Anda di halaman 1dari 14

DAMPAK PLTU BAGI LINGKUNGAN DAN

MANUSIA

Diajukan untuk memenuhi tugas pembuatan materi persentasi pada mata


kuliah lingkungan hidup

Disusun oleh :
1. Fitri

: 11-2011-105

2. Erwin Fadhila

: 11-2011-106

3. Reza

: 11-2011-109

4. Ryan

: 11-2011-108

TEKNIK ELEKTRO
INSTITUT TEKNOLOGI NASIONAL
BANDUNG
2012

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena
hanya atas rahmat dan petunjuk-Nya penyusun dapat menyelesaikan
penulisan karya tulis berupa makalah ini.
Selama menyusun tugas, penyusun mendapat bantuan dari
berbagai pihak, untuk itu penyusun mengucapkan terimakasih kepada :
1. Allah Subhanahu wa ta'ala yang berkat rahmat dan ridho-Nya lah
karya tulis ini dapat diselesaikan.
2. Teman-teman yang telah membantu secara langsung maupun tidak
langsung.
Harapan kami semoga karya tulis ini dapat meningkatkan
pengetahuan dan kesadaran kita atas keberadaan dari sebuah PLTU, baik
manfaatnya

mauoun

kekurangannya

yang

berupa

dampak

bagi

lingkungan dan manusia.

Bandung, Januari 2012

Penyusun

DAFTAR ISI

Kata Pengantar

Daftar Isi....ii
Bab I Pendahuluan.1
1.1 Kata Pengantar...1
1.2 Rumusan Masalah.1
1.3 Maksud dan Tujuan...1
Bab II Isi

2.1 PLTU....2
2.2 Dampak PLTU....6
Bab III Penutup........9
3.1 Kesimpulan.....9
3.2 Saran.......9
Daftar Pustaka.......10

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Dalam masa modern seperti pada sekarang ini energi listrik
memegang peranan sangat penting di dalam kehidupan manusia. Hampri
semua benda yang sangat penting dan membantu dalam kehidupan
manusia adalah benda elektronik. Dengan tidak adanya energi listrik untuk
menjalankan benda-benda elektronik, manusia yang hidupnya telah
tergantung dengan alat elektronik tidak akan mampu untuk hidup secara
normal. Untuk memenuhi kebutuhan energi listrik yang telah kita ketahui
betapa pentingnya bagi kehidupan manusia, maka dibutuhkanlah sebuah
pembangkit listrik yang pada pembahasan ini berupa PLTU (Pembangkit
Listrik Tenaga Uap). Namun, keberadaan sebuah PLTU tidak hanya
membawa manfaat, tetapi juga mempunya dampak bagi lingkungan dan
manusia yang ada di sekitar lingkungan PLTU tersebut. Maka dari itu,
dengan adanya karya tulis ini kita diharapkan untuk memandang
keberadaan PLTU dengan bijak.

1.2 Rumusan Masalah


Dari

identifikasi

masalah

diatas,

maka

penyusun

dapat

merumuskan masalah sebagai berikut : Apakah dampak dari sebuah


PLTU bagi lingkungan dan manusia di sekitarnya ?
1.3 Maksud Dan Tujuan
Maksud dari pembuatan karya tulis Dampak PLTU Bagi Lingkungan
dan Manusia adalah sebagai berikut :
1. Memahami PLTU berikut cara kerjanya.
2. Mengetahui dampak PLTU bagi lingkungan sekitarnya.
3. Mengetahui dampak PLTU bagi manusia di sekitarnya.

BAB II
ISI

2.1 PLTU
Untuk

mengetahui

dampak

dari

sebuah

PLTU

kita

harus

mengetahui terlebih dahulu apa itu PLTU. Pembangkit listrik tenaga uap
(PLTU) adalah pembangkit yang mengandalkan energi kinetik dari uap
untuk menghasilkan energi listrik. Bentuk utama dari pembangkit listrik
jenis ini adalah Generator yang dihubungkan ke turbin yang digerakkan
oleh tenaga kinetik dari uap panas/kering. Pembangkit listrik tenaga uap
menggunakan berbagai macam bahan bakar terutama batu bara dan
minyak.
Sebuah pembangkit listrik jika dilihat dari bahan baku untuk
memproduksinya, maka Pembangkit Listrik Tenaga Uap bisa dikatakan
pembangkit yang berbahan baku Air. Kenapa tidak UAP? Uap disini hanya
sebagai tenaga pemutar turbin, sementara untuk menghasilkan uap dalam
jumlah tertentu diperlukan air. Menariknya didalam PLTU terdapat proses
yang terus menerus berlangsung dan berulang-ulang. Prosesnya antara
air menjadi uap kemudian uap kembali menjadi air dan seterusnya.
Proses inilah yang dimaksud dengan Siklus PLTU.
Air yang digunakan dalam siklus PLTU ini disebut Air Demin
(Demineralized),

yakni

air

yang

mempunyai

kadar

conductivity

(kemampuan untuk menghantarkan listrik) sebesar 0.2 us (mikro siemen).


Sebagai perbandingan air mineral yang kita minum sehari-hari mempunyai
kadar conductivity sekitar 100 200 us. Untuk mendapatkan air demin ini,
setiap unit PLTU biasanya dilengkapi dengan Desalination Plant dan
Demineralization Plant yang berfungsi untuk memproduksi air demin ini.
Secara sederhana bagaimana siklus PLTU itu bisa dilihat ketika
proses memasak air. Mula-mula air ditampung dalam tempat memasak
dan kemudian diberi panas dari sumbu api yang menyala dibawahnya.
Akibat pembakaran menimbulkan air terus mengalami kenaikan suhu
sampai pada batas titik didihnya. Karena pembakaran terus berlanjut
maka air yang dimasak melampaui titik didihnya sampai timbul uap panas.
Uap ini lah yang digunakan untuk memutar turbin dan generator yang
nantinya akan menghasilkan energi listrik.

Secara sederhana, siklus PLTU digambarkan sebagai berikut :

Siklus PLTU
1. Pertama-tama air demin ini berada disebuah tempat bernama
Hotwell.
2. Dari Hotwell, air mengalir menuju Condensate Pump untuk
kemudian dipompakan menuju LP Heater (Low Pressure Heater)
yang pungsinya untuk menghangatkan tahap pertama. Lokasi
hotwell dan condensate pump terletak di lantai paling dasar dari
pembangkit atau biasa disebut Ground Floor. Selanjutnya air
mengalir masuk ke Deaerator.
3. Di dearator air akan mengalami proses pelepasan ion-ion mineral
yang masih tersisa di air dan tidak diperlukan seperti Oksigen dan
lainnya. Bisa pula dikatakan deaerator memiliki pungsi untuk
menghilangkan buble/balon yang biasa terdapat pada permukaan
air. Agar proses pelepasan ini berlangsung sempurna, suhu air

harus memenuhi suhu yang disyaratkan. Oleh karena itulah selama


perjalanan menuju Dearator, air mengalamai beberapa proses
pemanasan oleh peralatan yang disebut LP Heater. Letak dearator
berada di lantai atas (tetapi bukan yang paling atas). Sebagai
ilustrasi di PLTU Muara Karang unit 4, dearator terletak di lantai 5
dari 7 lantai yang ada.
4. Dari dearator, air turun kembali ke Ground Floor. Sesampainya di
Ground Floor, air langsung dipompakan oleh

Boiler Feed

Pump/BFP (Pompa air pengisi) menuju Boiler atau tempat


memasak air. Bisa dibayangkan Boiler ini seperti drum, tetapi
drum berukuran raksasa. Air yang dipompakan ini adalah air yang
bertekanan tinggi, karena itu syarat agar uap yang dihasilkan juga
bertekanan tinggi. Karena itulah konstruksi PLTU membuat
dearator berada di lantai atas dan BFP berada di lantai dasar.
Karena dengan meluncurnya air dari ketinggian membuat air
menjadi bertekanan tinggi.
5. Sebelum masuk ke Boiler untuk direbus, lagi-lagi air mengalami
beberapa proses pemanasan di HP Heater (High Pressure Heater).
Setelah itu barulah air masuk boiler yang letaknya berada dilantai
atas.
6. Didalam

Boiler

inilah

terjadi

proses

memasak

air

untuk

menghasilkan uap. Proses ini memerlukan api yang pada


umumnya

menggunakan

batubara

sebagai

bahan

dasar

pembakaran dengan dibantu oleh udara dari FD Fan (Force Draft


Fan) dan pelumas yang berasal dari Fuel Oil tank.
7. Bahan bakar dipompakan kedalam boiler melalui Fuel oil Pump.
Bahan bakar PLTU bermacam-macam. Ada yang menggunakan
minyak, minyak dan gas atau istilahnya dual firing dan batubara.

8. Sedangkan udara diproduksi oleh Force Draft Fan (FD Fan). FD


Fan mengambil udara luar untuk membantu proses pembakaran di
boiler. Dalam perjalananya menuju boiler, udara tersebut dinaikkan
suhunya oleh air heater (pemanas udara) agar proses pembakaran
bisa terjadi di boiler.
9. Kembali ke siklus air. Setelah terjadi pembakaran, air mulai
berubah wujud menjadi uap. Namun uap hasil pembakaran ini
belum layak untuk memutar turbin, karena masih berupa uap jenuh
atau uap yang masih mengandung kadar air. Kadar air ini
berbahaya bagi turbin, karena dengan putaran hingga 3000 rpm,
setitik air sanggup untuk membuat sudu-sudu turbin menjadi
terkikis.
10. Untuk menghilangkan kadar air itu, uap jenuh tersebut di keringkan
di super heater sehingga uap yang dihasilkan menjadi uap kering.
Uap kering ini yang digunakan untuk memutar turbin.
11. Ketika Turbin berhasil berputar berputar maka secara otomastis
generator akan berputar, karena antara turbin dan generator
berada pada satu poros. Generator inilah yang menghasilkan
energi listrik.
12. Pada generator terdapat medan magnet raksasa. Perputaran
generator menghasilkan beda potensial pada magnet tersebut.
Beda potensial inilah cikal bakal energi listrik.
13. Energi listrik itu dikirimkan ke trafo untuk dirubah tegangannya dan
kemudian disalurkan melalui saluran transmisi PLN.
14. Uap kering yang digunakan untuk memutar turbin akan turun
kembali

ke

lantai

dasar. Uap

tersebut

mengalami

proses

kondensasi didalam kondensor sehingga pada akhirnya berubah


wujud kembali menjadi air dan masuk kedalam hotwell.

Siklus PLTU ini adalah siklus tertutup (close cycle) yang idealnya tidak
memerlukan lagi air jika memang kondisinya sudah mencukupi. Tetapi
kenyataannya masih diperlukan banyak air penambah setiap hari. Hal ini
mengindikasikan banyak sekali kebocoran di pipa-pipa saluran air maupun
uap di dalam sebuah PLTU. Untuk menjaga siklus tetap berjalan, maka
untuk menutupi kekurangan air dalam siklus akibat kebocoran, hotwell
selalu ditambah air sesuai kebutuhannya dari air yang berasal dari
demineralized tank.
Berikut adalah gambaran siklus PLTU secara lengkap.

2.2 Dampak PLTU


Setelah mengetahui apa itu PLTU akhirnya kita dapat mengetahui
apa saja dampak yang diberikan dari cara kerja dan bahan-bahan yang
digunakan oleh sebuah PLTU.
Dikarenakan PLTU menggunakan bahan bakar utama berupa batu
bara atau minyak bumi, maka dampak lebih banyak diakibatkan oleh
proses pembakaran batu bara dan minyak bumi tersebut. PLTU batubara
adalah sumber utama dari listrik dunia saat ini. Sekitar 60% listrik dunia
bergantung pada batubara, hal ini dikarenakan PLTU batubara bisa

menyediakan listrik dengan harga yang murah. Kelemahan utama dari


PLTU batubara adalah pencemaran emisi karbonnya sangat tinggi, paling
tinggi dibanding bahan bakar lain
Berikut adalah limbah hasil pembakaran batubara pada PLTU
1) Limbah Padat
Jenis Limbah Padat Jumlah
Pada PLTU 50 MWatt
Limbah padat total

Limbah padat landfilled


Abu layang
Abu layang landfilled

Limbah (kg)

4.250

3.236,1
1.784,25
1.284,65

2) Emisi Udara
Jenis emisi pada PLTU 50
MWatt
NOx
SOx
CO
CO2
Partikulat
Senyawa organik volatil

Jumlah Emisi (kg)


151,95
320
6,7
48.496,25
6,75
0,8

3) Dampak PLTU Batubara Terhadap Ekologi dan Kesehatan


Manusia
Jenis
senyawa
pencemar
Cl, NO, radikal
OH, CFC
CO, CO2,
CH4, NOx, O3
Partikulat
SO2, HNO3,
HF, H2S
NH3, NH4,
HCl
Radon

Area yang

Dampak

Kategori

Lingkungan

dampak

Perusak lapisan

Manusia,

dampak
Regional,

ozon

Ekologi
Manusia,

Global
Regional,

Ekologi
Manusia,

Global
Lokal,

Ekologi
Manusia,

Regional
Lokal,

Ekologi

Regional

Korosi

Ekologi

Lokal

Radiasi

Manusia

Lokal

Perubahan iklim
Kabut berasap
Hujan asam

BAB III
PENUTUP

terkena

3.1 Kesimpulan
Batubara dan minyak bumi adalah bahan bakar pembangkit listrik
yang paling banyak digunakan, hampir 60% energi listrik di dunia berasal
dari bahan bakar fosil. Tetapi ada dampak bagi lingkungan dan manusia
yang perlu dihadapi, sehingga untuk memanfaatkan batubara dan minyak
bumi secara besar-besaran terdapat berbagai kendala. Batubara dan
minyak bumi yang merupakan bahan bakar utama dari PLTU mengandung
banyak unsur yang dapat menimbulkan emisi polutan berbahaya, dan
mengandung banyak unsur karbon yang bila dibakar akan menghasilkan
gas CO2 yang dapat menyebabkan pemanasan global.

3.2 Saran
Karya tulis ini dapat menambah wawasan dan kesadaran kita akan
keberadaan sebuah PLTU, dan juga sebagai pemicu semangat kreatifitas
dalam mencari alternatif pembangkit listrik lainnya selain PLTU.

DAFTAR PUSTAKA

http://jurnal.sttn-batan.ac.id/wpcontent/uploads/2008/12/50_KartiniMegasari479-487.pdf