Anda di halaman 1dari 3

Definisi

Perdarahan uterus disfungsional (PUD) adalah perdarahan uterus abnormal yang didalam
maupun diluar siklus haid, yang semata-mata disebabkan gangguan fungsional mekanisme kerja
hipotalamus-hipofisis-ovarium-endometrium tanpa kelainan organik alat reproduksi. PUD paling
banyak dijumpai pada usia perimenars dan perimenopause

Etiologi
Sebab-sebab organik
Perdarahan dari uterus, tuba, dan ovarium disebabkan oleh kelainan pada:
a

Serviks uteri, seperti polipus servisis uteri, erosio porsionis uteri, ulkus pada porsio uteri,

karsinoma servisis uteri;


Korpus uteri, seperti polip endometrium, abortus iminens, abortus sedang berlangsung,
abortus inkompletus, mola hidatidosa, koriokarsinoma, subinvolusio uteri, karsinoma

c
d

korporis uteri, sarkoma uteri, mioma uteri;


Tuba Falopii, seperti kehamilan ektoplik terganggu, radang tuba, tumor tuba;
Ovarium, seperti radang ovarium, tumor ovarium.
Sebab-sebab fungsional
Perdarahan disfungsional dapat terjadi pada setiap umur antara menarche dan menopause.
Tetapi , kelainan ini lebih sering dijumpai sewaktu masa permulaan dan masa akhir fungsi
ovarium. dalam praktek banyak dijumpai pula perdarahan disfungsional dalam masa
pubertas, akan tetapi karena keadaan ini biasanya dapat sembuh sendiri, jarang diperlukan
perawatan di rumah sakit.

Pola dari perdarahan uterus abnormal


1

Menoragia (hipermenorea) adalah perdarahan menstruasi yang banyak dan


memanjang. Adanya bekuan-bekuan darah tidak selalu abnormal, tetapi dapat
menandakan adanya perdarahan yang banyak. Perdarahan yang gushing dan openfaucet selalu menandakan sesuatu yang tidak lazim. Mioma submukosa, komplikasi
kehamilan, adenomiosis, IUD, hiperplasia endometrium, tumor ganas, dan perdarahan
disfungsional adalah penyebab tersering dari menoragia.

Hipomenorea (kriptomenorea) adalah perdarahan menstruasi yang sedikit, dan


terkadang hanya berupa bercak darah. Obstruksi seperti pada stenosis himen atau serviks
mungkin sebagai penyebab. Sinekia uterus (Ashermans Syndrome) dapat menjadi
penyebab dan diagnosis ditegakkan dengan histerogram dan histeroskopi. Pasien yang
menjalani kontrasepsi oral terkadang mengeluh seperti ini, dan dapat dipastikan ini tidak

apa-apa.
Metroragia (perdarahan intermenstrual) adalah perdarahan yang terjadi pada waktuwaktu diantara periode menstruasi. Perdarahan ovulatoar terjadi di tengah-tengah siklus
ditandai dengan bercak darah, dan dapat dilacak dengan memantau suhu tubuh basal.
Polip endometrium, karsinoma endometrium, dan karsinoma serviks adalah penyebab
yang patologis. Pada beberapa tahun administrasi estrogen eksogen menjadi penyebab

umum pada perdarahan tipe ini.


Polimenorea berarti periode menstruasi yang terjadi terlalu sering. Hal ini biasanya

berhubungan dengan anovulasi dan pemendekan fase luteal pada siklus menstruasi.
Menometroragia adalah perdarahan yang terjadi pada interval yang iregular. Jumlah
dan durasi perdarahan juga bervariasi. Kondisi apapun yang menyebabkan perdarahan
intermenstrual dapat menyebabkan menometroragia. Onset yang tiba-tiba dari episode

perdarahan dapat mengindikasikan adanya keganasan atau komplikasi dari kehamilan.


Oligomenorea adalah periode menstruasi yang terjadi lebih dari 35 hari. Amenorea
didiagnosis bila tidak ada menstruasi selama lebih dari 6 bulan. Volume perdarahan
biasanya berkurang dan biasanya berhubungan dengan anovulasi, baik itu dari faktor
endokrin (kehamilan, pituitari-hipotalamus) ataupun faktor sistemik (penurunan berat
badan yang terlalu banyak). Tumor yang mengekskresikan estrogen menyebabkan

oligomenorea terlebih dahulu, sebelum menjadi pola yang lain.


Perdarahan kontak (perdarahan post-koitus) harus dianggap sebagai tanda dari
kanker leher rahim sebelum dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Penyebab lain dari
perdarahan kontak yang lebih sering yaitu servikal eversi, polip serviks, infeksi serviks
atau vagina (Tichomonas) atau atropik vaginitis. Hapusan sitologi negatif
menyingkirkan diagnosis
dianjurkan untuk dilakukan.3

Perdarahan Bukan Haid

tidak

kanker serviks invasif, kolposkopi dan biopsi sangat

Yang dimaksudkan disini ialah perdarahan yang terjadi dalam masa antara 2 haid.
Perdarahan itu tampak terpisahdan dapat dibedakan dari haid, atau 2 jenis perdarahan ini
menjadi satu; yang pertama dinamakan metroragia,yang kedua menometroragia. Metroragia
atau menometroragia dapat disebabkan oleh kelainan organik pada alat genital atau oleh
kelainan fungsional.1

Patofisiologi
disebabkan oleh gangguan pada siklus ovulasinya. Sebagai hasilnya pasien mendapatkan
siklus estrogen yang tidak teratur yang dapat menstimulasi pertumbuhan endometrium,
berproliferasi terus menerus sehingga perdarahan yang periodik tidak terjadi.
gangguan perdarahan yang dinamakan metropatia hemoragika terjadi karena persistensi
folikel yang tidak pecah sehingga tidak terjadi ovulasi dan pembentukan korpus luteum.
Akibatnya, terjadilah hiperplasi endometrium karena stimulasi estrogen yang berlebihan dan
terus-menerus.