Anda di halaman 1dari 19

SPESIFIKASI TEKNIS 201

3
SPESIFIKASI
TEKNIS

1.
1.1.

SYARAT-SYARAT DAN PERATURAN TEKNIS


Dalam Syarat-Syarat dan Peraturan Teknis pekerjaan ini

termasuk :
1.1.1.

Tenaga yang cukup dan ahli sesuai dengan jenis

pekerjaan yang
1.1.2.

Bahan

ditugaskan.
lain

yang

cukup

dan

berkualitas

baik

yang didatangkan ke tempat pekerjaan tepat pada


waktunya

sehingga

pekerjaan

bisa

berlangsung

sesuai jadwal yang telah ditentukan.


1.1.3.Kontraktor diharuskan menghitung dan mengajukan
permintaan

barang/material

kepada

logistik

atas

barang yang berhubungan dengan pekerjaan yang


dilaksanakan.
1.1.4.

Pekerjaaan harus diselesaikan sebaik mungkin


dan

sesuai

dengan ketentuan yang tertera dalam

uraian dan syaratsyarat gambar serta keputusan


Direksi.
1.2.

Pengaturan Teknis Pembangunan


Dalam

melaksanakan

Program

Pengembangan

dan

Pengelolaan Jaringan Irigasi, Rawa dan Jaringan Pengairan


Lainnya, kecuali bila ditentukan lain dalam rencana dan
Syarat- syarat (RKS) ini, sesuai Peppres No. 54 tahun
PEMBANGUNAN TALUD/TEBING PASANGAN BATU/MORTAR

SPESIFIKASI TEKNIS 201


3
2010 dengan lampiran-lampirannya, berlaku dan mengikat
ketentuan-ketentuan

di

dalam

ini

termasuk

segala

perubahan dan tambahannya, dan berdasarkan ketentuan :


1.2.1.

Undang undang Nomor 11 Tahun 1974 Tentang


Jalan dan Jembatan;

1.2.2.Undang

undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang

Konservasi sumber daya alam dan hayati;


1.2.3.

Undang undang Nomor 18 Tahun 1999 tentang


Jasa Konstruksi;

1.2.4.

Undang-undang Nomor 1 Tahun 1970 Tentang


Keselamatan Kerja;

1.2.5.

Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 1982 tentang


Irigasi;

1.2.6.

Peppres No. 54 tahun 2010 tentang Pedoman


Pelaksanaan

Pengadaan Barang dan Jasa Konstruksi

oleh Instansi Pemerintah;


1.2.7.

Peraturan Muatan Indonesia NI. 8 dan Indonesian


Loading Code

1.2.8.

1987 (SKBI 1.2.53.1987)

Peraturan Semen Portland Indonesia SNI. 8 Tahun


1972

1.2.9. Peraturan
yang

Beton

Bertulang Indonesia Tahun

1971

diterbitkan Yayasan Normalisasi Indonesia SKSN

I>I-15 1991-03;
1.2.10.

Peraturan

umum

tentang

pelaksanaan

pembangunan
PEMBANGUNAN TALUD/TEBING PASANGAN BATU/MORTAR

SPESIFIKASI TEKNIS 201


3
Indonesia Algemene Voorwaaden Voor de Uitvoering bij
aaneming van open Werken (AV) 1941.
1.2.11. Pedoman Perencanaan Penanggulangan Longsoran SNI
03-1962-1990.
1.2.12. Revisi SNI 03-2835-2002 dan Revisi SNI DT - 91- 0006 2007.
2. PEKERJAAN PERSIAPAN
2.1. Pembersihan Areal Pekerjaan.
Sebelum memulai pekerjaan yang

ada

dalam

kontrak,

terlebih dahulu membersihkan lokasi pekerjaan dari segala


macam
disekitar

tumbuh-tumbuhan dan
daerah

tersebut,

rintangan

demi

yang

kelancaran

terdapat

pelaksanaan

pekerjaan. Pekerjaan pembersihan terdiri dari pembersihan


segala

macam

tumbuh-tumbuhan,

pohon-pohon,

semak-

semak, sampah-sampah, akar-akaran dan lain sebagainya.


2.2. Direksi Keet, Barak Kerja dan Gudang
Kontraktor membuat Direksi Keet sebagai pelayanan Kantor
dari Kontraktor, Barak Kerja untuk para pekerja dan gudang
penyimpanan
tempatnya

barang-barang

akan

ditentukan

yang

dapat

kemudian

dikunci

oleh

dan

Konsultan

Pengawas, dimana pembongkaran bangunan Direksi Keet,


Barak Kerja dan Gudang menjadi tanggung jawab Kontraktor.
2.3. Jalan Penghubung Sementara dan Jalan Inspeksi
2.3.1. Jika

tidak

mencapai

terdapat

jalan

penghubung

lokasi pekerjaan, Penyedia

Jasa

untuk
harus

PEMBANGUNAN TALUD/TEBING PASANGAN BATU/MORTAR

SPESIFIKASI TEKNIS 201


3
membuat dan memelihara jalan penghubung sementara
kearah

lokasi

tersebut

pada

tempat

yang

disetujui

Direksi. Penyedia Jasa juga harus membuat fasilitas yang


diperlukan untuk melintasi sungai, aliran atau jalan air
yang ada atau harus memperbaiki dan memperkuat suatu
fasilitas

yang

ada

untuk

digunakan

menuju

lokasi

pekerjaan, jika diperlukan.


2.3.2. Penyedia Jasa boleh menggunakan jalan umum, jalan desa
dan jalan inspeksi pada saluran yang ada atau saluran baru
atau

saluran

pembuang

dengan

persetujuan

Direksi

Pekerjaan. Dalam hal ini, Penyedia Jasa harus membayar


pembuatan,

pemeliharaannya

dan

perbaikannya

berdasarkan perjanjian bersama antar Penyedia Jasa.


2.3.3. Direksi atau Pemberi Tugas tidak akan menerima tuntutan
terhadap pemakaian bersama pada jalan penghubung yang
dibuat oleh Penyedia Jasa.

2.4. Papan nama Proyek


Papan Nama Proyek da n Bedeng kerja dib uat pada lokasi
pekerjaan.
2.5. Mobilitas Peralatan
Pekerjaan

menggunakan

karakter

peralatan

alat

angkut

yang

sesuai

dengan

dan bahan-bahan yang diangkut serta

kondisi lokasi yang dilalui.


2.6. Peil dan Pengukuran ;
2.6.1. Pemborong memeriksa kebenaran dari

ukuran-ukuran

PEMBANGUNAN TALUD/TEBING PASANGAN BATU/MORTAR

SPESIFIKASI TEKNIS 201


3
keseluruhan

maupun

bagian-bagiannya

dan

memberitahukan Direksi Proyek tentang setiap perbedaan


yang

ditemukan

maupun

didalam

dalam

RKS

dan gambar-gambar

pelaksanaan

(kondisi

lapangan),

pemborong baru diijinkan membetulkan kesalahan

dan

melaksanakannya setelah

dari

ada

persetujuan tertulis

Direksi Proyek.
2.6.2. Pemborong bertanggung jawab atas tepatnya pelaksanaan
pekerjaan

menurut

Peil-

Peil

dan

ukuran-ukuran

yang

ditetapkan dalam gambar kerja.


2.6.3.

Mengingat

setiap

mempengaruhi

kesalahan

selalu

bagian-bagian pekerjaan

akan

selanjutnya,

maka ketepatan peil dan ukuran tersebut mutlak perlu


diperhatikan sungguh-sungguh. Kelalaian Pemborong dalam
hal

ini

tidak

ditolerir

dan

Direksi

Proyek

berhak

membongkar pekerjaan atas biaya Pemborong.


2.6.4.

Pengambilan
pelaksanaan,

ukuran-ukuran
didalam

yang

keliru

dalam

hal apapun menjadi tanggung

jawab Pemborong. Oleh karena itu sebelumnya kepadanya


diwajibkan

pemeriksaan

menyeluruh

terhadap

semua

gambar-gambar yang ada.

PEMBANGUNAN TALUD/TEBING PASANGAN BATU/MORTAR

2.7. Jadwal Pelaksanaan, Pengadaan, Penggunaan


2.8. Pengajuan Bahan / Material dan Barang :
Pemborong harus mendapatkan persetujuan dari Direksi Proyek
sebagai

dasar

patokan

Pemborong

dalam

melaksanakan

pekerjaan dan pemborong wajib mengikutinya.


2.8.1. Semua bahan & barang untuk proyek ini harus memenuhi
standar / mutu yang disebut dalam gambar rencana & RKS.
Bila dalam RKS disebutkan nama dan pabrik pembuatan
dari

suatu

bahan

dan

barang,

maka

ini

dimaksudkan menunjukkan standard minimal mutu / kualitas


bahan dan barang yang digunakan.
2.8.2.

Bila Direksi Proyek meragukan kualitas bahan dan barang


dimaksud, maka dapat mengeluarkan kualitas bahan dan
barang

dimaksud,

maka

dapat mengeluarkan perintah

untuk mengadakan pengujian melalui test laboratorium atas


biaya Pemborong.
2.8.3.

Setiap bahan dan barang yang akan digunakan dalam


pekerjaan harus disetujui Direksi Proyek secara tertulis,
waktu

penyampaiannya

dilaksanakan

jauh

sebelum

pekerjaannya dimulai.
2.8.4.

Contoh bahan dan barang yang akan digunakan dalam


pekerjaan harus diadakan atas
disetujui
tersebut

oleh

Direksi

seperti

biaya Pemborong, setelah

proyek,

diatas

yang

maka
akan

bahan dan barang


dipakai

dalam

pelaksanaan pekerjaan nanti.


2.8.5.

Contoh bahan dan barang tersebut disimpan oleh Direksi


PEMBANGUNAN TALUD/TEBING PASANGAN BATU/MORTAR

Proyek untuk dijadikan dasar

penolakan apabila

bahan

dipakai tidak sesuai dengan

dan

barang

yang

ternyata

contoh, baik kualitas maupun sifatnya.


2.8.6. Dalam pengajuan harga penawaran. Pemborong harus sudah
memasukkan

sejauh

keperluan

biaya

untuk

pengujian

berbagai bahan dan barang.


2.8.7.

Tanpa mengingat jumlah tersebut, Pemborong tetap


bertanggung jawab pula atas biaya pengujian bahan dan
barang yang tidak memenuhi syarat atas perintah Direksi
Teknis.

2.8.8.

Pada waktu mengajukan penawaran, Rekanan harus


menyertakan / melampirkan Daftar Material yang lebih
terperinci dari semua bahan

yang akan dipasang pada

proyek dan harus disebutkan nama pabrik, merk, spesifikasi


teknis lengkap dengan brosur / katalog. Daftar material yang
diajukan pada waktu penawaran ini adalah mengikat, dan
harus diajukan lengkap, tidak boleh sebagian-sebagian.
2.8.9.

Direksi

Proyek

akan

mengeluarkan

perintah

untuk

menyingkirkan bahan / barang yang tidak disetujui dalam


tempo 1 x 24 jam keluar lapangan pekerjaan, atas biaya
Pemborong.
2.9. Pengukuran & Pematokan :
2.9.1. Pemborong harus mengerjakan pematokan dan pengukuran
ulang untuk menentukan batas-batas pekerjaan.
2.9.2.

Sebelum

pelaksanaan

pematokan,

Pemborong

wajib

memberitahukan secara tertulis kepada Direksi Proyek.


2.9.3.

Pekerjaan

pematokan

yang

telah

selesai

diukur

oleh

Pemborong, dimintakan persetujuan untuk dasar pekerjaan


selanjutnya.
PEMBANGUNAN TALUD/TEBING PASANGAN BATU/MORTAR

2.9.4. Pemborong

bertanggung

jawab

penuh

atas

tepatnya

pelaksanaan pekerjaan menurut peil-peil dan ukuran-ukuran


yang ditetapkan dalam gambar rencana dan RKS.
2.9.5.

Mengingat
Mengingat

setiap

setip

kesalahan

selalu

mempengaruhi

kesalahan selalu akan mempengaruhi

bagian-bagian pekerjaan selanjutnya, maka ketepatan peil


dan ukuran tersebut mutlak perlu diperhatikan sungguhsungguh. Kelalaian Pemborong dalam hal ini tidak ditolerir
dan Direksi Proyek berhak membongkar pekerjaan atas biaya
Pemborong.
2.9.6. Pemborong
sama

lain

diwajibkan mencocokan ukuran-ukuran satu


dalam

tiap pekerjaan dan melaporkan kepada

Direksi Proyek setiap terdapat selisih / perbedaan-perbedaan


ukuran,

untuk

diberikan

Tidak

dibenarkan

keputusan

Pemborong

pembetulannya.

membetulkan

sendiri

kekeliruan tersebut, tanpa persetujuan Direksi Proyek.

3. PEKERJAAN STRUKTUR
3.1. Galian Tanah, Urugan Kembali Dan Pemadatan
3.1.1. Lingkup Pekerjaan.
Pekerjaan

ini

meliputi

Menyediakan

peralatan

dan

perlengkapan yang memadai, bahan-bahan, tenaga kerja yang


cukup untuk menyelesaikan semua pekerjaan sementara jika
diperlukan. Penggalian, pengurugan kembali dan pemadatan
semua pekerjaan

yang

membutuhkan galian

dan/atau

urugan kembali seperti ditunjukkan

dalam

Penggalian,

dan pemadatan di lokasi

pengurugan

kembali

Gambar

Kerja.

dimana terdapat sisa konstruksi atau instalasi yang berada di


bawah tanah yang sudah tidak berfungsi lagi sesuai dengan
PEMBANGUNAN TALUD/TEBING PASANGAN BATU/MORTAR

petunjuk Pengawas. Membuang semua bahan-bahan galian


yang

tidak

memenuhi

pembuangan

yang

persyaratan

telah

ke

ditentukan.

suatu

tempat

Penggalian

dan

pengangkutan bahan timbunan dari suatu tempat galian dan


melengkapi pekerjaan seperti ditentukan dalam Spesifikasi ini.
3.1.2. Pelaksanaan Pekerjaan Penggalian :
a) Penggalian harus dikerjakan sesuai garis dan

kedalaman

seperti ditunjukkan Kuntur Permukaan Tanah.


b) Gambar Kerja atau sesuai petunjuk Pengawas. Lebar galian
harus dibuat cukup lebar untuk memberikan ruang gerak dalam
melaksanakan pekerjaan.
c) Elevasi yang tercantum dalam Gambar Kerja merupakan
perkiraan

saja

dan

Pengawas

dapat

menginstruksikan

perubahan-perubahan bila dianggap perlu.


d) Setiap

kali

melaporkannya

pekerjaan

galian

selesai,

Kontraktor

wajib

kepada Pengawas untuk diperiksa sebelum

melaksanakan pekerjaan selanjutnya.


e) Semua lapisan keras atau permukaan keras lainnya yang
digali harus bebas dari bahan lepas, bersih dan dipotong
mendatar atau miring sesuai Gambar Kerja

atau

sesuai

petunjuk Pengawas Lapangan sebelum menempatkan bahan


urugan.
f) Bila

bahan

penggalian

yang

tidak

sesuai

terlihat

pada

elevasi

rencana, Kontraktor harus melakukan penggalian

tambahan sesuai petunjuk Pengawas, sampai kedalaman yang


memiliki permukaan yang sesuai.
g) Untuk lapisan lunak, permukaan akhir galian tidak boleh
diselesaikan sebelum pekerjaan berikutnya siap dilaksanakan,
sehingga air hujan atau air permukaan lainnya

tidak

merusak

permukaan galian. Untuk menggali tanah lunak, Kontraktor


PEMBANGUNAN TALUD/TEBING PASANGAN BATU/MORTAR

harus

memasang

untuk mencegah
galian.

dinding

penahan

longsornya

Kontraktor

tanah

tanah
ke

sementara

dalam

lubang

harus melindungi galian dari genangan

air atau air hujan dengan menyediakan saluran pengeringan


sementara atau pompa.
h) Galian di bawah elevasi rencana karena kesalahan dan
kelalaian Kontraktor harus diperbaiki sesuai petunjuk Pengawas
tanpa tambahan biaya dari Pemilik Proyek.
3.1.3. Urugan dan Timbunan.
a) Pekerjaan urugan atau timbunan hanya dapat dimulai bila
bahan urugan dan lokasi pengerjaan urugan/timbunan telah
disetujui Pengawas.
b)

Kontraktor

tidak

diijinkan

melanjutkan

pekerjaan

pengurugan sebelum pekerjaan terdahulu disetujui Pengawas.


c) Bahan galian

yang

timbunan

disimpan

dapat

sesuai

untuk

oleh

bahan

urugan

Kontraktor

di

dan

tempat

penumpukan pada lokasi yang memudahkan pengangkutan


selama pekerjaan pengurugan dan penimbunan berlangsung.
Lokasi penumpukan harus disetujui Pengawas.
d) Pengurugan
ketika

umur

pekerjaan

beton

hanya

dapat

dilakukan

beton minimal 14 hari, dan ketika pekerjaan

pasangan berumur minimal 7

hari, atau setelah mendapat

persetujuan dari Pengawas.


e) Urugan

kembali

lubang

pondasi

pasangan

harus

dilakukan dengan persetujuan Pengawas.


f) Urugan harus dilakukan lapis demi lapis dan tiap-tiap lapis
dipadatkan,

Kontraktor

harus

menyediakan

peralatan

pemadatan yang memadai untuk memadatkan urugan maupun


daerah

galian.

Bila

tingkat

pemadatan tidak memenuhi,

PEMBANGUNAN TALUD/TEBING PASANGAN BATU/MORTAR

perbaikan harus dilakukan sampai tercapai pemadatan sesuai


ketentuan.
yang

Bahan

yang

ditempatkan di

atas

lapisan

tidak dipadatkan dengan baik harus disingkirkan dan

atau harus dipadatkan kembali sesuai petunjuk Pengawas.

3.2. Beton Bertulang


3.2.1.

Lingkup Pekerjaan.
Lingkup

pekerjaan

pengadaan

ini

pekerjaan

beton

seperti ditunjukkan dalam


Pondasi

pengangkutan,

bahan, peralatan dantenaga

pelaksanaan
termasuk

meliputi

tetapi tidak
dari

pada

pada

Gambar

terbatas
pekerjaan

beton

serta

tempat- tempat

Kerja.

pada

kerja

Pekerjaan ini

Lantai

Kerja

lainnya

dan

seperti

ditunjukkan alam Gambar Kerja.


3.2.2.

Prosedur Umum.
a) Gambar Detail Pelaksanaan.
Gambar Detail Pelaksanaan harus diserahkan Kontraktor
kepada Pengawas untuk disetujui. Diagram penulangan
yang

menunjukkan

pembengkokan,

kait,

lewatan,

sambungan dan lainnya sesuai ketentuan Persyaratan


teknis Baja Tulangan Bentuk cetakan harus menunjukkan
batang struktur, spasi, ukuran, sambungan, sisipan dan
pekerjaan lainnya yang terkait.
b)

Contoh Bahan.
Sebelum
memberikan

pelaksanaan,

Kontraktor

harus

contoh-contoh material, misalnya PC, Pasir,

PEMBANGUNAN TALUD/TEBING PASANGAN BATU/MORTAR

Split (Kerikil) atau Besi Tulangan untuk mendapatkan


persetujuan dari Pengawas Pekerjaan.
c)

Contoh-contoh material yang telah disetujui oleh


Pengawas

Pekerjaan,

standard/pedoman

akan

untuk

dipakai

sebagai

memeriksa/

menerima

material yang dikirim oleh Kontraktor ke site.


d)

Pemakaian adukan atau campuran adukan diajukan


terlebih dahulu sebelum melakukan pengecoran.

3.2.3.

Syarat Pengiriman dan Penyimpanan.

a)

Bahan harus didatangkan ke tempat pekerjaan dalam


keadaan utuh dan tidak cacat. Beberapa bahan tertentu
harus

masih

di

dalam kotak/ kemasan aslinya yang

masih tersegel dan berlabel pabriknya.


b)

Bahan harus disimpan di tempat yang terlindung dan


tertutup kering, tidak lembab dan bersih sesuai dengan
persyaratan yang telah ditentukan pabrik.

c)

Tempat penyimpanan harus cukup, bahan ditempatkan


dan dilindungi sesuai dengan jenisnya.

d)

Kontraktor harus bertanggung jawab terhadap kerusakan


selama

pengiriman

kerusakan,

Kontraktor

dan

penyimpanan.

wajib

mengganti

Bila
atas

ada
beban

Kontraktor sendiri.
3.2.4.

Bahan Bahan
a)

Mutu Beton.
Mutu beton yang dicapai dalam pekerjaan beton bertulang
adalah sesuai dengan

gambar

kerja

yakni

beton

PEMBANGUNAN TALUD/TEBING PASANGAN BATU/MORTAR

K300,

dan

harus

memenuhi persyaratan yang

ditentukan dalam PBI 1971. Adapun beton ini dipakai


untuk pekerjaan beton dan beton bertulang pada goronggorong dan lain-lain sesuai dengan gambar kerja.
b)

Semen.
Semen harus dari Type I

dan memenuhi persyaratan

SII-0013. Sebelum pengadaan semen, sertifikat semen


harus

diserahkan kepada

termasuk

metoda

dan

Pengawas untuk disetujui,


cara

pengangkutan

harus

disertakan. Semen harus diadakan dalam kemasan besar


atau zak, dengan persetujuan dari Pengawas.
c)

Pasir & Batu Pecah.


Pasir / batu pecah harus memenuhi NI-3

d)

Air.
Air untuk campuran, perawatan atau aplikasi lainnya harus
bersih dan bebas dari
seperti

alkali,

asam,

unsur-unsur
garam

dan

yang

merusak

bahan anorganik

lainnya. Air yang kualitas untuk dikonsumsi manusia tidak


perlu diuji. Bagaimanapun, bila hal ini terjadi, semua air
kecuali yang telah disebutkan di atas, harus diuji dan
disetujui Pengawas.
a)

Cara pengadukan harus tunduk ketentuan PBI 1971.

b)

Takaran untuk semen portland, pasir dan koral harus


disetujui terlebih dahulu oleh Pengawas Lapangan.

c)

Hanya untuk beton praktis, lantai kerja, beton tumbuk

yang

diperkenankan

beton/molen, mengaduk
d)

memakai

mesin

pengaduk

dengan sekop/cangkul dilarang.

Jika diperlukan pada setiap pengecoran pada bagianbagian yang penting, Kontraktor harus membuat kubuskubus beton percobaan/ pengetesan, sedangkan jumlah
PEMBANGUNAN TALUD/TEBING PASANGAN BATU/MORTAR

serta cara pengambilan kubus-kubus beton tersebut


harus sesuai dengan peraturan PBI 1971.
e)

Pengetesan
dilakukan

terhadap

pada

kubus-kubus

laboratorium

beton

tersebut

yangdisetujui

oleh

Pengawas Pekerjaan.
3.2.9.

Pengecoran Beton.
a)

Kontraktor
persiapan

diwajibkan

dengan membersihkan

cetakan-cetakan sampai
dan

melaksanakan

ketinggian,

pekerjaan

dan

menyiram

jenuh, pemeriksaan ukuran

pemeriksaan

penulangan

dan

penempatan penahan jarak.


b)

Pengecoran
atas

c)

beton

hanya

dapat

dilaksanakan

persetujuan Pengawas Lapangan.

Pengecoran
mungkin

harus

dilakukan

dengan

sebaik

dengan menggunakan alat penggetar untuk

menjamin beton cukup padat, dan harus dihindrkan


terjadinya cacat pada beton seperti keropos, dan sarangsarang koral/split yang dapat memperlemah konstruksi.
d)

Apabila

pengecoran

diteruskan

pada

perhentian

tersebut

beton

akan

dihentikan,

hari

berikutnya,

harus

disetujui

maka
oleh

dan

tempat

Pengawas

Pekerjaan.
e)

Beton

harus

sehingga

dilindungi

tidak

perlindungan

atas

dari

pengaruh

terjadi penguapan
kemungkinan

panas,

cepat.Persiapan
datangnya hujan

harus diperhatikan.
f)

Beton
)

harus

dibasahi paling

sedikit

10

sepuluh

hari setelah pekerjaan pengecoran.

PEMBANGUNAN TALUD/TEBING PASANGAN BATU/MORTAR

3.2.10. Pembongkaran Perancah/Acuan


Pembongkaran bekesting hanya boleh dilakukan dengn ijin
tertulis dari Pengawas Pekerjaan. Setelah bekesting dibuka
tidak

diijinkan

permukaan

mengadakan

beton,

tanpa

perubahan apapun pada

persetujuan

dari

Pengawas

Pekerjaan.
3.2.11. Syarat Pengamanan Pekerjaan
a) Beton yang telah dicor dihindarkan dari benturan benda
keras selama 3 x 24 jam setelah pengecoran.
b) Beton dilindungi dari kemungkinan cacat yang diakibatkan
dari pekerjaan- pekerjaan lain.
c)

Bila terjadi kerusakan, Kontraktor diwajibkan untuk


memperbaikinya dengan tidak
pekerjaan.

Seluruh

biaya

mengurangi
perbaikan

mutu
menjadi

tanggung jawab Kontraktor sendiri.


d)

Bagian beton setelah dicor selama dalam pengerasan


harus selalu dibasahi dengan air terus menerus selama 1
( satu ) minggu atau lebih ( sesuai dengan ketentuan
PBI 1971 ).

3.3. Pasangan Batu Kali


3.3.1.

Lingkup Pekerjaan
Pekerjaan
kali,

ini

meliputi

semua

pekerjaan

pasangan

batu

seperti pondasi, turap dan lainnya seperti ditunjukkan

dalam Gambar Kerja atau sesuai petunjuk Pengawas Pekerjaan


ini meliputi tidak terbatas pada pengadaan bahan, tenaga
PEMBANGUNAN TALUD/TEBING PASANGAN BATU/MORTAR

kerja

dan

semua

pekerjaan

yang

menyelesaikan pekerjaan pasangan

dibutuhkan

sesuai

untuk

batas, tingkat,

bagian dan dimensi seperti ditunjukkan dalam Gambar Kerja


3.3.2.

Prosedur Umum

a)

Contoh

Bahan.
Contoh

bahan

batu

seberat

minimal

kg

dengan

ukuran terpanjang maksimal


15 cm, harus diserahkan terlebih dahulu kepada
Pengawas untuk disetujui.
b)

Gambar
pekerjaan,

Detail

Kontraktor

Pelaksanaan.Sebelum

memulai

harus membuat Gambar Detail

Pelaksanaan yang mencakup dimensi, elevasi, kemiringan


dan detail-detail lain yang diperlukan, untuk disetujui
Pengawas Lapangan.
3.3.3.

Bahan Bahan.
a)

Batu Kali.
Batu kali harus memiliki minimal 3 bidang kontak. Batu
kali

harus

keras

bersifat

kekal

dan

tidak

boleh

mengandung bahan yang dapat merusak.


b)

Adukan dan Pelesteran.


Adukan

yang

dipakai

harus

memenuhi

uraian

Persyaratan teknis Adukan & Plesteran.


3.3.4.

Pelaksanaan

Pekerjaan
a)

Umum.
PEMBANGUNAN TALUD/TEBING PASANGAN BATU/MORTAR

Pekerjaan pasangan batu kali, baru diijinkan untuk


dimulai bila semua pekerjaan galian dan urugannya telah
diperiksa serta disetujui Pengawas Pekerjaan galian dan
urugan

kembali

dilaksanakan

sesuai

Persyaratan

teknis Galian, Urugan kembali, dan Pemadatan.


b)

Sebelum

memulai pekerjaan perletakan pasangan

batu kali, air/air hujan ataupun air tanah yang berada


dalam galian harus dipompa dan dikeluarkan.
c)

Pemasangan.
Adukan 1 semen dengan 2 pasir untuk pasangan batu
kali yang terendam air dan adukan 1 semen dengan 4
pasir untuk pasangan batu kali yang tidak terendam air.

d)

Adukan
bagian

harus

membungkus

batu

kali

pada

tengah pasangan sedemikian rupa sehingga

tidak ada bagian dari pasangan yang berongga/tidak


padat.
e)

Tidak diperbolehkan sama sekali memukul batu kali di


tempat

pekerjaan (pada bagian konstruksi) dengan

martil besar, kecuali di luar papan patok ukur/bow plank.


f)

Pasangan batu kali di atas dasar galian harus diurug


lapisan pasir

setebal 5 dan di anstamping batu kali 10

cm.
g)

Bagian yang
sudah

akan diberi

pasangan batu

kali

harus

dibentuk sesuai petunjuk dalam Gambar Kerja,

dan/atau sesuai petunjuk Pengawas.


h)

Pasangan batu kali harus saling menyilang dan terkait,


sehingga tidak ada siar yang merupakan garis lurus.

i)

Pembersihan Permukaan.
Segera setelah adukan ditempatkan, semua permukaan
pasangan batu kali yang terlihat harus dibersihkan secara
PEMBANGUNAN TALUD/TEBING PASANGAN BATU/MORTAR

menyeluruh

dari

cipratan

adukan

dan

harus

dijaga

sedemikian rupa sampai pekerjaan selesai.


j)

Perawatan.
Pasangan batu kali harus dilindungi dari cahaya matahari
dan secara terus- menerus harus dibasahi dengan cara
yang disetujui selama tiga hari setelah pekerjaan selesai.

5. PEKERJAAN FINISHING / LAIN LAIN


5.1.

Segala sesuatu yang belum tercantum dalam RKS ini dan


pada

petunjuk

Teknis dan ternyata diperlukan, maka akan

dicantumkan dalam Berita Acara Penjelasan Pekerjaan.


5.2.

Hal-hal

yang

penyelesaian

di

timbul

dalam

pelaksanaan dan

diperlukan

lapangan akan dibicarakan dan diatur oleh

Direksi dengan Kontraktor dan bila diperlukan akan dibicarakan


dengan pemberi tugas.
5.3.

Meskipun dalam bestek pada uraian pekerjaan dan uraian


bahan-bahan ini dinyatakan kata- kata yang harus disediakan
oleh

Kontraktor

tetapi

disebutkan

dalam

penjelasan

pembangunan ini pekerjaan tersebut tetap dianggap ada di muat


dalam bestek ini.
5.4.

Pekerjaan yang dinyatakan menjadi bagian dari pekerjaan


bangunan

ini

harus

diselenggarakan/dilaksanakan

dan

diselesaikan oleh Kontraktor, harus dianggap seakan akan


pekerjaaan itu diuraikan dan dimuat dalam berstek ini, itu
menuju

penyerahan yang lengkap dan sempurna menurut


PEMBANGUNAN TALUD/TEBING PASANGAN BATU/MORTAR

pertimbangan Pengelola Kegiatan.

PEMBANGUNAN TALUD/TEBING PASANGAN BATU/MORTAR