Anda di halaman 1dari 3

Form Penilaian Keterampilan Peserta

Kompetensi : BALUT & BIDAI


Nama Peserta
No. Absen
No.

: ..
: ..
Kriteria Unjuk Kerja
1

1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.
13.
14.

15.

Siapkan alat balut dan bidai.


Beritahu ke pasien tindakan yang akan dilakukan,
tenangkan pasien.
Lepaskan pakaian pasien di daerah yang fraktur.
Bersihkan daerah yang luka dengan normal salin.
Tutup daerah luka dengan balut tekan untuk
menghentikan perdarahan.
Siapkan bidai sesuai dengan kebutuhan, panjang
harus melewati dari 2 sendi tulang yang patah.
Siapkan verban gulung yang lebar atau elastis
verban.
Lakukan traksi/tarikan ringan pada tulang yang
patah.
Periksa pulsasi, sensorik dan motorik bagian distal
dari tulang yang patah sebelum bidai dipasang.
Angkat ektremitas yang patah tetapi jangan terlalu
tinggi, letakkan bidai dibawahnya dan tali pengikat.
Letakkan kembali ektremitas tadi, pasang bidai di
bagian luar dan dalam dari ektremitas atau tulang
yang patah.
Atur letak tali pengikat mulai dari bagian distal ke
proksimal.
Ikat masing-masing tali dengan kuat.
Periksa kembali pulsasi, sensorik dan motorik
bagian distal, pastikan pulsasi teraba, sensorik (+),
motorik (+), bila pulsasi menjadi tidak teraba, artinya
pengitakan terlalu kuat, pengikatan sedikit di
longgarkan.
Konsultasikan ke dokter spesialis atau rujuk ke RS
lain bila RS setempat tidak mampu menangani.
Total Nilai

Nilai
2 3

Form Penilaian Keterampilan Peserta


Kompetensi 5: Stabilasi ALAT EMERGENCY
Nama Peserta
No. Absen

: ..
: ..

No.

Kriteria Unjuk Kerja

1.
2.
3.

Siapkan alat-alat trasnsportasi dan rujukan.


Beritahukan ke pasien tindakan yang akan dilakukan.
Stabilkan pasien mulai dari airway, breathing dan
circulation.
Bila menggunakan scoopestretcher:
a) Posisikan
terlentang
pasien
yang
sudah
distabilkan.
b) Ukur panjang scoope stretcher sesuai panjang
pasien.
c) Buka scoopre stretcher.
d) Miringkan pasien dengan cara logroll (satu
penolong mengimobilisasi leher dengan 2 tangan
memegang bahu pasien sambil menjepit kepala,
satu penolong lagi memegang bahu pasien dan
pinggang pasien dari sisi pasien, satu penolong
lagi memegang pinggang dan kaki pasien dari sisi
yang sama dengan penolong kedua).
e) Miringkan pasien secara bersama-sama dari
kepala sampai kaki sekitar 200 , satu penolong lagi
memasukkan scoopre stretcher yang sudah
dibuka.
f) Kedua penolong yang disisi pasien pindah kesisi
yang satunya, dengan cara yang sama pasien
dimiringkan kembali.
g) Penolong yang lain memasukkan scoope stretcher
yang sebelahnya kemudian mengunci.
h) Pasien siap dipindahkan.
i) Angkat pasien secara bersama-sama dengan 4
orang penolong, dua orang di bagian kepala dan 2
orang lagi dibagian kaki.
j) Pada saat pasien di bawa jalan, yang dibagian
depan/yang jalan duluan yang di bagian kaki.
Bila menggunakan Long Spine Board (LSB):
a) Posisikan terlentang pasien yang sdah distabilkan.
b) Miringkan pasien dengan cara logroll (satu
penolong mengimobilisasi leher dengan 2 tangan
memegang bahu pasien sambil menjepit kepala,
satu penolong lagi memegang bahu pasien dan
pinggang pasien dari sisi pasien, satu penolong
lagi memegang pinggang dan kaki pasien dari sisi
yang sama dengan penolong kedua).

4.

5.

Nilai
2 3

c) Miringkan pasien secara bersama-sama dari


kepala sampai kaki sekitar 900, satu penolong lagi
menyorogkan LSB ke bagian punggung pasien.
d) Secara bersama-sama miringkan kembali pasien
ke posisi terlentang.
e) Pasang head stabilizer di bagian kiri dan kanan
kepala pasien, kemudian ikat dengan tali yang
sudah tersedia.
f) Ikat pasien dengan safety belt di bagian dada,
pinggang dan kaki.
g) Pasien siap dpindahkan.
h) Angkat pasien secara bersama-sama dengan 4
orang penolong, dua orang di bagian kepala dan 2
orang lagi di bagian kaki.
i) Pada saat pasien di bawa jalan, yang dibagian
depan/yang jalan duluan yang di bagian kaki.
Total Nilai