Anda di halaman 1dari 15

ANALISIS KOMPETENSI DASAR

DAN ANALISIS MATERI


GERAKAN BUMI DAN BULAN

Disusun oleh :
Septiana Nurjanatin Aulia
13030654028
Kelas Pendidikan IPA A 2013

PRODI PENDIDIKAN IPA


FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN
ALAM
UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA

GERAKAN BUMI DAN BULAN


KOMPETENSI INTI
3. Memahami dan menerapkan pengetahuan (faktual, konseptual, dan prosedural)
berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya terkait
fenomena dan kejadian tampak mata
KOMPETENSI DASAR
3.15 Mendeskripsikan gerakan bumi dan bulan terhadap matahari serta menjelaskan
perubahan siang dan malam, peristiwa gerhana matahari dan gerhana bulan, perubahan
musim serta dampaknya bagi kehidupan di bumi
ANALISIS KOMPETENSI DASAR
Kompetensi Dasar

Mendeskripsikan gerakan
bumi dan bulan terhadap
matahari serta menjelaskan
perubahan siang dan malam,
peristiwa gerhana matahari
dan gerhana bulan,
perubahan musim serta
dampaknya bagi kehidupan
di bumi

Indikator
Mendeskripsikan gerakan
bumi terhadap matahari

Materi
Gerakan bumi
Rotasi bumi
Revolusi bumi
Mendeskripsikan gerakan
Gerakan bulan
bulan terhadap matahari
Rotasi bulan
Revolusi bulan
Menjelaskan peristiwa
Rotasi bumi
perubahan siang dan malam Perubahan siang dan malam
Pergerakan angin
sebagai dampak dari rotasi
Perbedaan waktu
bumi
Gerak semu harian matahari
Menjelaskan terjadinya
Revolusi bumi
perubahan musim sebagai
Perubahan musim
Gerak semu tahunan
dampak dari revolusi bumi
matahari
Mendemonstrasikan
Gerhana bulan
terjadinya peristiwa gerhana Gerhana matahari
matahari dan gerhana bulan

ANALISIS KONSEP
No
.
1

Nama
Bumi

Nama
Bumi

Bulan

Bulan

Indikator Konsep
Definisi
Ciri-ciri
Bumi merupakan planet ketiga dari Massa bumi adalah 5,98 x
Matahari yang merupakan planet
1024 kg.
terpadat dan terbesar kelima dari Bumi
memiliki
gaya
delapan planet dalam Tata Surya yang
gravitasi dan gaya magnet.
dapat dihuni oleh mahluk hidup.
Bumi terdiri atas tiga
bagian yaitu udara, air, dan
bagian padat yang berlapis
yang terdiri atas atmosfer,
hidrosfer, dan litosfer.
Bulan merupakan benda luar angkasa
yang disebut sebagai satelit alami bagi
Bumi, bergerak mengelilingi bumi, dan
bersama sama bumi mengelilingi
matahari.

Gerhana
Matahari

Gerhana
Matahari

Gerhana matahari adalah gerhana yang


terjadi apabila matahari - bulan - bumi

Terdapat bagian gelap,


halus dan datar.
Terdapat
barisan
pegunungan dan dataran
tinggi.
Terdapat kawah akibat
vulkanisme atau tumbukan
meteor .
Tidak memiliki atmosfer.
Bentuknya bulat.
Massanya 1/80 massa bumi
Diameter bumi
Jarak rata rata ke bumi
384403 km
Terjadinya siang hari.

Posisinya Matahari Bulan

Contoh
Pegunungan, gunung,
dataran rendah, laut,
samudra

Bulan Purnama, Bulan


sabit

Gerhana
total

matahari

terletak pada satu garis lurus.

Gerhana
Bulan

Gerhana Bulan Gerhana bulan adalah gerhana yang


terjadi apabila matahari - bumi bulan
terletak pada satu garis lurus

Rotasi Bumi

Rotasi Bumi

Rotasi bumi merupakan perputaran


bumi pada porosnya.

Revolusi
Bumi

Revolusi Bumi Revolusi bumi merupakan pergerakan


bumi yang beredar mengelilingi

Bumi sejajar.

Bumi seharusnya menerima


cahaya matahari, tetapi
terhalang oleh bulan.
Terjadi jika bayangan bulan
menutupi permukaan bumi.
Berlangsung
selama
6
menit.

Gerhana
cincin
Gerhana
sebagian

Pada bulan purnama.

Posisinya Matahari Bumi


Bulan segaris.
Bulan seharusnya menerima
cahaya matahari tetapi
terhalangi bumi pada saat
bulan purnama.
Bulan memasuki bayang
bayang bumi.
Terjadi pada malam hari.
Berlangsung selama 6 jam.

Gerhana bulan total


Gerhana bulan
sebagian
Gerhana bulan
penumbra

Matahari terbit sebelah


timur dan terbenam sebelah
barat
Adanya pergantian siang
dan malam
Perbedaan
waktu
di
berbagai tempat muka bumi
Pergerakkan angin
Adanya pergantian musim

matahari
matahari

Bumi yang berotasi


selama 23 jam 56 menit
4,09 detik (1hari)

Bumi yang berevolusi


selama 365 hari (1

matahari
Rotasi bulan merupakan perputaran
bulan pada porosnya.

Rotasi Bulan

Rotasi Bulan

Revolusi
Bulan

Revolusi
Bulan

Pergantian
siang dan
malam

Pergantian
siang dan
malam

10

Pergerakan
angin

Pergerakan
angin

Gerak Angin yang bertiup dari daerah


bertekanan tinggi ke daerah bertekanan
rendah.

11

Perbedaan
waktu

Perbedaan
waktu

Akibat dari rotasi bumi dimana dua


tempat yang berbeda bujurnya 15
mengalami perbedaan waktu 1 jam.

12

Gerak semu
harian
matahari
Perubahan
musim

Gerak semu
harian
matahari
Perubahan
musim

Gerakan yang seolah-olah matahari


bergerak dari timur kie barat.

13

Revolusi bulan merupakan pergerakan

bulan yang beredar mengelilingi


matahari
Akibat dari rotasi bumi dimana bumi
yang mendapatkan sinar matahari
mengalami siang, sementara itu bagian
bumi yang tidak mendapatkan sinar
matahari mengalami malam

Perubahan musim di belahan bumi utara


dan bumi selatan akibat dari Pergeseran
garis edar matahari

Bulan selalu menampakkan


sisi yang sama terhadap
bumi
Adanya fase bulan
(perubahan bentuk bulan)
Panjangwaktusiangdan
malamratarata12jam.
Perbedaanwaktusiangdan
malamakanmenjadilebih
besarpadatempattempat
yangjauhdarikhatulistiwa.

Adanya gaya Coriolis, yaitu


gaya yang membelokkan
arah angin utama (angin
timur, barat, dan pasat).
Daerah yang berada pada
sudut 15 derajat lebih ke
timur akan melihat matahari
terbit lebih dahulu selama 1
jam

Musimmusimdibelahbumi
utara
a. Musimsemi:21Maret
21Juni

tahun)
Bulan yang berotasi
selama 29,5 hari
Bulan yang berevolusi
selama 27,3 hari
Ketika daerah Surabaya
semua
orag
sibuk
beraktivitas pada siang
hari,pada waktu yang
bersamaan di Amerika
Serikat semua orang
sedang
beristirahat
karena disana dalam
keadaan malam hari.
Angin timur, angin barat,
angin pasat
Jika di Nusa Tenggara
Barat pukul 06.00 WITA,
maka di Jakarta baru
pukul 05.00 WIB.
Matahari terbit sebelah
timur dan terbenam di
sebelah barat
Didaerah tropis secara
garis
besar
dapat
dibedakan menjadi 2
musim, yaitu musim

b. Musimpanas:21Juni
23September

c. Musimgugur:23

September22Desember

d. MusimDingin:22

14

Gerak semu
tahunan
matahari

Gerak semu
tahunan
matahari

Gerakan seolah" dari khatulistiwa ke


23,5 LU, kemudian ke khatulistiwa,
bergerak ke 23,5 LS, kemudian kembali
ke khatulistiwa.

Desember21Maret
Musimmusimdibelahbumi
selatan
a. Musimsemi:23
September22Desember
b. Musimpanas:22
Desember21Maret
c. Musimgugur:21Maret
22Juni
d. MusimDingin:21Juni
23September

Kedudukan matahari yang


paling utara dicapai pada
tanggal 21 Juni, yaitu pada
garis 23,5 lintang utara.
Pada tanggal 23 September
kutub utara dan kutub
selatan bumi berada sama
jauhnya dari matahari yang
berada pada khatulistiwa.
Kedudukan matahari yang
paling selatan dicapai pada
tanggal 22 Desember, yaitu
pada garis 23,5 lintang
selatan.
Pada tanggal 21 Maret
matahari
berada
di

kemarau yang kering dan


musim penghujan yang
basah. Sedang didaerah
sub
tropis
dapat
dibedakan menjadi 4
musim, yaitu musim
semi, musim hujan,
musim panas dan musim
gugur.
Musim-musim
baik di daerah tropis
maupun
sub
tropis
berulang dalam satu
tahun

Pergeseran
posisi
matahari ke arah belahan
bumi utara (22 Desember
21 Juni) dan pergeseran
posisi matahari dari
belahan bumi utara ke
belahan bumi selatan (21
Juni 21 Desember )

15

Fase bulan

Perubahan bentuk bulan yang selalu 1.


berubah-rubah dilihat dari bumi akibat
adanya revolusi bulan

2.

3.

4.

khatulistiwa lagi, hanya


letak bumi berseberangan
orbitnya dengan kedudukan
pada 23 September.
Hari pertama, Bulan berada Bulan purnama, bulan
pada posisi 0. Bagian sabit
Bulan yang tidak terkena
sinar Matahari menghadap
ke Bumi. Akibatnya, Bulan
tidak tampak dari Bumi.
Fase ini disebut Bulan baru.
Hari keempat, Bulan berada
pada posisi 45. Dilihat dari
Bumi,
Bulan
tampak
melengkung seperti sabit.
Fase ini disebut Bulan sabit.
Hari kedelapan, Bulan
berada pada posisi 90.
Bulan tampak berbentuk
setengah lingkaran. Fase ini
disebut Bulan paruh.
Hari
kesebelas,
Bulan
berada pada posisi 135.
Dilihat dari Bumi, Bulan
tampak seperti cakram.
Fase ini disebut Bulan
cembung. Hari keempat
belas, Bulan berada pada
posisi 180. Pada posisi ini,
Bulan
tampak
seperti
lingkaran penuh. Fase ini
disebut Bulan purnama atau

Bulan penuh.
5. Hari ketujuh belas, Bulan
berada pada posisi 225.
Dilihat
dari
Bumi,
penampakan Bulan kembali
seperti cakram.
6. Hari kedua puluh satu,
Bulan berada pada posisi
270. Penampakan Bulan
sama dengan Bulan pada
posisi 90. Bulan tampak
berbentuk
setengah
lingkaran.
7. Hari kedua puluh lima,
Bulan berada pada posisi
315. Penampakan Bulan
pada posisi ini sama dengan
posisi Bulan pada 45.
Bulan tampak berbentuk
seperti sabit. Selanjutnya,
Bulan akan kembali ke
kedudukan semula, yaitu
Bulan mati. Posisi Bulan
mati sama dengan posisi
Bulan baru.

PETA KONSEP

Bumi

Mengalami
Revolusi
Bumi

Rotasi
Bulan

Revolusi
Bulan
Mengakibatkan

Rotasi
Bumi

Mengakibatkan

Gerhana
Bulan

Mengakibatkan

Gerhana
Matahari

Mengalami

Terjadi

Bulan

Pergantian siang dan malam


Pergerakan anginPerbedaan Gerak
waktu semu harian matahari
PerubahanGerak
musim
semu tahunan matahari

Fase
bulan

ANALISIS MATERI

Kita hidup di bumi tak lepas dari peranan matahari. Matahari merupakan sumber energi
terbesar di bumi. Tanpa matahari mungkin tidak pernah ada kehidupan di muka bumi ini.
Yang menjadi pertanyaan adalah apa matahari itu sebenarnya sehingga menjadi sumber
energi dalam kehidupan di bumi? Bagaimana peredaran bumi terhadap matahari sehingga kita
bisa mengalami siang dan malam? Lalu apa yang menyebabkan ketika di Indonesia
mengalami musim kemarau sedangkan di luar negeri mengalami musim salju?

Gambar 1. Matahari dan Bumi


Dalam kehidupan sehari-hari, jika kita mengamati seolah-olah matahari berputar
mengelilingi bumi dengan terbit sebelah timur dan terbenam sebelah barat. Padahal yang
terjadi sebenarnya adalah bumi yang mengelilingi matahari. Disamping mengelilingi
matahari, bumi juga berputar pada porosnya. Bumi berputar (berotasi) sangat cepat dengan
kecepatan mencapai 1.600 kilometer per jam dan mengorbit (revolusi) mengelilingi Matahari
dengan kecepatan 107.000 kilometer per jam. Kita tidak bisa merasakan kalau Bumi itu
berputar karena kecepatan Bumi itu konstan (sama), sehingga kita tidak bisa merasakan
percepatan atau perlambatan.
Pergerakan bumi yang berputar pada porosnya disebut Rotasi
Bumi.
Pergerakan bumi yang beredar mengelilingi matahari disebut
Revolusi Bumi.

ROTASI BUMI
Ketika bumi berotasi, bagian bumi yang menghadap kearah matahari ketika berputar
pada porosnya akan mengalami siang, sebaliknya bagian bumi yang membelakangi matahari
akan mengalami malam, dan hal ini terjadi secara bergantian yaitu panjang waktu siang dan
malam rata-rata 12 jam. Perbedaan waktu siang dan malam akan menjadi lebih besar pada
tempat-tempat yang jauh dari khatulistiwa.

Gambar 2. Terjadinya siang dan malam


Dengan adanya bagian gelap terang pada bumi, yang menjadi bagian siang dan malam
maka timbullah perbedaan waktu. Orang-orang yang berada disebelah timur akan mengalami
matahari terbit dan terbenam lebih dahulu. Hal ini dikarenakan bumi berputar dari arah barat
ke timur. Daerah yang berada pada sudut 15 derajat lebih ke timur akan melihat matahari
terbit lebih dahulu selama 1 jam, maka jika di Nusa Tenggara Barat matahari telah terbit,
maka kita di Jakarta baru melihat matahari terbit satu jam setelahnya. Atau jika di Nusa
Tenggara Barat pukul 06.00 WITA, maka di Jakarta baru pukul 05.00 WIB.

Gambar 3. Pembagian Waktu Wilayah


Indonesia
Arah rotasi bumi sama dengan arah revolusinya, yakni dari barat ke timur. Itulah
sebabnya matahari selalu terbit di timur terbenam di barat. Matahari seolah-olah mengelilingi

bumi. Pergerakan semu ini membuat matahari yang tadinya ada disebelah timur kemudian
beberapa jam kemudian berada disebelah atas kita. Itulah yang disebut dengan peredaraan
semu matahari.

Gambar 4. Matahari terbit (kiri) dan matahari terbenam (kanan)


Seperti yang kita ketahui bahwa udara bergerak dari daerah yang bertekanan rendah
kedaerah yang bertekanan tinggi. Inilah yang membuat terjadinya angin (pergerakan udara).
Namun, karena adanya gaya semua yang timbul akibat rotasi bumi dan gerak benda relatif
terhadap bumi (gaya Coriolis) maka angin pun berbelok sehingga tidak sama persis bergerak
kearah gradien tekanan.

Rotasi bumi mengakibatkan peristiwa sebagai berikut :


Pergantian siang dan malam
Perbedaan waktu
Gerak semu harian matahari
Pergerakan angin

REVOLUSI BUMI
Adanya tarik menarik antara gaya gravitasi bumi dengan gaya gravitasi matahari
menyebabkan bumi beredar mengelilingi matahari (berevolusi). Akibat adanya revolusi bumi,
Belahan bumi utara dan selatan mengalami empat musim. Empat musim itu adalah musim
semi, musim panas, musim gugur, dan musim dingin.

Gambar 5. Pergantian musim dalam setahun


Pergeseran posisi matahari ke arah belahan bumi utara dan pergeseran posisi matahari
dari belahan bumi utara ke belahan bumi selatan disebut gerak semu harian matahari.
Disebut demikian karena sebenarnya matahari tidak bergerak. Gerak itu akibat revolusi bumi
dengan sumbu rotasi yang miring.
Revolusi bumi mengakibatkan pergantian musim dan
gerak semu tahunan matahari
ROTASI BULAN DAN REVOLUSI BULAN
Jika kita melakukan pengamatan pada bulan maka kita akan temukan bahwa bulan
selalu menampakkan sisi yang sama terhadap kita (bumi). Bulan melakukan rotasi pada
sumbunya. Tapi rotasinya persis secepat dia mengorbit bumi. Artinya, jika bulan telah
berotasi 10% dari satu putaran rotasi penuh, maka bulan juga telah mengitari bumi 10% dari
satu keliling penuh dengan periode atau waktu yang sama.
Bagian Bulan yang tampak dari Bumi adalah bagian permukaan Bulan yang terkena
sinar Matahari. Saat berevolusi, luas bagian Bulan yang terkena Matahari berubah-ubah. Oleh
karena itu, bentuk Bulan dilihat dari Bumi juga berubah-ubah. Perubahan bentuk Bulan itu
disebut fase-fase Bulan.

Gambar 6. Fase-fase bulan

Pergerakan bulan yang berputar pada porosnya disebut

Rotasi Bulan.
Pergerakan bulan yang beredar mengelilingi matahari
disebut Revolusi Bulan. Revolusi bumi mengakibatkan
adanya fase-fase bulan.

GERHANA MATAHARI
Ketika terjadi gerhana matahari, Bumi menjadi gelap karena sinar Matahari tertutup
oleh Bulan. Meskipun Bulan lebih kecil ukurannya dari Bumi, namun Bulan dapat
melindungi sinar Matahari sepenuhnya karena jarak Bulan ke Bumi rata-rata berjarak
384.400 kilometer, lebih dekat jika dibandingkan Matahari yang memiliki jarak kurang lebih
149.680.000 Kilometer.

Gambar 7. Gerhana
matahari di Prancis tahun
1999

Gambar 8. Skema gerhana matahari

GERHANA BULAN
Ketika terjadi gerhana bulan, bulan menjadi gelap karena terhalang oleh bumi sehingga
tidak ada cahaya matahari yang dipantulkan. Ketika gerhana bulan total, sering kali disebut
sebagai bulan 'merah darah' karena warnanya yang merah pekat seperti darah. Hal tersebut
terjadi karena cahaya matahari yang dibelokkan oleh atmosfer bumi Lalu sampai ke bulan
dan menyebabkan warna merah darah.

Gambar 9. Gerhana bulan


total (Bulan Merah
Darah)

Gambar 10. Skema Gerhana bulan total

Gerhana Matahari : Gerhana yang terjadi jika posisi Matahari, Bulan dan
Bumi dalam satu garis lurus
Gerhana Bulan : Gerhana yang terjadi jika posisi Matahari, Bumi dan
Bulan dalam satu garis lurus