Anda di halaman 1dari 30

PROPOSAL TUGAS AKHIR

PROPOSAL TUGAS AKHIR STUDI KASUS KERUSAKAN V-BELT PADA UNIVERSAL MILL MACHINE LC-20 VHA FIRST Proposal Tugas

STUDI KASUS KERUSAKAN V-BELT PADA UNIVERSAL MILL MACHINE LC-20 VHA FIRST

Proposal Tugas Akhir Diploma III Program Studi Teknik Mesin Di Jurusan Teknik Mesin

Oleh :

Irvan Rachmad Darmawan NIM. 3213110069

JURUSAN TEKNIK MESIN POLITEKNIK NEGERI JAKARTA DEPOK

2016

STUDI KASUS KERUSAKAN V-BELT PADA UNIVERSAL MILL MACHINE LC-20 VHA FIRST

Diajukan oleh

Irvan Rachmad Darmawan NIM. 3213110069

Disetujui oleh:

Team Tugas Akhir Program Studi Teknik Mesin

(

........................................

)

POLITEKNIK NEGERI JAKARTA

2016

DAFTAR ISI

HALAMAN PENGESAHAN..........................................................................

i

DAFTAR ISI.....................................................................................................

ii

DAFTAR GAMBAR........................................................................................

iii

BAB I. PENDAHULUAN................................................................................

1

  • 1.1 Latar Belakang................................................................................

1

  • 1.2 Perumusan Masalah........................................................................

3

  • 1.3 Tujuan dan Manfaat........................................................................

3

  • 1.4 Ruang Lingkup Penelitian...............................................................

4

  • 1.5 Pembatasan Masalah.......................................................................

4

  • 1.6 Lokasi Objek Tugas Akhir..............................................................

4

  • 1.7 Garis Besar Metode Penyelesaian Masalah....................................

4

  • 1.8 Sistematika Penulisan Keseluruhan Tugas Akhir...........................

5

BAB II. TINJAUAN PUSTAKA......................................................................

7

  • 2.1 Definisi Perawatan dan Perbaikan..................................................

7

  • 2.2 Definisi Mill Machine (Frais).........................................................

12

  • 2.3 Pengertian V-Belt............................................................................

18

BAB III. METODE PELAKSANAAN............................................................

21

  • 3.1 Metode Pelaksanaan........................................................................

21

  • 3.2 Diagram Alir Proses Perencanaan...................................................

22

BAB IV. BIAYA DAN JADWAL KEGIATAN................................................

23

  • 4.1 Rancangan Biaya.........................................................................

23

  • 4.2 Jadwal Kegiatan...........................................................................

24

25

26

DAFTAR GAMBAR

GAMBAR 2.1 Bagian – bagian utama mill machine (frais) ...........................

17

GAMBAR 2.2 V – Belt ...................................................................................

18

GAMBAR 2.3 Mekanisme Transmisi V –Belt ................................................

19

GAMBAR 2.4 Struktur V – Belt .....................................................................

20

GAMBAR 2.5 Tipe dan Jenis V – Belt ...........................................................

20

BAB I PENDAHULUAN

  • 1.1 Latar Belakang

Pada dasarnya, teknologi semakin maju sesuai perkembangan zaman terutama dalam bidang penerbangan. Salah satu industri aviasi yang mengalami perkembangan adalah PT. GMF AeroAsia yang berlokasi di Indonesia. Dengan perkembangan teknologi yang maju sekarang dalam bidang penerbangan, maka dari itu seharusnya diperhatikan dalam hal perawatan dan perbaikan pada pesawat terbang. Pentingnya perawatan dan perbaikan dalam industri aviasi pada pesawat terbang sangat diperhatikan untuk menjaga keamanan, kenyamanan, dan keselamatan pada saat pesawat sedang flight. Selain itu, perawatan dan perbaikan bertujuan agar pesawat terbang selalu dalam keadaan siap setiap waktu jika diperlukan harus terbang. Di industry aviasi PT. GMF AeroAsia adalah perusahaan maintenance, repair, operation (MRO) untuk pesawat terbang. Industri aviasi ini bertujuan untuk perawatan dan perbaikan dalam pesawat terbang. Karena pesawat terbang harus diperhatikan agar tidak terjadi kesalahan saat akan digunakan. Selain itu, di dalam industri aviasi tidak hanya berfokus dalam perawatan dan perbaikan pesawat terbang dikarenakan dalam industri aviasi ini terdapat fasilitas – fasilitas pendukung untuk membantu dalam perawatan dan perbaikan pesawat. Sebagai industri aviasi di Indonesia yang berkembang, sudah selayaknya melengkapi fasilitas – fasilitas pendukung yang dibutuhkan untuk membantu perawatan dan perbaikan pesawat di PT. GMF AeroAsia. Seperti di bagian unit workshop yang dilengkapi dengan berbagai mesin – mesin yang sudah sangat canggih. Mesin yang terdapat di salah satu bagian unit, yaitu di workshop bertujuan untuk membantu untuk memperbaiki komponen pesawat yang rusak. Tetapi jika komponen yang overhaul (rusak parah) tidak bisa diperbaiki di bagian unit workshop.

Di unit workshop PT. GMF Aerosia menggunakan beberapa

faslitas mesin pendukung dalam pengerjaan proses produksi, seperti:

Mesin milling Mesin bubut Mesin las Mesin gerinda Mesin press Mesin CNC Dan fasilitas pendukung lainnya yg terdapat pada workshop Dari berbagai fasilitas mesin pendukung diatas salah satu mesin yang sering terjadi breakdown adalah Universal Mill Machine LC-20 VHA First. Di karenakan mesin – mesin yang terdapat di workshop digunakan lebih dari 8 jam beroperasi. Maka dari itu, jika mesin mengalami breakdown akan mengalami kesulitan dalam masa produksi dan juga akan mengakibatkan terhambatnya pekerjaan disaat proses perbaikan pesawat. Salah satu mesin yang sering digunakan dalam proses perbaikan dan perawatan komponen pesawat adalah Mill machine. Mill machine adalah suatu mesin perkakas yang digunakan untuk mengubah permukaan benda kerja menjadi permukaan rata baik bertingkat, menyudut, dan alur. Sesuai dengan bentuk dan ukuran yang dikehendaki. Mill machine merupakan salah satu supporting equipment yang tergolong penting dalam dunia industri yang digunakan untuk membantu dalam kegiatan produksi. Dalam penggunaanya semakin lama mill machine akan mengalami penurunan performance yang dipengaruhi oleh berbagai faktor. Misalnya karena putusnya pada V-Belt, penyetelan yang telah berubah dari spesifikasinya dan kerusakan komponen - komponen mill machine itu sendiri.

Agar V-Belt dapat bekerja secara maksimal sesuai dengan spesifikasinya dan untuk memperpanjang usia dari pemakaian V-Belt maka perlu adanya proses perawatan. Proses perawatan yang dilakukan antara lain meliputi perawatan dengan membongkar mill machine untuk dapat memperbaiki ataupun mengganti komponen yang rusak.

Oleh karena itu kami berniat untuk menganalisa permasalahan dan kerusakan yang terjadi V-Belt pada Universal Mill Machine LC-20 VHA First.

  • 1.2 Perumusan Masalah V-belt termasuk salah satu komponen yang vital bagi mill machine karena perannya sebagai transmisi daya dari poros yang satu ke poros yang lainnya melalui pulley yang berputar dengan kecepatan sama atau berbeda. Dengan demikian v-belt pada Universal Mill Machine LC-20 VHA First tidak boleh mengalami kerusakan (putus). Berdasarkan judul tugas akhir yang saya ambil dapat dirumuskan masalah sebagai berikut :

    • 1. Apa penyebab kerusakan (putus) pada v-belt?

    • 2. Apa solusi untuk memksimalkan performance v-belt?

  • 1.3 Tujuan dan Manfaat

    • 1.3.1 Tujuan

      • - Mengetahui penyebab terjadinya kerusakan pada v-belt

      • - Mencari solusi terbaik untuk mengoptimalkan masa pemakaian v-belt

      • - Mengenal fungsi dari v-belt pada Universal Mill Machine LC-20 VHA First

  • 1.3.2 Manfaat

    • - Mengembangkan ilmu yang telah didapat selama kuliah di Politeknik Negeri Jakarta

    • - Mengaplikasikan ilmu dan keterampilan yang diperoleh selama belajar di Politeknik Negeri Jakarta

    • - Menambah wawasan tentang v-belt pada Universal Mill Machine LC- 20 VHA First di workshop PT. GMF AeroAsia

    • 1.4 Ruang Lingkup Penelitian

    Untuk menghindari meluasnya permasalahan judul yang akan penulis ambil, maka dari itu penulis membahas tentang v-belt yang ada pada Universal Mill Machine LC-20 VHA First mulai dari perawatannya maupun perbaikannya.

    1.5 Pembatasan Masalah

    • - Media atau obyek permasalahan adalah Universal Mill Machine LC- 20 VHA First

    • - Cara kerja v-belt pada Universal Mill Machine LC-20 VHA First

    • - Permasalahan pada sistem kerja v-belt

    • - Perawatan dan perbaikan v-belt pada Universal Mill Machine LC-20 VHA First

    • 1.6 Lokasi Objek Tugas Akhir Nama perusahaan

    : PT. Garuda Maintenance Facility (Gmf) Aero Asia

     

    Alamat

    : Soekarno-Hatta International Airport, BUSH

    19100

     

    Cengkareng-Tangerang, Indonesia.

     

    Unit

    : Workship TBR

    • 1.7 Garis Besar Metode Penyelesaian Masalah

      • 1.7.1 Studi Literatur

    Cara untuk menyelesaikan persoalan dengan menelusuri

    sumber-sumber tulisan yang pernah dibuat sebelumnya. Dalam hal ini, sumber pustaka yang saya telusuri dari perpustakaan perusahaan

    melingkupi journal perusahaan, manual book, buku

    -
    -

    buku yang terkait

    dalam menyelesaikan permasalahan yang terdapat saat perawatan dan perbaikan.

    • 1.7.2 Metode Observasi

    Metode pengumpulan data yang digunakan untuk menghimpun data penelitian melalui pengamatan. Metode ini meliputi melihat, mengamati, dan mempelajari data - data yang diperlukan untuk menyelesaikan masalah dengan melakukan kerja lapangan.

    • 1.7.3 Diskusi Teknik Diskusi teknik merupakan kegiatan yang wajar dilakukan seseorang dalam memecahkan suatu masalah. Cara yang dilakukan seperti berdiskusi dengan narasumber di lapangan tentang permasalahan di industri yang terjadi kepada leader lapangan, pihak yang terkait di lapangan ( mekanik ), pembimbing lapangan.

    • 1.7.4 Konsultasi Memberikan suatu petunjuk, pertimbangan, pendapat atau nasihat dalam penerapan, pemilihan, penggunaan suatu teknologi atau metodologi yang didapatkan melalui pertukaran pikiran untuk mendapatkan suatu kesimpulan yang sebaik-baiknya. Untuk mendapatkan solusi dari permasalahan yang ada di industri yang dilakukan adalah konsultasi dengan pihak industri lapangan dan pembimbing di kampus.

      • 1.8 Sistematika Penulisan Keseluruhan Tugas Akhir Secara garis besar pembahasan didalam penulisan Tugas Akhir ini disusun dalam beberapa bab, yaitu : BAB I : PENDAHULUAN Menguraikan latar belakang pemilihan topik, perumusan masalah, tujuan dan manfaat, ruang lingkup penelitian dan pembatasan masalah, lokasi objek tugas akhir, garis besar metode penyelesaian masalah, dan sistematika penulisan keseluruhan tugas akhir. BAB II : TINJAUAN PUSTAKA

    Berisi studi pustaka/literatur, memaparkan rangkuman kritis atas pustaka yang menunjang penyusunan tugas akhir, meliputi pembahasan tentang topik yang akan dikaji lebih lanjut dalam tugas akhir.

    BAB III : METODE PELAKSANAAN

    Menguraikan tentang metodologi, yaitu metode yang digunakan untuk menyelesaiakan masalah, meliputi prosedur, pengambilan sampel dan pengumpulan data, pengumpulan data, teknik analisis data atau teknis perancangan.

    BAB IV : BIAYA DAN JADWAL KEGIATAN

    Ringkasan anggaran biaya sebagai berikut :

    • 1. Peralatan penunjang, ditulis sesuai kebutuhan

    • 2. Bahan habis pakai, ditulis sesuai dengan kebutuhan.

    • 3. Perjalanan, jelaskan kemana dan untuk tujuan apa.

    • 4. Lain-lain: administrasi, publikasi, seminar, laporan, lainnya

    Jadwal Kegiatan

    Berisi urutan kegiatan pembuatan tugas akhir mulai dari pengajuan proposal sampai dengan pengajuan sidang dalam satuan minggu perkuliahan (menggunakan standar format Timeline).

    DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN Biodata Mahasiswa

    BAB II TINJAUAN PUSTAKA

    • 2.1 Definisi Perawatan dan Perbaikan

    Perawatan adalah suatu usaha yang dilakukan secara sengaja dan sistematis terhadap peralatan hingga mencapai hasil/kondisi yang dapat diterima dan diinginkan.

    Dari pengertian di atas jelas bahwa kegiatan perawatan itu adalah kegiatan yang terprogram mengikuti cara tertentu untuk mendapatkan hasil/kondisi yang disepakati. Perawatan hendaknya merupakan usaha/kegiatan yang dilakukan secara rutin/terus menerus agar peralatan atau sistem selalu dalam keadaan siap pakai.Kegiatan perawatan dapat dibedakan menjadi dua bagian besar yaitu :

    1. Perawatan berencana

    2. Perawatan darurat

    Beberapa istilah tentang perawatan, antara lain :

    • - Perawatan pencegahan (preventive) Perawatan yang dilakukan terhadap peralatan untuk mencegah terjadinya kerusakan.

    • - Perawatan dengan cara perbaikan (corrective) Perawatan yang dilakukan dengan cara memperbaiki dari peralatan (mengganti, menyetel) untuk memenuhi kondisi standard peralatan tersebut.

    • - Perawatan jalan (running) Perawatan yang dilakukan selama peralatan dipakai :

    • - Perawatan dalam keadaan berhenti (shut-down)

    • - Perawatan yang dilakukan pada saat peralatan tidak sedang dipakai.

    • 2.1.1 Tujuan Perawatan Tujuan perawatan antara lain :

      • 1. Untuk memperpanjang usia pakai peralatan

      • 2. Untuk menjamin daya guna dan hasil guna

      • 3. Untuk menjamin kesiapan operasi atau siap pakainya peralatan

      • 4. Untuk menjamin keselamatan orang yang menggunakan peralatan

  • 2.1.2 Jenis Perawatan Peralatan

  • Dalam prakteknya perawatan peralatan dapat dibedakan atas dua jenis, yaitu pra perawatan dan perawatan pencegahan.

    • a. Perawatan sebelum dioperasikan (pra-perawatan)

    Perawatan peralatan sebelum dioperasikan bertujuan untuk menjamin peralatan agar dapat beroperasi dengan efektif. Untuk memudahkan pengecekan maka dibuat rencana perawatannya. Perawatan dapat berupa jadwal pembersihan, penggantian pelumasan dan uji coba peralatan tanpa beban. Peralatan yang baru dihidupkan hendaknya tidak langsung dibebani. Peralatan dibiarkan hidup beberapa menit, sementara itu diadakan itu diadakan pengecekan pada bagian-bagian tertentu. Apabila tidak ada kelainan, barulah peralatan dapat dibebani sedikit demi sedikit sampai pada beban yang diharapkan.

    • b. Perawatan Pencegahan

    Telah disebutkan di depan bahwa perawatan pencegahan bertujuan untuk mencegah terjadinya kerusakan yang lebih serius. Tentu saja tidak semata-mata mencegah. Terjadinya kerusakan, tetapi perawatan pencegahan ini justru merupakan kegiatan rutin dalam pelaksanaan perawatan agar peralatan senantiasa siap pakai.

    Perawatan pencegahan ini meliputi :

    1)

    Perawatan harian

    Maksudnya ialah kegiatan perawatan yang dilaksanakan setiap/selama peralatan dioperasikan. Kegiatan ini umumnya dilaksanakan olehpemakai peralatan.Macam-macam kegiatan perawatan harian :

    • a) Selama peralatan bekerja maka pemakai harus selalu memeriksa/mengganti situasi kerjanya, bahkan sejak peralatan mulai bekerja. Cara memeriksa/mengamati yaitu dengan cara :

      • - Lihat, maksudnya cara kerja peralatan diperhatikan, barangkali ada sesuatu yang kelihatan tidak semestinya.

      • - Rasa, maksudnya selama mesin bekerja perlu dirasakan barangkali ada getaran suhu meningkat, bau yang aneh dan sebagainya.

      • - Dengar, maksudnya cara kerja peralatan didengarkan barangkali ada suara-suara asing yang menandakan kelainan.

  • b) Pencegahan Beban Lebih Setiap peralatan yang dioperasikan harus dijaga agar beban tidak melebihi kapasitas/kemampuan yang termasuk beban lebih.

  • Misalnya : Putaran peralatan terlalu tinggi, muatan terlalu berat, suhu terlalu tinggi, dan sebagainya.

    • c) Pelumasan Semua peralatan yang berputar atau bergerak bergesekan perlu diberi pelumasan. pelumasan ini berfungsi untuk mengurangi gesekan, mencegah keausan dan berfungsi mendinginkan. Untuk pelumasan perlu dipilih bahan pelumas yang cocok dengan komponen yang dilumas.

    • d) Pendinginan. Umumnya peralatan yang bekerja pada suhu tinggi dan bergerak memerlukan pendinginan, dengan pendinginan berarti suhu terkendali hingga laju kerusakan terkendali pula.

    • e) Pencegahan Korosi. Pada umumnya peralatan yang bagian-bagiannya terbuat dari logam/baja ada kecenderungan berkarat (korosi). Proses korosi akan terjadi bila logam bereaksi dengan oksigen, air atau bermacam-macam asam. Korosi sangat merugikan karena cepat merusak peralatan. Oleh sebab itu korosi harus dicegah. Pencegahan korosi dapat dilakukan dengan cara :

      • - Kebersihan, yaitu menjaga peralatan tetap bersih selalu dibersihkan sehabis dipakai.

      • - Melindungi logam agar tidak terkena zat-zat penyebab korosi antara lain dengan mengolesi oli, mengecat, melapisi dengan anti karat.

    2)

    Perawatan Berkala

    Maksudnya ialah perawatan yang dilaksanakan secara berkala sesuai dengan jadwal yang diprogramkan. Macam-macam kegiatan perawatan berkala antara lain :

    Pemeriksaan secara periodik Maksudnya ialah memeriksa peralatan terhadap bagian-bagiannya untuk diadakan perawatan pencegahan. Pemeriksaan dapat dilakukan 3 bulanan, 6 bulanan atau 1 tahunan.

    Penyetelan bagian-bagian/komponen. Selama peralatan beroperasi, dimungkinkan komponen-komponen berubah posisi karena adanya getaran, perubahan suhu, keausan dan sebagainya, sehingga baut-baut kendor atau posisi komponen bergeser. Untuk itu perlu distel kembali agar kembali seperti semula.

    Penggantian komponen Dari hasil inspeksi, mungkin ditemukan ada komponen-komponen yang perlu diganti karena aus, patah atau bengkok hingga tak dapat berfungsi dengan baik. Untuk itu perlu penggantian komponen. Dalam melaksanakan perawatan berkala ini, harus bekerja berdasarkan petunjuk perawatan.

    • 2.1.3 Diagnosa Gangguan Yang dimaksud dengan diagnosa untuk mencari kerusakan ialah menganalisis peralatan dalam keadaan rusak ataupun mengalami gangguan untuk diketahui pada bagian mana terjadinya kerusakan dan apa penyebabnya. Keahlian dan pengalaman mendiagnosa, memungkinkan dapat menemukan kesalahan / kerusakan dengan cepat dan tepat. Agar hasil diagnosa dan pencarian kesalahan dapat lebih cepat dan tepat, diperlukan pula pengetahuan tentang peralatan yang didiagnosa, antara lain :

    • - Cara kerja peralatan

    • - Petunjuk pengoperasian peralatan (operation manual)

    • - Petunjuk perawatan (maintenance manual)

    Langkah-langkah mendiagnosa gangguan pada peralatan :

    • 1. Periksa peralatan secara fisik

    • 2. Periksa rangkaian/hubungan kelistrikan mulai dari sumber masukan sampai kebagian yang memungkinkan untuk diperiksa

    • 3. Periksa komponen-komponen mekanik yang bergerak secara teliti

    • 4. Hidupkan peralatan secara berurutan sesuai dengan langkah kerjanya

    • 5. Perhatikan dan catat setiap kelaianan dari peralatan

    • 6. Lihat catatan dari data peralatan tentang kerusakan dan langkah perbaikan yang pernah dilakukan (bila ada)

    • 7. Analisa dan tentukan langkah perbaikannya agar tepat.

    • 2.2 Definisi Mill Machine ( Frais )

    Mesin frais (milling machine) adalah mesin perkakas yang dalam proses kerja pemotongannya dengan menyayat atau memakan benda kerja menggunakan alat potong bermata banyak yang berputar (multipoint cutter). Pisau frais dipasang pada sumbu atau arbor mesin yang didukung dengan alat pendukung arbor. Pisau tersebut akan terus berputar apabila arbor mesin diputar oleh motor listrik, agar sesuai dengan kebutuhan, gerakan dan banyaknya putaran arbor dapat diatur oleh operator mesin frais.

    • 2.2.1 Bentuk Pengfraisan

    Mesin frais mempunyai beberapa hasil bentuk yang berbeda, dikarenakan cara pengerjaannya. Berikut ini bentu-bentuk pengfraisan yang bisa dihasilkan oleh mesin frais.

    • 1. Bidang rata datar

    • 2. Bidang rata miring menyudut

    • 3. Bidang siku

    • 4. Bidang sejajar

    • 5. Alur lurus atau melingkar

    • 6. Segi beraturan atau tidak beraturan

    • 7. Pengeboran lubang atau memperbesar lubang

    • 8. Roda gigi lurus, helik, paying, cacing

    • 9. Nok/eksentrik, dll.

    • 2.2.2 Jenis-Jenis Mesin Frais Jenis - jenisnya terdiri dari mesin frais tiang dan lutut (column and knee), mesin frais hobbing (hobbing machines), mesin frais pengulir (thread machines), mesin pengalur (spline machines) dan mesin pembuat pasak (key milling machines). Untuk produksi massal biasanya dipergunakan jenis mesin frais banyak sumbu (multi spindles planer type) dan meja yang bekerja secara berputar terus - menerus (continuous action rotary table) serja jenis mesin frais drum (drum type milling machines). Berikut ini ada macam-macam mesin frais:

    • a. Mesin Frais Horizontal atau bisa disebut dengan mesin frais mendatar dapat digunakan untuk mengejakan pekerjaan sebagai berikut ini antara lain:

      • - mengfrais rata.

      • - mengfrais ulur.

      • - mengfrais roda gigi lurus.

      • - mengfrais bentuk.

      • - membelah atau memotong.

  • b. Mesin Frais Vertical atau bisa disebut dengan mesin frais tegak dapat digunakan untuk mengerjakan pekerjaan sebagai berikut:

    • - mengfrais rata.

    • - mengfrais ulur.

    • - mengfrais bentuk.

    • - membelah atau memotong.

    • - mengebor.

  • c. Mesin Frais Universal adalah suatu mesin frais dengan kedudukan arbornya mendatar perubahan kearah vertikal dapat dilakukan dengan mengubah posisi arbor. Gerakan meja dari mesin ini dapat kearah memanjang, melintang, naik turun. Dan dapat diputar membuat sudut tertentu terhadap bodi mesin.

    • 2.2.3 Bagian – Bagian Utama Mesin Milling ( Frais )

    1. Spindle utama

    Merupakan bagian yang terpenting dari mesin milling. Tempat untuk mencekam alat potong. Di bagi menjadi 3 jenis :

    • a. Vertical spindle

    • b. Horizontal spindle

    • c. Universal spindle

      • 2. Meja / table

    Merupakan bagian mesin milling, tempat untuk clamping device atau benda kerja. Di bagi menjadi 3 jenis :

    • a. Fixed table

    • b. Swivel table

    • c. Compound table

    3.

    Motor drive

    Merupakan bagian mesin yang berfungsi menggerakkan bagian – bagian mesin yang lain seperti spindle utama, meja ( feeding ) dan pendingin(cooling). Pada mesin milling sedikitnya terdapat 3 buah motor :

    • a. Motor spindle utama

    • b. Motor gerakan pemakanan ( feeding )

    • c. Motor pendingin ( cooling )

      • 4. Tranmisi

    Merupakan bagian mesin yang menghubungkan motor penggerak dengan yang digerakkan. Berdasarkan bagian yang digerakkan dibedakan menjadi 2 macam ya itu :

    • a. Transmisi spindle utama

    • b. Transmisi feeding

    Berdasarkan sistem tranmisinya dibedakan menjadi 2 macam yaitu :

    • a. Transmisi gear box

    • b. Transmisi v – belt

      • 5. Knee

    Merupakan bagian mesin untuk menopang / menahan meja mesin. Pada bagian ini terdapat transmisi gerakan pemakanan ( feeding ).

    • 6. Column / tiang

    Merupakan badan dari mesin. Tempat menempelnya bagian – bagian mesin yang lain.

    • 8. Base / dasar

    Merupakan bagian bawah dari mesin milling. Bagian yang menopang badan / tiang. Tempat cairan pendingin.

    • 9. Control

    Merupakan pengatur dari bagian – bagian mesin yang bergerak. Ada 2 sistem kontrol yaitu :

    • a. Mekanik

    b. Electric

    Dibagi menjadi 2 bagian :

    1. Sederhana

    2. Komplek ( CNC )

    b. Electric Dibagi menjadi 2 bagian : 1. Sederhana 2. Komplek ( CNC ) Gambar 2.1

    Gambar 2.1 Bagian – bagian utama mill machine (frais)

    • 2.3 Pengertian V-Belt

    V - belt

    adalah Sabuk atau belt terbuat dari karet dan mempunyai

    penampung trapezium. Tenunan, teteron dan semacamnya digunakan sebagai inti sabuk untuk membawa tarikan yang besar. Sabuk V dibelitkan

    pada alur puli yang berbentuk V pula. Bagian sabuk yang membelit akan mengalami lengkungan sehingga lebar bagian dalamnya akan bertambah besar.

    V - belt Mempunyai kelebihan dari pada penggunakan rantai dan sproket.Berikut ini adalah Kelebihan Yang Dimiki Oleh V-Belt:

    • 1. V-Belt digunakan untuk mentransmisi daya yang jaraknya relatif jauh.

    • 2. Kecilnya faktor slip.

    • 3. Mampu digunakan untuk putaran tinggi.

    • 4. Dari segi Harga V-Belt relatif lebih murah dibanding dengan element transmisi yang lain.

    • 5. Sisitem Operasi menggunakan V-belt Tidak Berisik (Noise Kecil) dibandingkan dengan chain

    pada alur puli yang berbentuk V pula. Bagian sabuk yang membelit akan mengalami lengkungan sehingga lebar

    Gambar 2.2 V – Belt

    • 2.3.1 Fungsi V-Belt V - belt digunakan untuk mentransmisikan daya dari poros yang satu ke poros yang lainnya melalui pulley yang berputar dengan kecepatan sama atau berbeda. Pulley v - belt merupakan salah satu elemen mesin yang berfungsi untuk mentransmisikan daya seperti halnya sproket rantai dan roda gigi.

    Gambar 2.3 Mekanisme Transmisi V –Belt 2.3.2 Bahan V-Belt Pada contoh gambar di atas adalah contoh

    Gambar 2.3 Mekanisme Transmisi V –Belt

    2.3.2 Bahan V-Belt

    Pada contoh gambar di atas adalah contoh bahan dari 2 tipe V-Belt Yang berbeda (Tipe Conventional dan Tipe Cog).Walaupun berbeda tipe tapi kedua jenis V-Belt Tersebut sama bahan-bahannya dan cuma beda di alur saja.

    Bahan dari V-Belt itu sendiri terdiri dari:

    • - Canvas (kampas/kain mota/Terpal) Berfungsi sebagai bahan pengikat struktur karet.

    • - Rubber (Karet) berfungsi sebagai Elastisitas dari V-belt dan menjaga agar V-belt tidak Slip.

    • - Cord (Kawat Pengikat) berfungsi penguat agar V-Belt Tidak Gampang Putus.

    Gambar 2.4 Struktur V – Belt 2.3.3 Jenis Dan Tipe V-Belt V-belt terdiri dari beberapa tipe

    Gambar 2.4 Struktur V – Belt

    2.3.3 Jenis Dan Tipe V-Belt

    V-belt terdiri dari beberapa tipe yang digunakan sesuai dengan kebutuhan. Tipe yang tesedia A,B,C,D dan E.Berikut Tipe V-belt Bendasarkan bentuk dan kegunaaannya:

    • - Tipe standar. ditandai huruf A, B, C, D, & E

    • - Tipe sempit. ditandai simbol 3V, 5V, & 8V

    • - Tipe beban ringan. ditandai dengan 3L, 4L, & 5L

    Gambar 2.4 Struktur V – Belt 2.3.3 Jenis Dan Tipe V-Belt V-belt terdiri dari beberapa tipe

    Gambar 2.5 Tipe dan Jenis V - Belt

    BAB III METODE PELAKSANAAN

    • 3.1 Metode Pelaksanaan Sebelum materi tugas akhir mengenai studi kasus kerusakan (putus) v-belt pada Universal Mill Machine LC-20 VHA First dipilih, penulis melakukan observasi lapangan pada unit worshop TBR di PT. Garuda Maintenance Facility (Gmf) Aero Asia yang berlokasi di Soekarno-Hatta International Airport BUSH 19100, Cengkareng, Tangerang, Banten - Indonesia. Selain itu penulis juga mencari konsep permasalahan melalui media internet dan literatur yang cocok untuk dijadikan bahan dan pustaka tugas akhir. Konsep permasalahan yang sudah terpilih, dicari jalan penyelesaiannya dengan melakukan kajian pustaka melalui media internet, manual book, bertanya kepada pembimbing dilapangan dan dosen mata kuliah terkait. Hal tersebut untuk melengkapi pustaka proposal tugas akhir. Data - data dari hasil praktek dan observasi yang didapat, kemudian di analisa untuk dijadikan bahan laporan tugas akhir. Penentuan tahapan pelaksanaan ini terencana dan sesuai jadwal yang telah ditentukan serta mempercepat proses pemecahan masalah di dalam pelaksanaannya.

    • 3.2 Diagram Alir Proses Perencanaan :

    Start Tinjauan Survey Pustaka Lapangan
    Start
    Tinjauan
    Survey
    Pustaka
    Lapangan
     

    Pengumpulan Data dan Referensi

     
    Pengumpulan Data dan Referensi Analisa Data Kesimpulan dan Solusi

    Analisa Data

     
    Pengumpulan Data dan Referensi Analisa Data Kesimpulan dan Solusi

    Kesimpulan dan Solusi

     
    Pengumpulan Data dan Referensi Analisa Data Kesimpulan dan Solusi
    Finish
    Finish

    BAB IV BIAYA DAN JADWAL KEGIATAN

    • 4.1 Rancangan Biaya

    No

    Nama Komponen / Bahan

    Volume

    Harga Satuan

    Jumlah Harga Satuan ( Rp )

    ( Rp )

    1.

    Biaya Habis Pakai

    -

    -

    -

    2.

    Peralatan Penunjang

    1

    300.000

    300.000

    a.

    Pembuatan Proposal

    dan laporan

    3.

    Perjalanan

    1

    250.000

    250.000

    a.

    Survey dan

    perjalanan

    4.

    Lain – Lain

    3

    100.000

    300.000

    a.

    Biaya tak terduga

    a. Biaya tak terduga
     

    Jumlah Total

    850.000

    4.2

    Jadwal Kegiatan

    Waktu : 18 Januari sampai dengan 18 April 2016

    Tempat Pelaksanaan : PT. Garuda Maintenance Facility (Gmf) Aero Asia

       

    Minggu ke

     

    No

    Kegiatan

           

    9&1

     

    1&2

    3&4

    5&6

    7&8

    0

    11&12

    1.

    Pengenalan di lapangan

       

    Mengamati konsep

               

    2.

    permasalahan

    Memilih konsep

       

    3.

    permasalahan

    Penyelesaian konsep

       

    4.

    permasalahan

    5.

    Pelaksanaan di lapangan

         

    6.

    Analisa data

         

    7.

    Pelaporan

    DAFTAR PUSTAKA

    [1] Antony Corder, Kusnul Hadi, 1992, Teknik Manajemen Pemeliharaan, Erlangga. [2] Litho, 2010, Series I Milling Machine, in USA, Bridgeport

    LAMPIRAN

    Lampiran 1.

    • A. Biodata Mahasiswa

    Nama Lengkap

    • 1. Irvan Rachmad Darmawan

    • 2. NIM

    3213110069

    • 3. Jenis Kelamin

    Laki-Laki

    • 4. Tempat/Tanggal Lahir

    Jakarta / 09 Juni 1995

       

    JL. Jambore Rt/Rw 006/013, No 52, Cibubur,

    • 5. Alamat

    Ciracas, Jakarta Timur

    • 6. Agama

    Islam

    • 7. No. HP

    081318618351

    Email

    • B. Riwayat Pendidikan

     

    SD

    SMP

    SMA

    D III

    Nama

    SDN 05

    SMPN 147

    SMAN U

    Politeknik

    Instansi

    CIBUBUR

    M.H Thamrin

    Negeri

    Jakarta

    Jurusan

    IPA

    Teknik Mesin

    Tahun Masuk

    2001 - 2007

    2007 - 2010

    2010 – 2013

    2013 – 2016

    dan Lulus

    Depok, Januari 2016 Pengusul

    Irvan Rachmad Darmawan ( NIM. 3213110069 )