Anda di halaman 1dari 43

Teori atom Dalton tak dapat menjelaskan mengapa

substansi bereaksi satu sama lain,


Hasil percobaan Michael Faraday (1834): perubahan kimia
dapat terjadi dengan cara mengalirkan listrik kedalam
larutan kimia dalam air.
Empat puluh tahun kemudian G.J. Stoney mengusulkan
adanya partikel-partikel listrik yang disebut elektron
Pada akhir abad 18, para fisikawan mulai menyelidiki
aliran listrik dalam tabung gas bermuatan

Muatan elektron
R.A. Milikan (1908); percobaaan tetes minyak diantara dua
lempeng yang diberi muatan listrik. Tetes minyak dapat
dihentikan dengan menerapkan medan listrik. Dengan
mengetahui massa dan kecepatan gerak tetesan minyak.
Hasilnya: muatan tetes minyak selalu merupakan kelipatan
1,60 x 10-19 colomb. Sehingga Milikan mengusulkan
muatan elektron = 1,6 x 10-19 colomb, dan massanya =
9,11 x 10 -28 gram.

Muatan positif
Percobaan 'Canal rays': selama pelepasan listrik elektron diemisikan
dari katoda menumbuk atom gas. Atom-atom kehilangan elektron
dan menjadi bermuatan positif (ion) dan lari menuju katoda
Percobaan spektrometer massa, menentukan rasio muatan thd
massa ion positif. Gas dimasukkan lewat kran A dan diionkan dengan
medan listrik B-C. Ion positif yang dihasilkan dipercepat melalui
kawat kasa E dan slit F dan G sehingga membentuk berkas yang
sempit tajam. Perjalanan berkas ini melewati medan magnet.
Untuk atom H, ditemukan rasio e/m = 9,63 x 10 4 C/gram. Muatan
positif ini disebut proton.

X-ray dan nomor atom


Roentgen (1895): bila elektron berenergi tinggi dalam
tabung discharge bertumbukan dengan anoda, diemisikan
radiasi penetrasi dan disebut X-ray.
Henrey Moseley (1914) ; bila sinar katoda menumbuk
anoda dalam tabung sinar-X, akan dipancarkan sinar-X
yang khas sesuai dengan macam unsur itu. Pada
umumnya panjang gelombang secara teratur berkurang
dengan naiknya bobot atom relatif unsur itu (nomor atom
diwakili oleh jumlah proton dalam inti).

Neutron
J.Chadwick (1932) menembak berelium dengan partikel
alfa dan diperoleh energi tinggi tak bermuatan. Partikel ini
disebut neutron dan memiliki massa sedikit lebih besar
daripada massa proton.

Massa
Gram
Proton
1,67 x 10-24
Neutron 1,67 x 10-24
Elektron 9,11 x 10-28

Muatan
sma
colomb
Unit muatan
1,007274 + 1,602 x 10-19
+1
1,008665
0
0
0,000549 - 1,602 x 10-19
-1

Isotop
Jenis atom tertentu dapat lebih memiliki lebih dari satu massa.
Hidrogen : 1H 99,9%) dan 2H (0,015%),
Karbon : 12C (98,89%) dan 13C (1,108%) dsb.
Secara umum isotop disimbulkan :
A = Bilangan massa ( jumlah proton + jumlah neutron
A
X
z = Jumlah elektron = jumlah proton = nomor atom
z

TABEL PERIODIK
Sejak th 1800 dikumpulkan informasi penting mengenai sifat-sifat fisika
dan kimia unsur. Dobereiner (ahli kimia Jerman) mengelompokkan unsur
yang mempunyai bobot hampir sama, terdiri dari tiga buah dan dikenal
dengan "triade Dobereiner
Chlor

35,5

Belerang

32

Kalium

39,1

Brom

79,9

Selen

79

Rubidium

85,4

126,9

telur

127,5

sesium

40

fosfor

31

besi

55,9

75

kobal

58,9

121,8

nikel

58,7

Iod
Kalsium

Stronsium 87,6

arsen

Barium

antimon

137,4

132,9

Th 1866 Newlands menyusun unsur berdasakan bobot atom, dan


ditemukan bahwa unsur yang ke 8 dari urutan ini mempunyai sifat
yang serupa dengan unsur pertama, unsur ke 9 serupa sifatnya
dengan unsur ke dua dst. Setiap tujuh unsur terdapat pengulangan
sifat kimianya sehingga menyerupai tangga nada musik. Newlands
menamakannya "Hukum Oktaf".
Hukum oktaf Newlands
H
Li
G(Be)
Bo(B)
C
N
O

F
Na
Mg
Al
Si
P
S

Cl
K
Ca
Cr
Ti
Mn
Fe

Co, Ni
Cu
Zn
Y
In
As
Se

Br
Rb
Sr
Ce, La
Zr
Di, Mo
Ro(Rh), Ru

I
Cs
Ba,v
Ta
W
Nb
Au

Pt, Ir
Os
Hg
Tl
Pb
Bi
Th

Tabel periodik Mendeleev yang telah diperbaiki th 1871


Grup I

II

III

IV

1.
2.
3.
4.

H 1
Li 7 Be 9,4
Na 23 Mg 24
K 39 Ca 40

B 11
C 12
Al 27,3 Si 28
- 44
Te 48

5.
6.

Cu 63
Rb 85

- 68
Yt 88

7.

Ag 108 Cd 112 In 113

Zn 65
Sr 87

VI

N 14
P 31
V 51

O 16
S 32
Cr 52

VII

VIII

F 19
Cl 35,5
Mn 55 Fe 56
Ni 59
- 72 As 75 Se 78 Br 80
Zr 90 Nb 94 Mo 96 - 100
Ru, Rh 104
Pd, Ag 105
Sn 118 Sb 122 Te 125 I 127

Diagram energi
s

5d
4f
6s
5p
4d
E
5s
4p

3d
4s
3p
M
3s
2p
L
2s
1s

1s2 2s2 sp6 3s2 3p6 4s2 3d10 4p6 5s2 4d10 5p6 6s2 4f14 5d10
K

Aturan pembangunan (Auf Bau)

7s

7p

6s

6p

6d

5s

5p

5d

5f

4s

4p

4d

4f

3s

3p

3d

2s

2p

1s

1s2 2s2 sp6 3s2 3p6 3d10 4s2 4p6 4d10 4f14 5s2 5p6 5d10 6s2

Disusun dalam kolom vertikal (disebut grup/golongan) dalam satu


grup merupakan satu keluarga.
- grup A :

IA - VIII A dan grup o (noble gas = gas mulia)


IA
= alkali
II A
= alkali tanah
VII A
= halogen
VIII A
= gas mulia

- grup B :

IB - VII B dan grup VIII


unsur transisi
lantanida (unsur-unsur tanah jarang = rare earths)
aktinida

Gol IVA
12
X
6

Konfigurasi elektron: 1s2 2s2 2p2


Kulit

Kulit

Jumlah e- kulit terluar ini = 4 = Gol IV


Sub kulit s p = Gol A
Maka X berada dalam Gol IVA

1. Ukuran atom : Jari-jari atom semakin kekanan semakin kecil


Semakin kebawah semakin besar
2. Energi ionisasi : yaitu energi yang diperlukan untuk melepaskan satu
elektron oleh suatu atom dalam keadaan gas yang terisolasi.
Na(g)

Na+(g) + e-

Semakin kekanan energi ionisasi semakin besar


Semakin kebawah energi ionisasi semakin kecil

Energi ionisasi unsur (Kj mol1)


pertama kedua

ketiga

keempat kelima

keenam

ketujuh

1 312

He

2 371

5 247

Li

500

7 297

11 810

Be

900

1 757

14 840

21 000

800

2 430

3 659

25 020

32 810

1 086

2 352

4 619

6 211

37 800

47 300

1 402

2 857

4 577

7 473

9 443

53 250

64 340

1 314

3 391

5 301

7 468

10 980

13 320

71 300

1 681

3 375

6 045

8 418

11 020

15 160

17 300

Ne

2 080

3 963

6 276

9 376

12 190

15 230

4 565

6 912

9 540

13 360

16 610

Na

495,8

3.

Afinitas elektron : yaitu energi yang dibebaskan jika satu elektron


ditambahkan kepada satu atom gas netral dalam keadaan dasar
(ground state).
Cl (g) + e-
Cl- (g)

Tabel afinitas elektron (kj mol-1)


IA

IIA

IIIA

IVA

VA

VIA

VIIA

H -73
Li -59

Be +100

B -30

C -121

+9

-140

Na -50

Mg +30

Al -50

Si -140

- 75

-200

Cl -349

-40

Ca -

Ga -17

Ge -120

As

-58

Se -160

Br -325

Rb -20

Sr -

In -

Sn -

Sb

Te

Cs -

Ba -

Tl -

Pb -

Bi

-333

-297

At -

Ikatan antar atom dalam satu


molekul
Ikatan ionik
Ikatan kovalen
Ikatan kovalen koordinasi
Ikatan antar molekul : Ikatan hidrogen, gaya vander Waals
Efek ikatan kimia : - sifat fisik (struktur, geometri)
- kimia (polaritas, reaksi dll)
Valensi kemampuan atom untuk berikatan dengan atom yang lain
Hanya elektron valensi (elektron terluar) yang berperan dalam ikatan
Sel terluar yang berisi elektron ini disebut sel valensi.

The following procedure can be followed to derive Lewis


diagrams for most molecules.
1.Find the total number of electrons:
Tabulate the total number of outer energy level electrons
for all atoms in the molecule. For each atom, read the
group number.
2.Draw a first tentative structure:
The element with the least number of atoms is usually the
central element. Draw a tentative molecular and electron
arrangement attaching other atoms with single bonds as
the first guess. Single bonds represented with a line
represent 2 electrons
3.Add electrons as dots to get octets around atoms:
When counting electrons for the octet around an atom,
count both electrons in a bond for each atom and any lone
pair electrons. Hydrogen, of course, gets only 2 electrons.
4.Count the total number of electrons in the final
structure to see if the total agrees with the number
tabulated in step #1. If not, then move a lone pair of
electrons into a double bond. Or add more lone pairs of
electrons.

Gambarkan diagram Lewis setiap moleul berikut ini


HCl

CO2

HNO3

SO2

H2CO3

NO2

H2SO3
H2SO4

N2 O 5
P2O5

1s22s1

1s2 2s2 2p5

Li

Li+ + F-

1s2 1s22s22p6

Li+ + e-

+ e-

FLiF

Ukuran kuantitatif kestabilan padatan ionik

Li (s) + 2 F2 (g)
1. Li (s)

LiF (s)
H1o = 155,2 kJ

Li (g)

2. F2 (g) F (g)
3.
4.

H2o = 75,3 kJ

Li (g) Li+ (g) + eF(g) + e-

H3o = 520 kJ
H4o = -333 kJ

F- (g)

5. Li+ (g) + F- (g) LiF (s)


Li(s) + F2 (g) LiF (s)

H5o = ? kJ
Ho

overall

= -594,1 kJ

Berdasarkan hukum Hess


Ho overall = H1o + H2o + H3o + H4o + H5o
Energi kisi = H5o = -1012 kJ

H3o
H4o
Li (g)

H1o
Li (s)

F(g)

F- (g)

H2o
+

F2(g)

Li + (g)
H5o

Ho overall

LF (s)

Senyawa

Energi kisi
(kJ/mol)

Titik Leleh (oC)

LiF

1012

845

LiCl

828

610

LiBr

787

550

LiI

732

450

NaCl

788

801

NaBr

736

750

NaI

686

662

KCl

699

772

KBr

689

735

KI

632

680

MgCl2

2527

714

Ikatan antar atom dengan dua elektron berasal dari kedua atom
yang berikatan (sharing elektron)
H

+ H

H:H
HH

..
: .F. .

..
+ .. F:
.

.. ..
:F : F :
.. ..

atau

:FF:

Pasangan elektron tak berikatan


(lone pairs)
elektron ikatan

Tipe ikatan

Panjang ikatan
(pm)

C-H

107

C-O

143

C=O

121

C-C

154

C=C

133

C C

120

C-N

143

C=N

138

C N

116

N-O

136

Perubahan entalpi yang diperlukan untuk memecah ikatan dalam


satu mol molekul dalam keadaan gas
H2 (g)

H (g) + H (g)

Ho = 436,4 kJ

Cl2 (g)

Cl (g) + Cl (g)

Ho = 242,7 kJ

HCl (g)

H (g) + Cl (g)

Ho = 431,9 kJ

O2 (g)

O (g) + O (g)

Ho = 498,7 kJ

H2 O(g)

H (g) + OH (g)

Ho = 502 kJ

OH(g)

H (g) + O (g)

Ho = 427 kJ

+ H

H:H

H
H- N :
H

H N : H+
H

Ikatan kovalen murni dan kovalen tak murni

HH
HO
HN

Elektron ikatan berasal dari


satu atom (atom N)

Elektronegatifitas unsur : kemampuan atom menarik elektron kedalam dirinya


sendiri dalam sebuah ikatan kimia

Momen dipole dan polaritas molekul