suplai 3 fase posisi off
dan knob posisi
3. Jumper semua instumen alat ukur untuk menghindari arus inrush
saat starting.
4. Aktifkan regulator power suplai
5. Atur perlahan-lahan knob regulator power suplai 3 phase sehingga
mencapai tegangan nominalnya, tunggu motor berputar bebas
untuk beberapa menit sehingga putarannya stabil.
6. Lepas semua jumper instrument alat ukur
7. Atur tegangan power suplai sehingga, diperoleh tegangan keluaran
seperti pada tabel pengamatan;
8. Amati arus, daya keluaran tanpa beban dan rugi-rugi daya untuk
setiap tingkat tegangan.
9. Matikan regulator power suplai
10.Kemasi kabel-kabel
F = . Hz
Tabel 3.1 Pengujian Motor Induksi tanpa beban
Vs (Volt)

Arus tanpa Daya masukan


Rugi-rugi Daya
beban Io Tanpa beban Cos
(Pm+Piron)
(A)
(Watt)

Ket

240
230
220
210
200
175
150
125

Pin tanpa beban


Cos
Pm + Piron

= WA + WB
= Po/ 3 Vs . Io
= Pin 3. Iph2 . Rph

V. Kesimpulan

39

Praktikum Motor Listrik 2013-2014

Catatan : Jika lembar ini kurang bisa menggunakan lembar dibaliknya.


Nilai Praktikum :
Attitude 30%

Ketrampilan

Laporan

50%

Instruktur /Dosen :
Catatan Instruktur

Total

20%

TTD

: .

Unit IX
Pengujian motor induksi 3 fase berbeban

40

Praktikum Motor Listrik 2013-2014

Nama
: ..
NIM
: ..
Hari/Tanggal
: ..
I. Tujuan
Setelah melakukan praktikum unit ini, mahasiswa dapat memahami
karakteristik motor induksi saat berbeban
Hubungan antara kecepatan, torsi dan arus yang diserap motor
induksi
II. Komponen dan Peralatan
Motor induksi 3 fase sambungan bintang
Regulator power suplai 3 fase
Regulator DC (pengereman)
Electromagnetic brake
Ammeter
Voltmeter
Frekuensi Meter
Wattmeter
Tachometer
Rheostat

1
1
1
1
2
1
1
2
1
1

Unit
Unit
Unit
Unit
Unit
Unit
Unit
Unit
Unit
Unit

III. Teori Singkat


Tes /pengujian tanpa beban, selain untuk menunjukkan kondisi operasi
pada rangkaian magnetic motor, penting juga karena diperoleh
beberapa elemen yang tersedia berguna baik untuk menggambar
diagram lingkaran (Io dan cos ) serta untuk perhitungan efisiensi
konvensional (Pm dan Piron).
Pengujian tanpa beban motor induksi dilakukan dengan menjalankan
motor dengan tegangan nominalnya dan membiarkan rotor bebas
berputar tanpa torsi penahan.
Dengan kondisi tersebut, arus yang diserap merupakan penjumlahan
vector arus magnetizing dan komponen aktif kecil yang dihasilkan oleh
rugi-rugi besi (stator) dan rugi-rugi mekanis (gesekan dan ventilasi).
IV. Rangkaian Pengamatan

Gambar 4.1 Pengujian motor induksi 3 fase (Y) berbeban


V. Langkah Kerja

41

Praktikum Motor Listrik 2013-2014

1. Sebelum merangkai pastikan semua peralatan kondisi off, semua


knob posisi minimum (ccw)
2. Rangkai peralatan seperti Gambar pengamatan 4.1
3. Jumper semua instrument alat ukur untuk menghindari arus inrush
saat starting.
4. Lakukan pengaturan kesetimbangan electromagnet dengan
mengatur posisi pemberat dari angka nol yang dapat mengacu
pada kesetimbangan waterpass. Setelah didapat posisi setimbant
kencagkan bandul pembarat.
5. Aktifkan regulator power suplai 3 phase dan atur sehingga
mencapai tegangan nominal motor.
6. Close the switches of DC and three-phase output.
7. Periksa berputar pada arah yang benar with reference to the
measuring weight.
8. Lepas semua jumper instrument alat ukur.
9. Move the measuring weight to the maximum testing arm and
adjust excitation output to re-balance the electromagnets ring.
10.Baca hasil penunjukan instrumen alat ukur dan kecepatan putaran
motor menggunakan tachometer.
11.6 Progressively move the measuring weight to the other
values on the testing arm, each time re-balancing the
electromagnets ring through adjustment of excitation output
and note the new readings of the instruments and the rotation
speed.
12. Stop the motor opening the switches.
Sambungan kumparan stator = .
Tabel 3.1 Pengujian Motor Induksi tanpa beban

C (Nm) I (A)
1/4
2/4
3/4
4/4
5/4

WA

WB

Pin

Cos

Pout

P in = WA + WB
Cos
= Pin / 3 V . I
POut = 2 n C / 60
= POut/Pin

42

Praktikum Motor Listrik 2013-2014

VI. Kesimpulan

Catatan : Jika lembar ini kurang bisa menggunakan lembar dibaliknya.


Nilai Praktikum :
Attitude 30%

Ketrampilan

Laporan

50%

Instruktur /Dosen :
Catatan Instruktur

Total

20%

TTD

: .

43

Praktikum Motor Listrik 2013-2014

Unit X

STARTING MOTOR INDUKSI TIGA PHASA


Nama
: ..
NIM
: ..
Hari/Tanggal
: ..
I. TUJUAN
Setelah melaksanakan praktikum ini diharapkan mahasiswa dapat:
1. Mengetahui dan dapat merangkai berbagai jenis sambungan motor
induksi 3 fase
2. Mengetahui besarnya arus starting
3. Membandingkan besarnya arus starting antara jenis hubungan
starting motor
II. TEORI SINGKAT
a.
Motor Induksi
Motor induksi merupakan motor arus bolak-balik dan sangat
banyak aplikasinya baik di dunia industri maupun di perumahan.
Sesuai dengan namanya mengapa dinamakan motor induksi adalah
karena medan magnet yang dihasilkan pada rotor adalah bukan
diperoleh dari sumber tertentu melainkan diperoleh karena proses
induksi dari medan putar yang dihasilkan dari kumparan stator motor.
Secara umum motor induksi digolongkan menjadi dua yaitu motor
induksi tiga phasa dan satu phasa.
b.
Arus Starting
Ketika pertama kali motor dijalankan, agar motor dapat
berputar maka diperlukan kopel/torsi yang cukup besar. Oleh karena
itu arus mula (starting) pada motor ini adalah sangat tinggi (5 s.d. 7 x
arus nominal). Untuk motor-motor di industri terutama motor-motor
dengan kapasitas besar, starting motor tidak dapat dilakukan secara
langsung. Hal ini karena selain dapat menyebabkan peralatan proteksi
akan selalu trip (gagal start), dapat pula menyebabkan kejutan pada
kumparan motor.
Pada motor induksi rotor lilit pengaturan arus starting dapat
dilakukan dengan memasang tahanan eksternal pada rotornya, yaitu
dengan mengatur-atur besar kecilnya nilai tahanan tersebut. Untuk
motor squirel cage atau sangkar tupai, tidak memungkinkan lagi untuk
penambahan tahanan eksternal. Pengaturan starting motor sangkar
tupai dapat dilakukan dengan penambahan alat ototransformer atau
sakelar star-delta.
c.
Sambungan kumparan stator motor 3 fase
Terdapat dua jenis sambungan motor tiga fase, bintang dan delta!
W2

W1

(a)

(b)

Gambar 5.1 Sambungan kumparan stator motor 3 fase; (a) Sambungan Delta,
(b) Sambungan Star

44

Praktikum Motor Listrik 2013-2014

Sambungan delta merupakan sambungan yang ujung akhir


kumparan dihubung seri dengan ujung awal kumparan berikutnya.
Ujung U2 terhubung ke ujung V1, Ujung akhir V2 terhubung ke ujung
awal W1 dan ujung akhir W2 terhubung ke ujung awal U1. Kemudian
pada masing-masing sambungan ditarik kabel keluar tersambung ke
saluran (sumber) tiga fase, L1, L2, L3 (Gambar 5.1.a).
Sambungan bintang (star) merupakan sambungan yang ujung
akhir semua kumparan dihubungkan menjadi satu dan ujung-ujung
awal kumparan terhubung ke saluran (sumber) tiga fase (Gambar
5.1.b).
III. DAFTAR ALAT DAN BAHAN PERCOBAAN
Motor induksi tiga fase rotor lilit
Motor induksi tiga fase rotor sangkar tupai
Tahanan reostat
Power suplai tiga fase
Voltmeter
Ammeter
Kabel penghubung

1 Unit
1 Unit
1 Unit
1 Unit
1 Unit
1 Unit
secukupnya

IV. PROSEDUR PERCOBAAN


L1

L2V

L3

U1

V1

U2

V2

L1

L2V

L3

W1

U1

V1

W1

W2

U2

V2

W2

Gambar 1.1 Rangkaian Percobaan Starting Motor Indusi 3 Phasa


Langkah Langkah Percobaan :
a. Motor tiga phase Sangkar Tupai
1. Pertama rangkai kumparan stator motor tiga fase dengan
hubung delta
2. Pastikan knob power suplai posisi minimum
3. Aktifkan modul power suplai
4. Atur posisi knob sesuai dengan Tabel 5.1 dan amati tegangan
pada terminal-terminal stator motor serta arus yang diserap
motor.
5. Lakukan pengamatan arus starting
6. Matikan modul power suplai

45

Praktikum Motor Listrik 2013-2014

7. Atur posisi knob hingga 100%


8. Amati simpangan arus maksumum pada ammeter dengan
menyalakan modul power suplai dan catat hasilnya pada
lembar pengamatan
9. Ulangi langkah 1 s/d 8 untuk motor listrik dengan konfigurasi
kumparan stator terhubung bintang.
10.Kemasi peralatan
V. HASIL PERCOBAAN
Tabel 5.1 Tabel Percobaan Arus Starting Motor Sangkar Tupai
Hubungan
Belitan
Bintang Y

Delta

Knob

10
%

20
%

30
%

40
%

50
%

80
%

20
%

35
%

50
%

75
%

80
%

U
(Volt)
I
(Amp
)

Pengamatan arus starting


Hubung delta = . A
Hubung bintang (Y) =..A

46

100
%

Praktikum Motor Listrik 2013-2014

VI.

Analisa dan Kesimpulan

Catatan : Jika lembar ini kurang bisa menggunakan lembar dibaliknya.


Nilai Praktikum :
Attitude 30%

Ketrampilan

Laporan

50%

Instruktur /Dosen :
Catatan Instruktur

Total

20%

TTD

: .

Lampiran
47

Praktikum Motor Listrik 2013-2014

48

Praktikum Motor Listrik 2013-2014

Daftar Pustaka
1. Delorenzo, shunt DC motor DL1023 PS, di delorenzo engineering training solution,
Italy: DE LORENZO SPA, 1999-2011.
2. Delorenzo, squirrel cage motor DL 1021, di delorenzo engineering training solution,
Italy: DE LORENZO SPA, 1999-2011.
3. Delorenzo, rotating electrical machines DL 10280, di delorenzo engineering training
solution, Italy: DE LORENZO SPA, 1999-2011.

49