Anda di halaman 1dari 7

Epidemiologi

Infeksi
Nosokomial

Pendahuluan
Penelitian dilakukan di RSUD
Setjonegoro Kabupaten Wonosobo
pada tanggal 10-12 April 2012 oleh
Ratna Nugraheni, Suhartono dan Sri
Winarni.
Tujuan penelitian adalah untuk
mengetahui prevalensi angka
kejadian infeksi nosokomial di RSUD
Setjonegoro Kabupaten Wonosobo

Metode Penelitian
Populasi dan sampel dalam
penelitian ini adalah seluruh
penderita penyakit infeksi
nosokomial di RSUD Setjonegoro
Wonosobo dari bulan Juli 2009
Desember 2011 yaitu 258 pasien.

Kejadian Infeksi Nosokomial


Kejadian infeksi nosokomial yang banyak terjadi
di RSUD Setjonegoro Wonosobo adalah infeksi
Phlebitis, ILO (Infeksi Luka Operasi) dan
Dekubitus.
Prevalensi kejadian infeksi nosokomial di RSUD
Setjonegoro dari Juli 2009 Desember 2011 :
1.
2.
3.
4.
5.

Kejadian
Kejadian
Kejadian
Kejadian
Kejadian

ISK
0,33 / 1000 pasien rawat inap.
ILO
1,21 / 1000 pasien rawat inap.
Sepsis
0,12 / 1000 pasien rawat inap.
Dekubitus
1,12 / 1000 pasien rawat inap.
Phlebitis
5,02 / 1000 pasien rawat inap.

Kejadian Infeksi Nosokomial


Proporsi kejadian infeksi nosokomial
berdasarkan distribusi jenis kelamin adalah
sebagai berikut :
a) Semester II (2009) perempuan lebih banyak
yaitu 78,94%
b) Semester I (2010) perempuan lebih banyak
yaitu 66,67%
c) Semester II (2010) perempuan lebih banyak
yaitu 66,71%
d) Semester I (2011) laki-laki lebih banyak yaitu
51,67%
e) Semester II (2011) laki-laki lebih banyak yaitu
50,77%

Penyebab Infeksi
Nosokomial

Kebiasaan mencuci tangan sebelum


mengobati, merawat dan memegang
pasien belum diterapkan dengan baik oleh
petugas kesehatan.
Penggunaan APD (masker, jas khusus, alas
kaki dan sarung tangan) bagi pengunjung
untuk masuk ke ruangan khusus seperti
ICU masih kurang.
Pembatasan pengunjung dan jam
kunjungan masih sering diabaikan.

Kesimpulan
Angka kejadian infeksi nosokomial di RSUD
Setjonegoro Kabupaten Wonosobo adalah:
1. Semester
inap
2. Semester
3. Semester
inap
4. Semester
5. Semester
inap

II (2009) = 2,67 / 1000 pasien rawat


I (2010) = 3,12 / 1000 pasien rawat inap
II (2010) = 4,36 / 1000 pasien rawat
I (2011) = 9,68 / 1000 pasien rawat inap
II (2011) = 19,71 / 1000 pasien rawat