Anda di halaman 1dari 5

Laboratorium Mineralogi Optik 2014

MINERALOGI OPTIK
I.

PENGERTIAN

Mineralogi Optik merupakan salah satu cabang ilmu geologi yang mempelajari tentang sifat
optis mineral. Mineralogi Optik bertujuan untuk mendeskripsikan mineral secara lebih akurat
menggunakan mikroskop. Alat yang digunakan dalam pengamatan mineral secara
mikroskopis adalah mikroskop polarisasi untuk mengamati sayatan mineral.

II.

SIFAT - SIFAT CAHAYA

1. Pemantulan cahaya
Saat cahaya mengalami pemantulan, maka akan berlaku hukum pemantulan cahaya :
a. sudut datang sama dengan sudut pantul
b. sudut datang, garis normal dan sudut pantul berada pada satu bidang datar.

Pada saat cahaya memantul pada cermin maka berlaku sifat sinar istimewa :
- Sinar datang sejajar sumbu utama akan dipantulkan melalui titik fokus.
- Sinar datang melalui titik fokus akan dipantulkan sejajar sumbu utama

2. Pembiasan cahaya
Pembiasan terjadi saat cahaya datang melalui benda transparan yang berbeda
kerapatan massanya. Pembiasan cahaya mengikuti hukum Snellius, yaitu :
- Sinar datang, sinar bias dan garis normal berada pada satu bidang

Nama : Joshua Gagah K.P.


NIM : 111130135
Plug : 4

Page

Laboratorium Mineralogi Optik 2014

- Sinar datang dari medium yang kurang rapat menuju medium yang lebih rapat akan
dibiaskan mendekati garis normal.
- Sinar datang dari medium lebih rapat ke medium kurang rapat akan dibiaskan
menjauhi garis normal.

III.

SIFAT OPTIS NIKOL SEJAJAR

Warna Interferensi
Warna Interferensi mineral adalah warna yang dihasilkan akibat cahaya yang masuk
mengalami absorbsi. Pada mikroskop polarisasi dikenal 2 jenis mineral berdasarkan tembus
atau tidaknya cahaya:
-

Isotrop : Mineral yang tembus cahaya atau transparan. Pada mineral dengan sifat ini
gelombang cahaya akan dipantulkan kesegala arah dengan kecepatan sama.

Anisotrop:Mineral dengan sifat tidak tembus cahaya, yaitu Mineral Opaque dan
Translucent. Gelombang cahaya yang melewati mineral anisotrop akan dipantulkan ke
segala arah dengan kecepatan berbeda.

Bentuk Kristal
Pada pengamatan bentuk mineral secara optik mikroskopik, maka bentuk yang dapat
kita amati adalah bentuk mineral dalam kondisi dua dimensi, tetapi dengan bantuan struktur
Nama : Joshua Gagah K.P.
NIM : 111130135
Plug : 4

Page

Laboratorium Mineralogi Optik 2014

dalam mineral yang dapat diamati seperti halnya bidang belah atau cleavage, maka kita
dapat memperkirakan bentuk 3 dimensi kristal tersebut.
Bentuk mineral yang dapat diamati:

Perismatik : bila belahan tampak sejajar, yaitu Euhedral, Subhedral, dan Anhedral

Kubik : memliki sumbu 2 arah dan saling tegak lurus.

Rhombik : sumbu-sumbunya dapat saling tegak lurus atau tidak, berbentuk hexagonal.

Polygonal : bentuk dan belahan tidak karuan panjang sisi tidak sama.

Pleokroisme
Pleokroisme merupakan warna yang terjadi karena adanya perbedaan daya absorbsi
dari sumbu-sumbu kristal terhadap kedudukan analisator dan polarisator.

Indeks Bias
Indeks bias merupakan konstanta yang menunjukan perbandingan antara sudut sinar
datang dengan sudut pantul. indeks bias dipengaruhi oleh perbedaan jenis media yang dilewati
sinar. indeks bias diukur dengan memperhatikan relief dan membandingkandengan
pergerakan garis becke,atau secara absolut dengan menggunakan minyak imersi.
IV.

SIFAT OPTIS NIKOL SILANG

Bias Rangkap (Bire Fringence)

Nama : Joshua Gagah K.P.


NIM : 111130135
Plug : 4

Page

Laboratorium Mineralogi Optik 2014

Bias rangkap adalah angka yang menunjukan perbedaan indeks bias sinar ordiner dan
extraordiner. Bias rangkap dipegaruhi oleh macam sayatan, ketebalan sayatan, dan macam
sinar yang masuk. Setiap sinar yang msuk mempunyai panjang gelombang yang berbeda.

Orientasi
Orientasi mineral merupakan hubungan antara arah-arah sumbu optik dengan sumbusumbu kristalografinya. Orientasi mineral digunakan untuk mengetahui kedudukan sumbusumbu indikatriks di dalam suatu mineral.

Pemadaman
Pemadaman adalah proses penggelapan akibat pembiasan yang terjadi mengalami
perulangan karena perubahan posisi mineral terhadap kedudukan analisator dan polarisator.
Pemadaman dapat terjadi bila sumbu-sumbu indikatriks mineral sejajar atau tegak lurus
dengan bidang-bidang getar polarisator dan analisator.
Berdasarkan posisi atau kedudukan pemadaman mineral terhadap analisator dan
polarisator dapat dibagi atas:
1. Pemadaman paralel= Bila pemadaman terjadi pada posisi 45-90
2. Pemadaman miring= Bila pemadaman terjadi pada posisi <45
3. Pemadaman simetris= Bila pemadaman terjadi pada posisi 45

Kembaran
Kembaran adalah kenampakan pada mineral akibat terbentuknya 2 kristal secara
bersamaan pada saat proses kristalisasi karena deformasi/tekanan. Pemadaman hanya terjadi
Nama : Joshua Gagah K.P.
NIM : 111130135
Plug : 4

Page

Laboratorium Mineralogi Optik 2014

pada mineral Plagioklas. contohnya Kalsbat dengan Piroksen dan Plagioklas, Albit dengan
Plagioklas.

Nama : Joshua Gagah K.P.


NIM : 111130135
Plug : 4

Page