Anda di halaman 1dari 3

PENGERTIAN BULLWHIP EFFECT | TUGAS PTI YOPPY

1 of 3

http://yoppyabenk25.blogspot.co.id/2015/06/pengertian-bullwhip-effec...

TUGAS PTI YOPPY

Beranda

About

PENGERTIAN BULLWHIP EFFECT


12 .5 8 |

Bullwhip effect (atau efek cambuk) merupakan istilah yang


digunakan dalam dunia inventory yang mendifinisikan bagaimana
pergerakan demand dalam supply chain. Bullwhip Konsepnya adalah
adalah suatu keadaan yang terjadi dalam supply chain, dimana
permintaan dari customer mengalami perubahan, baik semakin
banyak atau semakin sedikit, perubahan ini menyebabkan distorsi
permintaan dari setiap stage supply chain. Distorsi tersebut
menimbulkan efek bagi keseluruhan stage supply chain yaitu
permintaan yang tidak akurat.
Efek dari kondisi ini adalah semakin tidak akuratnya data
permintaan.

Popular Posts
PENGERTIAN BULLWHIP
EFFECT
Bullwhip effect (atau efek
cambuk) merupakan istilah
yang digunakan dalam
dunia inventory yang
mendifinisikan bagaimana
pergerakan demand d...
Pengertian/ Definisi Proses
Produksi, Jenis Proses
Produksi, Reliabilitas Proses
Produksi, dan Manfaatnya
Pengertian/ Definisi Proses
Produksi, Jenis Proses
Produksi, Reliabilitas Proses
Produksi, dan Manfaatnya
A. Pengertian/ Definisi
Proses P...
PEMBHASAN KANBAN
A. Pengertian Kanban
Kanban dalam bahasa
jepang berarti Visual
record or signal. Sistem
produksi JIT menggunakan
aliran informasi ber...
PENGERTIAN 5S &
CONTINOUS IMPROVEMENT
Tentang 5S (Seiri, Seiton,
Seiso, Seiketsu, Shitsuke)
Bagi anda yang pernah
berinteraksi dengan dunia
pabrik tentunya tidak asing
dengan ...
PEMBAHASAN Enterprise
Resource Planning

Ada banyak hal yang bisa menyebabkan terjadinya bullwhip effect


ini. Dalam hal ini menurut Lee et al (1997) mengidentifikasi 4
penyebab utama dari bullwhip effect yaitu:
1. Demand yang jarang sekali stabil
Hal ini mengakibatkan peramalan permintaan yang kita buat juga
jarang sekali akurat, sehingga terjadinya error pada forecast dimana
perusahaan mengantisipasi dengan membuat safety stock. Namun
jika ditarik dari produk jadi yang diserahkan ke customer sampai ke
raw material yang ada di pabrik maka akan terlihat lonjakan demand
yang sangat tajam. Pada periode dimanademand sedang melonjak
maka seluruh partisipan pada chain akan meningkatkan inventorinya
namun jika demand pada periode tertentu sedang turun maka
partisipan harus menurunkan inventorinya. Akibat dari besarnya
safety stock berpengaruh pada tidak efisiensinya produksi, dan juga
mengakibatkan rendahnya utilization pada pendistribusian. Dapat
juga berpengaruh pada buruknya customer service dan juga
buruknya image perusahaan dikarenakan stock yang sudah terlalu
lama, sehingga produk menjadi rusak. Terlebih lagi hiringdan lay-off
pekerja berpengaruh pada kondisi keuangan perusahaan akibat dari
training dan juga pembayaran pesangon pekerja.
2. Order Batching
Pada saat inventory pada perusahaan sudah menurun, maka
perusahaan biasanya tidak langsung memesan barang, ini
dikarenakan perusahaan memesan berdasar order batching atau
akumulasi permintaan sebelum memesan pada supplier. Biasanya
order batching ada dua macam yaitu periodic ordering and push
ordering. Perusahaan biasanya memesan secara mingguan, dua
mingguan atau bahkan bulanan. Jadi yang dihadapi oleh supplier
ketika perusahaan memesan secara periodik adalah terjadinya
tingkat permintaan yang tinggi untuk bulan ini disusun dengan
kekosongan di bulan berikutnya. Pemesanan secara periodik ini
mengakibatkan bullwhip effect. Salah satu masalah yang dihadapi
untuk melakukan pemesanan secara frekuensi adalah masalah biaya
transportasi, dimana terdapat perusahaan akan rugi jika memesan
barang dengan muatan yang tidak penuh.
3. Price Fluctuation

5/18/2016 5:50 PM

PENGERTIAN BULLWHIP EFFECT | TUGAS PTI YOPPY

2 of 3

1. SEJARAH ERP ERP


berkembang dari
Manufacturing Resource
Planning (MRP II) dimana
MRP II sendiri adalah hasil
evolusi dari Material Requ...
PEMBAHASAN PURCHASING
1 .1
Purchasing 1 .1.1
Pengertian Purchasing
Menurut Sofjan Assauri
(2008,p.223) Pembelian
merupakan salah satu
fungsi yang...
PENGENDALIAN PRODUKSI
PENGENDALIAN PRODUKSI
A. Pengertian pengendalian
produksi a.
Pengertian
Pengendalian produksi
adalah berbagai kegiatan
dan metode ...
Tata Letak ( Proses &
Produk )
1. Pengertian Tata Letak
Tata letak adalah suatu
rancangan fasilitas,
menganalisis, membentuk
konsep, dan mewujudkan
sistem pe...
MATERIAL REQUIREMENT
PLANNING
A. Pengertian Material
Requirement Planning
Material Requirement
Planning (MRP) dapat
didefinisikan sebagai suatu
teknik atau set prosedu...
PEMBAHASAN ERP
1. SEJARAH ERP ERP
berkembang dari
Manufacturing Resource
Planning (MRP II) dimana
MRP II sendiri adalah hasil
evolusi dari Material Requ...

Blogger templates
Blogger news
Blogroll
Archives
2015 (15)
Juni (15)
Pengertian/ Definisi
Proses Produksi,
Jenis Proses...
PENGENDALIAN
PRODUKSI
QUALITY CONTROL
PENGERTIAN CRM
Supply Chain
Management
MATERIAL
REQUIREMENT
PLANNING

http://yoppyabenk25.blogspot.co.id/2015/06/pengertian-bullwhip-effec...

Manufacture dan distributor biasanya membuat promosi secara


periodikal, sehingga membuat pembeli melakukan permintaan
menjadi lebih banyak dari yang sebenarnya dibutuhkan. Promosi
semacam ini dapat membuat supply chain menjadi terancam, ini
dikarenakan pembeli akan memesan lebih banyak dari yang
dibutuhkan ketika sedang ada promosi dan ketika harga menjadi
normal maka tidak ada pembelian karena customer masih memiliki
stock barang. Ini membuat peta permintaan tidak menunjukkan pola
yang sebenarnya. Dan variasi dari pembelian lebih besar dari variasi
consumsion rate sehingga ini menimbulkan bullwhip effect.
4. Rationing and Shortage Gaming
Pada saat salah satu rantai dari supply chain management ada yang
melakukan permainan yang mengakibatkan pabrik tidak
mengetahui permintaan pasar yang sebenarnya sehingga terjadi
kekurangan atau kelebihan stock di pasaran yang mengakibatkan
kekacauan di downstream, atau ada salah satu mata rantai yang
melakukan penimbunan barang agar terjadi scarcity dan
menimbulkan kekacauan di mata rantai SCM, sehingga permintaan
meningkat dari downstream. Ini juga mengakibatkan bullwhip effect.
Idealnya suplai dari produsen ke konsumen akan berjalan dengan
lancar meskipun melalui berapa tahapan. Misalkan dari produsen
sesudah barang jadi diproduksi dikirim ke gudang, kemudian dari
gudang dilanjutkan disebar ke distributor, setelah dari distributor
barulah akan disebarkan ke penjual eceran (retail), dan terakhir
akan diterima ketangan customer (pembeli). Permasalahan baru
akan terjadi ketika, hasil penjualan suatu periode dijadikan referensi
untuk rencana produksi diwaktu yang akan datang. Padahal pada
kenyataannya, permintaan dari customer terus berubah-ubah.
Ketidakpastian permintaan customer inilah yang menjadi penyebab
utama bullwhip effect.
Akibat yang akan terjadi pada awalnya adalah kesalahan dalam
memproduksi jumlah barang. Pada satu sisi ketika barang yang
diproduksi jumlahnya berlebih, maka yang akan terjadi adalah
penumpukan barang. Setiap penumpukkan barang akan
mengakibatkan penambahan biaya penyimpanan (storage) yang
tentunya ini akan menjadi kerugian biaya tersendiri. Belum lagi jika
selama penyimpanan ada barang yang mengalami kerusakan atau
defect. Begitu pula sebaliknya, jika barang yang diproduksi terlalu
sedikit, atau kurang dari kebutuhan customer, maka akan
didapatkan kerugian kehilangan kesempatan menjual barang kepada
customer. Jika produk yang kita jual jenisnya adalah yang unik dan
tidak memiliki pesaing mungkin kita bisa mempertahankan
pelanggan. Namun jika produk yang kita jual juga ada pesaing
lainnya yang menjual produk serupa, maka akan ada kemungkinan
customer kita akan berpindah ke penjual lainnya, yang tentu saja ini
adalah suatu bentuk kerugian tersendiri, kehilangan pelanggan.
Penumpukan barang adalah salah satu kasus awal, dan yang terakhir
adalah menghilangnya pelanggan, bayangkan jika kedua keadaan ini
terjadi secara bersamaan. Yang akan terjadi adalah kekacauan dari
rantai suplai dan usaha yang kita miliki.
Pendekatan yang Dapat Mengurangi Bullwhip Effect :
1. Menerapkan information sharing,
2. Memeperpendek atau mengubah struktur supply chain,
3. Mengurangi fixed cost,
4. Menciptakan stabilisasi data, dan
5. Memperpendek lead time.
Apa Sech Penyebab Fenomena ini :
Namun dari beberapa penyebab di atas yang mempunyai pengaruh
terbesar dalam terjadinya bullwhip effect adalah demand forecasting
updating, jumlah stage dalam supply chain dan variasi harga.
Bagaimana hal tersebut bisa mempunyai pengaruh besar dalam
proses bullwhip tersebut? Logikanya sebagai berikut, setiap kali ada
permintaan konsumen 10 permen, retailer akan memberikan
persediaan total 15 permen, mengapa karena si retailer akan
berusaha untuk memenuhi service level, hal ini akan terus
meningkat ke ujung supply chain, si pembuat permen pasti akan
mendapatkan order 25 permen dari retailer, seterusnya si
manufaktur permen akan membeli bahan pembuat permen untuk
minimal bikin 25 permen atau lebih, pastinya lebih. Sedangkan
variasi harga akan memberikan sebuah fenomena seperti diskon,
ketika si retail memberikan diskon yang besar maka permintaan
konsumen akan meningkat dan sangat berpengaruh selanjutnya
seperti logika di atas, permintaan akan selalu meningkat di setiap
stage supply chain.

PEMBAHASAN ERP
PEMBAHASAN
Enterprise

Diposkan oleh yoppy eko saputro

5/18/2016 5:50 PM

PENGERTIAN BULLWHIP EFFECT | TUGAS PTI YOPPY

3 of 3

http://yoppyabenk25.blogspot.co.id/2015/06/pengertian-bullwhip-effec...

Resource Planning
MTS & MTO
Tata Letak ( Proses
& Produk )
PENGERTIAN
BULLWHIP EFFECT

0 K O M E N TA R :
P O S K A N K O M E N TA R

PEMBHASAN
KANBAN
PENGERTIAN 5S &
CONTINOUS
IMPROVEMENT

Beri komentar sebagai:


PEMBAHASAN
PURCHASING
PENGERTIAN,
KONSEP, DEFINISI
PEMASARAN DAN
MANAJEM...

Publikasikan

Posting Lebih Baru

Beri tahu saya

Beranda

Posting Lama

Copyright 2011 TUGAS PTI YOPPY.All rights reserved.Powered by Blogger


Coded by Call Center Outsourcing, Luggageguides.com, Designed by Ezwpthemes.

5/18/2016 5:50 PM