Anda di halaman 1dari 9

2.

1 Resusitasi di Rumah Sakit


2.1.1 Pengertian Resusitasi
Resusitasi adalah tindakan untuk menghidupkan atau memulihkan kembali
kesadaran seseorang yang tampaknya mati sebagai akibat berhentinya fungsi
jantung dan paru-paru.
2.1.2 Kode Gawat Darurat di Rumah Sakit
Rumah sakit memiliki kode-kode tertentu untuk memberitahu situasi
gawat yang sedang terjadi di rumah sakit. Tujuan pemberian kode adaalh
untuk menghindari kepanikan pada pasien dan orang-orang yang berada
di rumah sakit terhadap situasi gawat yang terjadi di rumah sakit.
Warna
Code
Red
Code
Blue
Code
Purple

Keterangan
warna

Deskripsi

api/asap
gawat darurat
medis

kebakaran atau asap


gawat darurat medis yang membutuhkan
resusitasi misalnya henti jantung

ancaman bom

ancaman bom atau benda yang dicurigai bom


gawat darurat berkaitan dengan infrastruktur
rumah sakit: gangguan suplai lirtrik
rs,gangguan jaringan it, kerusakan bangunan,
badai topan

Code
Yellow
Code
Black

gawat darurat
bangunan
rumah sakit
ancaman
penculikan

Code
Brown

ancaman dari
luar

Code
Orange

evakuasi

penculikan bayi atau anak


insiden dari luar yang menyebabkan
kerusakan fasilitas kesehatan: pesawat jatuh,
bangunan runtuh, ledakan
perintah untuk mengevakuasi pasien, staf,
keluarga dan lainnya saat kejadian seperti
bom, kebakaran, dan lainnya

Pada pasien gaawat darurat yang membutuhkan resusitasi


menggunakan code blue. Pasien akan dibawa oleh tim resusitasi ke ruang
resusitasi di IGD.
Goverment of western Australia. 2013. Emergency Codes In Hospitals And
Health Care Facilities. Departement of health, p:1-3

Tim Resusitasi

2.1.3 Ruangan Resusitasi

Setiap rumah sakit yang memiliki fasilitas instalasi gawat darurat harus
memiliki ruang resusitasi yang memadai. Ruang resusitasi berfungsi untuk
menangani pasien gawat darurat yang memiliki fasilitas memadai. Jumlah
ruang resusitasi disesuaikan dengan jumlah pasien per tahun. Pada rumah
sakit dengan rata-rata pasien IGD 20.000 per tahun memiliki minimal dua
ruang resusitasi. Berikut fasilitas yang harus dimiliki ruang resusitasi di
rumah sakit:
1. Luas Ruangan minimal 25m2 ditambah dengan ruang penyimpanan
dengan luas minimal 9m2
2. Untuk masing-masing tempat tidur harus memenuhi:
Memiliki cukup ruang untuk memastikan akses 360 derajat
terhadap pasien
Memiliki troli pasien yang bisa digunakan saat menggunakan
x-ray portable
Memaksimalkan privasi visual dan pendengaran untuk pasien,
kerabat dan staf artinya ruangan resusitasi tetap menjaga
privasi
Memiliki pemantauan fisiologis tubuh termasuk EKG, NIBP,
saturasi oksigen, suhu tubuh, pemantauan invasif, dan CO2
end-tidal

ventilator: Harus ada satu ventilator untuk setiap ruang


resusitasi.
dilengkapi dengan tiga outlet oksigen
dilengkapi dengan alat suction
Memiliki peralatan resusitasi di setiap ruang untuk intubasi,
defibrilasi dengan AC/DC, kanulasi dll
Memiliki panel elektroda sebanyak dua belas buah
Memiliki peralatan untuk menggantung cairan IV
Memiliki fasilitas hand washing
Memiliki jam dinding yang telah sinkron dengan ruangan di
IGD lain
Memiliki pencahayaan seperti di ruangan operasi
Memiliki oftalmoskop / otoscope
fasilitas pembuangan limbah klinis: benda tajam dan limbah
klinis.
Sebuah terminal komputer khusus dengan akses ke
laboratorium dan Diagnostik
3. Dalam area Resuscitation memiliki akses:
akses menuju ruangan bedah darurat
Dua monitor dan ventilator saat mentransfer pasien untuk
monitoring keadaan klinis pasien

Fasilitas untuk ventilasi non invasif


Sebuah Mesin anestesi standar
oksigen dan nitrogen oksida
USG Darurat
telepon
Sebuah lemari terkunci untuk obat yang diawasi
Fasilitas untuk pemanasan cairan resusitasi
alat penghangat untuk pasien
satu set infus set
Lokasi untuk akses sistem dokumentasi / catatan pembukuan /
IT pasien
Akses ke darah O-negatif untuk transfusi mendesak
peralatan resusitasi Pediatri, termasuk Resuscitaire yaitu
Neonatus
Kulkas
ruang worktop memadai untuk PC, monitor, dokumentasi dll
fasilitas pengujian instan seperti alat untuk menilai glukosa
darah, analisis gas darah dan tes lainnya yang sesuai
Sebuah mesin Arteri Doppler genggam
2.1.4 Tim Resusitasi
Untuk emnangani pasien di ruang resusitasu membutuhkan sebuah tim.
Tim resusitasi terdiri dari 3 orang dokter dan 3 orang perawat yang
memiliki tugas tertentu. Berikut gambaran tim resusitasi di ruang
resusitasi;

1. Ketua tim yang merupakan seorang dokter anestesi atau dokter


yang telah memiliki sertifikasi gawat darutas ACLS, ATLS, PALS dan
lainnya berdiri di sebelah kanan pasien. Fungsi ketua tim yaitu
melakukan penilaian klinis pasien, melakukan pemeriksaaan fisik,
dan memberi komando terhadap petugas lain
2. Seorang dokter yang telah memiliki sertifikasi gawat darutas ACLS,
ATLS, PALS dan lainnya berdiri di depan kepala pasien bertugas
untuk menjaga airway dan pernapasan pasien, menjaga cervical
pasien, dan mengatur alat monitoring pasien
3. Seorang dokter yang telah memiliki sertifikasi gawat darutas ACLS,
ATLS, PALS dan lainnya berdiri di sebelah kiri pasien bertugas untuk
membantu ketua tim dalam menilai klinis dan pemeriksaan fisik
pasien sesuai dengan perintah ketua tim.
4. Kepala perawat yang telah memiliki sertifikat gawat darurat berdiri
di sebelah kiri pasien bertugas untuk mempersiapkan kedatangan
dan transfer pasien,
5. Perawat yang telah memiliki sertifikat gawat darurat berdiri di
sebelah kanan pasien bertugas untuk menjaga sirkulasi pasien
seperti memasang da mengatur infus, transfusi darah, memasang
kateter, mengukur tekanan darah dengan memasangkan NBP

6. Perawat yang telah memiliki sertifikat gawat darurat berdiri di


sebelah kanan pasien bertugas sebagai recording nurse seperti
mempersiapkan ruangan resusitasi, cek lis perlengkapan alat di
ruangan, dokumentasi pasien, mencatat obat pasien, dan tetap
berada di dekat pasien higga pasien ditransfer

2.1.4 Troli Resusitasi


Di setiap ruang resusitasi di IGD harus memiliki troli yang berisi peralatan
sebagai berikut: