Anda di halaman 1dari 3

Rekayasa Genetika di Monsanto / Pharmacia

Pada bulan Maret 2000, dua perusahaan Monsanto dan Pharmacia & Upjohn
melakukan merger untuk membentuk usaha baru bernama Pharmacia, produsen terbesar dunia
untuk tanaman dan organisme hasil rekayasa genetika (GE). Kurang dari tiga bulan berikutnya,
23 Juni 2010, beberapa pemegang saham meminta para pemegang saham lain untuk menyetujui
resolusi para pemegang saham yang menyatakan:
-

Beberapa pengecer makanan terbesar Eropa menyatakan tidak menggunakan bahanbahan hasil rekayasa genetika untuk produk-produk mereka. Di inggris, tiga raksasa
makanan siap saji menghapuskan kedelai dan jagung GE dari menu mereka.
Gerber Products Co, menyatakan bahwa mereka tidak akan menggunakan jagung dan
kedelai GE untuk semua produk makanan bayi mereka.
Archer Daniels Midland meminta pemasok mereka untuk memisahkan untuk
memisahkan bahan-bahan hasil GE dari hasil panen tradisional.
Semakin banyak kekhawatiran bahwa produk-produk pertanian hasil rekayasa genetika
kemungkinan berbahaya bagi manusia, binatang, dan lingkungan.
Departemen Pertanian Amerika mengakui adanya kebutuhan untuk mengembangkan
suatu pendekatan yang komprehensif untuk mengevaluasi pengaruh-pengaruh jangka
panjang dan sekunder dari produk-produk GE.
Sejumlah ilmuwan melaporkan bahwa makanan hasil GE kemungkinan berbahya bagi
kesehatan manusia.
Sejumlah hasil panen GE direkayasa sehingga mengandung kadar racun yang lebih
tinggi, seperti Bacillus thuringiensis (Bt) dengan tujuan agar lebih tahan terhadap
serangan hama.
Uni Eropa menangguhkan persetujuan atas penggunaan organisme-organisme hasil
rekayasa genetika sampai peraturan keamanan untuk organisme hasil rekayasa genetika
diterapkan yang merupakan kelanjutan dari penelitian yang menunjukkan bahwa serbuk
jagung Bt kemungkinan berbahaya bagi spesies kupu-kupu raja.

Memutuskan:
-

Para pemegang saham meminta Dewan Direksi untuk menerapkan kebijakan tidak
memasarkan atau mendistribusikan produk-produk pertanian hasil rekayasa genetika
sampai pengujian jangka panjang berhasil menunjukkan bahwa produk-produk tersebut
tidak berbahaya bagi manusia, binatang dan lingkungan.

Monsanto merupakan perusahaan pelopor dalam bioteknologi baru ini. Dua dari produk
hasil rekayasa genetika pertama adalah kedelai dan tanaman kapas Roundup Ready (1994)
yang kebal terhadap pembasmi rumput liar Roundup sehingga rumput liar di sekitar
tanaman kedelai atau kapas bisa disemprot dengan pembasmi rumput tanpa merusak tanaman
kedelai dan kapas.

Monsanto juga menggunakan rekayasa genetika untuk mengembangkan jagung Bt dan


kapas Bt tahun 1995. Tanaman-tanaman itu menghasilkan bakteri (Bt) yang membunuh
predator serangga. Organisme-organisme ini dan juga yang lain yang diproduksi Monsanto
disetujui penggunaannya oleh Animal and Plant Health Inspection Servive (APHIS)
Departemen Pertanian Amerika. Federal Drug Administration (FDA) menyatakan bahwa
pihaknya tidak memiliki yuridiksi untuk membuat peraturan tentang bahan makanan yang
dimodifikasi secara genetika.
Monsanto terlibat dalam sejumlah kontroversi salah satunya berkaitan dengan fakta
bahwa para petani, yang membeli Roundup Ready, menyetujui untuk tidak menanam benihbenih yang dihasilkan dari tanaman ini, namun membelinya lagi dari perusahaan setiap tahun
agar perusahaan tidak kehilangan pasar. Pada maret 1998, perusahaan lain, Delta and Pine
Land Company menyatakan mereka telah menemukan benih terminator yang telah
direkayasa secara genetika agar tidak bisa bereproduksi. Saat Monsanto mengumumkan
mereka membeli Delta and Pine Land Company, para pengamat langsung menyimpulkan
bahwa Monsanto akan menggunakan teknologi baru tersebut untuk memastikan agar petani
terus membeli produk mereka setiap tahun.
Muncul kontorversi-kontroversi yang lebih buruk yaitu sejumlah kritikus menuduh
bahwa produk Roundup Ready kemungkinan menyebabkan terjadinya penyerbukan silang
dengan rumput liar dan mentransfer kekebalannya terhadap herbisida Roundup. Hasilnya
adalah muncul rumput liar super yang kebal terhadap pembasmi rumput liar dan tersebar
dengan cepat.
Para petani organic mengkhawatirkan bahwa sejalan dengan semakin banyaknya
serangga yang mengenal tanaman Bt Monsanto yang menghasilkan Bt pada daun
sehingga predator serangga menghindarinya serangga-serangga tersebut pada akhirnya akan
kebal terhadap Bt sehingga para petani tidak akan mampu lagi mempertahankan hasil panen
dari predator serangga tersebut.
Mei 2000, peneliti di Cornell University menerbitkan sebuah hasil penelitian yang
menunjukkan bahwa serbuk sari dari jagung GE Bt berakibat fatal pada spesies kupu-kupu
raja. Penelitian ini dilakukan dengan memberi makan ulat kupu-kupu raja dengan daun-daun
yang mengandung serbuk sari jagung Bt dan 44% ulat mati setelah empat hari.
Saat ini jagung Bt merupakan varietas utama yang ditanam di seluruh Amerika. EPA
menyatakan bahwa mereka akan mempelajari pengaruh-pengaruh lingkungan jagung Bt dan
meminta para petani menanam jagung non-Bt bersama jagung Bt dengan tujuan agar
serangga-serangga yang menguntungkan bisa memperoleh tempat berlindung.
Warga Eropa menyampaikan sebuah resolusi melalui Uni Eropa yang mewajibkan semua
makanan yang mengandung organisme hasil rekayasa genetika diberi label khusus. Februari
1999, parlemen Inggris membahas sebuah usulan untuk menangguhkan penanaman produk-

produk hasil rekayasa genetika di lingkungan terbuka karena adanya kekhawatiran jika hal
tersebut bisa menciptakan organisme baru yang lebih berbahaya.
Sejumlah perusahaan makanan Amerika menyatakan bahwa mereka tidak akan
menggunakan bahan-bahan makanan hasil rekayasa genetika. Whole Foods Market
mengumumkan bahwa mereka akan mengusulkan pemberian label khusus untuk makananmakanan yang mengandung organisme hasil rekayasa genetika. Para aktivis lingkungan
menyatakan bahwa tidak ada bukti nyata yang menunjukkan bahwa organisme-organisme
hasil rekayasa genetika tidak berbahaya bagi lingkungan. Worlwide Institute menyatakan
bahwa Daripada menyuruh para kritikus untuk membuktikan bahwa teknologi ini memang
membawa ancaman potensial, lebih baik bila produsen dari teknologi ini memberikan buktibukti bahwa teknologi ini aman
Dalam menyatakan pembelaannya, Monsanto menegaskan bahwa produk tanaman
mereka sepenuhnya aman dan terbukti sangat menguntungkan bagi lingkungan dan
masyarakat. Dalam sebuah pernyataan yang mendesak para pemegang saham untuk
menentang resolusi yang dikutip sebelumnya, perusahaan mengatakan bahwa Bioteknologi
mendukung perubahan-perubahan besar dalam metode produksi pertanian yang mengarah
pada peningkatan hasil panen dan menurunnya penggunaan pestisida tradisional dan produkproduk pertanian yang dipasarkan Monsanto telah melalui berbagai pengujian untuk
menjamin bahwa makanan yang dihasilkan sama aman dan bergizinya dengan makananmakanan yang dihasilkan dari tanaman varietas lain dan bahwa produk-produk ini aman
untuk lingkungan.
Perusahaan memasang artikel di websitenya yang menyatakan bahwa kritikus tidak
paham tentang risiko-risiko yang sebenarnya tidak ada dari tanaman mereka terhadap
lingkungan. Disebutkan pula tidak ada bukti ilmiah bahwa organisme-organisme hasil
rekayasa genetika berbahaya bagi lingkungan. Lebih jauh agi menutut Monsanto, varietas
baru yang mereka hasilkan akan membantu memberi makan dunia yang kelaparan.