Anda di halaman 1dari 5

PERUBAHAN FISIOLOGIS PADA PENUAAN

Penuaan di cirikan dengan kehilangan banyak sel tubuh dan penurunan metabolism
di sel lainnya. Proses ini menyebabkan penurunan fungsi tubuh dan perubahan
komposisi tubuh. Daftar berikut akan membantu anda mengenali perubahan
bertahap pada fungsi tubuh yan normal menyertai penuaan sehingga anda dapat
menyesuaikan teknik pengkajian anda bedasarkan hal tersebut
Nutrisi

Kulit

Rambut

1. Kebutuhan protein, vitamin, dan mineral biasanya


tidak berubah
2. Kebutuhan energy kemungkinan menurun sekitar
200 kalori perhari karena penurunan
3. Kehilangan kalsium dan nitrogen (pada pasien yang
tidak dapat ambulasi
4. Penurunan absorpsi kalsium dan vitamin B1 dan B2
akibat penurunan sekresi pepsin dan asam
hidroklorat
5. Penurunan saluran salivasi dan indra perasa (dapat
menurunkan selera makan)
6. Penurunan motalitas usus dan penurunan
peristaltik usus besar
7. Gigi hancur akibat penipisan enamel gigi
8. Penurunan kekuatan menggigit
9. Penurunan reflek menelan
10.Keterbatasan mobilitas (dapat mempengaruhi
kemampuan memperoleh atau menyiapkan
makanan)
1. Garis-garis diwajah akibat kehilangan lemak
subcutan, penipisan dermal, penurunan kolagen
dan elastin dan penurunan penggantian sel
sebnayak 50%
2. Lambatnya penyembuhan luka karena penurunan
laju penggantian sel
3. Penurunan elastisitas kulit (dapat terlihat hampir
transparan)
4. Bintik-bintik coklat pada kulit karena proliferasi
melanosit terlokalisasi
5. Membran mukosa kering dan penurunan keluaran
kelenjar keringat (seiring dengan penurunan
kelenjar keringat yang aktif)
6. Kesulitan mengatur suhu tubuh karena penrunan
ukuran, jumlah, dan fungsi kelenjar keringat serta
kehilangan lemak subcutan
1. Penurunan pigmen, yang menyebabkan rambut
berwarna abu-abu putih
2. Penipisan seiringan dengan penurunan jumlah
melanosit
3. Rambut rontok akibat penurunan hormonal
4. Rambut wajah meningkat pada wanita pasca
menopaused dan menurun pada laki-laki

Mata dan
Penglihatan

Telinga dan
pendengaran

Sistem pernafasan

1. Kelopak mata kendur dan berkerut akibat


penurunan elastisitas, dengan mata tampak jatuh
kedalam soket mata
2. Konjungtiva menipis dan kuning, kemungkinan
pinguekulus (bantalan lemak)
3. Penurunan produksi air mata akibat kehilangan
jaringan lemak dalam aparatus lakrimal
4. Kornea rata dan kehilangan kilauan
5. Pemudaran atau pigmentasi yang tidak teratur
pada iris
6. Pupil mengecil, dan membutuhkan pencahayaan
tiga kali lebih terang agar dapat melihat dengan
jelas, penurunan pengelihatan saat malam dan
persepsi kedalaman
7. Penipisan dan kekakuan sklera; penguningan akibat
deposit lemak
8. Degenarasi viterous, yang memperlihatkan
kekeruhan dan mengapungnya debris
9. Pelebaran lensa; kehilangan transparansi dan
elastisitas, yang mengurangi akomodasi
10.Gangguan pengelihatan warna akibat perburukan
sel kerucut retina
11.Penurunan reabsorpsi cairan intraokuler, yang
menyebabkan glukoma
1. Atrofi organ kortil dan saraf auditorus (presbikusis
sensorik)
2. Ketidakmampuan membedakan konsonan bernada
tinggi
3. Perubahan struktural degeneratif dalam
keseluruhan organ pendengaran
1. Pembesaran hidung karena penumpukan kartilago
yang terus menerus
2. Atrofi umum tonsil
3. Deviasi trakea akibat perubahan ditulang belakang
yang menua
4. Peningkatan diameter dada anteroposterior
sebagai akibat perubahan metabolisme kalsium
dan kalsifikasi kartilago iga
5. Kekakuan paru; penurunan jumlah dan ukuran
alveolus
6. Kifosis
7. Degenerasi atau atrofi otot pernafasan
8. Penurunan kapasitas difusi
9. Penurunan kekuatan otot inspirasi dan ekspirasi;
penurunan kapasitass vital
10.Degenerasi jaringan paru, yang menyebabkan
penurunan kemampuan recoil elastis paru dan
peningkatan kapasitas residual
11.Ventilasi buruk pada area basal (akibat tertutupnya
beberapa jalan nafas), yang mengakibatkan

Sistem
kardiovaskular

Sistem GI

Sistem ginjal

penurunan area permukaan untuk pertukaran gas


dan penurunan tekanan oksigen
12.Penurunan saturasi oksigen sebesar 5%
13.Penurunan cairan respiratorik sekitar 30%,
peninggian resiko infeksi paru dan sumbat muskus
14.Toleransi rendah terhadap debit oksigen
1. Ukuran jantung agak mengecil
2. Kehilangan kekuatan kontraktil dan efisiensi
jantung
3. Penurunan curah jantung sekitar 30% sampai 35%
pada usia 70 tahun
4. Penebalan katup jantung, yang menyebabkan
penutupan tidak sempurna (murmur sistolik)
5. Peningkatan ketebalan dinding ventrikel kiri sekitar
20% antara usia 30 dan 80 tahun
6. Infiltrasi jaringan fibrosa pada nodus sinoatrial dan
jaras atrial internodal, yang menyebabkan fibrilasi
dan flutter atrium
7. Dilatasi dan peregangan vena
8. Penurunan sebesar 35% dalam aliran darah arteri
koroner paa usia 20-60 tahun
9. Peningkatan kekuatan aorta yang menyebabkan
peningkatan aliran sistolik yang tidak proporsional
dengan diastolik, yang mengakibatkan pelebaran
tekanan nadi
10.Perubahan elektrokardiogram: peningkatan interval
PR, kompleks QRS, dan QT, penurunan amplitudo
kompleks QRS, pergeseran aksis QRS ke kiri
11.Frekuensi jangtung membutuhkan waktu lama agar
normal setelah berolahraga
12.Penurunan kekuatan dan elastisitas pembuluh
darah, yang berpengaruh pada infusiensi arteri dan
vena
13.Penurunan kemampuan berespon terhadap stres
fisik dan emosional
1. Penurunan elastisitas mukosa
2. Penurunan sekresi GI, yang mengganggu digesti
dan absorpsi
3. Penurunan motalitas, dinding usus, sfinjgter anal
dan dinding abdomen
4. Perubahan hati: penurunan berat badan, kapasitas
regeneratif, dan aliran darah
5. Penurunan enzim hati yang terlibat pada oksidasi
dan reduksi, yang menyebabkan metaboisme obat
dan detoksifikasi zat kurang efisien
1. Penurunan laju filtrasi glomerulus
2. Penurunan aliran darah ke ginjal 53% sekunder
akibat penurunan curah jantung dan arterosklerosis
3. Penurunan ukuran dan jumlah nefron yang
berfungsi

Sistem reproduksi
pria

Sistem reproduksi
wanita

Sistem saraf

Sistem imun

4. Penurunan ukuran dan kapasitas kandung kemih


5. Pelemahan otot kandung kemih, yang
menyebabkan pengosongan yang tidak sempurna
dan retensi urine kronis
6. Penurunan ukuran ginjal
7. Gangguan klirens obat
8. Penurunan untuk berespon terhadap berbagai
asupan natrium
1. Penurunan produksi tetosteron, yang menyebabkan
penurunan libido serta atrofi dan pelunakan testes
2. Penurunan produksi sperma sekitar 48% sampai
69% antara usia 60-80 tahun
3. Penurunan volume dan viskositas cairan semen
4. Reaksi fisiologis labih lambat dan lemah selama
senggama, dengan pemanjangan periode refraktori
1. Penurunan kadar esterogen dan progesteron
(sekitar usia 50 tahun) karena:
a. Berhentinya ovulasi; atrofi, penebalan, dan
penurunan ukuran ovarium
b. Rontoknya rambut pubis dan labia mayora datar
c. Penyusutan jaringan vulva, terbatasnya
introitus, dan hilangnya elastisitas jaringan
d. Atrofi vagina; lapisan mukosa tipis dan kering;
PH vagina lebih basa
e. Penyusutan uterus
f. Atrofi serviks, kegagalan menghasilkan mukus
untuk melumasi, penebalan endometrium dan
miometrium
g. Payudara menggantung; atrofi kelenjar, jaringan
penyokong dan lemak
h. Puting rata dan penurunan ukuran
i. Celahinframamari lebih menonjol
1. Perubahan degeneratif pada saraf-saraf pusat dan
sistem saraf perifer
2. Transmisi saraf lebih lambat
3. Penurunan jumlah sel-sel otak sekitar 1% per tahun
setelah usia 50 tahun
4. Hipotalamus kurang efektif dalam mengatur suhu
tubuh
5. Hilangnya neuron dalam korteks serebral sebanyak
20%
6. Refleks kornea lebih lambat
7. Peningkatan ambang batas nyeri
8. Penurunan tidur tahap III dan IV, yang
menyebabkan sering terjaga; tidur REM berkurang
1. Penurunan maturitas seksual dan berlanjut seiring
dengan usia
2. Kehilangan kemampuan membedakan diri dan
bukan diri
3. Kehilangan kemampuan untuk mengenali dan

4.
5.
6.
7.

8.
Sistem
muskoloskeletal

1.
2.
3.
4.
5.

Sistem endokrin

1.
2.
3.
4.
5.
6.

menghancurkan sel-sel mutan sehingga


menyebabkan kanker
Penurunan respon antibodi, yang mengakibatkan
kerentaan terhadap infeksi yang sangat besar
Atrofi tonsilar dan limfadenopati
Ukuran kelenjar getah bening dan limpa agak
mengecil
Banyak sumsum pembentukan darah yang aktif
digantikan oleh sumsum tulang berlemak, yang
mengakibatkan ketidakmampuan meningkatkan
produksi eritrosit seperti biasanya sebagai respon
dasi stimulus seperti: hormon, mual, hemoragi dan
hemolisis
Penurunan absorpsi vitamin B12, yang
mengakibatkan penurunan massa eritrosit dan
penurunan kadar hemoglobin dan hemotokrit
Peningkatan jaringan adiposa
Penurunan massa tubuh yang tidak berlemak dan
kandungan mineral tubuh
Penurunan tinggi akibat kelengkungan tulang
belakang dan penyempitan ruang intravertebra
Penurunan pembentukan kolagen dan massa otot
Penurunan viksositas cairan sinovial, dan
lebihbanyak membran sinovial yang vibrotik
Penurunan kemampuan menoleransi stress
Konsentrasi glukosa darah meningkat dan naik
lebih lama dibandingkan orang yang lebih muda
Penurunan kadar esterogen dan peningkatan FSH
selama menopaused yang menyebabkan trombosis
dan osteoprosis
Penurunan produksi progesteron
Penurunan kadar aldosteron serum sebanyak 50%
Penurunan laju sekresi kortisol sebanyak 25%

Refresi:
Stockslager, J. L. (2007). Buku saku asuhan keperawatan geriatrik edisi 2. Jakarta:
EGC.