Anda di halaman 1dari 31

BAB 1

IDENTITAS PASIEN
Nama : Ny. P
Umur : 56 Tahun
Jenis Kelamin : Perempuan
Alamat : Pedakan 2/11 Kaliboto,
Mojogedang Karanganyar.
Agama : Islam
No RM : 320828
Tanggal Masuk : 2 April 2016

ANAMNESIS
Keluhan Utama : Pasien mengeluh
ada benjolan di anus, tidak dapat
dimasukkan saat BAB disertai darah
Keluhan Tambahan : Nyeri daerah
anus (+), perut sebah (+)

Riwayat Penyakit Sekarang


Terdapat benjolan di daerah anus
Badan lemah
Perut sebah

Riwayat Penyakit Dahulu


Riwayat
Riwayat
Riwayat
Riwayat
Riwayat
Riwayat

Operasi
: disangkal
Trauma
: disangkal
Penyakit asma : disangkal
Hipertensi
: disangkal
DM
:disangkal
sakit ginjal
:disangkal

Pemeriksaan Fisik
STATUS GENERALIS
Keadaan umum : baik
Kesadaran
: compos mentis

Vital Sign
Tekanan darah : 140/90mmHg
Nadi
: 75x / menit
Napas
: 21x / menit
Suhu
: 36,2c

Kepala :Normocephal

Mata
Konjungtiva : Tidak Anemis
Sclera : Tidak Ikterik
Pupil : Bulat isokor
Reflex pupil : (+/+) normal

Leher
Trakea : lurus ditengah
KGB : tidak membesar

Thorax :
Pulmo :
Inspeksi : Bentuk simetris, gerakan dinding dada simetris,
pelebaran sela iga (-).
Palpasi : Pengembangan dinding dada simetris, fremitus
raba sama, nyeri tekan (-), krepitasi (-)
Perkusi : Sonor pada kedua lapangan paru.
Auskultasi : Vesikuler +/+, ronki -/-, whezing -/Cor :
Inspeksi : Iktus cordis tidak tampak
Palpasi : Iktus cordis teraba ICS V midclavikula line sinistra
Perkusi : batas kanan jantung pada SIC II parasternal line
dextra, batas kiri pada SIC V midklavikula sinistra
Auskultasi : BJ I, II tunggal reguler, murmur (-), gallop (-)

Abdomen
Inspeksi :kulit tampak normal, distensi (-),
luka operasi (-) darm contour (-), darm
steifung (-).
Auskultasi: bising usus (+) menurun
Perkusi : timpani pada semua lapang
abdomen
Palpasi : nyeri tekan (+), defans muskuler
(+),
hepar & lien tidak teraba

Status Lokalis
Anus
Inspeksi : terlihat benjolan pada anus
berwarna biru keunguan berdiameter
3 cm dan tidak dapat dimasukkan
kembali

Pemeriksaan Penunjang
Hematologi Index

Hemoglobin : 13.4 MCV : 84.9


Leukosit : 7.63 MCH : 27.2
Trombosit : 213 MCHC : 32.1
Hematokrit : 41.8
Eritrosit : 4.92
MPV : 7.6
PDW : 15.4
Hitung Jenis Gula Darah

Basofil : 0.4 Glukosa darah sewaktu : 122


Eosinofil : 3.6
Limfosit : 30.2
Segmen : 63.9 Ginjal
Limfosit : 30.2
Monosit : 1.9 Creatinin : 1.11
Hematokrit : 41.8 Ureum : 34

Diagnosis banding
Hemmoroid Interna Grade IV
Carcinoma Recti

Diagnosis
Hemmoroid Grade IV

Penatalaksanaan

Prognosis
Ad Vitam
: dubia ad bonam
Ad Sanasionam : dubia ad bonam
Ad Fungsionam : dubia ad bonam

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

Hemmoroid
Hemmoroid adalah kumpulan dari
pelebaran satu segmen atau lebih
vena hemmoroidalis di daerah
anorektal

Klasifikasi
A. hemmoroid Eksterna
B. hemmoroid Interna

Hemmoroid Eksterna
Merupakan pelebaran dan
penonjolan pleksus hemmoroidalis
inferior, terdapat di sebelah distal
garis mukokutan di dalalm jaringan
di bawah epitel anus.

Hemmoroid Interna
Kondisi dimana pleksus v. hemmoroidalis
superior di atas garis mukutan dan ditutupi
oleh mukosa
Hemmoroid interna merupakan bantalan
vaskuler dalam jaringan sub mukosa pada
rektum sebelah bawah
Hemmoroid interna terdapat pada 3 posisi
primer, yaitu kanan depan (jam 11), kanan
belakang(jam 7), dan lateral kiri (jam 3), yang
disebut Three Primary Haemorroidal Areas

Derajad Hemmoroid Interna


Hemmoroid Interna
Derajad

Berdarah

Menonjol

Reposisi

(+)

(-)

(-)

II

(+)

(+)

Spontan

II

(+)

(+)

Manual

IV

(+)

Tetap

Tidak Dapat

Faktor Resiko
Keturunan : Dinding pembuluh darah yang lemah
dan tipis
Anatomi : vena daerah anorektal tidak mempunyai
katup dan pleksus hemmoroidalis kurang
mendapat sokongan otot dan vasa sekitarnya
Pekerjaan : orang yang harus berdiri atau duduk
lama, atau harus mengangkat barang berat,
mempunyai predisposisi untuk hemmoroid
Umur : pada umur tua timbul degenerasi dari
seluruh jaringan tubuh, juga otot sfingter menjadi
tipis dan atonis.

Endokrin : misalnya pada wanita hamil ada


dilatasi vena ekstremitas dan anus
( sekresi anus)
Mekanis : semua keadaan yang
mengakibatkan timbulnya tekanan yang
meninggi dalam rongga perut, misalnya
penderita hypertrofi prostat.
Fisiologi : bendungan pada peredaran
derah portal, misalnya pada penderita
dekompensasi cordi atau sirosis hepatis.

Manifestasi Klinik
Perdarahan yang keluar dari anus berwarna
merah segar
Anemia
Penojolan hemmoroid saat defekasi dan
reduksi spontan setelah defekasi
Pada stadium lanjut, penonjolan perlu
didorong kembali atau tidak dapat didorong
kembali.
Iritasi kulit perianal
Nyeri pada hemmoroid eksterna

Pemeriksaan Fisik
Inspeksi
- Hemmoroid interna yg prolaps dapat
terlihat sebagai benjolan yang tertutup
oleh mukosa.
Rectal Tourche
- Dapat diraba bila sudah ada trombus
atau sudah ada fibrosis

Anatomi Anal Canal

Patogenenesis Hemmoroid

Penegakan Diagnosis
Anamnesis : pasien menemukan adanya
darah segar saat buang air besar dan
mengeluhkan adanya massa yang keluar
dari anus yang sifatnya nyeri.
Pemeriksaan Fisik : ditemukan adanya
pembengkakan vena yang yang
mengindikasikan hemmoroid eksternal atau
internal yang mengalami prolaps.
Pemeriksaan Penunjang : Pada anoscopi
ditemukan lesi di daerah anorektal

Penatalaksanaan
Diet tinggi serat

Penatalaksanaan Bedah