Anda di halaman 1dari 21

MANAJEMEN LABA

Frida Kartika Putri Defina 135020301111020


Kharisma Ega Permana 135020301111023
Hafidh Alifi Wahab
135020301111049

Definisi Manajemen Laba


Copeland (1968) dalam Utami
(2005) :
earnings management sebagai,
some ability to increase or
decrease reported net income at
will.
Ini
berarti
earnings
management mencakup usaha
manajemen
untuk
memaksimumkan
atau
meminimumkan laba, termasuk
perataan laba sesuai dengan
keinginan manajemen.

Shcipper
(1989)
dalam
Christianti (2007) : earnings
management sebagai campur
tangan
dalam
proses
penyusunan laporan keuangan
eksternal dengan tujuan untuk
memperoleh
keuntungan
pribadi.

Definisi Manajemen Laba


Davidson, Stickney, dan Weil (1987)
dalam Sulistyanto (2008) :
earnings management sebagai proses
untuk mengambil langkah tertentu
yang disengaja dalam batas-batas
akuntansi
yang
berterima
umum
sehingga manajer dapat melaporkan
laba pada tingkat yang diinginkan.

Scott (2000) dalam Halim dkk. (2005) :


manajemen laba merupakan pemilihan
kebijakan akuntansi oleh manajer dari
standar akuntansi yang ada dan secara
alamiah dapat memaksimumkan utilitas
mereka
dan
atau
nilai
pasar
perusahaan.

Dapat disimpulkan bahwa sampai saat ini belum


ada kesepakatan mengenai batasan dan definisi
earnings management. Perbedaan-perbedaan
itulah yang menyebabkan setiap pihak yang
melakukan
penelitian
mengenai
earnings
management mencoba untuk mendefinisikannya
sendiri, baik dari pemahaman positif maupun
negatif.

Hal ini didukung dengan pernyataan Sulistyanto


(2008) bahwa pada umumnya manajemen laba
didefinisikan sebagai upaya manajer untuk
mengintervensi atau mempengaruhi informasiinformasi dalam laporan keuangan dengan
tujuan untuk mengelabui para stakeholder yang
ingin
mengetahui
kinerja
dan
kondisi
perusahaan.

Istilah
intervensi
dan
mengelabui inilah yang
dipakai sebagai dasar oleh
sebagian
pihak
untuk
menilai manajemen laba
sebagai suatu kecurangan.
Sementara
pihak
lain,
tetap
menganggap aktivitas earnings
management ini bukan sebagai
kecurangan dengan alasan bahwa
intervensi yang dilakukan oleh
manajer perusahaan masih dalam
kerangka
standar
akuntansi,
dimana
masih
menggunakan
metode dan prosedur akuntansi
yang diterima dan diakui secara
umum.

Manajemen
Laba

Cara
Pemahaman
Melihatnya
sebagai
perilaku
oportunistik
manajer
untuk
memaksimumkan utilitasnya dalam
menghadapi kontrak kompensasi,
kontrak utang dan political costs
(Oportunistic
Earnings

Dengan memandang manajemen laba


dari perspektif efficient contracting
(Efficient
Earnings
Management),
dimana manajemen laba memberi
manajer fleksibilitas untuk melindungi
diri
dan
perusahaan
dalam
mengantisipasi kejadian-kejadian tak
terduga untuk keuntungan pihak-

Dalam positif accounting theory terdapat 3


hipotesis yang melatarbelakangi manajemen
laba (Watt dan Zimmerman, 1986), yaitu :
Bonus Plan Hypothesis :
akan
memilih
metode
Manajemen
akuntansi yang memaksimalkan utilitasnya
(bonus yang tinggi). Manajer perusahaan
yang
memberikan
bonus
besar
berdasarkan
laba
lebih
banyak
menggunakan metode akuntansi yang
meningkatkan laba yang dilaporkan.
Debt Covenant Hypothesis :
Pada perusahaan yang mempunyai rasio
debt to equity besar maka manajer
perusahaan
tersebut
akan
cenderung
menggunakan metode akuntansi yang akan
meningkatkan pendapatan maupun laba.
Hal ini untuk menjaga reputasi mereka
dalam pandangan pihak eksternal.
Political Cost Hypothesis :
Semakin besar perusahaan, semakin besar pula
kemungkinan
perusahaan
tersebut
memilih
metode akuntansi yang menurunkan laba atau
menangguhkan laba yang dilaporkan dari periode
sekarang ke periode yang akan datang. Hal
tersebut dikarenakan dengan laba yang tinggi
pemerintah akan segera mengambil tindakan,
misalnya : mengenakan peraturan antitrust,
menaikkan pajak pendapatan perusahaan, dll.

Manajemen Laba Menurut Tokoh


lainnya
Perilaku manipulasi ini
terjadi karena adanya
asimetri informasi yang
tinggi antara manajemen
dan pihak lain yang tidak
mempunyai sumber,
dorongan, atau akses
yang memadai terhadap
informasi untuk
memonitor tindakan
manajemen (Richardson,
1998 dalam Midiastuty
dan Machfoedz, 2003).

Setiawati dan Naim (2000)


menyatakan bahwa
manajemen laba merupakan
salah satu faktor yang dapat
mengurangi kredibilitas
laporan keuangan,
manajemen laba menambah
bias dalam laporan keuangan
dan dapat mengganggu
pemakai laporan keuangan
yang mempercayai angka
laba hasil rekayasa tersebut
sebagai angka laba tanpa
rekayasa.

Motivasi terjadinya Earnings


Management
Menurut Sulistyanto (2008), secara umum
ada beberapa motivasi yang mendorong
manajer untuk berperilaku oportunis, yaitu
motivasi bonus, kontrak, politik, pajak,
perubahan CEO, IPO, atau SEO, dan
mengkomunikasikan informasi ke investor.
Healy dan Wahlen (1998) membagi motivasi
earnings management menjadi tiga, yaitu:
1) Capital Market Motivations
2) Contracting Motivations
3) Regulatory Motivations

Capital Market Motivations


Tersebar luasnya penggunaan informasi akuntansi di
kalangan investor dan analis keuangan untuk menilai saham
dapat menciptakan dorongan bagi manajer melakukan
manipulasi laba sebagai usaha untuk mempengaruhi harga
saham jangka pendek.
Misalnya saja, beberapa penelitian mengindikasikan bahwa
perusahaan akan melakukan income-decreasing ketika akan
melakukan management buyout, namun perusahaan akan
melakukan income-increasing tepat sebelum penawaran
saham perdana (IPO) dan penawaran saham tambahan (SEO).
Ada
juga
perusahaan
yang
mengelola
laba
untuk
menyamakan laba perusahaan dengan ramalan laba analis
keuangan, investor, atau manajemen.

Contracting Motivations
Data akuntansi digunakan untuk mengawasi dan
mengatur hubungan kontraktual antara perusahaan
dengan semua stakeholders perusahaannya, baik stock
investor, debt investor, ataupun insider investor.
Healy
dan
Wahlen
(1998)
membagi
contracting
motivations menjadi dua, yaitu :
1) lending contracts : dibuat untuk meyakinkan bahwa
manajer tidak melakukan tindakan yang menguntungkan
pemegang saham perusahaan tetapi merugikan kreditor
2) management compensation contracts : digunakan untuk
mensejajarkan atau menyelaraskan kepentingan antara
manajemen dengan pemegang saham eksternal

Regulatory Motivations
Industry Regulation Motivations :
Industri-industri yang diatur dengan tingkat pengaturan yang
berbeda-beda pada masing-masing industri, misalnya saja industri
perbankan dan asuransi . Peraturan perbankan mengharuskan
bank mencapai CAR tertentu, sedangkan peraturan asuransi
mengharuskan perusahaan asuransi untuk memenuhi syaratsyarat kesehatan keuangan minimum. Peraturan-peraturan seperti
ini mendorong manajer untuk mengatur laporan keuangan sesuai
dengan kepentingan pihak regulator.
Anti-trust and Other Regulations :
Manajer perusahaan seringkali menghadapi penyelidikan antitrust, menghadapi konsekuensi politik yang tidak menguntungkan,
atau mungkin menajer perusahaan itu sedang berusaha mencari
subsidi atau perlindungan dari perintah. Semua hal tersebut
mendorong manajer untuk melakukan earnings management
sehingga laba yang dilaporkan kurang menguntungkan.

Tax Planning Purposes :


Healy dan Wahlen (1998) tidak menjelaskan bagian ini
karena menurut mereka earnings management untuk
tujuan perencanaan pajak merupakan bidang tugas
otoritas pajak yang memiliki standar sendiri atau
tertentu.

Bentuk Earnings
Management
Scott (1997:365) dalam Suyatmin dan Suwarno (2002) menyatakan
bahwa earnings management dapat dilakukan dengan empat bentuk,
yaitu
: a Bath :
Taking
Pola ini terjadi pada saat
terjadi
reorganisasi,
termasuk
pengangkatan
CEO baru. Pada saat itu,
perusahaan
akan
melaporkan kerugian dalam
jumlah
besar
sehingga
diharapkan pada periode
yang
akan
datang
CEO
tersebut
dapat
menunjukkan
adanya
peningkatan laba.

Income Minimization :
Pola ini terjadi pada saat
perusahaan
mengalami/memperoleh
laba
yang
tinggi.
Manajemen akan menunda
sebagian laba tersebut dan
melaporkannya
pada
periode
mendatang,
jika
pada periode mendatang,
laba
diperkirakan
akan
turun drastis.

Bentuk Earnings
Management
Lanjutan
Income maximization :
Pola ini terjadi ketika
laba
perusahaan
menurun/rendah.
Manajemen
akan
berusaha meningkatkan
laba supaya mendapat
bonus yang lebih besar.
Pola ini juga dilakukan
oleh perusahaan yang
melakukan pelanggaran
perjanjian hutang.

Income Smoothing :
Pola ini dilakukan oleh
perusahaan dengan cara
meratakan
laba
yang
dilaporkan
sehingga
dapat
mengurangi
fluktuasi
laba
yang
terlalu besar karena pada
umumnya investor lebih
menyukai
laba
yang
relatif stabil.

Sisi Baik dari Earning


Management
Kontra
k
Berbas
is
Argum
en

Invest
or
berbas
is
argum
en

Kontrak Berbasis Argumen


Untuk
memberikan
perusahaan
dalam
menghadapi
beberapa fleksibilitas yang kaku, kontrak tidak lengkap
1) Bonus kontrak berdasarkan laba bersih : standar akuntansi
baru dapat menurunkan laba bersih dan / atau volatilitas
meningkat dan dapat mempengaruhi usaha manajer
2) Utang perjanjian kontrak : standar akuntansi baru dapat
meningkatkan kemungkinan pelanggaran perjanjian hutang
3) Kontrak pelanggaran mahal : manajemen laba mungkin
memiliki cara lebih murah untuk bekerja di sekitar

Investor Berbasis Argumen


Untuk dipercaya berkomunikasi dalam informasi
kepada investor
1) pemblokirsan komunikasi dapat menghambat
pengungkapan langsung dari ekspektasi laba
2) Accrual discretionary manajemen sebagai cara yang
dapat dipercaya mengungkapkan informasi dalam
manajemen tentang harapan pendapatan
Manajer melaporkan pendapatan yang lebih daripada yang
dapat dipertahankan
Mengelola laba yang dilaporkan ke manajemen dengan
jumlah yang berharap akan bertahan

Kekurangan Earning
Management

Dari Persetujuan Perspektif, ini dapat mengakibatkan


perilaku oportunistik manager menggunakan Earning
Management untuk memaksimalkan bonus mereka

Dapatkah Akuntan Mengontrol


Earning Management?
Pengungkapan
penuh
sehingga
mengurangi kerentanan terhadap
bias perilaku dan mengurangi
kemampuan
manajer
untuk
mengeksploitasi inefisiensi pasar.
Misalnya, pelaporan yang jelas
kebijakan pengakuan pendapatan
dan deskripsi detaild dari akrual
diskresioner
utama
seperti
writedowns dan ketentuan untuk
reorganisasi, akan membawa EM
buruk
menjadi
terbuka,
mengurangi kemampuan manajer
untuk
memanipulasi
dan
bias
laporan
keuangan
untuk
keuntungan mereka sendiri

Kesimpulan
Earning Management baik atau buruk, tergantung
pada
bagaimana
menggunakan
atau
menerapkannya
Earning Management baik bila digunakan dengan
bertanggung jawab
Akuntan dapat mengurangi besarnya Earning
Management yang buruk dengan mengungkapnya.
Pengungkapan ditingkatkan atas pos persistensi
rendah & melaporkan efek dari penghapusan
pencatatan (writeoffs)

TERIMA KASIH
ANY
QUESTIONS??