Anda di halaman 1dari 23

PEMASANGAN AKDR

UPT. PUSKESMAS
KLUNGKUNG I
SPO
PELAYANAN

No. Dokumentasi :
/KLK1/2015
Tanggal Berlaku :
2 JANUARI 2015

No. Revisi : -

Ditetapkan di : Gelgel
Kepala UPT. Puskesmas Klungkung I
(Drg. Ida Bagus Putra Dwipayana)
NIP. 19750427 200312 1 005

Pengertian
Tujuan
Kebijakan
Persiapan

Prosedur

Memasang alat kontrasepsi dalam rahim


Menunda,menjarangkan dan mengatur kehamilan
AKDR terpasang dalam rahim
1.Tensimeter
2.Stetoscop
3.Timbangan Dewasa
4.AKDR
5.Cairan antiseptik
6.Kapas cebok /antiseptik
7.IUD set
8.Sarung tangan steril
9.Tempat sampah medis non medis
10.Larutan klorin 0,5 %
11.Lampu sorot/gynekologi
12.APD
1.Sapa klien dengan ramah dan sopan
2.Melakukan Anamnesa
3.Melakukan konseling pra pemasangan
4.Menjelaskan tujuan dan Prosedur tindakan pada klien/ keluarga
5.Penanda tangannan informed consent
6.Pastikan klien sudah mengosongkan kandung kemih dan mencuci kemaluan
7. Menyiapkan alat dan lingkungan.
8.Mencuci tangan
9.Memposisikan pasien pada sikap Lytotomi
10.Palpasi Daerah perut dan periksa apakah ada kelainan daerah supra pubik
11.Memakai sarung tangan steril
12.Melakukan vulva hygiene
13.Inspeksi dan palpasi pada genetalia eksterna
14.Melakukan pemeriksaan speculum: melihat adanya lesi/keputihan,serviks
dan uretra
15.Membuka speculum .
16. Melakukan pemeriksaan bimanual : pastikan gerakan serviks bebas,tidak
ada nyeri tekan dan nyeri goyang
17. Memasang speculum vagina kembali.
18.Mengusap vagina dan serviks dengan larutan antiseptik
19.Menjepit serviks dengan tenaculum secara hati-hati pada arah jam 11 atau jam 13
20. Memasukkan sonde uterus dengan tehnik "No Touch Technique"
21.Menentukan posisi dan kedalaman kavum uteri dan keluarkan sonde
22. Mengukur kedalaman Uterus pada tabung inserter yang masih berada dalam kemasan
steril dengan cara mendorong leher biru

Prosedur

23. Petugas membuka Spekulum


24. Petugas membuka sarung tangan dan merendam dalam larutan klorin.
25. Menyiapkan AKDR : buka kemasan 1/3, tarik kertas jauhkan lengan AKDR
dari pinggir kemasan, dorong kertas kembali. Kemudian masukkan pendorong
ke tabung inserter dan letakkan pada tempat yang datar. Kemudian masukkan
lengan IUD dengan cara menahan lengan IUD sambil mendorong pendorong
hingga lengan IUD melengkung dan tahan ,tarik tabung inserter dan masukkan
lengan IUD secara perlahan lalu sesuaikan dg kedalaman uteri, dg satu tangan me
nahan leher biru dan tangan yang lain menggeser tabung inserter. Kemudian buka
seluruh plastikpenutup kemasan.
26. Petugas memakai sarung tangan steril.
27. Petugas Memasang spekulum
28. Petugas Menjepit servik dgn tenakulum secara hati-hati di jam 11 atau jam 13
29. Memegang serta tahan Tenakulum dan pendorong dengan satu tangan
30.Melepaskan tangan AKDR dengan tehnik " Withdrawall"
31. Mengeluarkan pendorong kemudian tabung inserter didorong kembali hingga terasa
ada tahanan sampai fundus
32. Petugas mengeluarkan tabung inserter dari Kanalis Servikalis kemudian gunting
benang IUD 3-4 cm.
33. Melepaskan Tenakulum dengan hati-hati , kemudian rendam dalam larutan Klorin.
34. Memeriksa servik bila ada perdarahan dari tempat jepitan Tenakulum tekan dengan
kasa
35. Mengeluarkan spekulum dan rendam dalam larutan Klorin
36. Merapikan alat-alat ,membuang bahan habis pakai dan melepassarung tangan
37. Mencuci tangan.
38. Mengobservasi kondisi pasien 15 s/d 30 menit.
39. Mengajarkan klien bagaimana cara memeriksa sendiri benang AKDR
40. Menjelaskan pada Klien apa yang dilakukan bila mengalami efek samping.
41. Memberitahu Klien kapan harus datang kembali ke petugas kesehatan (kontrol)
42. Mengingatkan kembali masa pemakaian AKDR yaitu 8- 10 th
43. Meyakinkan Klien bahwa ia datang ke Puskesmas setiap saat bila memerlukan
konsultasi, pemeriksaan, dan apabila menginginkan IUD dicabut.
44. Petugas memberikan obat bila diperlukan.
45.Mencatat hasil pelayanan di K1,K4 dan Register KB

Unit Terkait

KIA

PEMASANGAN AKDR
Halaman : 1

Ditetapkan di : Gelgel
Kepala UPT. Puskesmas Klungkung I
(Drg. Ida Bagus Putra Dwipayana)
NIP. 19750427 200312 1 005

ndakan pada klien/ keluarga

n kandung kemih dan mencuci kemaluan

pakah ada kelainan daerah supra pubik

: melihat adanya lesi/keputihan,serviks

l : pastikan gerakan serviks bebas,tidak

gan larutan antiseptik


m secara hati-hati pada arah jam 11 atau jam 13
n tehnik "No Touch Technique"
kavum uteri dan keluarkan sonde
a tabung inserter yang masih berada dalam kemasan

dan merendam dalam larutan klorin.


an 1/3, tarik kertas jauhkan lengan AKDR
as kembali. Kemudian masukkan pendorong
ada tempat yang datar. Kemudian masukkan
n lengan IUD sambil mendorong pendorong
dan tahan ,tarik tabung inserter dan masukkan
sesuaikan dg kedalaman uteri, dg satu tangan me
lain menggeser tabung inserter. Kemudian buka

kulum secara hati-hati di jam 11 atau jam 13


m dan pendorong dengan satu tangan
tehnik " Withdrawall"
an tabung inserter didorong kembali hingga terasa

erter dari Kanalis Servikalis kemudian gunting

ati-hati , kemudian rendam dalam larutan Klorin.


ahan dari tempat jepitan Tenakulum tekan dengan

am dalam larutan Klorin


ahan habis pakai dan melepassarung tangan

a memeriksa sendiri benang AKDR


dilakukan bila mengalami efek samping.
atang kembali ke petugas kesehatan (kontrol)
akaian AKDR yaitu 8- 10 th
g ke Puskesmas setiap saat bila memerlukan
ila menginginkan IUD dicabut.

PENGUKURAN LILA
No. Dokumentasi :
/KLK1/2015

UPT. PUSKESMAS
KLUNGKUNG I

Tanggal Berlaku :
2 JANUARI 2015

SPO
PELAYANAN

No. Revisi : -

Ditetapkan di : Gelgel
Kepala UPT. Puskesmas Klungkung I
(Drg. Ida Bagus Putra Dwipayana)
NIP. 19750427 200312 1 005

Pengertian
Tujuan
Kebijakan
Persiapan
Prosedur

Unit Terkait

Mengukur LILA
1.Pita ukur LILA
2.Alat Tulis
1.Mencuci tangan
2.Mitahu klien tentang tindakan yang akan dilakukan
3.Meminta pasien menyingsingkan lengan baju tangan kiri sampai pangkal bahu
4.Meminta pasien untuk melipat siku
5.Letakkan titik 0 pita LILA pada ujung bahu dan ditarik ke ujung siku,baca hasilnya
diujung siku dan tentukan pertengahan (dibagi dua)
6.Lingkarkan pita ukur LILA tepat ditengah-tengah lengan atas lalu masukkan ujung
pita
7.Eratkan ke tangan pasien dan bacalah skala dengan benar
8. Menginformasikan hasil pengukuran pada pasien
9. Mencuci tangan
10.Mencatat pengukuran dibuku LILA
KIA

UKURAN LILA
Halaman : 1

Ditetapkan di : Gelgel
Kepala UPT. Puskesmas Klungkung I
(Drg. Ida Bagus Putra Dwipayana)
NIP. 19750427 200312 1 005

an kiri sampai pangkal bahu

tarik ke ujung siku,baca hasilnya

engan atas lalu masukkan ujung

KONTRASEPSI SUNTIK
No. Dokumentasi :
/KLK1/2015

UPT. PUSKESMAS
KLUNGKUNG I

Tanggal Berlaku :
2 JANUARI 2015

SPO
PELAYANAN

Pengertian
Tujuan
Kebijakan
Persiapan

Prosedur

Unit Terkait

No. Revisi : -

Ditetapkan di : Gelgel
Kepala UPT. Puskesmas Klungkung I

(Drg. Ida Bagus Putra Dwipayana)


NIP. 19750427 200312 1 005
Salah satu alat kontrasepsi jenis hormonal dalam bentuk suntik
Menunda,menjarangkan dan mengatur kehamilan
1.Tensimeter
2.Stetoscop
3.Timbangan Dewasa
4.Obat suntik depo
5.Spuit 3 cc
6.Kapas alkohol
1.Sapa klien dengan ramah dan sopan
2.Melakukan Anamnesa
3.Melakukan konseling dg ABPK pra pelayanan KB suntik
4. Penanda tanganan Informed Consent.
5. Mengukur tekanan darah
6. Menimbang BB.
7.Melakukan pemeriksaan pada sclera,leher,payudara,perut,ekstremitas.
8.Mencuci tangan.
9.Mengocok dengan baik botol depo.
10.Melepaskan tutup plastik botol tanpa menyentuh tutup karet.
11. Mengeluarkan spuit dari bungkus steril.
12.Memasukkan cairan depo dalam spuit dan keluarkan gelembung udara dari
dalam spuit.
13.Mendesinfeksi area suntik dengan kapas alkohol.
14.Membiarkan kulit mengering sendiri sebelum disuntik.
15.Memberiukan injeksi depo secara IM
16.Membuang alat suntik pada tempatnya.
17.Menjelaskan jadwal kunjungan ulang.
18.Melakukan pencatatan di kartu dan register KB
KIA

TRASEPSI SUNTIK
Halaman : 1

Ditetapkan di : Gelgel
Kepala UPT. Puskesmas Klungkung I

(Drg. Ida Bagus Putra Dwipayana)


NIP. 19750427 200312 1 005

yudara,perut,ekstremitas.

keluarkan gelembung udara dari

POST NATAL CARE


No. Dokumentasi :
/KLK1/2015

UPT. PUSKESMAS
KLUNGKUNG I

Tanggal Berlaku :
2 JANUARI 2015

SPO
PELAYANAN

No. Revisi : -

Ditetapkan di : Gelgel
Kepala UPT. Puskesmas Klungkung I

(Drg. Ida Bagus Putra Dwipayana)


NIP. 19750427 200312 1 005
Pengertian
Tujuan
Kebijakan
Persiapan

Prosedur

Unit Terkait

Pemeriksaan ibu setelah persalinan


Menegakkan DX kebidanan dan memberikan Asuhan Kebidanan sesuai Standar
Semua Ibu Nifas dapat pelayanan
1. Stetoskop
2.Tensimeter
3.Timbangan berat badan
1. Petugas menerima kunjungan Ibu Nifas dg sopan
2. Melakukan Anamnesa
3. Petugas melakukan pemeriksaan :
a. Vital Sign
b. Penimbangan BB
4. Pemeriksaan Fisik
a. Payudara
b.Abdomen / Tinggi pundus uteri
c.Genetalia
5. Petugas menentukan DX kebidanan
6. Petugas memberikan penyuluhan kesehatan dan masalah-masalah yang mungkin
timbul pada saat nifas.
7. Mengingatkan KB pasca persalinan
8. Pemberian resep Obat : Vit.A,Tablet Fe
9. Petugas melakukan rujukan bila diperlukan
10.Mencatat dan melengkapi hasil pemeriksaan pada buku KIA dan Registre KIA
KIA

T NATAL CARE
Halaman : 1

Ditetapkan di : Gelgel
Kepala UPT. Puskesmas Klungkung I

(Drg. Ida Bagus Putra Dwipayana)


NIP. 19750427 200312 1 005

an Kebidanan sesuai Standar

masalah-masalah yang mungkin

da buku KIA dan Registre KIA

PENCABUTAN AKDR
No. Dokumentasi :
/KLK1/2015

UPT. PUSKESMAS
KLUNGKUNG I

Tanggal Berlaku :
2 JANUARI 2015

SPO
PELAYANAN

No. Revisi : -

Ditetapkan di : Gelgel
Kepala UPT. Puskesmas Klungkung I

(Drg. Ida Bagus Putra Dwipayana)


NIP. 19750427 200312 1 005
Pengertian
Tujuan
Kebijakan
Persiapan

Prosedur

Unit Terkait

Mencabut alat kontrasepsi dalam rahim


Menghentikan alat kontrasepsi dalam rahim
AKDR yang terpasang 8 th atau mengalami efek samping tercabut.
1. Tensimeter
2. Stetoscop
3. Spekulum
4. Klem lurus /Klem ovum
5. Cairan antiseptik
6. Kapas cebok
7. Sarung tangan
8. Tempat sampah Medis
9. Larutan Klorin 0,5 %
1. Sapa klien dengan ramah dan sopan
2. Menjelaskan tujuan dan prosedur tindakan pada klien/keluarga
3. Menanyakan persetujuan dan kesiapan klien sebelum kegiatan dilakukan
4. Mengukur tekanan darah
5. Cuci tangan
6. Pakai Sarung tangan
7. Membersihkan genetalia eksterna
8. Memasukkan spekulum kedalam vagina
9. Mengusap servik dengan larutan anti septik
10. Menjepit benang didekat servik menggunakan klem
11.Tarik benang pelan-pelan.
12. Menunjukkan IUD yang dilepas pada klien
13. Mengusap servik dengan larutan anti septik
14. Membuka spekulum
15. Dekontaminasi alat dalam larutan klorin 0,5 % selama 10 menit
16.Lepaskan sarung tangan kemudian rendam dalam larutan klorin
17.cuci tangan

KIA

NCABUTAN AKDR
Halaman : 1

Ditetapkan di : Gelgel
Kepala UPT. Puskesmas Klungkung I

(Drg. Ida Bagus Putra Dwipayana)


NIP. 19750427 200312 1 005

klien sebelum kegiatan dilakukan

KONTRASEPSI KONDOM
UPT. PUSKESMAS
KLUNGKUNG I
SPO
PELAYANAN

Pengertian
Tujuan
Kebijakan

Persiapan
Prosedur

Unit Terkait

No. Dokumentasi :
/KLK1/2015
Tanggal Berlaku :
2 JANUARI 2015

No. Revisi : -

Ditetapkan di : Gelgel
Kepala UPT. Puskesmas Klungkung I

(Drg. Ida Bagus Putra Dwipayana)


NIP. 19750427 200312 1 005
Salah satu alat kontrasepsi yg berupa sebung / sarung karet yang digunakan
saat berhubungan seksual.
Menunda,menjarangkan dan mengatur kehamilan
1. Setiap akseptor yg memilih kontrasepsi kondom diberikan kondom
2. Bila metode lain ada efek samping dan akseptor memilih kondom di berikan
kondom
Kondom
1. Sapa klien dengan ramah dan sopan
2. Melakukan konseling ABPK
3. Menanyakan riwayat alergi karet (akseptor baru)
4. Memberikan kondom kepada akseptor
5. Menjelaskan cara pemakaian kondom, penyimpanan dan tempat pembuangan
kondom yang aman
KIA

PSI KONDOM
Halaman : 1

Ditetapkan di : Gelgel
Kepala UPT. Puskesmas Klungkung I

(Drg. Ida Bagus Putra Dwipayana)


NIP. 19750427 200312 1 005
karet yang digunakan

milih kondom di berikan

n dan tempat pembuangan

TINDIK TELINGA
UPT. PUSKESMAS
KLUNGKUNG I
SPO
PELAYANAN

No. Dokumentasi :
/KLK1/2015
Tanggal Berlaku :
2 JANUARI 2015

No. Revisi : -

Ditetapkan di : Gelgel
Kepala UPT. Puskesmas Klungkung

(Drg. Ida Bagus Putra Dwipayana)


NIP. 19750427 200312 1 005
Pengertian
Tujuan
Kebijakan
Persiapan

Prosedur

Unit Terkait

Membuat Lubang pada daun telinga


Pemasangan anting
Setiap pasien yg diberikan pelayanan tindik telinga terpasang anting
atas permintaan sendiri atau keluarga
1. Jarum
2. Benang
3. Nalkpoder
4. Kasa
5. Larutan Desinfektan
6. Larutan Antiseptik
7. Larutan Klorin
8. Sarung Tangan
9. Benang
1. Sapa klien dengan ramah dan sopan
2. Menjelaskan tujuan dan prosedur tiundakan pada klien /keluarga.
3. Menanyakan persetujuan dan kesiapan klien sebelum kegiatan
dilskukan
5. Memakai sarung tangan
6. Melakukan desinfektan pada daun telinga yg akan ditindik
7. Memasukkan benang pada jarum tindik
8. Menusuk daun telinga dengan jarum tindik
9. Mengikat benang dan menggunting sisa benang
10. Memberikan anti septik setelah pemasangan
11. Melakukan Prosedur pada telinga yang lain.
12. Menjelaskan perawatan telinga setelah ditindik
13. Dekontaminasi alat dalam larutan klorin 0,5 % selama 10 menit
14. Lepaskan sarung tangan kemudian rendam dalam larutan klorin
15. Menjelaskan perawatan telinga setelah ditindik
16. Mencatat hasil pada Register
KIA

TINDIK TELINGA
Halaman : 1

Ditetapkan di : Gelgel
Kepala UPT. Puskesmas Klungkung I

(Drg. Ida Bagus Putra Dwipayana)


NIP. 19750427 200312 1 005

kan pelayanan tindik telinga terpasang anting

dan prosedur tiundakan pada klien /keluarga.


juan dan kesiapan klien sebelum kegiatan

an pada daun telinga yg akan ditindik

dalam larutan klorin 0,5 % selama 10 menit


ngan kemudian rendam dalam larutan klorin

PELAYANAN SECARA UMUM PADA SEMUA POLI:ANAK


REMAJA,LANSIA,GIGI,KIA &KB,UGD,LOKET,APOTIK,LAB
UPT. PUSKESMAS
KLUNGKUNG I
SPO
PELAYANAN

Pengertian
Tujuan

Kebijakan
Persiapan

Prosedur

Unit Terkait

No. Dokumentasi :
/KLK1/2015
Tanggal Berlaku :
2 JANUARI 2015

No. Revisi : -

Ditetapkan di : Gelgel
Kepala UPT. Puskesmas Klungkung I

(Drg. Ida Bagus Putra Dwipayana)


NIP. 19750427 200312 1 005
Pelayanan kesehatan /pengobatan /perawatan/konsultasi dari mulai memasuki ruangan hingga
meninggalkan ruangan
Melaksanakan segala sesuatu yang disesuaikan dengan kompetensi serta ketersediaan fasilitas
kesehatan di UPT Puskesmas Klungkung I

Pelayanan dilakukan pada semua Unit yang memberikan pelayanan kepada Pasien/Klien
1. Pengunjung / Pasien
2. Alat medis
3. Alat pencatatan / register.
1. Pengunjung / Pasien datang di
2. Pengunjung pasien diberikan tempat duduk jika tersedia tempat
duduk
3. Petugas menawarkan bantuan /pertolongan
4. Prosedur 1-3 disesuaikan jika pengunjung /pasien dalam
keadaan gawat darurat.
5. Lakukan Prosedur penata laksanaan kasus/penyakit/ penanganan
keluhan /pemberian pengobatan/perawatan/penanganan kegawat
daruratan/pencatatan register /pelayanan informasi, sesuai dengan
bagian/Poliklinik yang bersangkutan
6. Pada keadaan kegawat daruratan jika pasien/ pengunjung masih
belum dapat tertangani ,maka petugas wajib merujuk pasien
ke RSU terdekat
7. Berika KIE(Komunikasi ,Informasi,Edukasi) yang jelas terarah dan
bermanfaat bagi pengunjung/ pasien.
8. Sampaikan harapan yang baik dari petugas kepada pasien /
pengunjung (salah satu contoh ucapan "Semoga Lekas Sembuh")

Seluruh unit Pelayanan

ARA UMUM PADA SEMUA POLI:ANAK


GIGI,KIA &KB,UGD,LOKET,APOTIK,LAB
Halaman : 1

Ditetapkan di : Gelgel
Kepala UPT. Puskesmas Klungkung I

(Drg. Ida Bagus Putra Dwipayana)


NIP. 19750427 200312 1 005
erawatan/konsultasi dari mulai memasuki ruangan hingga

isesuaikan dengan kompetensi serta ketersediaan fasilitas/ alat


kung I

nit yang memberikan pelayanan kepada Pasien/Klien

pat duduk jika tersedia tempat

an kasus/penyakit/ penanganan
perawatan/penanganan kegawat
ayanan informasi, sesuai dengan

ika pasien/ pengunjung masih

si,Edukasi) yang jelas terarah dan

capan "Semoga Lekas Sembuh")

PEMASANGAN IMPLANT(2 KAPSUL)


No. Dokumentasi :
/KLK1/2015

UPT. PUSKESMAS
KLUNGKUNG I

Tanggal Berlaku :
2 JANUARI 2015

SPO
PELAYANAN

No. Revisi : -

Ditetapkan di : Gelgel
Kepala UPT. Puskesmas Klungkung I

(Drg. Ida Bagus Putra Dwipayana)


NIP. 19750427 200312 1 005
Pengertian
Tujuan
Kebijakan
Persiapan

Prosedur

Unit Terkait

Memasang alat kontrasepsi bawah kulit


Menunda,menjarangkan dan mengatur kehamilan
Setiap akseptor yng memilih kontrasepsi hormonal implan diberikan implant
1.Tensimeter
2.Stetoscop
3.Timbangan Dewasa
4.Implant 2 kapsul) dalam kemasan
5. Implant Kit
6. Sarung tangan steril
7. Larutan klorin 0,5 %dan air DTT
8. Larutan Antiseptik
9. Larutan Desinfektan
10. Duk Steril
11. Lidokain dan spuit
12. Plester, gaas steril
1.Sapa klien dengan ramah dan sopan
2.Melakukan Anamnesa
3. Melakukan konseling dg ABPK pra pemasangan
4. Menjelaskan tujuan dan prosedur tindakan pada klien/ keluarga
5.Penanda tanganan Informed Consent
6. Menyiapkan pasien , alat dan lingkungan.
7. Melakukan timbang berat badan
t insis
9. Memposisikan Akseptor ditempat tidur
10. Mencuci tangan dan memakai sarung tangan steril
11. Mengusap tempat pemasangan dengan larutan antiseptik
12. Memasang Duk Steril
13. Melakukan Anastesi local dibawah kulit yang akan diinsisi
14. Membuat insisi dengan skapel
15. Memasukkan Trokar dan pendorongnya melalui tempa

KIA

ANGAN IMPLANT(2 KAPSUL)


Halaman : 1

Ditetapkan di : Gelgel
Kepala UPT. Puskesmas Klungkung I

(Drg. Ida Bagus Putra Dwipayana)


NIP. 19750427 200312 1 005

epsi hormonal implan diberikan implant

indakan pada klien/ keluarga

ah kulit yang akan diinsisi

PENCABUTAN Implan
UPT. PUSKESMAS
KLUNGKUNG I
SPO
PELAYANAN

No. Dokumentasi :
/KLK1/2015
Tanggal Berlaku :
2 JANUARI 2015

No. Revisi : -

Ditetapkan di : Gelgel
Kepala UPT. Puskesmas Klungkung I

(Drg. Ida Bagus Putra Dwipayana)


NIP. 19750427 200312 1 005
Pengertian
Tujuan
Kebijakan
Persiapan

Prosedur

Unit Terkait

Mencabutalat kontrasepsi bawah kulit


Menghentikan alat kontrasepsi KB hormonal jenis impian
Semua kontrasepsi impian yg terpasang atau mengalami kegagalan tercabut
1.Tensimeter
2.Stetoscop
3. Bisturi
4. Klem Lengkung
5. Gunting
6. Sarung tangan steril
7. Larutan Anti Septik
8. Larutan Klorin 0,5 %
9. Larutan Desinfektan
10. Duk Steril
11. Obat Anastesi dan Spuit
12. Plester
13. Kasa Steril
14 Tempat sampah medis
1. Menerima Akseptor dan memberikan salam
2. Menjelaskan tujuan dan prosedur tindakan pada klien
3. Menanyakan persetujuan dan kesiapan pada klien swebelum kegiatan
dilakukan
4. Penandatanganan Informed Consent
5. Mengukur tekanan darah
6. Mempersilahkan Klien berbaring
7. Cuci tangan kemudian pakai sarung tangan
8. Usap tempat pemasangan dengan larutan desinfektan
9. Pasang DUK Steril
10. Raba seluruh kapsul untuk menentukan lokasi
11. Anastesi lokal dibawah kulit yang akan diinsisi
12. Buat insisi dangkal 2 mm dengan bisturi
13. Dorong ujung kapsul kearah insisi dengan jari tangan
14. Memasukakn klem lengkung dengan mengarah keatas kemudian jepit
ujung kapsul
15. Membebaskan kapsul dari jaringanikat yang melingkupinya
16. Menjepit ujung kapsul yang terbebas dari aringan ikat dengan
menggunakan klem kedua
17. Melepaskan Klem 1 penjepit kapsul ,kemudian menarik kapsul keluar
18. Mencabut kapsul berikutnya dengan menggunakan tehnik yg sama
19. Menunjukkan semua kapsul tersebut pada klien
20. Mengobati luka insisi dengan larutan anti septik
21. Tutup luka dengan kasa steril dan plester
22. Dekontaminasi alat dalam larutan Klorin0,5 % selama 10 menit
23. Lepaskan sarung tangan dan rendam dalam larutan klorin
24. cuci tangan
25.Mencatat di kartu dan Register KB
KIA

NCABUTAN Implan
Halaman : 1

Ditetapkan di : Gelgel
Kepala UPT. Puskesmas Klungkung I

(Drg. Ida Bagus Putra Dwipayana)


NIP. 19750427 200312 1 005

atau mengalami kegagalan tercabut

n pada klien swebelum kegiatan

mengarah keatas kemudian jepit

kat yang melingkupinya


dari aringan ikat dengan

,kemudian menarik kapsul keluar


menggunakan tehnik yg sama

orin0,5 % selama 10 menit

KONTRASEPSI SUNTIK
No. Dokumentasi No.
: Revisi : - Halaman : 1
UPT. PUSKESMAS
/KLK1/2015
KLUNGKUNG I
Tanggal Berlaku : Ditetapkan di : Gelgel
SPO 2 JANUARI Kepala
2015 UPT. Puskesmas Klungkung I
PELAYANAN

Pengertian
Tujuan
Kebijakan
Persiapan

Prosedur

Unit Terkait

(Drg. Ida Bagus Putra Dwipayana)


NIP. 19750427 200312 1 005
Salah satu alat kontrasepsi jenis hormonal dalam bentuk suntik
Menunda,menjarangkan dan mengatur kehamilan
1.Tensimeter
2.Stetoscop
3.Timbangan Dewasa
4.Obat suntik depo
5.Spuit 3 cc
6.Kapas alkohol
1.Sapa klien dengan ramah dan sopan
2.Melakukan Anamnesa
3.Melakukan konseling dg ABPK pra pelayanan KB suntik
4. Penanda tanganan Informed Consent.
5. Mengukur tekanan darah
6. Menimbang BB.
7.Melakukan pemeriksaan pada sclera,leher,payudara,perut,ekstremitas.
8.Mencuci tangan.
9.Mengocok dengan baik botol depo.
10.Melepaskan tutup plastik botol tanpa menyentuh tutup karet.
11. Mengeluarkan spuit dari bungkus steril.
12.Memasukkan cairan depo dalam spuit dan keluarkan gelembung udara dari
dalam spuit.
13.Mendesinfeksi area suntik dengan kapas alkohol.
14.Membiarkan kulit mengering sendiri sebelum disuntik.
15.Memberiukan injeksi depo secara IM
16.Membuang alat suntik pada tempatnya.
17.Menjelaskan jadwal kunjungan ulang.
18.Melakukan pencatatan di kartu dan register KB
KIA