Anda di halaman 1dari 14

BAB I

DEFINISI

A. Latar belakang

Dengan semakin berkembang nya tehnologi peralatan kesehatan yang berhubungan


dengan elektrikal, dituntut adanya pengolahan dan pengawasan yang baik terhadap
prasarana elektrikal rumah sakit, dimulai dari perencanaan, pemasangan, pengujian,
pengoperasian, sampai pemeliharaan sehingga listrik yang digunakan pada peralatan
kesehatan tersebut aman dan efisien.
Dalam rangka memenuhi amanat pasal 11 ayat (1) huruf b Undang Undang Nomor 44
tahun 2009 tentang rumah sakit, perlu disusun Peraturan Menteri Kesehatan tentang
Utilitas kelistrikan rumah sakit.

B. Pengertian
1. Lokasi medik
Lokasi medik adalah lokasi yang dimaksudkan untuk keperluan diagnosis,
perawatan, pemantauan, dan perawatan pasien.
Untuk memastikan protetksi pada pasien terhadap kemungkinan bahaya listrik,
Tindakan proteksi tambahan diterapkan dalam lokasi medik. Jenis uraian
bahaya ini dapat bervariasi menurut perawatan yang dilaksanakan.Cara dalam
penggunaan ruangan memerlukan beberapa pembagian dalam area yang
berbeda untuk membedakan prosedur medik.
2. Pasien
Pasien adalah setiap orang yang memerlukan kosultasi masalah kesehatanya
untuk memperoleh pelayanan kesehatan yang diperlukan, baik secara langsung
maupun tidak langsung di rumah sakit.
3. Perlengkapan listrik medik
Perlengkapan listrik medik adalah perlengkapan listrik yang dilengkapi dengan
tidak lebih dari satu hubungan ke jaringan supla khusus dan dimasukan untuk
mendiagnosis, merawat atau memantau pasien dibawah supervisi medik yang
membuat kontak fisik atau listrik dengan pasien, dan atau mentransfer energi
ke atau dari pasien dan atau mendeteksi transfer energi ke dan dari pasien.
4. Bagian terapan
Bagian terapan adalah bagian perlengkapan listrik medik yang dalam
penggunaan normal.Diperlukan kontak fisik dengan pasien agar perlengkapan
dapat melakukan fungsinya atau dapat dibuat agar kontak dengan pasien atau
perlu untuk disentuh oleh pasien.
5. Kelompok lokasi terdiri dari:
1

a) Kelompok 0 adalah lokasi medik tidak ada bagian terapan yang akan
digunakan.
b) Keompok 1 adalah lokasi medik dimana bagian terapan yang
dimaksudkan untuk digunakan secara eksternal atau masuk ke
sembarang bagian tubuh, kecuali berlkau pada kelompok 2.
c) Kelompok 2 adalah lokasi medik dimana terdapat bagian terapan yang
dimaksudkan untuk digunakan dalam penerapan seperti prosedur
intrakardiak, ruang operasi/bedah dan perawatan vital jika
dikontinuitas(kegagalan) suplay dapat menyebabkan kematian.
6. Prosedur intrakardiak
Prosedur intrakardiak adalah prosedur dengan konduktor listrik ditempatkan
didalam jantung pasien atau mungkin kontak dengan jantung, konduktor
tersebut dapat di akses di luar tubuh pasien. Dalam kontek ini konduktor listrik
mencakup kawat berinsulasi seperti elektrode pemacu jantung atau atau
elektrode intrakardiak, EKG atau tabung berinsulasi diisi dengan cairan
konduktif.
7. Sistem listrik medik
Sistem listrik medik adalah kombinasi beberapa perlengkapan, yang salah
satunya sekurang kurangnya merupakan perlengkapan listrik medik dan
diinterkoneksi dengan hubungan fungsional atau menggunakan multi kotak
kontak portable.Sistem mencakup lenkapan yang dperlukani untuk
mengoperasikan sistem dan ditentukan oleh pabrikan.
8. Lingkungan pasien
Lingkungan pasien adalah setiap ruang dimana dapat terjadi sentuh sengaja
atau tidak sengaja antara pasien dan bagian sistem atau antara pasien dan orang
lain yang menyentuh bagian sistem. [untuk ilustrai lihat gambar B.8].
Catatan: ini berlaku jika posisi pasien ditentukan sebelumnya,jika tidak semua
pasien sebaiknya dipertimbangkan.
Catatan: Dimensi yang terlihat tidak sebenarnya.
Gambar B.8contoh lingkungan pasien

9. Panel distribusi utama


Adalah panel dalam gedung yang memenuhi semua fungsi distribusi listrik
utama untuk area bangunan, suplay yang digunakan untuk itu dan dimana drop
voltase diukur untuk mengoperasikan layanan keselamatan.
10. Sistem IT Medik
Adalah sistem listrik IT yang mempunyai persyaratan spesifik untuk penerapan
medik.

C. Maksud dan tujuan


1. Panduan utilitas kelistrikan Rumah Sakit ini dimaksudkan sebagi acuan
dalam pemenuhan persyaratan teknis prasarana instalasi elektrikal untuk
mewujudkan prasarana instalasi elektrikal rumah sakit yang berkualitas,
sesuai dengan fungsinya, andal, serasi, selaras dennggan lingkunganya.
2. Panduan utilitas kelistrikan Rumah Sakit ini bertujuan untuk
terselenggaranya fungsi sarana elektrikal rumah sakit yang menjamin
keselamatan, kesehatan, kenyamanan dan memberikan kemudahan bagi
pengguna instalasi elektrikal di Rumah Sakit.

BAB II
RUANG LINGKUP

Panduan Utilitas kelistrikan Rumah Sakit ini berlaku untuk instalasi listrik dalam
lokasi medik sedemikian sehingga memastikan keselamatan pasien dan staf medik.
Catatan: Mungkin perlu untuk memodifikasi instalasi listrik yang sudah ada sesuai
dengan persyaratan ini, apabila terjadi pergantian pemanfaatan lokasi.
Sebaiknya diambil tindakan khusus jika dilaksanakan prosedur intrakardiak dalam
instalasi yang ada.
A. Asmen karakteristik umum
Klasifikasi lokasi medik harus dibuat dengan kesepakatan dari staf medik, organisasi
kesehatan terkait atau badan yang bertanggung jawab untuk keselamatan karyawan
sesuai dengan peraturan. Untuk menentukan klasifikasi lokasi medik, perlu agar staf
medis mennyatakan prosedur medik apa yang akan berada dalam lokasi.Berdasarkan
pada penggunaan yang dimaksudkan, klasifikasi yang sesuai untuk lokasi harus
ditentukan ( kemungkinan bahwa lokasi medik tertentu digunakan untuk tujuan yang
berbeda yang memerlukan kelompok yang lebih tinggi yang ditetapkan oleh
manejemen resiko).
Catatan 1 : klasifikasi lokasi medis sebaiknya berkaitan pada jenis kontak antara
4

bagian terapan dan pasien, maupun untuk tujuan apa lokasi tersebut digunakan.
Catatan 2 : bagian terapan ditentukan oleh standar tertentu untuk perlengkapan
listrik medik.
B. Kebutuhan, suplay dan struktur
1. Kebutuhan maksimum dan keragaman
Untuk desain yang ekonomis dan andal dari instalasi dalam batas termal dan batas
penurunan tegangan (drop voltage) penentuan kebutuhan maksimum adalah
kebutuhan penting, pada penentuan kebutuhan maksimum instalasi atau bagian
instalasi, dapat diperhitungkan keragaman.
2. Susunan konduktor dan pembumian sistem
Karakteristik berikut harus diakses:
a. Susunan konduktor penghantar arus pada kondisi operasi normal;
Susunan konduktor penghantar arus tergantung pada jenis arus. Susunan
konduktor yang diuraikan dalam bagian ini tidak menyeluruh. Hal ini
termasuk sebagai contoh susunan tripikal.susunan berikut dari konduktor
penghantar arus pada kondisi operasi normal diperhitungkan dalam
persyaratan ini.
b. Sistem pembumian
Jenis pembumian sistem berikut diperhitungkan dalam standar ini.
3. Suplay
a. Umum
Karakteristik berikut dari suplay, dari sumber mana aja, dan jumlah normal
dari karakteristik tersebut jika sesuai harus ditetntukan dengan perhitungan,
pengukuran, investigasi dan infeksi.
b. Suplay untuk pelayanan keselamatan dan sistem siaga.
Jika ketentuan pelayanan keselamatan disyaratkan misalnya oleh yang
berwenang dengan tindakan pencegahan krbakaran dan kondisi lain untuk
evakuasi darurat bangunan, dan atau jika ketentuan suplay siaga disysratkan
oleh personel yang menspesifikasikan instalasi, karakteristik sumber suplay
untuk pelayanan keselamatan sistem siaga harus diakseses secara
terpisah.suplay tersebut harus mempunyai kapasitas, keandalan dan perangkat
yang memadai dan waktu tukar alih yang sesuai untuk operasi yang ditentukan.
Untuk persyaratan lebih lanjut bagi suplay pelayanan keselamatan,lihat PUIL.
Untuk sistem siaga, tidaj ada persyaratan tertentu dalam standar ini.
4. Pembagian instalasi
a. Setiap instalasi harus dibagi dalam sirkit, jika diperlukan untuk :
1) Mencegah bahaya dan meminimalkan kesulitan jika terjadi gangguan.
2) Memfasilitasi inpeksi, pengujian dan pemeliharaan yang aman
3) Memperhitungkan bahaya yang mungkin timbul kegagalan sirkit
tunggal seperti sirkit pencahayaan.
4) Mengurangi kemungkinan trip yang tak diinginkan dari GPAS karena
arus konduktor PE yang berlebihan yang disebabkan gangguan.
5) Mengurangi efek EMI
6) Mencegah energisasi tak langsung pada sirkit yang dimaksudkan akan
diisolasi.
b. Sikit distribusi harus disediakan untuk bagian instalasi yang perlu dikendalikan
secara terpisah, sedemikian sehingga sirkit tersebut tidak dipengaruhi oleh
kegagalan sirkit lain.
C. Kompabilitas
1. Kompabilitas karakteristik
Asesmen harus dilakukan pada setiap karakteristik yang mungkin mempunyai
efek merusak terhadap perlengkapan listrik lain atau pelayanan lain atau
mungkin mengganggu suplay, misalnya untuk koordinasi dengan pihak terkait.
2. Kompabilitas elektromahnetik
5

Semua perlengkapan listrik harus memenuhi persyaratan EMC yang sesuai,dan


harus sesusai dengan standar EMC yang relevan.
Harus dipertimbangkan oleh perencana dan desainer instalasi listrik untuk
tindakan mengurangi efek gangguan voltase yang diindusikan dan interferens
elektromahnetik (electromagnetic interference- EMI ) tindakan diberikan pada
PUIL.
D. Kemampuan peliharaan
Asesmen harus dilakukan dari seringnya dan mutu pemeliharaan instalasi yang
diharapkan dapat diterima selama usia instalasi yang dimaksudkan. Jika ada yang
berwenang bertanggung jawab terhadap operasi instalasi, maka yang berwenang
tersebut harus dikonsultasi.
Karakteristik tersebut harus diperhitungkan dalam menerapkan persyaratan
sedemikian sehingga berkaitan dengan seringnya dan mutu pemeliharaan yang
diharapkan.
1. Setiap inpeksi dan pengujian periodik, pemeliharaan dan perbaikan yang
mungkin perlu selama umur yang dimaksudkan dapt siap dan aman
dilaksanakan.
2. Keefektifan dari tindakan proteksi untuk keselamatan selama umur yang
dimaksudkan harus dipertahankan.
3. Keandalan dalam perlengkapan untuk berfungsi dengan benar dari instalasi
sesuai dengan umur yang dimaksudkan.
E. Pelayanan keselamatan
1.Umum

Catatan 1: keperluan pelayanan keselamatan dan sifatnya sering diatur oleh


otoritas pemerintah yang persyaratanya harus diobservasi.
Catatan 2: contoh pelayanan keselamatan adalah: lampu keluar darat, sistem
alarm kebakaran, instalasi untuk pompa kebakaran, lift pemadam kebakaran,
perlengkapan pengeluaran asap dan barang.
Sumber untuk pelayanan keselamatan dikenal sebagai berikut :
a. Baterai
b. Sel primer
c. Set generator yang independen dari suplay normal
d. Penyulang terpisah jaringan suplay yang independen dari suplay
normal( lihat PUIL)
2. Klasifikasi
a. Pelayanan keselamatan adalah :
1) Suplay nonotomatis ; penagsutanya dilakukan oleh operator
2) Suplay otomatis ; pengasutanya independen dari operator
b. Suplay otomatis diklasifikasikan seperti berikut sesuai dengan wakyu tukar
alih
F. Kontinuitas pelayanan
Asesmen harus dilakukan pada setiap sirkit untuk setiap keperluan kontinuitas
pelayanan yang dianggap perlu selama umur instalasi yang dimaksudkan.
Karakteristik berikut sebaiknya dipertimbangkan:
1. Pemilihan Pembumian sistem
2. Pemilihan gawai proteksi untuk mencapai selektifitas
3. Jumlah sirkit
4. Multi suplai daya
5. Penggunaan gawai monitor
G. Asesmen pada lokasi medik
Klasifikasi medik harus dibuat berdasarkan kesepakatan dengan staf medik,organisasi
kesehatan terkait atau badan yang bertanggung jawab untuk keselamatan karyawan
sesuai dengan peraturan nasional.untuk menentukan klasifikasi lokasi medik, perlu
untuk staf medik menunjukan prosedur medik apa yang akan berada didalam lokasi.
6

Berdasarkan pada penggunaan yang dimaksudkan, klasifikasi yang sesuai untuk lokasi
harus ditentukan (kemungkinan bahwa lokasi medik tertentu dapat digunakan untuk
keperluan berbeda yang memerlukan kelompok yang lebih tinggi, sebaiknya
ditetapkan oleh menejemen resiko.)

SUMBER DIESEL GENERATOR

A. Pertimbangan rancangan
Dua sumber untuk daya normal harus dipertimbangkan tetapi bukan merupakan
sumber daya pengganti seperti dijelaskan dalam pasal ini.
1. Susunan sistem distribusi harus dirancang untuk meminimalkan interpusi ke
sistem kelistrikan karena internal oleh penggunaan peralatan.
2. Faktor berikut harus dipertimbangkan dalam merancang distribusi:
a. Tegangan abnormal seperti fase tunggal dari peralatan utilitas 3 fasa pengubahan
atau surya petir, penurunan tegangan atau sebagainya.
b. Kemampuan tercepat perbaikan yang mungkin tercapai dari sirkit yang ditunjukan
setelah bebas dari gangguan.

BAB III
TATA LAKSANA

A. Proses Kredensial
Secara garis besar proses kredensial Rumah Sakit Umum Lirboyo adalah sebagai
berikut:
1. Kabid Yanmed mengusulkan penerimaan staf medis baru berdasarkan kebutuhan
kepada direktur secara lisan.
2. Direktur membuat disposisi mengenai lamaran staf medis dokter kepada Ketua
Komite Medik.
3. Komite Medik melalui Sub Komite Kredensial menjadwalkan wawancara penilaian
kredensial terhadap calon staf medis dokter baru tersebut.
7

4. Calon staf medis dokter mengisi daftar kewenangan klinis kepada direktur Rumah
Sakit Umum Lirboyo yang telah disediakan.
5. Sub Komite Kredensial melakukan wawancara kredensial dan verifikasi berkas
lamaran terhadap calon staf medis antara lain :
a. Ijasah pendidikan dokter umum dan atau dokter spesialis.
b. Surat Tanda Registrasi (STR) staf medis.
c. Sertifikat ACLS dan atau ATLS dan atau Resusitasi Neonatus
d. Dan atau Hiperkes (untuk dokter umum)
e. Sertifikat kompetensi kolegium atau sertifikat pendukung lainnya.
6. Sub Komite Kredensial membuat rekomendasi kewenangan klinis calon staf medis
dokter tersebut kepada direktur dengan dilampiri hasil wawancara kredensial.
7. Direktur membuat surat penugasan klinis kepada dokter baru tersebut.
B. Proses Re-Kredensial
1. Sub Komite Kredensial akan menjadwalkan wawancara Re-Kredensial kepada staf
medis dokter yang telah berakhir surat penugasan klinisnya.
2. Setelah proses Re-Kredensial dilaksanakan maka sub Komite Re-Kredensial akan
mengajukan hasil wawancara Re-Kredensial kepada direktur RSU lirboyo.
3. Apabila staf medis dokter yang bersangkutan bias dilanjutkan maka Sub Komite
Kredensial akan mengajukan rekomendasi kewenangan klinis staf medis dokter
kepada direktur dengan dilampiri hasil wawancara Re-Kredensial.
4. Direktur membuat surat penugasan klinis baru kepada staf medis tersebut.

BAB IV
DOKUMENTASI

Dalam setiap kegiatan sangatlah perlu adanya dokumentasi, karena dokumentasi akan
menjadi bukti pelaksanaan kegiatan tersebut. Dokumen kredensial dan rekredensial masing
masing staf medis akan diarsip di map masing masing staf medis bersama dengan dokumen
penunjang lainnya. Laporan kredensial dan Rekredensial akan dilaporkan oleh Sub komite
Kredensial kepada komite medis setiap satu tahun sekali.

BAB V
PENUTUP

Kredensial staf medis harus dilakukan diawal penerimaan staf medis di Rumah Sakit
Umum Lirboyo dan berlaku untuk semua staf medis dan Rekredensial staf medis harus
dilakukan secara berkala setiap satu tahun sekali untuk menjaga mutu staf medis di rumah
sakit ini. Diharapkan baik proses kredensial maupun rekredensial dapat berjalan dengan baik
sesuai dengan peraturan yang telah ditetapkan.

10

Lampiran
FORMULIR PENILAIAN KREDENSIAL
WAKTU WAWANCARA
NAMA PEWAWANCARA

:
:

No

Umum

Kelengkapan administrasi ( Lengkap / Tidak Lengkap )

Motivasi memilih RS

Pengalaman klinik di bidang medis

Penghasilan pribadi ( keluarga )

Domisili + akses ke RS

Pengalaman organisasi

Status kesehatan pribadi ( keluarga )

Kesediaan untuk mematuhi aturan RS dalam hal:


-

Kehadiran

Memakai Snell Jas + Penampilan rapi

Menulis resep sesuai formularium

Mengoptimalkan fasilitas RS

Kendali mutu dan biaya pelayanan

Tarif jasa pelayanan RS

TANDA TANGAN:
Jawaban

11

Melayani pasien " pegawai + keluarganya " RS

Melayani pasien " pihak ketiga " ( perusahaan pelanggan )

WAKTU WAWANCARA
NAMA PEWAWANCARA

No
1
2
3
4
5
6
7

8
9
10

:
:

Khusus; Kompetensi dalam:

TANDA TANGAN:
Penilaian atas
jawaban
K
C B
BS

Rekomendasi

Anamnesa / mewawancarai pasien


Memeriksa fisik dan mental pasien
Menentukan pemeriksaan penunjang
- Menjelaskan pemeriksaan penunjang dan risikonya
- Menulis pemeriksaan penunjang diagnostik
Menegakkan diagnosa ( WD )
- Menjelaskan diagnosa ( WD & DD )
- Menulis diagnose akhir ( ICD 10 & ICOPIM )
Menentukan penatalaksanaan pasien
Menentukan pengobatan / therapy pasien
Melakukan tindakan medic
- Menjelaskan tindakan medis dan risikonya
- Menjelaskan alternatife tindakan lain dan risikonya
- Menjelaskan risiko tindakan dan komplikasi yang mungkin
terjadi
Menulis resep obat dan atau alat kesehatan
- Menjelaskan kegunaan dan cara pemakaian obat
Menentukan prognosis terhadap tindakan yang dilakukan
Menerbitkan surat keterangan sakit
12

11
Mengisi resume medic
Keterangan penilaian:
K = Kurang
C = Cukup
B = Baik
BS = Baik Sekali

13

DAFTAR PUSTAKA

--------. 2009.Kredensial dan Rekredensial RS Staf Medis Bethsaida. http//www.scribd.com.


DiperolehNovember 2015.

14