Anda di halaman 1dari 62

PENGOLAHAN AIR DALAM

INDUSTRI

NANDANG SAFRUDIN
PT INDONESIA POWER
UNIT BISNIS PEMBANGKITAN SURALAYA

PENDAHULUAN

Air merupakan bahan dasar untuk memproduksi uap


dalam industri ( PLTU ) , untuk mendapatkan air yang
berkualitas dibutuhkan suatu usaha pengolahan air yang
effektif agar dapat menjamin berlangsungnya siklus uap
, umumnya suatu proses industri membutuhkan
persyaratan air yang kualifikasi nya tinggi bebas dari
kontaminan yang dapat menimbulkan gangguan .
Air yang dimanfaatkan untuk memproduksi uap di PLTU
mempunyai syarat kualifikasi yang dapat mengendalikan
kontaminan pada uap , air sebagai sumber pemasokan
merupakan hal yang paling penting , mengingat sifat
sifat air yang terkandung didalamnya dapat
mempengaruhi seluruh proses pengolahan air .

Pada umumnya air yang baik adalah cairan yang tidak


berasa , tidak berwarna dan tidak berbau . Air adalah
merupakan pelarut berbagai macam zat ( Universal Solvent
) hampir semua zat zat larut didalamnya , karena sifat
sifat inilah maka air sangat mudah tercemar oleh kondisi
lingkungannya . Daya kelarutan mineral dalam air akan
meningkat dengan adanya gas- gas yang melarut
didalamnya , gas yang paling banyak melarut dalam air
adalah gas CO2 dan O2 .
H2O + CO2 --------- H2CO3
Asam lemah Carbonat inilah yang dapat melarutkan
material

JENIS JENIS AIR


1.
2.
3.
4.
5.

Air permukaan .
Air Muara .
Air Danau .
Air Tanah .
Air Saline
a. Air laut murni , cond 35.000 ppm
b. Air Brakisch , cond 10.000 15.000 ppm .
6. Air Payau .
7. Air buangan Domestik .

KONTAMINAN AIR
1. Jenis kontaminan air .
Yang disebut sebagai kontaminan air adalah zat
zat yang terkandung didalam air yang menyebabkan
ketidakmurnian ( impuritis ) .
Terdapat 3 kelompok kontaminan
a. Zat yang melarut ( ionic ). Ca , Mg .
b. Zat yang tidak melarut ( Non Ionic ). HCO3 , SO4
c. Gas yang melarut . CO2 , NH3

CARA CARA PENGOLAHAN AIR

1. PENGOLAHAN EXTERNAL
Yang dimaksud dengan pengolahan External adalah
semua
metoda pengolahan yang dilakukan pada
pengolahan air mentah menjadi air baku .
A. Koagulasi adalah proses destabilisasi dengan cara
menambah bahan kimia yang membentuk
partikel yang lebih besar , menyusun flok flok
yang mudah diendapkan atau disaring .
B. Proses Desalination adalah pemisahan air tawar dari
dari air laut
C. Demineralized adalah proses pembuatan air bebas
mineral dengan menggunakan resin penukar ion .

DEMINERALIZED WATER

1. Penjelasan umum .
Adalah proses deionisasi pertukaran ion ion
dengan
menggunakan Resin Cation dan Resin Anion
, apabila air
mengandung garam dialirkan lewat
penukar Resin Cation ( bentuk H+ ) , maka air yang
keluar dari bed Cation akan
bersifat asam , karena
semua cation akan dikonversikan oleh H+ . Apabila air
yang bersifat asam ini dilewatkan kedalam bed resin
Anion ( bentuk OH- ) , maka anion asam akan ditukar
dengan OH- membentuk air yang keluar bebas dari
cation dan anion .

PANEL DEMINERALIZER

MIXED BED

FLOW DIAGRAM DEMIN PLANT

Proses yang terjadi di dalam Mix Bed dapat dijelaskan


secara singkat sebagai berikut :
Air Destilat dipompakan dengan mempergunakan
destillate Water Booster Pump , masuk kedalam kolom
Mixed Bed yang berisi resin Kation dan Anion ( tercampur
Homogen ) . Pada waktu melewati resin terjadi proses
pengambilan ion ion yang menjadi pengotor yang terlarut
dalam air destilat, ion positif diambil oleh resin Cation dan
ion Negative diambil oleh resin anion . Setelah melewati
resin didalam kolam resin , air keluar dari bagian bawah
sebagai air produk Mixed Bed Demineralizer yang
merupakan air bebas mineral disebut air Demin ( Demin
Water ) selanjutnya ditampung didalam demin tank yang
akan dipergunakan sebagai air pengisi ketel ( Boiler Feed
Water ) atau sebagai air penambah ( Make up Water ) .

DAIGRAM ALIR DEMINERALIZED

Resin yang dipergunakan selama pengoperasian


mixed bed mempunyai kapasitas penukaran yang
terbatas , sehingga setelah dioperasikan pada volume
tertentu resin akan mengalami kejenuhan , untuk
mengembalikan resin pada kondisi semula sehingga siap
dipergunakan kembali maka resin harus diregenerasi .
Regenerasi untuk resin cation mempergunakan asam
Chlorida ( HCl ) dan regenerasi untuk resin Anion
mempergunakan Caustic Soda ( NaOH ) . Prinsif
regenerasi untuk resin adalah kebalikan dari operasi,
dimana ion ion yang terkandung didalam resin ditukar
dengan ion ion bahan kimia yang dipergunakan untuk
regenerasi ( Regenerant ) , dengan demikian resin akan
kembali pada formulasi aslinya yaitu R-H+ untuk resin
kation dan R- OH - untuk resin anion .

Proses Operasi
Resin Kation mempunyai muatan listrik negative ( R
- ) yang bekerja mengikat ion ion positif ( Kation )
yang terkandung dalam air ( Ca2+ , Mg2+ ,K+ , Na+ )
Secara umum mekanisme pertukaran ion dapat ditulis
sebagai berikut :
R- H+
R- H+
R- H+
R- H+

+
+
+
+

NaCl
MgCl2
CaCl2
MgSO4

-----------
-----------
-----------
-----------

R- Na+
R- Mg2+
R- Ca2+
R- Mg2+

+
+
+
+

HCl
HCl
HCl
HCl

Resin Anion mempunyai muatan listrik positip ( R+)


yang bekerja mengikat ion ion negatip ( Anion ) yang
terkandung dalam air ( SO42+ , C l- , OH- ).
Secara umum mekanisme pertukaran ion dapat ditulis
sebagai berikut :
R-OH- + HCl
------------ R-Cl- + H2O
R-OH- + H2SO4 ------------ R-SO42- + H2O
R-OH- + H2SiO3 ------------ R-SiO3 - + H2O

REGENERASI

Proses Regenerasi .
Pada reaksi pertukaran ion dalam proses
pengoperasian penukar kation maupun anion terjadi
kejenuhan resin sesuai dengan kemampuan ( kapasitas )
resin tersebut , pada kondisi ini resin tidak mampu lagi
untuk melakukan pertukaran . Untuk mengembalikan
kondisi resin pada asalnya maka harus dilakukan
regenerasi

Proses regenerasi resin kation


Bahan kimia untuk regenerasi resin kation berbasis H+
mempergunakan larutan HCl .
R-Ca2+ + HCl -----------> R- H+ + CaCl2
R-Mg2+ + HCl -----------> R- H+ + MgCl2
R-Na+ + HCl -----------> R- H+ + NaCl
Proses regenerasi resin anion
Bahan kimia untuk regenerasi resin anion berbasis OHmenggunakan larutan NaOH
+ NaOH -----------> R- OH- + NaCl
R- ClR- SO4- + NaOH -----------> R- OH- + Na2SO4
R- SiO32- + NaOH -----------> R- OH- + NaSiO3

PERSIAPAN REGENERASI
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.

Periksa level Acid dillution tank .


Periksa level Caustic Dillution tank.
Level neutaralisasi harus rendah .
Conductivity high atau counter up .
Fresh water level cukup > 50 % .
Select regenerasi ( A , B , S , D ) .
Udara compressor > 7 Kg/ cm2 .
Level Tangki Acid dan Caustic kondisi terisi .
Pemantauan petugas saat regenerasi dilakukan .

LANGKAH LANGKAH REGENERASI


1.

Backwash
Pada proses backwash resin yang tadinya tercampur
secara alami akan terpisah berdasarkan berat jenisnya
, resin kation akan berada dibagian bawah sedangkan
resin anion akan berada pada bagian atas , pada
proses back wash juga terbawa kotoran kotoran
yang ada pada permukaan resin .
Flow : 12 m3 / jam .
Waktu : 20 menit .

2. Settling ( Pengendapan ).
Resin diendapkan sehingga anion dan kation betul
betul terpisah , hal ini sangat penting sebelum
melakukan injeksi kimia .
Waktu : 10 menit .
3. Caustic Injection .
Caustik diinjeksikan dengan bantuan water ejector
menuju bagian atas bed yang berisi lapisan resin anion ,
sementara dari bagian bawah bed dialirkan air dengan
tekanan tertentu sehingga caustic yang diinjeksikan dari
bagian atas tidak akan menebus lapisan resin cation
yang berada dibawahnya.

Dalam injeksi caustic ini diperlukan pemanasan yang


dikontrol pada 55oC dengan mempergunakan aux
steam , hal ini untuk mempermudah terlepasnya ion
ion Silika yang mempunyai karakteristik sulit dilepaskan
.semenatara limbah caustic sisa regenerasi dibuang ke
bak netralisasi melalui saluran yang terpasang pada
bagain tengah bed .
kecepatan aliran air lar caustic : 2.5 m3/jam .
Kecepatan aliran air : 2.4 m3/jam .
Waktu : 40 menit .

4. Caustic Displacement .
Setelah injeksi caustik selesai dilakukan pencucian
dengan megalirkan air mengalir terus menerus .dengan
harapan bahan kimia dari Caustic Soda yang tersida dan
menempel pada resin dapat terbilas hingga bersih
kecepatan aliran air line caustic : 2.5 m3/jam .
Kecepatan aliran air : 2.4 m3/jam .
Waktu : 40 menit .

5. Acid Injection .
Acid diinjeksikan dengan bantuan water ejector menuju
bagian bawah bed yang berisi lapisan resin cation ,
sementara dari bagain atas dialirkan air dengan tekanan
tertentu yang berfungsi selain untuk mengimbangi
tekanan injeksi acid juga dipergunakan untuk mencuci
sisa sisa caustic pada resin anion .
Limbah acid dan cucian caustik dibuang ke bak
netralisasi melalui saluran yang terpasang pada bagian
tengah bed .
Kecepatan aliran air pada line caustik : 2.5 m3/ jam .
Kecepatan aliran acid : 2.4 m3/ jam .
Waktu : 20 menit .

6. Acid Displacement .
Setelah injeksi acid selesai dilakukan pencucian dengan
mengalirkan air secara terus menerus , dengan
harapan bahan kimia dari Acid yang tersisa dan
menempel pada resin dapat terbilas hingga bersih
Kecepatan aliran air pada line caustik : 2.5 m3/ jam .
Kecepatan aliran acid : 2.4 m3/ jam .
Waktu : 20 menit .

7. Rinse .
Pencucian seluruh sisa sida injeksi baik caustic
maupun acid . Air dialirkan dari bagian atas dan bawah
bed kemudian keluar dari bagian tengah dan dibuang ke
bak netralisasi .
Kecepatan aliran air pada line caustik : 9.6 m3/ jam .
Kecepatan aliran air pada line acid : 12 m3/ jam .
Waktu : 20 menit

8. Draining .
Air didrain sampai level beberapa Cm diatas permukaan
resin anion .dengan tujuan saat dilaukan pengadukan
resin tidak ikut terbuang dan resin tidak mengalami
kerusakan .
Waktu : 20 menit .
9. Loosening ( Peregangan ) .
Air dialirkan dari bagian bawah bed dengan aliran
tertentu sehingga resin mengalami peregangan .
Kecepatan aliran dari bawah ke atas : 12 m3/jam .
Waktu : 5 menit .

10. Resin Mixing ( Pengadukan )


Resin diaduk dengan mempergunakan udara sampai
terjadi pencampuran yang homogen antara cation dan
anion .
Kecepatan aliran : 12 m3/jam .
Waktu : 5 menit .
11. Fill Up ( Pengisian air ).
Kolom diisi dengan air untuk membuang udara bekas
mixing yang tersisa didalamnya .
Kecepatan aliran : 65 m3/jam .
Waktu : 5 menit .

12. Fast Rinse ( Pencucian Cepat ).


Dilakukan pencucian cepat dengan mengalirkan air dari
bagian atas kolom sampai tercapai conductivity yang
sesuai standar , setelah itu regenerasi selesai dan
dilanjutkan dengan langkah service .
Kecepatan aliran : 65 m3/ jam .
Waktu : 20 menit .
Amati kualitas air berangsur angsur turun sesuai baku
mutu .
Conductivity : < 0.2 .
Silika
: 0.01 ppm

PERSIAPAN REGENERASI
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.

Periksa level Acid dillution tank .


Periksa level Caustic Dillution tank.
Level neutaralisasi harus rendah .
Conductivity high atau counter up .
Fresh water level cukup > 50 % .
Select regenerasi ( A , B , S , D ) .
Udara compressor > 7 Kg/ cm2 .
Level Tangki Acid dan Caustic kondisi terisi .
Pemantauan petugas saat regenerasi dilakukan .

TROUBLE SHOOTING
1.

2.

Conductivity tinggi :
Penyebab : Regenerasi tidak sempurna .
Tindakan : lakukan Proses regenerasi sesuai
petunjuk . Saat backwash , dan injeksi
kimia .
Kandungan Cu , SiO2 Naik .
Penyebab : Saat regenerasi suhu air terlalu tinggi .
Tindakan : Atur temperatur masuk saat injeksi .

3. Differential pressure high .


Penyebab : penyumbatan pada valve effluent .
Tindakan : Hilangkan lapisan suspensi yang
menyumbat dengan melakukan bakwash dan mix
4. Caustic dill water flow low .
Penyebab : Kecepatan aliran saat regenerasi turun .
Tindakan :Set flow sesuai spesifikasi .
5. Dillution Caustic temp high .
Penyebab : Pembukaan valve steam tinggi .
Tindakan : Atur Valve aliran steam sesuai spec .
6. Caustic & Acid density low .
Penyebab : Aliran bahan kimia tersumbat.
Tindakan : Atur valve injeksi & periksa konsentrasiny

DAFTAR PUSTAKA
1.
2.
3.

Hand Book Operation WTP .


Pendidikan dan pelatihan bidang operasi PLTU .
Handout kimia dan lingkungan hidup .

TERIMA KASIH

DESALINATION PLANT

Pendahuluan .
Desalination Plant adalah peralatan yang dipergunakan
untuk memurnikan air laut ( sea water ) dengan metode
destilasi condensasi .
di PLTU Sularaya type desal yang pakai adalah type
Multi Stage Flash Evaporator ( MSF System ) dirancang
untuk memproduksi fresh water 130 m3 / jam .
prinsip kerja desalination adalah air laut dialirkan
bersamaan dengan steam yang dipergunakan untuk
memanaskan pada brine heater dalam kondisi vacum
sehingga diperoleh air kondensasi sebagai produk dari
desalination tersebut .

DIAGRAM SYSTEM DESLINATION

PERFORMANCE DESALINATION
1.
2.
3.

4.
5.
6.
7.
8.

Produk Water
: 3150 m3 / hari .
Mutu produk
: 15 mg / ltr .
Gained Output Ratio : 8.0
( Kg Destillate per Kg Steam Consumtion )
Sea Water Temperatur: 33o C .
Sea Water TDS
: 43450 ppm .
Top Brine Temp
: 90 o C .
Steam Pressure
: 21 Kg/Cm2 abs .
Steam temp
: 245 o C .

SISTEM OPERASI DESALINATION


Air laut yang dipompakan ke unit desalination masuk ke
heat rejection suction evaporator stage 20 diteruskan ke
stage 19 dan 18 selanjutnya dibuang , sebagian air yang
dibuang dikembalikan ke ruangan evaporator stage 20
sebagai make up water yang dipergunakan sebagai
umpan heat recovery suction , dari ruang evaporator
stage 20 air laut dipompa dengan menggunakan Brine
Recirculaton pump menuju pipa pipa condensor heat
recovery suction evaporator mulai dari stage 17 dan
seterusnya mengalir sampai ke stage 1 . Selanjutnya air
laut menuju brine heater dan dipanaskan menggunakan
auxiliary steam . Dari brine heater air laut

yang sudah panas masuk keruangan evaporator stage 1


dan mengalir sampai stage 20 . Pada setiap stage
evaporator air laut mengalami penguapan dan
kondensasi , air kondensate yang terjadi ditampung
didalam destilate tray sebagai produk desalination . Air
destilat yang dihasilkan akan ditranfer menggunakan
pompa destillate menuju tangki fresh water .
Penguapan sangat dipengaruhi oleh temperatur dan
tekanan permukaan air tersebut , pada tekanan yang
sama semakin tinggi temperatur air , maka penguapan
akan semakin cepat ,

PANEL OPERASI DESALINATION

DESALINATION PLANT

DIAGRAM ALIR DESALINATION

KURVA HAMPA DAN TEMP

TABLE OPERASI DESALINATION


Top Brine
temp
(oC)

Recirculating
Brine Flow
( m3/hr)

Make up
Sea Water
( m3/hr)

Condensate
Flow ( m3/hr)

33

800

250

9.0

40

800

250

12.0

50

900

250

12.0

60

1000

250

15.0

70

1100

300

15.0

80

1300

350

15.0

85

1450

350

15.0

90

1570

400

15.0

FUNGSI TIAP BAGIAN DESALINATION


1.

2.

3.

4.

Brine : Air laut yang mengalir didalam sistem


desalination dan telah mengalami pemekaran .
Blowdown brine : Brine yang dibuang dari sistem
desalination karena telah mengalami pemekatan
garam selama penguapan dalam evaporator .
Recirculation brine : Brine yang mengalir didalam
flash evaporator dari tingkat 1 sampai tingkat 20
.melalui heat recovery tinngkat 17 .
Flashing brine : brine yang mengalir didalam flash
evaporator dari tingkat 1 sampai tingkat 20 .

5. Chemicals dosing : metoda pencegaha kerak dengan


cara menginjeksikan bahan kimiaantiscalant dan anti
foam kedalam sistem make up water .
6. Consentration ratio : Perbandingan ( rasio ) dari total
dissolved solid ( TDS ) dalam recirculation brine
terhadap air laut umpan ,
7. Condensate : air kondensat yang terjadi dari kondensasi
uap pemanas di brine heater .
8. Condenser : ruang penguapan yang terletak pada
bagian atas demister dimana terjadi proses kondensasi
uap menjadi air destila .
9. Demister : saringan uap yang terbuat dari kawat baja
tahan karat , untuk mencegah masuknya buih air laut
yang terbawa dalam proses penguapan didalam evapor

10. Conductivity : daya hantar listrik yang terkandung


dalam air laut , air produk dan air condensat .
11. Desuperheater : spray nozel yang dipasang pada pipa
uap masuk menuju brine heater yang berfungsi sebagai
penurun temperatur steam , dengan menggunakan air
destilat .
12. Flash camber : bagian dari evaporator dibawah destilat
tray dan demister , berfungsi sebagai pemisah antara
tingkatan evaporator .
13. Produk water : air produk dari evaporasi dan
ditampung dalam destilat chamber .
14. Sea water : air laut yang dipompakan kde sistem
desalination sebagai media pendingin dan make up .

15. Scale : garam garam yang terjadi dari proses


pemanasan kemudian mengendap pada tube
condensor .
16. Shell side bagian luar dari pipa pipa heat transfer
didalam masing masing evaporator .
17. Stage : bagian dari evaporator yang terdiri dari flash
chamber , condensor , destilate tray , demister .
18. TDS : kandungan zat zat terlarut didalam air laut ,
brine , destilate dan kondensat .
19. Top Brine temperatur : Temperatur tertinggi brine pada
proses penguapan didalam flash evaporator .
20. Vapour : uap yang terjadi dari penguapan brine didalam
flash chamber .

PEMBENTUKAN KERAK DAN


PENCEGAHANNYA
Ketika proses operasi desalination berlangsung dengan
sumber air laut diproses menggunakan uap panas ,
maka akan terjadi proses penguapan dan pemekatan
beberapa komponen akan mngalimi kelarutan dan
pengendapan maka akan terjadi pembentukan scale (
kerak ) kerak yang terbentuk dapat dibagi menjadi dua
golongan :
1. kerak lunak ( CaCO3 )
2. kerak keras ( CaSO4 )

Proses pengerakan yang terjadi :


2HCO3-

--------- CO2 + CO3 - + H2O


dipanaskan

Ca+ + CO3 - ------- CaCO3 + CaCO3


CO3 - + H2O ------- CO2 + 2OHMg++ + 2OH- ---- Mg(OH)2
Ca+ + SO4- -------- CaSO4

PENANGGULANG KERAK
Beberapa etoda pencegahan terjadinya kerak pada
desalination :
1. Injeksi bahan kimia Anti Scale dan anti Foam .
2. Ball Cleaning system .
3. Chemical system .
4. Mecanical system .

ACID CLEANING SYSTEM

KURVA ACID CLEANING

DAFTAR PUSTAKA
1.
2.
3.

Modul pendidikan dan pelatihan operator PLTU .


Modul Kimia dan Lingkungan .
Hand Book Desalitation Operator ( sasakura eng ) .

TERIMA KASIH