Anda di halaman 1dari 16

BAB I

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Pendidikan merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan
dari hidup dan kehidupan manusia. Pendidikan sebagai salah
satu kebutuhan, fungsi sosial, pencerahan, bimbingan, sarana
pertumbuhan yang

mempersiapkan dan membukakan

serta

membentuk disiplin hidup. Hal demikian membawa pengertian


bahwa bagaimanapun sederhananya suatu komunitas manusia, ia
akan memerlukan adanya pendidikan. Sebab pendidikan secara
alami sudah merupakan kebutuhan hidup manusia.
Pendidikan

dapat

diartikan

sebagai

bimbingan

secara

sadar oleh pendidik terhadap perkembangan jasmani dan rohani


peserta

didik

menuju terbentuknya kepribadian yang utama.

Oleh karena itu, pendidikan dipandang sebagai salah satu aspek


yang

memiliki

peranan

pokok

dalam

membentuk generasi

muda agar memiliki kepribadian yang utama.


Menurut Zakiyah Daradjat dalam Abdul Majid dan Dian
Andayani, pendidikan

agama

Islam

adalah

usaha

untuk

membina dan mengasuh peserta didik agar senantiasa dapat


memahami

ajaran

agama

Islam

secara

menyeluruh lalu

menghayati tujuan, yang pada akhirnya dapat mengamalkan serta


menjadikan Islam sebagai pandangan hidup.
Melihat arti pendidikan agama Islam dan ruang lingkupnya,
jelaslah bahwa obyek dari pendidikan tersebut adalah anak didik
dan

tujuan

pendidikan

agama

Islam

tersebut

adalah

membentuk pribadi anak, dalam hal ini anak usia remaja


agar menjadi anak yang baik, sholeh, serta hidup sesuai
dengan ajaran Islam sehingga terjalin kebahagiaan di dunia
dan akhirat. Dalam artian, seorang anak yang akan menjadi
generasi penerus keluarga, masyarakat, bangsa serta agama,

maka ia harus memiliki kepribadian yang tangguh , iman yang kuat


serta akhlak yang mulia.
Suatu kenyataan tidak dapat dihindari dari kenyataan
saat ini dengan berbagai fasilitas dan kecanggihan teknologi
yang selalu mengiringi kehidupan manusia dan dengan fasilitas
tersebut tidak menutup
kemoderenan yang

kemungkinan

mereka terbawa

kebanyakan berkiblat dari negara

arus
barat

yang sudah jelas tidak sesuai dengan ajaran agama Islam,


dengan demikian maka peraturan-peraturan dalam ajaran agama
Islam

secara

munculnya

tidak

sadar sedikit demi sedikit akan terkikis,

kenakalan

berkurangnya
mengakibatkan

remaja,

pemahaman

hilangnya

dalam

hal

norma
Agama,

serta
yang

para siswa sering sekali menganggap suatu

ibadah itu adalah sesuatu yang tidak terlalu penting, khususnya


ibadah shalat, karena kurangnya pemahaman dalam hal Agama.
B. Rumusan masalah
1. Apa Pengertian Pendidikan Agama Islam?
2. Apa Tujuan Pendidikan Agama Islam ?
3. Bagaimana Fungsi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam ?
C. Tujuan Penulisan
1. Untuk mengetahui pengertian dari pendidikan agama Islam
2. Untuk mengetahui tujuan pendidikan agama Islam
3. Untuk mengetahui bagaimana fungsi pendidikan agama Islam

BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Pendidikan Agama Islam
Menurut Ahmad D. Marimba (dalam Umi Uhbiyat) pendidikan
Islam adalah: bimbingan jasmani dan rohani berdasarkan hukumhukum

agama

Islam,

menuju

terciptanya

kepribadian

utama

menurut ukuran Islam.1


Menurut Zakiyah Darajat pendidikan agama Islam adalah
suatu usaha untuk membina dan mengasuh peserta didik agar
senantiasa dapat memahami ajaran Islam secara menyeluruh. Lalu
menghayati tujuan, yang pada akhirnya dapat mengamalkan serta
menjadikan Islam sebagai pandangan hidup.2
1. Segala

usaha

berupa

bimbingan

terhadap

perkembangan

jasmani dan rohani anak, menuju terbinanya kepribadian utama


sesuai dengan ajaran agama Islam.
2. Suatu usaha untuk mengarahkan dan mengubah tingkah laku
individu untuk mencapai pertumbuhan kepribadian yang sesuai
dengan ajaran Islam dalam proses kependidikan melalui latihanlatihan akal pikiran (kecerdasan, kejiwaan, keyakinan, kemauan
dan perasaan serta panca indra) dalam seluruh aspek kehidupan
manusia.
3. Bimbingan secara sadar dan terus menerus yang sesuai dengan
kemampuan dasar (fitrah dan kemampuan ajarannya pengaruh
1 Nur Uhbiyati, Ilmu Pendidikan Islam (Bandung: Pustaka Setia, 1998), h. 9.
2 Zakiah Daradjat, Ilmu Pendidikan Islam (Jakarta: Bumi Aksara, 1996), h. 86.
3

diluar) baik secara individu maupun kelompok sehingga manusia


memahami, menghayati, dan mengamalkan ajaran agama Islam
secara utuh dan benar. Yang dimaksud utuh dan benar adalah
meliputi Aqidah (keimanan), Syariah (ibadah muamalah) dan
akhlaq (budi pekerti).
Menurut

Tayar

Yusuf

dalam

Mulyasa

mengartikan

pendidikan agama Islam sebagai usaha sadar generasi tua untuk


mengalihkan

pengalaman,

pengetahuan,

kecakapan

dan

keterampilan kepada generasi muda agar kelak menjadi manusia


bertaqwa kepada Allah SWT. Sedangkan menurut A. Tafsir
pendidikan agama Islam adalah bimbingan yang diberikan
kepada seseorang kepada seseorang agar ia berkembang secara
maksimal sesuai dengan ajaran agama Islam.3
Menurut Mustofa al-Ghulayani : bahwa pendidikan Islam
ialah menanamkan akhlak yang mulia didalam jiwa anak dalam
masa pertumbuhannya dan menyiraminya dengan air petunjuk
dan nasihat, sehingga akhlak itu menjadi salah satu kemampuan
(meresap

dalam)

jiwanya

kemudian

buahnya

berwujud

keutamaan, kebaikan dan cinta bekerja untuk kemanfaatan tanah


air.
Ditinjau dari beberapa definisi pendidikan agama Islam di
atas dapat disimpulkan bahwa pendidikan agama Islam adalah
sebagai berikut:
Pendidikan Agama adalah salah satu dari tiga mata
pelajaran yang wajib diberikan pada setiap jenis, jalur dan
jenjang pendidikan (pendidikan pancasila, pendidikan agama
dan pendidikan kewarganegaraan) sesuai dengan UU nomor
2 tahun 1989 pasal 39 ayat 2. Dalam pasal penjelasan
diterangkan pula

bahwa

pendidikan

agama

merupakan

usaha memperkuat iman dan ketakwaan terhadap Tuhan


Yang Maha Esa, sesuai dengan agama yang dianut oleh
3 Mulyasa, Pendidikan agama Islam berbasis kompetensi,(Bandung: Remaja
Rosdakarya, 2005), h.130
4

peerta

didik

tuntutan

yang

bersangkutan

dengan

memperhatikan

untuk menghormati agama lain dalam hubungan

kerukunan antar umat beragama dalam masyarakat

untuk

mewujudkan persatuan nasional, dan merupakan salah satu


hak peserta didik untuk mendapat pendidikan agama, sesuai
dengan pasal 12 Bab V UU nomor 20 tahun 2003. 4
Setiap peserta didik pada setiap satuan pendidikan
berhak mendapatkan

pendidikan

agama

sesuai

dengan

agama yang dianutnya dan diajarkan sesuai oleh pendidik


yang beragama.
Jadi, dapat disimpulkan bahwa Pendidikan Agama Islam
merupakan

bimbingan

jasmani

dan

rohani

yang

berdasarkan hukum-hukum agama yang bertujuan untuk


membina dan mengasuh peserta didik agar senantiasa dapat
memahami

ajaran

menghayati

agama

tujuan,

Islam secara

yang

pada

menyeluruh
akhirnya

lalu
dapat

mengamalkan serta menjadikan Islam sebagai pendangan


hidup. Hal ini sejalan dengan tujuan pendidikan agama islam
adalah

mendidik

bertambah

budi

pekerti,

penting

pendidikan

ketika

budi

dikaitkan

pekerti
dengan

keberlangsungan suatu masyarakat karena dengan lajunya


modernisasi

di segala bidang. Tidak sedikit menimbulkan

berbagai fenomena yang mengarah pada hal-hal negatif, ini


semua membuktikan bahwa membina dan mengasuh peserta
didik untuk mengamalkan serta menjadikan Islam sebagai
pandangan hidup adalah suatu hal yang sangat penting.
Seiring dengan lajunya modernisasi di segala aspek,
tidak sedikit menimbulkan fenomena-fenomena sosial yang
cenderung pada hal-hal yang sifatnya negatif, banyaknya
kasus kriminal yang dilakukan oleh kalangan para remaja
khususnya siswa merupakan

salah

satu

indikasi adanya

4Undang-undang Republik Indonesia No. 20 Tahun 2003, Tentang Sistem Pendidikan


Nasional Beserta Penjelasannya, (Bandung: Citra Umbara, 1992), h. 11

dekadensi moral di kalangan siswa, berbicara masalah moral


tidak

terlepas

terutama

dari

pembicaraan

pendidikan

agama

masalah

islam

dan

pendidikan,
pendidikan

merupakan suatu kebutuhan yang urgen dalam kehidupan,


karena

dengan

pendidikan

menyiapkan generasi

itu

yang

akan

membantu

dalam

siap menghadapi masa depan

yang cemerlang.
Siswa

merupakan

generasi

muda

penerus

bangsa

yang harus dididik untuk menuju arah yang positif dalam


pembangunan, dan terletak di pundak generasi mudalah
kemajuan

bangsa

Indonesia,

hal

ini

karena

siswa

juga

merupakan investasi dalam dunia pendidikan yang harus dibina


dengan baik.
Sekolah merupakan wadah bagi anak untuk belajar
memperoleh pengetahuan

dan

pengembangan

berbagai

kemampuan. Oleh karena itu pengajaran dan bimbingan di


sekolah adalah satu usaha yang bersifat sadar, dengan
tujuan

sistematis,

terarah

pada

perubahan

tingkah

laku,

pengetahuan dan pengembangan berbagai kemampuan.


Seorang guru agama disamping bertanggung jawab
dalam pembentukan pribadi anak didiknya, juga diyakini
dapat mengatarkan peserta didik ketingkat kedewasaan, baik
secara

jasmani

maupun

rohani,

sehingga

siswa

mampu

bertanggung jawab terhadap Allah SWT.


B. Tujuan Pendidikan Agama Islam
Pendidikan secara sederhana diartikan sebagai proses menuju
tujuan pendidikan yang hendak dicapai. Tanpa adanya tujuan yang
jelas akan menimbulkan kekaburan atau ketidakpastian, maka
tujuan pendidikan merupakan faktor yang teramat penting dalam
proses pendidikan.

Untuk memberikan gambaran yang jelas tentang tujuan


pendidikan agama Islam, maka berikut ini akan dikemukakan
pendapat beberapa ahli mengenai tujuan pendidikan agama Islam:
Menurut Ahmad D. Marimba (dalam Umi Uhbiyat) tujuan
pendidikan Islam adalah mencakup tujuan sementara dan tujuan
akhir pendidikan Islam. Untuk mencapai tujuan akhir pendidikan
harus dilampaui terlebih dahulu beberapa tujuan sementara. Tujuan
akhir pendidikan Islam adalah terbentuknya kepribadian muslim.5
Menurut M. Athiyah Al-Abrasy, bahwa tujuan pendidikan
agama Islam adalah pembentukan akhlakul karimah.6
Zakiah Daradjat, bahwa tujuan pendidikan agama adalah
meliputi seluruh aspek kemanusiaan yang meliputi sikap, tingkah
laku, penampilan, kebiasaan dan pandangan.7
Dari beberapa pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa
tujuan pendidikan agama islam adalah memahami ajaran- ajaran
islam secara sederhana dan bersifat menyeluruh, sehingga dapat
digunakan sebagai pedoman hidup dan amalan perbuatannya, baik
dalam hubungannya dengan Allah, dengan masyarakat sekitarnya
serta dapat membentuk pribadi yang berakhlak mulia sesuai
dengan ajaran islam.
C. Fungsi Pendidikan Agama Islam
Pendidikan agama Islam mempunyai fungsi yang sangat
penting untuk pembinaan dan penyempurnaan kepribadian dan
mental anak, karena pendidikan agama Islam

mempunyai dua

aspek terpenting, yaitu aspek pertama yang ditujukan kepada jiwa


atau pembentukan kepribadian anak, dan kedua, yang ditujukan
kepada pikiran yakni pengajaran agama Islam itu sendiri.
5 Nur Uhbiyati,Ilmu Pendidikan Islam (Bandung: Pustaka Setia, 1998), h. 30
6 M.Athiyah Al-Abrasyi, Dasar-Dasar Pokok Pendidikan Islam (Jakarta: Bulan
Bintang, 1970), h. 10.
7 Zakiah Daradjat, Ilmu Pendidikan Islam (Jakarta: Bumi Aksara, 1996), h. 30
7

Aspek pertama dari pendidikan Islam adalah yang ditujukan


pada jiwa atau pembentukan kepribadian. Artinya bahwa melalui
pendidikan agama Islam ini anak didik diberikan keyakinan tentang
adanya Allah swt.
Aspek kedua dari pendidikan Agama Islam adalah yang
ditujukan kepada aspek pikiran (intelektualitas), yaitu pengajaran
Agama Islam itu sendiri. Artinya, bahwa kepercayaan kepada Allah
swt, beserta seluruh ciptaan-Nya tidak akan sempurna manakala isi,
makna yang dikandung oleh setiap firman-Nya (ajaran-ajaran-Nya)
tidak dimengerti dan dipahami secara benar. Di sini anak didik tidak
hanya sekedar diinformasikan tentang perintah dan larangan, akan
tetapi justru pada pertanyaan apa, mengapa dan bagaimana
beserta argumentasinya yang dapat diyakini dan diterima oleh akal.
Jika diaplikasikan dalam kurikulum pendidikan islam, maka
kurikulum
pendidik
tertinggi

berfungsi
untuk

sebagai

membimbing

pendidikan

islam,

pedoman
peserta

yang

digunakan

didiknya

kearah

melalui

akumulasi

oleh
tujuan

sejumlah

pengetahuan, keterampilan dan sikap. Dalam hal ini proses


pendidikan islam bukanlah suatu proses yang dapat dilakukan
secara

serampangan

tetapi

hendaklah

mengacu

kepada

konseptualisasi manusia paripuma (insan kamil ) yang strateginya


telah tersusun secara sistematis dalam kurikulum pendidikan islam.
Fungsi pendidikan Agama Islam di sini dapat menjadi inspirasi
dan pemberi kekuatan mental yang akan menjadi bentuk moral
yang mengawasi segala tingkah laku dan petunjuk jalan hidupnya
serta menjadi obat anti penyakit gangguan jiwa. Dengan demikian,
dapat disimpulkan bahwa fungsi pendidikan Agama Islam adalah:
1. Memperkenalkan dan mendidik anak didik agar meyakini keEsaan Allah swt, pencipta semesta alam beserta seluruh
isinya; biasanya dimulai dengan menuntunnya mengucapkan
la ilaha illallah.

2. Memperkenalkan kepada anak didik apa dan mana yang


diperintahkan dan mana yang dilarang (hukum halal dan
haram).
3. Menyuruh anak agar sejak dini dapat melaksanakan ibadah,
baik

ibadah

yang

menyangkut

hablumminallah

maupun

ibadah yang menyangkut hablumminannas.


4. Mendidik anak didik agar mencintai Rasulullah saw, mencintai
ahlu baitnya dan cinta membaca al-Quran.
5. Mendidik anak didik agar taat dan hormat kepada orang tua
dan serta tidak merusak lingkungannya.
Bila dilihat secara operasional, fungsi pendidikan dapat dilihat
dari dua bentuk : Pertama, Alat untuk memperluas, memelihara,
dan menghubungkan tingkat-tingkat kebudayaan, nilai-nilai tradisi
dan sosial serta ide-ide masyarakat dan nasional; Kedua, Alat untuk
mengadakan perubahan inovasi dan perkembangan.
Maka dapat disimpulkan bahwa fungsi pendidikan Islam secara
mikro adalah proses penanaman nilai-nilai ilahiah pada diri anak
didik,

sehingga

mereka

mampu

mengaktualisasikan

dirinya

semaksimal mungkin sesuai dengan prinsip-prinsip religius. Secara


makro pendidikan Islam berfungsi sebagai sarana pewarisan budaya
danidentitas suatu komunitas yang didalamnya manusia melakukan
interaksi dansaling mempengaruhi antara satu dengan yang lain.
Kurikulum pendidikan agama Islam untuk sekolah/ madrasah
berfungsi sebagai berikut:
1. Pengembangan
Menungkatkan keimanan dan ketaqwaan peserta didik
kepada Allah SWT yang telah ditanamkan dalam lingkungan
keluarga.

Pada

dasarnya

dan

pertama-tama

kewajiban

menanamkan keimanan dan ketaqwaan dilakukan oleh setiap


orang

tua

dalam

keluarga

sekolah

berfungsi

untuk

menumbuhkembangkan lebih lanjut dalam diri anak melalui


bimbingan,

pengajaran

dan

pelatihan

agar

keimanan

dan

ketaqwaan tersebut dapat berkembang secara optimal sesuai


tingkat perkembangannya.
9

2. Penanaman Nilai
Sebagai pedoman hidup untuk mencari kebahagiaan hidup di
dunia dan akhirat.
3. Penyesuaian Mental
Untuk

menyesuaikan

diri

dengan

lingkungannya

baik

lingkungan fisik maupun lingkungan sosial dan dapat mengubah


lingkungannya sesuai dengan ajaran agama Islam.
4. Perbaikan
Untuk memperbaiki kesalahan-kesalahan, kekurangan dan
kelemahan peserta didik dalam keyakinan, pemahaman dan
pengalaman ajaran dalam kehidupan sehari-hari.
5. Pencegahan
Untuk menangkal hal-hal

negatif dari lingkungannyaatau

dari budaya lain yang dapat membahayakan dirinya dan


menghambat

perkembangannya

menuju

manusia

Indonesia

seutuhnya.8
Fungsi pendidikan islam dijelaskan daam al-quran surah al baqarah
ayat 151


Sebagaimana kami telah mengutus kepada kamu sekalian seorang
rasul diantara kau yang membacakan ayat-ayat kami kepadamu,
menyucikan

mu,

mengajarkan

al-Kitab,

dan

al-hikmah,

dan

mengajarkan kepadamu yang belum kamu ketahui" (QS. Al-Baqarah :


151).
Dari ayat di atas ada lima 5 fungsi pendidikan yang dibawa Nabi
Muhammad,

yang

dijelaskan

dalam

tafsir

al-Manar

karangan

Muhammad Abduh9:

8 Mulyasa, Pendidikan agama Islam berbasis kompetensi,(Bandung: Remaja


Rosdakarya, 2005), h. 134
10

a. Membacakan

ayat-ayat

kami,

(ayat-ayat

Allah)

ialah

membacakan ayat-ayat dengan tidak tertulis dalam al-Quran (alKauniyah), ayat-ayat tersebut tidak lain adalah alam semesta.
Dan isinya termasuk diri manusia sendiri sebagai mikro kosmos.
Dengan

kemampuan

membaca

ayat-ayat

Allah

wawasan

seseorang semakin luas dan mendalam, sehingga sampai pada


kesadaran diri terhadap wujud zat Yang Maha Pencipta (yaitu
Allah).
b. Menyucikan diri merupakan efek langsung dari pembacaan ayatayat Allah setelah mengkaji gejala-gejalanya serta menangkap
hukum-hukumnya.

Yang

menjauhkan

dari

diri

dimaksud
syirik

memelihara akhlaq al-karimah.

dengan

penyucian

(menyekutukan

Allah)

diri
dan

Dengan sikap dan perilaku

demikian fitrah kemanusiaan manusia akan terpelihara.


c. Yang dimaksud mengajarkan al-kitab ialah al-Quran al-karim
yang secara eksplisit berisi tuntunan hidup. Bagaimana manusia
berhubungan dengan tuhan, dengan sesama manusia dan
dengan alam sekitarnya.
d. Hikmah, menurut Abduh adalah hadits, akan tetapi kata alhikmah diartikan lebih luas yaitu kebijaksanaan, maka yang
dimaksud ialah kebijaksanaan hidup berdasarkan nilai-nilai yang
datang dari Allah dan rasul-Nya. Walaupun manusia sudah
memiliki kesadaran akan perlunya nilai-nilai hidup, namun tanpa
pedoman yang mutlak dari Allah, nilai-nilai tersebut akan nisbi.
Oleh karena itu, menurut Islam nilai-nilai kemanusiaan harus
disadarkan pada nilai-nilai Ilahi (al-Quran dan sunnah Rasulullah).
e. Mengajarkan ilmu pengetahuan, banyak ilmu pengetahuan yang
belum terungkap, itulah sebabnya Nabi Muhammad mengajarkan
pada umatnya ilmu pengetahuan yang belum diketahui oleh
umat sebelumnya. Karena tugas utamanya adalah membangun
akhlak al-Karimah.10
9 M. Abduh, Tafsir al-Manar, Juz III (Beirut : Darul Ma'arif, t.th), hlm. 29
10 Ibid, h.30
11

Dengan mengembalikan kajian antropologi dan sosiologi ke


dalam

perspektif

al-Quran

dapat

disimpulkan

bahwa

fungsi

pendidikan Islam adalah :


a. Mengembangkan wawasan yang tepat dan benar mengenal jati
diri manusia, alam sekitarnya dan mengenai kebesaran ilahi,
sehingga tumbuh kemampuan membaca (analisis) fenomena
alam dan kehidupan serta memahami hukum-hukum yang
terkandung

didalamnya.

Dengan

himbauan

ini

akan

menumbuhkan kreativitas sebagai implementasi identifikasi diri


pada Tuhan "pencipta".
b. Membebaskan

manusia

dari

segala

analisis

yang

dapat

merendahkan martabat manusia (fitrah manusia), baik yang


datang dari dalam dirinya sendiri maupun dari luar.
c. Mengembalikan

ilmu

pengetahuan

untuk

menopang

dan

memajukan kehidupan baik individu maupun sosial.11


Dengan adanya kurikulum pendidikan agama islam maka
fungsi pendidikan agama islam yang membentuk keperibadian anak
didik dengan penanaman nilai-nilai islami dapat tercapai dengan
baik sesuai dengan kurikulum yang diterapkan, selian itu hubungan
antara fungsi pendidikan agama islam dengan kurikulum pendidikan
agama islam adalah sebagai sarana pembentuk kepribadian anak
didik yang beriman dan bertaqwa kepada tuhan Yang Maha Esa.
Disamping itu juga, hal ini merupakan suatu keseluruhan yang tidak
dapat dipisahkan, karena saling berhubungan satu sama lian,
sehingga

mewujudkan

suatu

pengajaran

agama

islam

yang

menyeluruh.
Adapun bentuk kurikulum pendidikan agama islam yang
sesuai dengan fungsi pendidikan agama islam

adalah bentuk

kurikulum yang terdapat di madrasah. Dalam undang-undang no.2


tahun 1989 tentang system pendidikan nasional disebutkan bahwa
madrasah adalah sekolah umum yang berciri khas agama islam.
11 Ahmadi, Ideologi Pendidikan Islam, (Yogyakarta : Pustaka Pelajar, 2005), h.
36-37
12

Lebih lanjut dalam penjelasan undang-undang disebutkan bahwa,


sebagai sekolah umum, madrasah wajib melaksanakan seluruh
kebijaksanaan

yang

terkait

dengan

pendidikan

umum,

guna

memperoleh pendidikan sebagai bagian mencerdaskan kehidupan


bangsa.
Berdasarkan
pendidikan
kepribadian

fungsinya

yang

sangat

anak.

pendidikan

penting

Pendidikan

untuk

agama

agama

islam

membentuk
islam

adalah
karakter

sangat

saling

keterkaitan, dimana pendidikan agama islam adalah sarana untuk


mendidik dan mengatur serta membentuk karakter seorang anak,
sedangkan kurikulum pendidikan agama islam adalah pengatur dari
jalannya sarana pendidikan tersebut, agar tercapainya keberhasilan
pendidikan tersebut.
Apabila salah satu dari kedua fungsi tersebut tidak berjalan
dengan

semestinya

tersebut

sangat

maka

kecil.

taraf

Sehingga

keberhasilan
dalam

dari

pendidikan

hubungannya

fungsi

pendidikan agama islam dengan fungsi kurikulum pendidikan agama


harus saling mengimbangi untuk menciptakan metode pengajaran
dan peserta didik yang dapat mempersiapkan diri untuk meyakini,
memahami, menghayati dan mengamalkan agama islam agar dapat
diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan adanya keseimbangan antara pendidikan dengan
kurikulm dalam pendidikan agama islam tersebut maka sangat erat
sekali hubunganya dengan kurikulum pembelajaran tersebut.
System pembelajaran adalah sutau kombinasi terorganisasi
yang

meliputi

unsur-unsur

manusiawi,

material,

fasilitas,

perlengkapan dan prosedur berinteraksi untuk mencapai suatu


tujuan.
Pendekatan sistem pada pembelajaran bertujuan agar kita
dapat mengerti masalah pengajaran sebagai keseluruhan secara
tuntas dan dapat mendalami pula apa bagian-bagiannya. Selain itu
diharapkan kita dapat memahami pula cara bagaimana masingmasing bagian itu saling berinteraksi, saling berfungsi dan saling
13

bergantung di dalam sebuah sistem untuk mencapai tujuan


pembelajaran.

12

Sebagai suatu system seluruh unsur yang membentuk system


itu memiliki ciri saling ketergantungan yang diarahkan untuk
mencapai

tujuan

tertentu.

Keberhasilan

system

pembelajaran

adalah keberhasilan pencapaian tujuan pembelajaran. Maka dengan


demikian, tujuan utama system pembelajaran adalah keberhasilan
siswa mencapai tujuan.
Pendekatan sistem pembelajaran PAI adalah kumpulan dari
sekian banyak komponen yang saling berintegrasi, saling berfungsi
secara

kooperaatif

dan

saling

mempengaruhi

dalam

rangka

mewujudkan generasi-genarasi yang beriman dan bertakwa.13

BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Pendidikan dapat diartikan sebagai usaha seseorang dalam
mendewasakan seseorang agar terwujudnya perubahan dalam diri
seseorang baik secara jasmani dan rohani. Kemudian tujuan dari
pendidikan itu ialah adalah memahami ajaran- ajaran islam secara
sederhana dan bersifat menyeluruh, sehingga dapat digunakan
sebagai pedoman hidup dan amalan perbuatannya, baik dalam
hubungannya dengan Allah, dengan masyarakat sekitarnya serta
dapat membentuk pribadi yang berakhlak mulia sesuai dengan
ajaran islam.
Kemudian Fungsi Pembelajaran PAI ialah
12 Oemar Hamalik, Perencanaan Pengajaran Berdasarkan Pendekatan Sistem,
(Jakarta : Bumi Aksara, 2002), hal. 8-9.
13 Rostiyah NK, Masalah Pengajaran Sebagai Suatu Sistem, (Jakarta: Rineka
Cipta, 1994), hal.1-16)
14

Pengembangan
Penanaman nilai
Penyesuaian mental
Perbaikan
Pencegahan

DAFTAR PUSTAKA
Ahmadi, Ideologi Pendidikan Islam, Yogyakarta : Pustaka Pelajar, 2005
M. Abduh, Tafsir Al-Manar, Juz Iii. Beirut : Darul Ma'arif, T.Th
M.Athiyah Al-Abrasyi, Dasar-Dasar Pokok Pendidikan Islam. Jakarta: Bulan
Bintang, 1970
Mulyasa, Pendidikan Agama Islam Berbasis Kompetensi,Bandung: Remaja
Rosdakarya, 2005
Nur Uhbiyati, Ilmu Pendidikan Islam. Bandung: Pustaka Setia, 1998
Oemar

Hamalik, Perencanaan

Pengajaran

Berdasarkan

Pendekatan

Sistem. Jakarta : Bumi Aksara, 2002


Rostiyah Nk, Masalah Pengajaran Sebagai Suatu Sistem, Jakarta: Rineka
Cipta, 1994
15

Undang-Undang Republik Indonesia No. 20 Tahun 2003, Tentang Sistem


Pendidikan

Nasional

Beserta

Penjelasannya.

Bandung:

Umbara, 1992
Zakiah Daradjat, Ilmu Pendidikan Islam. Jakarta: Bumi Aksara, 1996

16

Citra