Anda di halaman 1dari 7

BAB I

PENDAHULUAN

1.1

Latar Belakang
Sebelum abad ke dua puluh, karbohidrat, lemak, protein, dan beberapa zat mineral

telah dianggap sebagai zat-zat makanan yang dibutuhkan untuk fungsi tubuh normal.
Akan tetapi berabad-abad sebelumnya, berbagai pengamatan menduga bahwa senyawasenyawa organik lainnya adalah esensial untuk menjaga kesehatan. Saat ini telah
diketahui selama 300 tahun, bahwa dengan makan buah-buahan dan sayur-sayuran segar
ternyata berguna untuk pencegahan atau pengobatan scorbut (sariawan). Juga telah
diakui, bahwa rakhitis dapat disembuhkan dengan minum minyak ikan. Pengamatanpengamatan tersebut menimbulkan dugaan, bahwa ada senyawa-senyawa zat makanan
lain diperlukan untuk menjaga kesehatan di samping karbohidrat, lemak atau protein.
Istilah vitamin mula-mula diutarakan oleh seorang ahli kimia Polandia yang
bernama Funk, yang percaya bahwa zat penangkal beri-beri yang larut dalam air itu suatu
amina yang sangat vital, dan dari fakta tersebut lahirlah istilah vitamine dan kemudian
menjadi vitamin. Vitamin dikenal sebagai kelompok seyawa organik yang tidak masuk
dalam golongan protein, karbohirat, maupun lemak. Vitamin merupakan komponen
penting di dalam bahan pangan walaupun terdapat dalam jumlah sedikit, karena berfungsi
untuk menjaga keberlangsungan hidup serta pertumbuhan. Vitamin diperlukan tubuh
untuk proses metabolisme dan pertumbuhan yang normal. Vitamin-vitamin tidak dapat
dibuat dalam jumlah yang cukup oleh tubuh, oleh karena itu harus diperoleh bahan
pangan yang dikonsumsi. Kecuali vitamin D, yang dapat dibuat dalam kulit asal kulit
mendapatkan sinar matahari yang cukup.

1.2

Tujuan

Makalah ini bertujuan agar mahasiswa dapat :


1.
2.
3.
4.
5.

Memahami tentang definisi vitamin.


Mengetahui jenis, sumber, fungsi dan kebutuhan vitamin.
Mengetahui absorbsi dan ekskresi vitamin.
Mengetahui akibat dari kelebihan dan kekurangan vitamin.
Mengetahui reaksi identifikasi dari masing-masing vitamin.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1

Sejarah Vitamin
Pengertian Vitamin adalah sekelompok

senyawa organik amina yang sangat

penting dan sangat dibutuhkan oleh tubuh, karena vitamin berfungsi untuk membantu
pengaturan atau proses kegiatan tubuh (vitamin mempunyai peran sangat penting dalam
metabolisme tubuh), karena vitamin tidak dapat dihasilkan oleh tubuh. Jika manusia,
hewan dan ataupun makhluk hidup lain tanpa asupan vitamin tidak akan dapat melakukan
aktivitas hidup dengan baik, kekurangan vitamin menyebabkan tubuh kita mudah terkena
penyakit.
Nama Vitamin sendiri berasal dari gabungan kata bahasa Latin yaitu vita yang
artinya hidup dan amina (amine) yang mengacu pada suatu gugus organik yang
memiliki atom nitrogen (N), karena pada awalnya vitamin dianggap demikian. Kelak
diketahui bahwa banyak vitamin yang sama sekali tidak memiliki atom N. Dipandang
dari sisi enzimologi (ilmu tentang enzim), vitamin adalah kofaktor dalam reaksi kimia
yang dikatalisasi oleh enzim. Pada dasarnya, senyawa vitamin ini digunakan tubuh untuk
dapat bertumbuh dan berkembang secara normal.
Vitamin merupakan suatu senyawa yang telah lama dikenal oleh peradaban
manusia. Sudah sejak ribuan tahun lalu, manusia telah mengenal vitamin sebagai salah
satu senyawa yang dapat memberikan efek kesehatan bagi tubuh. Untuk bisa
mendapatkan asupan vitamin tidaklah sulit, bisa dikatakan kebanyakan makanan yang
kita konsumsi setiap hari telah mengandung vitamin hanya saja mungkin kita tidak
menyadari besar kecilnya kandungan vitamin yang kita konsumsi setiap hari.

2.2

Klasifikasi Vitamin

Secara klasik, berdasarkan kelarutannya, vitamin digolongkan dalam dua


kelompok, yaitu:
1. Vitamin yang larut dalam lemak
Dapat diekstraksi dari bahan makanan dengan pelarut lemak, Beberapa vitamin
larut lemak adalah vitamin A, D, E, dan K, yang hanya mengandung unsur- unsur
karbon, hidrogen dan oksigen.
Vitamin yang larut dalam lemak, yaitu A, D, E dan K, memiliki sifat-sifat umum,
antara lain :
a. Tidak terdapat di semua jaringan.
b. Terdiri dari unsur-unsur karbon, hidrogen dan oksigen.
c. Memiliki bentuk prekusor atau provitamin.
d. Menyusun struktur jaringan tubuh.
e. Diserap bersama lemak.
f. Disimpan bersama lemak dalam tubuh.
g. Diekskresi melalui feses.
h. Kurang stabil jika dibandingkan vitamin B, dapat dipengaruhi oleh
cahaya, oksidasi dan lain sebagainya.
2. Vitamin yang larut dalam air
Dapat diekstraksi dari bahan makanan dengan pelarut air. Vitamin yang larut
dalam air terdiri atas asam askorbat (C) dan B-komplek (B1 sampai B12), yang
selain mengandung unsur-unsur karbon, hidrogen, oksigen, juga mengandung
nitrogen, sulfur atau kobalt.
Vitamin yang larut dalam air memiliki sifat-sifat umum, antara lain :
a. Tidak hanya tersusun atas unsur-unsur karbon, hidrogen dan oksigen.
b. Tidak memiliki provitamin.
c. Terdapat di semua jaringan.
d. Sebagai prekusor enzim-enzim.
e. Diserap dengan proses difusi biasa.
f. Tidak disimpan secara khusus dalam tubuh.
g. Diekskresi melalui urin.
h. Relatif lebih stabil, namun pada temperatur berlebihan menimbulkan
kelabilan.

2.3

Fungsi Vitamin Secara Umum


Beberapa vitamin berfungsi langsung dalam metabolisme penghasilan energi Jalur

metabolisme yang menghasilkan energi untuk mendukung kerja sel diantaranya adalah
glikolisis, siklus kreb, transport elektron, dan oksidasi.

2.4

Cara kerja vitamin

Vitamin larut lemak dan vitamin larut air memiliki cara kerja berbeda, seperti berikut:

1. Vitamin yang larut dalam lemak


Vitamin yang larut dalam lemak akan disimpan di dalam jaringan adiposa (lemak)
dan di dalam hati. Vitamin ini kemudian akan dikeluarkan dan diedarkan ke
seluruh tubuh saat dibutuhkan. Beberapa jenis vitamin hanya dapat disimpan
beberapa hari saja di dalam tubuh, sedangkan jenis vitamin lain dapat bertahan
hingga 6 bulan lamanya di dalam tubuh.
2. Vitamin yang larut dalam air
Berbeda dengan vitamin yang larut dalam lemak, jenis vitamin larut dalam air
hanya dapat disimpan dalam jumlah sedikit dan biasanya akan segera hilang bersama
aliran makanan. Saat suatu bahan pangan dicerna oleh tubuh, vitamin yang terlepas akan
masuk ke dalam aliran darah dan beredar ke seluruh bagian tubuh. Apabila tidak
dibutuhkan, vitamin ini akan segera dibuang tubuh bersama urin. Oleh karena hal inilah,
tubuh membutuhkan asupan vitamin larut air secara terus-menerus.

2.5

Metabolisme Vitamin Secara Umum


Vitamin yang larut lemak atau minyak, jika berlebihan tidak dikeluarkan oleh,

tubuh, melainkan akan disimpan. Sebaliknya, vitamin yang larut dalam air, yaitu vitamin
B kompleks dan C, tidak disimpan, melainkan akan dikeluarkan oleh sistem pembuangan
tubuh. Akibatnya, selalu dibutuhkan asupan vitamin tersebut setiap hari. Vitamin yang
alami bisa didapat dari sayur, buah dan produk hewani. Seringkali vitamin yang
terkandung dalam makanan atau minuman tidak berada dalam keadaan bebas, melainkan
terikat, baik secara fisik maupun kimia. Proses pencernaan makanan, baik di dalam
lambung maupun usus halus akan membantu melepaskan vitamin dari makanan agar bisa
diserap oleh usus. Vitamin larut lemak diserap di dalam usus bersama dengan lemak atau
minyak yang dikonsumsi.
Vitamin diserap oleh usus dengan proses dan mekanisme yang berbeda. Terdapat
perbedaan prinsip proses penyerapan antara vitamin larut lemak dengan vitamin larut air.
Vitamin larut lemak akan diserap secara difusi pasif dan kemudian di dalam dinding usus
digabungkan dengan kilomikron (lipoprotein) yang kemudian diserap sistem limfatik,
baru kemudian bergabung dengan saluran darah untuk ditransportasikan ke hati.
Sedangkan vitamin larut air langsung diserap melalui saluran darah dan ditransportasikan
ke hati. Proses dan mekanisme penyerapan vitamin dalam usus halus diperlihatkan pada
Tabel 1.
Jenis
Mekanisme Penyerapan
Vitamin
Vitamin A, D, E, K dan Dari micelle, secara difusi pasif, digabungkan
beta-karoten
dengan kilomikron, diserap melalui saluran
limfatik.
Vitamin C
Difusi pasif (lambat) atau menggunakan Na +
(cepat)
Vitamin B1 (Tiamin)
Difusi pasif (apabila jumlahnya dalam lumen usus
sedikit), dengan bantuan Na+ (bila jumlahnya
dalam lumen usus banyak).
Vitamin B2 (Riboflavin)
Difusi pasif
Niasin
Difusi pasif (menggunakan Na+)
Vitamin B6 (Piridoksin)
Difusi pasif
Folasin (Asam Folat)
Menggunakan Na+
Vitamin B12
Menggunakan bantuan faktor intrinsik (IF) dari

lambung.