Anda di halaman 1dari 9

BAB 3.

METODE PENELITIAN
3.1 Alat dan Bahan
Alat dan bahan yang dipergunakan dalam
eksperimen hukum pembiasan Fresnel ini
meliputi:
1. Sumber cahaya biasa/incandescent light source
(OS-9102B)
2. Angular Translator (OS-9106A)
3. Tiga buah holder (OS9107)
4. Meja optik
5. Layar pengamatan (OS-9138)
6. Bidang Gelas
7. Bidang Akrilik
8. Dua buah polarizer (OS-9109)

3.2 Desain Percobaan

Gambar 3.1 : Susunan Eksperimen Hukum


Pemantulan Fresnel

3.3 Langkah Kerja


Langkah kerja yang dilakukan dalam eksperimen polarisasi cahaya dengan
menggunakan konsep hukuk pemantulan Fresnel ini meliputi:
3.2.1
Perlakuan Pada Bidang Gelas
a. Posisi cahaya tegak lurus bidang datang:
1.Peralatan disusunan seperti pada gambar 3.1
2.Sumber cahaya biasa di letakkan pada ujung bangku optik. Bidang gelas di letakkan
pada holder dan gabungan tersebut di letakkan di atas translator anguler, posisi gelas di
atur sehingga berkas cahaya datang tegak lurus permukaan gelas. Bagian depan
bidang gelas harus berimpit dengan pusat sudut anguler dan tanda nol pada translator
dan sejajar dengan arah cahaya datang.
3.Layar di letakkan pada holder dan berkas cahaya terusan di amati. layar di pindahkan
dan berkas cahaya terusan di amati dengan menggunakan fotometer.
4.Posisi pada translator anguler di atur sehingga berkas cahaya datang dan garis normal
membentuk sudut minimum yang bisa didapatkan. Posisi fotometer di atur dan intensitas
cahaya pantul di catat.
5.Polarizer (sebagai analyzer) di letakkan di depan fotometer dan di atur agar sumbu 0o
vertikal (tegak lurus bidang datang). Intensitas cahaya pantul ( Ir) pada fotometer di
amati dan catat.

6. Sudut translator anguler di ubah sebesar 10o dari sudut


minimum yang sudah tentukan sebelumnya. Intensitas
cahaya pantulnyadi catat.
7. Sudutnya di naikkan dan Ir di catat sampai posisi sudut
900 (anda mengamati cahaya datang Io).
b.
Posisi cahaya paralel/sejajar bidang datang (Sudut
Brewster, B):
8. Pada bagian ini akan diketahui intensitas pantulan cahaya
paralel terhadap bidang datang. Polarisator (analiser di
depan fotometer) di Putar pada sudut 900. Dalam keadaan
ini cahaya yang ditransmisikan oleh analiser paralel
terhadap bidang datang.
9. Langkah selanjutnya di lakukan seperti pada percobaan
nomor 4, 5,6, dan nomor 7

3.2.2

Perlakuan Pada Bidang Akrilik


a. Posisi cahaya tegak lurus bidang datang:
Peralatan disusunan seperti pada gambar 3.1
Sumber cahaya biasa di letakkan pada ujung bangku optik. Bidang akrilik di
letakkan pada holder dan gabungan tersebut di letakkan di atas translator
anguler, posisi akrilik di atur sehingga berkas cahaya datang tegak lurus
permukaan akrilik. Bagian depan bidang akrilik harus berimpit dengan
pusat sudut anguler dan tanda nol pada translator dan sejajar dengan arah
cahaya datang.
Layar di letakkan pada holder dan berkas cahaya terusan di amati. layar di
pindahkan dan berkas cahaya terusan di amati dengan menggunakan
fotometer.
Posisi pada translator anguler di atur sehingga berkas cahaya datang dan
garis normal membentuk sudut minimum yang bisa didapatkan. Posisi
fotometer di atur dan intensitas cahaya pantul di catat.
Polarizer (sebagai analyzer) di letakkan di depan fotometer dan di atur agar
sumbu 0 vertikal (tegak lurus bidang datang). Intensitas cahaya pantul ( Ir)
pada fotometer di amati dan catat


1.
2.

3.
4.
5.

6.
Sudut translator anguler di ubah sebesar 10 dari sudut
minimum yang sudah tentukan sebelumnya. Intensitas
cahaya pantulnya di catat.
7. Sudutnya di naikkan dan Ir di catat sampai posisi sudut
90(anda mengamati cahaya datang Io).
b. Posisi cahaya paralel/sejajar bidang datang (Sudut Brewster,
B):
8. Pada bagian ini akan diketahui intensitas pantulan cahaya
paralel terhadap bidang datang. Polarisator (analiser di
depan fotometer) di Putar pada sudut 900. Dalam keadaan
ini cahaya yang ditransmisikan oleh analiser paralel terhadap
bidang datang.
9. Langkah selanjutnya di lakukan seperti pada percobaan
nomor 4, 5,6, dan nomor 7

3.3 Metode Analisis


3.3.1 Tabel data hasil pengamatan untuk bidang
gelas dan juga akrilik
Sudut ()
0
1
0
2
0
3
0
4
0
5
0
6
0
7
0
8
0
9
0

Intensitas Ir/Io