Anda di halaman 1dari 36

03

Modul ke:

Fakultas

Ilmu Komputer

Program Studi

Sistem
Informasi

Manajemen Proyek
Proyek merupakan sebagai usaha sementara yang dilakukan
untuk menciptakan produk layanan, unik atau hasil. Tujuan
proyek mendefinisikan status target pada akhir proyek,
mencapai yang dianggap perlu untuk mencapai manfaat yang
direncanakan.

Bima Cahya Putra, M.Kom

Pengertian Proyek
Analisa Berorientasi Obyek
Manajemen Proyek

Pengertian Proyek
PROYEK: Usaha dalam waktu yang terbatas
untuk mencapai tujuan /hasil tertentu
(produk/jasa)

Umumnya proyek melibatkan banyak orang


seringkali dari berbagai bidang ilmu yang
kegiatannya saling terkait

Jenis Kegiatan Proyek


1.

Kegiatan untuk
menghasilkan produk
proyek

2. Kegiatan yang menjamin


produk proyek selesai sesuai
persyaratan yang ditetapkan,
terutama dalam hal : Cakupan,
Waktu, Biaya, Mutu.

Produk Proyek

Produk antara
Diserahkan sesuai jadwal
sebelum proyek selesai
Contoh:
Hasil survei
Hasil analisis
Rancangan.

Produk akhir
Diserahkan pada akhir proyek.
Contoh:
P/K dan jaringan terpasang
Sistem aplikasi terpasang,
Panduan bagi pengguna

Dokumentasi teknis sistem

Sifat Proyek
Sasaran unik.
Berlangsung sementara.
Perlu sumber daya dari berbagai bidang, baik dari

dalam maupun dari luar organisasi

o Personil, perangkat keras, perangkat lunak sistem,

perangkat lunak aplikasi, dll

Punya sponsor utama / pelanggan, yang:


o

menjadi penentu sasaran proyek

menjadi penentu dalam hal finansial

Sifat Proyek
Proyek memiliki KENDALA (sesuatu yang berasal
dari/ditentukan oleh pihak luar proyek
Dana/sumber daya, jumlah dan ketersediaannya
Waktu pelaksanaan
Cakupan
COST

TIME

SCOPE

Proyek Sebagai Rangkaian Fase


Analisa Berorientasi Obyek
Manajemen Proyek

Proyek Sebagai Rangkaian Fase


Manajer proyek dapat memandang proyek sebagai
serangkaian fase-fase yang terkait untuk menghasilkan
produk proyek.
Siklus hidup proyek sangat bervariasi.
o Contoh: model spiral (Muench, 1994) yang
melewati kuadran : identifikasi, perancangan,
konstruksi, dan evaluasi
Dapat dipandang sebagai kegiatan yang terkait dengan
kelayakan proyek, diikuti dengan kegiatan yang terkait
dengan akuisisi proyek (proyek diterima dan
dilaksanakan) fokus pada hasil kerja

Proyek Sebagai Rangkaian Fase

Kegiatan dalam proyek yang terkait dengan produk


proyek, mengikuti Siklus Hidup Produk

Proyek Sebagai Rangkaian Fase


Sifatnya bervariasi, tergantung produk proyek
Contoh: siklus hidup produk pada pengembangan
SI:
Model air terjun, memiliki tahapan linear
Model spiral Boehm, memiliki tahapan iteratif
Model bertumbuh, makin lama PRODUK makin
lengkap
Model R.A.D. (Rapid Application Development)
dengan 4 fase, yaitu: perencanaan kebutuhan; desain
oleh pengguna; konstruksi; pengalihan sistem (cut
over).
Model dengan prototipe
Extreme programming, analisa dan desain tidak
dimodelkan, se-olah2 langsung pemrograman

Proyek Sebagai Rangkaian Fase


Ukuran proyek menentukan bentuk team, teknik dan tools
yang diperlukan. 6 (enam) kategori ukuran proyek :
1. Trivial Proyek
Proyek sederhana
Umumnya dikerjakan oleh satu programmer
Pengerjaannya biasanya dalam beberapa hari atau beberapa
minggu
Program yang dihasilkan kurang dari 500 baris yang mungkin
disusun antara 10 -20 subrutin (modul).
Sedikit analisis formal, dokumentasi perancangan yang tidak
terlampau rumit, tidak terlampau luas perencanaan uji coba
program.
Contohnya : keperluan pribadi seorang programmer

Proyek Sebagai Rangkaian Fase


2. Small Proyek
Biasanya dikerjakan oleh 1 4 programmer
Terdiri dari 1000 2500 baris yang disusun dalam 25 50
subrutin ( modul)
Waktu pekerjaan umumnya antara 1 -6 bulan.
Sedikit interaksi antara programmer dengan pemakai
(user)/pelanggan ( customer)
Menggunakan teknik dan notasi yang sudah standart,
dokumentasi yang standart
Contohnya : penyelesaian numerik masalah sains

Proyek Sebagai Rangkaian Fase


3. Medium Proyek
Dikerjakan oleh 2-5 Programmer, lama pengerjaan 1-2 tahun
dan jumlah baris 5K-50K.
Contohnya : compiler berukuran tidak terlalu besar

4. Large Proyek
Memerlukan 5 10 orang programmer dengan waktu 2 3
tahun
Terdiri dari 50.000 100.000 baris perintah, disusun dalam
beberapa sub system.
Komunikasi yang terjadi antara programmer, manager dan
pelanggan atau pemakai umumnya terjadi dalam team.
Contohnya : paket data base

Proyek Sebagai Rangkaian Fase


5. Very Large Proyek
Dikerjakan oleh 100-1K , lama pengerjaan 4-5 tahun, dan
jumlah baris 1M.
Contohnya : sistem operasi besar

6. Extremmely Large Proyek


Dikerjakan oleh 2K-5K , lama pengerjaan 5-10 tahun, dan
jumlah baris 1M-10M
Contohnya : sistem pertahanan balistik

Kriteria Keberhasilan Proyek


Analisa Berorientasi Objek
Manajemen Proyek

Kriteria Keberhasilan Proyek


Secara umum kirteria dan cara mengukur keberhasilan
dari sebuah proyek adalah, .
Menentukan definisi tujuan (goal definition) yang jelas,
Hasil dari proyek tersebut dapat diterima oleh pelanggan,
Komitmen yang kuat pada suatu proyek

Biaya yang dikeluarkan ketika proyek terselesaikan


Kualitas yang baik
Ketrampilan sumber daya manusia,

Komunikasi yang baik


Resiko yang ditimbulkandari sebuah proyek kecil
Hasil dari sebuah proyek diharapkan tidak menimbulkan suatu
permasalahan baru

Kriteria Keberhasilan Proyek


Pihak-pihak yang menentukan keberhasilan dari suatu
proyek :
Owner/ Pemilik, pihak utama yang menentukan proyek berhasil
atau tidak. Karena pihak ini merupakan ide utama sekaligus pemilik
investasi materi berupa budget pada sebuah proyek.
User/Pengguna, pihak kedua yang menentukan hasil proyek
tersebut gagal. Karena pada tahap ini adalah tahap dimana hasil
tersebut akan digunakan. Orang yang merasakan ketika
menggunakan hasil dari proyek tersebut akan lebih nyaman atau
tidak.
Lingkungan/ Pihak luar seperti pemerintah, lingkungan sekitar
atau bahkan Suplier dalam suatu proyek penjualan. Pihak luar
dapat merasakan langsung ketika hasil suatu proyek berhasil dan
terselesaikan.

Kriteria Keberhasilan Proyek


Pihak-pihak yang menentukan keberhasilan dari suatu
proyek :
Owner/ Pemilik, pihak utama yang menentukan proyek berhasil
atau tidak. Karena pihak ini merupakan ide utama sekaligus pemilik
investasi materi berupa budget pada sebuah proyek.
User/Pengguna, pihak kedua yang menentukan hasil proyek
tersebut gagal. Karena pada tahap ini adalah tahap dimana hasil
tersebut akan digunakan. Orang yang merasakan ketika
menggunakan hasil dari proyek tersebut akan lebih nyaman atau
tidak.
Lingkungan/ Pihak luar seperti pemerintah, lingkungan sekitar
atau bahkan Suplier dalam suatu proyek penjualan. Pihak luar
dapat merasakan langsung ketika hasil suatu proyek berhasil dan
terselesaikan.

Proses Dalam Manajemen


Proyek
Analisa Berorientasi Obyek
Manajemen Proyek

Proses Dalam Manajemen Proyek


Manajemen proyek merupakan lapisan pertama dalam
proses rekayasa perangkat lunak skala besar. Untuk
menuju pada proyek yang berhasil, perlu dimengerti
tentang :
Lingkup pekerjaan
Resiko yang dapat ditimbulkan
Sumber-sumber yang diperlukan
Tugas yang harus dilaksanakan
Patokan yang harus diikuti
Usaha atau biaya yang dikeluarkan
Dan Penjadwalan

Proses Dalam Manajemen Proyek

Initiating
Processes

Planning
Processes

Executing
Processes

Controlling
Processes

Closing
Processes

Proses Dalam Manajemen Proyek


IT Project Management

CONCEPT

CONSTRUCTION

REQUIREMENT

DELIVERY

PLANNING

CLOSEOUT

DESIGN

Proses Dalam Manajemen Proyek


Manajemen Proyek Yang Efektif harus meliputi 4 P :
(People, Product, Process, Project)
a. People/personil : Faktor terpenting yg menjadi suksesnya
suatu proyek
b. Product : Software yg akan di bangun
c. Process : Memberikan suatu aktifitas kerangka kerja dan
rencana komprehensif bagi pengembangan perangkat
lunak
d. Project : Segala pekerjaan yang harus dilakukan untuk
membuat produk itu terealisas

Proses Dalam Manajemen Proyek


Dalam pelaksanaan proyek, perlu di bentuk sebuah tim
yang mampu membawa keberhasilan proyek.

Koordinasi orang-orang dalam tim harus jelas sehingga


tidak terjadi tumpang tindih dalam pelaksanaan proyek
tersebut.
Perlu di bentuk struktur organisasi yang memperjelas
tugas dari masing-masing orang dalam tim.
Struktur tim terbaik tergantung pada gaya manajemen
sebuah organisasi, jumlah orang yang akan ada tim
tersebut, dan tingkat keterampilannya, serta kesulitan
masalah secara keseluruhan

Proses Dalam Manajemen Proyek


Demokrasi terdesentralisasi (DD)

Struktur Organisasi

Terkentrol terdesenralisasi (CD)

Terkontrol tersentralisasi (CC)

Proses Dalam Manajemen Proyek


Democratic Decentralized (DD)
Tidak ada pemimpin yang permanen
Koordinator ditunjuk untuk jangka waktu yang pendek
Keputusan diambil berdasarkan pendapat bersama
Komunikasi antar anggota tim (posisi sejajar semua)
Cocok untuk :
o masalah yang sulit/rumit
o proyek besar
o perlu banyak waktu untuk menyelesaikan proyek

Proses Dalam Manajemen Proyek


Controlled Decentralized (CD)
Pemimpin tim ditentukan
Ada wakil pemimpin dan mereka berbagi tugas
Penyelesaian masalah adalah tugas tim,
implementasinya dibagi di antara beberapa sub-tim
oleh pemimpin
Komunikasi di antara sub-tim dan antara personel
Terpusat untuk penyelesaian masalah
Cocok untuk:
o masalah yang sederhana
o proyek besar
o menghasilkan sedikit kesalahan

Proses Dalam Manajemen Proyek


Controlled Centralized (CC)
Penyelesaian masalah dikerjakan oleh pemimpin,
Pemimpin melakukan koordinasi internal tim,
Komunkasi lebih banyak antara pemimpin dan anggota
tim
Cocok untuk:
o masalah yang sederhana
o melakukan penyelesaian masalah lebih cepat
o menghasilkan sedikit kesalahan

Proses Dalam Manajemen Proyek


Awal Proyek Perangkat Lunak
Untuk mengestimasi biaya, pembagian tugas, dan
penjadwalan, sebelum sebuah proyek direncanakan
perlu untuk :
Memastikan tujuan dan ruang lingkup
Memperhatikan alternatif-alternatif solusi
Identifikasi batasan teknik dan manajerial

Proses Dalam Manajemen Proyek


Pengukuran dan Satuan Ukuran
Pengukuran dan satuan ukuran akan membantu
untuk mengerti proses-proses dalam pengembangan
produk dan produk itu sendiri. Proses dan produk
diukur dalam usaha untuk meningkatkan kualitasnya.
Pengukuran Output : Sebuah fungsi usaha dan waktu
yang diaplikasikan
Pengukuran Kesesuaian Pemakaian : Produk kerja
yang dihasilkan

Proses Dalam Manajemen Proyek

Estimasi

Dalam aktifitas utama


dilakukan estimasi :

proyek

yaitu

perencanaan,

Sumber daya manusia (ukuran orang/bulan)

Jangka waktu kronologis (Ukuran waktu kalender)


Biaya (Ukuran uang Rp)

Proses Dalam Manajemen Proyek


Analisis Resiko

Analisis resiko sangat penting dalam manajemen proyek


perangkat lunak. Beberapa hal yang harus diperhatikan
berkaitan dengan resiko adalah :
Masa yang akan datang : resiko apa yang mempengaruhi
trend (kecenderungan) proyek perangkat lunak
Perubahan : Bagaimana perkembangan dunia
mempengaruhi keawetan dan kesuksesan perangkat lunak
Pilihan : metode apa yang dipakai, berapa orang diperlukan,
seberapa tinggi kualitas perangkat lunak dan sebagainya

Proses Dalam Manajemen Proyek


Identifikasi resiko
Identifikasi resiko me-list semua resiko sesuai dengan
kategori(secara makro) sebagai berikut :
Resiko proyek : masalah pembiayaan, penjadwalan,
personil, sumber daya, pelanggan dan kebutuhan
dikaitkan dengan akibatnya terhadap pelanggan.
Resiko teknis : masalah desain, implementasi,
antarmuka, verifikasi dan pemeliharaan.
Resiko bisnis : termasuk di dalamnya adalah
resiko pasar, resiko manajemen, dan resiko
pembiayaan.

Terima Kasih
Bima Cahya Putra, M.Kom