Anda di halaman 1dari 17

BAB I

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah
Istilah motion study ini lahir dari serangkaian penelitian dari seorang yang
bernama Frank B. Gilbreth beliau ini memulai kajiannya atas pekerjaan
memasang batu bata. Dari studi ini, Gilbreth menarik kesimpulan bahwa untuk
meningkatkan prestasi kerja, pekerjaan perlu distandarisasikan kemudian
dilatihkan kepada calon pekerja. Yang menjadi objek kajian ini adalah gerakan
tubuh manusia selama bekerja pada satu lokasi, khususnya gerakan tangannya,
dari hasil pengamatan Gilbreth tersebut menghasilkan perbaikan prosedur kerja
yang lebih efektif dan efesien dalam penerapan nya untuk menghasilkan suatu
rancangan sistem kerja yang terbaik.
Motion study itu sendiri adalah analisa yang dilakukan terhadap beberapa
gerakan badan pada saat bekerja. Dimana dalam penyesuaian tubuh pada saat
bekerja, yang diharapkan hasil analisa Motion study ini mampu meminimalisir
gerakan-gerakan yang tidak efektif pada saat melakukan pekerjaan, yang nantinya
hasil analisa dari Motion study ini menghasilkan penghematan waktu kerja yang
lebih efektif dan efesien yang menghasilkan sistem kerja yang terbaik.
Dari hasil kajian dan serangkaian penelitian Frank B. Gilbreth melahirkan 17
elelen-elemen gerak, 17 elemen-elemen gerakan itu adalah sebagai berikut:
1. Mencari (searcah), yaitu gerakan dasar dari pekerja untuk menemukan lokasi
objek yang bekerja dalam hal ini adalah mata.
2. Memilih (select), yaitu gerakan dasar untuk menemukan suatu objek yang
tercampur, tangan dan mata adalah dua bagian badan yang digunakan untuk
melakukan gerakan ini.
3. Memegang (graps), yaitu gerakan untuk memegang objek biasanya didahului
dengan gerakan menjangkau, dilanjutkan dengan gerkan membawa.
4. Menjangkau (reach), yaitu gerakan tangan berpindah tempat tanpa beban,
baik gerakan mendekati atau menjauhi objek.
5. Membawa (move), yaitu gerakan memindahkan tangan dimana tangan dalam
keadaan dibebani.

52

6. Memegang untuk memakai (hold), yaitu gerakan memegang tanpa


menggerakkan objek yang dipegang tersebut.
7. Melepas (release), yaitu merupakan elemen gerak seorang pekerja yang
melepaskan objek yang dipegangnya.
8. Mengarahkan (position), yaitu gerakan mengarahkan objek pada lokasi
tertentu, biasanya diawali dengan kegiatan mengangkut, diikuti oleh gerakan
merakit.
9. Mengarahkan Sementara (preposition), yaitu merupakan elemen gerak
mengarahkan pada suatu tempat sementara.
10. Pemeriksaan (inspect), yaitu pekerjaan memeriksa objek untuk mengetahui
apakah objek telah memenuhi syarat-syarat tertentu.
11. Perakitan (assembly), yaitu gerakan menggabungkan satu objek dengan objek
yang lain sehingga menjadi satu kesatuan.
12. Lepas Rakit (disassembly), yaitu merupakan kebalikan dari gerakan perakitan
dimana dua objek dipisahkan dari satu kesatuan.
13. Memakai (use), yaitu satu tangan atau keduanya dipakai untuk menggunakan
alat.
14. Kelambatan yang tak terhindarkan (unavoidable delay), yaitu kelambatan
yang diakibatkan oleh hal-hal yang terjadi di luar kemampuan pengendalian
pekerjaan.
15. Kelambatan yang dapat dihindarkan (avoidable delay), yaitu hal yang
ditimbulkan sepanjang oleh pekerjaannya sendiri baik disengaja maupun tidak
disengaja.
16. Merencana (plan), yaitu operator berfikir untuk menentukan tindakan yang
akan diambil selanjutnya.
17. Istirahat untuk menghilangkan fatique (rest to overcome fatique), yaitu
waktu untuk memulihkan kondisi badanya dari rasa fatique sebagai akibat
kerja, tidak hanya jenis pekerjaannya tetapi juga individu pekerjaanya.

53

Dari 17 elemen-elemen gerakan menurut Frank B. Gilbreth terdapat empat


klasifikasi gerakan yaitu:
1. Gerakan utama:
a. Merakit
b. Lepas Rakit
c. Memakai
2. Gerakan penunjang:
a. Memegang
b. Membawa
c. Menjangkau
d. Melepaskan
3. Gerakan pembantu:
a. Mencari
b. Mengarahkan
c. Memilih
4.

Gerakan elemen luar:


a. Merncanakan
b. Kelambatan yang dapat dihindarkan
c. Kelambatan yang tak terhindarkan
d. Istirahat untuk menghilangkan fatique

1.2 Perumusan Masalah


Pada modul tiga (III) ini penulis mencoba mengaplikasikan mengenai Motion
study didalam sebuah lingkungan kerja dengan mengadopsi suatu hasil penelitian
dari Therbling dimana menitik beratkan suatu gerakan bekerja agar lebih efektif
dan efesian yang nantinya akan menghasilkan penghematan waktu dalam bekerja.
Manusia bekerja sambil membawa sifat-sifat fisik, kejiwaan dan proses
berpikirnya. Sedangkan mesin beserta benda-benda mati lainnya telah dirancang
untuk menjadi alat bantu bagi manusia dalam mewujudkan hasil kerjanya. Dengan
kesadran inilah, berkembang suatu bidang kajian berupa analisis mengenai motion
study, yang bertujuan mencapai/mendapatkan rancangan sistem kerja dan
gerakan-gerakan bekerja antara manusia,mesin dan perlengkapan lainnya pada
sebuah stasiun kerja yang efektif dan efesien.

54

1.3 Tujuan Praktikum


1. Mampu merancang/menganalisa metode kerja dengan prinsip-prinsip
ekonomi gerakan.
2. Dapat menguraikan elemen-elemen gerakan yang terjadi pada suatu
kegiatan.
3. Dapat menganalisa gerakan-gerakan efektif dan tidak efektif dari
gerakan-gerakan Therblig.
4. Mampu merancang stasiun kerja yang ergonomis untuk meningkatkan
produktivitas.
1.4 Peralatan yang Digunakan
1. Format pengamatan.
2. Workstation.
3. Stopwatch.
4. Alat Tulis
5. Meja perakitan.
1.5 Sistematika Penulisan
Untuk lebih memperjelas dan mengembangkan pokok-pokok laporan
praktikum ini, maka diperlukan suatu sistematika tertentu yang antara lain adalah
sebagai berikut:
JUDUL COVER
LEMBAR PENGESAHAN
ABTRAKSI
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
DAFTAR TABLE
DAFTAR GAMBAR
BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
1.2. Perumusan Masalah
1.3. Tujuan Praktikum
1.4. Peralatan Yang Digunakan
1.5. Sistematika Penulisan
BAB II LANDASAN TEORI
BAB III KERANGKA PEMECAHAN MASALAH

55

3.1. Flow Chart Pemecahan Masalah


3.2. Langkah-Langkah Pemecahan Masalah
BAB IV PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA
4.1. Pengumpulan Data
4.2. Pengolahan Data
BAB V TUGAS PENDAHULUAN
5.1 Modul III
BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN
6.1 Kesimpulan
6.2 Saran
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN

BAB II
LANDASAN TEORI
2.1 Tujuan Praktikum Teknik Pengukuran Kerja II (Motion Study)
Motion study adalah analisa yang dilakukan terhadap beberapa gerakan badan
pada saat bekerja. Dimana dalam penyesuaian tubuh pada saat bekerja, yang
diharapkan hasil analisa Motion study ini mampu meminimalisir gerakan-gerakan
yang tidak efektif pada saat melakukan pekerjaan, yang nantinya hasil analisa dari
Motion study ini menghasilkan penghematan waktu kerja yang lebih efektif dan
efesien yang menghasilkan sistem kerja yang terbaik.
Dari hasil kajian dan serangkaian penelitian Frank B. Gilbreth melahirkan 17
elelen-elemen gerak, 17 elemen-elemen gerakan itu adalah sebagai berikut:
1. Mencari (searcah), yaitu gerakan dasar dari pekerja untuk menemukan
lokasi objek yang bekerja dalam hal ini adalah mata.
2. Memilih (select), yaitu gerakan dasar untuk menemukan suatu objek yang
tercampur, tangan dan mata adalah dua bagian badan yang digunakan
untuk melakukan gerakan ini.
3. Memegang (graps), yaitu gerakan untuk memegang objek biasanya
didahului dengan gerakan menjangkau, dilanjutkan dengan gerkan
membawa.
4. Menjangkau (reach), yaitu gerakan tangan berpindah tempat tanpa beban,
baik gerakan mendekati atau menjauhi objek.

56

5. Membawa (move), yaitu gerakan memindahkan tangan dimana tangan


dalam keadaan dibebani.
6. Memegang untuk memakai (hold), yaitu gerakan memegang tanpa
menggerakkan objek yang dipegang tersebut.
7. Melepas (release), yaitu merupakan elemen gerak seorang pekerja yang
melepaskan objek yang dipegangnya.
8. Mengarahkan (position), yaitu gerakan mengarahkan objek pada lokasi
tertentu, biasanya diawali dengan kegiatan mengangkut, diikuti oleh
gerakan merakit.
9. Mengarahkan Sementara (preposition), yaitu merupakan elemen gerak
mengarahkan pada suatu tempat sementara.
10. Pemeriksaan (inspect), yaitu pekerjaan memeriksa objek untuk
mengetahui apakah objek telah memenuhi syarat-syarat tertentu.
11. Perakitan (assembly), yaitu gerakan menggabungkan satu objek dengan
objek yang lain sehingga menjadi satu kesatuan.
12. Lepas Rakit (disassembly), yaitu merupakan kebalikan dari gerakan
perakitan dimana dua objek dipisahkan dari satu kesatuan.
13. Memakai (use), yaitu satu tangan atau keduanya dipakai untuk
menggunakan alat.
14. Kelambatan yang tak terhindarkan (unavoidable delay), yaitu
kelambatan yang diakibatkan oleh hal-hal yang terjadi di luar kemampuan
pengendalian pekerjaan.
15. Kelambatan yang dapat dihindarkan (avoidable delay), yaitu hal yang
ditimbulkan sepanjang oleh pekerjaannya sendiri baik disengaja maupun
tidak disengaja.
16. Merencana (plan), yaitu operator berfikir untuk menentukan tindakan
yang akan diambil selanjutnya.
17. Istirahat untuk menghilangkan fatique (rest to overcome fatique), yaitu
waktu untuk memulihkan kondisi badanya dari rasa fatique sebagai akibat
kerja, tidak hanya jenis pekerjaannya tetapi juga individu pekerjaanya.
Dari 17 elemen-elemen gerakan menurut Frank B. Gilbreth terdapat empat
klasifikasi gerakan yaitu:
1. Gerakan utama:
a. Merakit
b. Lepas Rakit
c. Memakai

57

2.

Gerakan penunjang:
a. Memegang
b. Membawa
c. Menjangkau
d. Melepaskan
3.
Gerakan pembantu:
a. Mencari
b. Mengarahkan
c. Memilih
4.
Gerakan elemen luar:
a. Merncanakan
b. Kelambatan yang dapat dihindarkan
c. Kelambatan yang tak terhindarkan
d. Istirahat untuk menghilangkan fatique
BAB III
LANGKAH-LANGKAH PEMECAHAN MASALAH
3.1 Praktikum Teknik Pengukuran Kerja II (Motion Study)

Pelaksanaan praktikum dan pengumpulan data dilakukan bersamaan pada


waktu praktikum.

Lakukan pengolahan data dari hasil praktikum, dan hitung waktu dari
gerakan-gerakan yang terjadi selama melakukan perakitan piting.

Jumlahkan waktu elemen-elemen gerakan yang terjadi untuk setiap work


stationnya, kemudian jumlahkan waktu perakitan pada setiap station
tersebut untuk mengetahui jumlah waktu perakitan piting secara
keseluruhan.

Contoh Lembar Pengamatan Motion Study


PETA TANGAN KANAN DAN TANGAN KIRI
NAMA OBJEK

: TAMIYA 4WD

NOMOR PETA

: 01

58

SEKARANG

USULAN

DIPETAKAN OLEH

: KELOMPOK 2

TANGGAL DIPETAKAN : 21 JANUARI 014


TANGAN
KANAN

JARAK

WAKTU

LAMBANG LAMBANG

WAKTU

JARAK

TOTAL

TANGAN
KIRI

TOTAL

RINGKASAN
WAKTU TIAP SIKLUS
JUMLAH PRODUK
WAKTU UNTUK MEMBUAT SATU PRODUK

BAB IV
PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA
4.1 Pengumpulan Data
PETA TANGAN KANAN DAN TANGAN KIRI
NAMA OBJEK

: PERAKITAN TAMIYA 4WD

NOMOR PETA

:01

SEKARANG

USULAN

DIPETAKAN OLEH

:KELOMPOK 2

TANGGAL DIPETAKAN : 21 JANUARI 2014


TANGAN
KANAN
Menjangkau As Roda
Memegang As Roda
Membawa As Roda
Merakit As Roda ke

JARAK

WKT
1

1
1
15

LMB
RE
G

LMB
RE
G

59

WKT

JARAK

TANGAN
KIRI

Menjangkau Rangka

Bodi
Memegang Rangka

Bodi
Membawa

15

Bodi
Merakit As Roda ke

Rangka

Rangka Bodi
Menjangkau

Rangka Bodi
Gear

Pink
Memegang Gear Pink
Membawa Gear Pink
Merakit Gear Pink ke

1
1
15

Rangka Bodi
Menjangkau

Gear

Hijau
Memegang Gear Hijau
Membawa Gear Hijau
Merakit Gear Hijau ke

1
1
15

Rangka Bodi
Menjangkau

Ring

Ban
Memegang Ring Ban
Membawa Ring Ban
Merakit Ring Ban ke

1
1
5

Rangka Bodi

RE

Delay

G
M

Delay
Delay
Merakit Gear Pink

15

ke Rangka Bodi

RE

Delay

G
M

Delay
Delay
Merakit Gear Hiaju

15

ke Rangka Bodi

RE

Delay

G
M

Delay
Delay
Merakit Ring Ban ke

Rangka Bodi
Menjangkau

1
Menjangkau Roda

Memegang Roda

Membawa Roda
Merakit

Roda

penyanbung

ke
Roda

Penyambung Roda
Membawa

Memegang Dinamo
Membawa Dinamo
Merakit Dinamo ke

1
1
50

Rangka Bodi
Memeriksa
Menjangkau

2
Gear

Biru

JARAK

G
M

Rangka Bodi
Menjangkau

1
Gear
Penutup

Gear Belakang
Membawa
Penutup

Gear Belakang
Merakit Penutup Gear

Belakang ke Rangka
Bodi
Menjangkau

LMB

Rangka Bodi
memeriksa

WKT

Delay

JARAK

TANGAN
KIRI
Delay
Delay
Merakit Gear Biru ke
Rangka Bodi

RE

Delay

Delay

Delay

4
A

50

Delay
Delay
Merakit Dinamo ke

RE

1
1
4

RE

60

ke

Rangka Bodi
Delay

Memegang Gear Biru


Membawa Gear Biru
Merakit Gear Biru ke

Roda

kemudian

RE
G
M

LMB

Belakang
Memegang

penyanbung

WKT

KANAN

Penyambung Roda
Merakit Roda ke

15
A

Bodi
Menjangkau Dinamo

TANGAN

Roda
Memegang

15

kemudian ke Rangka

Penutup

Penyambung

RE

Merakit

Penutup

Gear Belakang
Rangka Bodi
Delay

ke

Pengunci batare
Memegang Pengunci

batere
Membawa

Pengunci

Batere
Merakit

Pengunci

Utama
Memegang

Bodi

Utama
Membawa Bodi Utama
Merakit Bodi Utama ke

1
4

Rangka Bodi
Menjangkau

1
Bodi
Rangka

Bodi
Memegang Pengunci
Bodi

Utama

Bodi

Utama

6
A

Merakit

Pengunci

Batere

ke Rangka

RE

Delay

Delay

Delay
Merakit Bodi Utama

ke Rangka Bodi

RE

Delay

Delay

Delay

ke

Rangka Bodi
Membawa Pengunci

Delay

Bodi

Bodi

ke

Menjangkau

Utama

Delay

Batere ke Rangka Bodi

Pengunci

ke

Rangka Bodi
Pengunci

Merakit
Bodi

Utama

Bodi

ke

Rangka Bodi dengan

Rangka Bodi

Bodi

Bodi Utama
Membawa Pengunci

Bodi Utama
Pengunci

Bodi

dengan

Rangka

Delay

Delay

Delay

4
A

Merakit

Pengunci

Bodi

Utama

dengan

Rangka Bodi

Rangka

Bodi

Menjangkau baut dan

mur
Memegang baut dan

mur
Membawa

dan

mur
Mengarahkan baut dan

baut

mur
Merakit baut dan mur

80

pengunci

Rangka

RE

Bodi Utama dengan

ke

ke

Utama
Memegang Pengunci

Merakit

Utama

Bodi

Menjangkau
Pengunci

Pengunci

Merakit

bodi

utama
Melepaskan Obeng
Menganggur

M
P

RE

RL

61

Menjangkau obeng
Memegang obeng
Membawa obeng

Mengarahkan obeng

80

ke baut dan mur


Merakit baut dan
mur

ke

pengunci

bodi utama
Delay
Menganggur

TOTAL

266

TOTAL
TOTAL

233

RINGKASAN
WAKTU TIAP SIKLUS
JUMLAH PRODUK
WAKTU UNTUK MEMBUAT SATU PRODUK

266
1
266

4.2 Pengolahan Data

PETA TANGAN KANAN DAN TANGAN KIRI


NAMA OBJEK

: PERAKITAN TAMIYA 4WD

NOMOR PETA

: 01

SEKARANG

USULAN

DIPETAKAN OLEH

: KELOMPOK 2

TANGGAL DIPETAKAN : 21 JANUARI 2014


TANGAN

JARAK

KANAN
Menjangkau As Roda
Memegang As Roda
Membawa As Roda

WKT
1

1
1

Merakit As Roda ke

15

Rangka Bodi
Menjangkau

Gear

Pink
Memegang Gear Pink
Membawa Gear Pink
Merakit Gear Pink ke

1
1
15

Rangka Bodi
Menjangkau

Gear

Hijau
Memegang Gear Hijau
Membawa Gear Hijau
Merakit Gear Hijau ke

1
1
15

Rangka Bodi
Menjangkau

Ring

Ban
Memegang Ring Ban
Membawa Ring Ban
Merakit Ring Ban ke
Rangka Bodi
Menjangkau Roda

LMB
RE
G

LMB
RE
G

WKT

JARAK

TANGAN
KIRI

Menjangkau Rangka

Bodi
Memegang Rangka

Bodi
Membawa

15

Bodi
Merakit As Roda ke

Rangka

Rangka Bodi

RE

Delay

G
M

Delay
Delay
Merakit Gear Pink

15

ke Rangka Bodi

RE

Delay

G
M

Delay
Delay
Merakit Gear Hiaju

15

ke Rangka Bodi

RE

Delay

1
1
15

G
M

Delay
Delay
Merakit Ring Ban ke

RE

62

15

Rangka Bodi
Menjangkau

Penyambung

Memegang Roda

Membawa Roda
Merakit

Roda

penyanbung

ke

Penyambung Roda
Membawa

15

Roda

Bodi
Menjangkau Dinamo

Memegang Dinamo
Membawa Dinamo
Merakit Dinamo ke

1
1
50

Rangka Bodi
Memeriksa
Menjangkau

2
Gear

Biru

JARAK

G
M

Rangka Bodi
Menjangkau

1
Gear

Belakang
Memegang

Penutup

Gear Belakang
Membawa
Penutup

Gear Belakang
Merakit Penutup Gear

Belakang ke Rangka
1

Pengunci batare
Memegang Pengunci

batere
Membawa

Pengunci

Pengunci

WKT

Delay

JARAK

TANGAN
KIRI
Delay
Delay
Merakit Gear Biru ke
Rangka Bodi
Delay

Delay

Delay

4
A

Merakit

Penutup

Gear Belakang

ke

Delay

Delay

Delay

6
A

Merakit
Batere

Pengunci
ke Rangka

Bodi

Bodi

Utama
Memegang

Bodi

Utama
Membawa Bodi Utama
Merakit Bodi Utama ke

1
4

Rangka Bodi
Menjangkau

1
Bodi
Rangka

Bodi
Memegang Pengunci

RE

Menjangkau

ke

Rangka Bodi
memeriksa

RE

Batere ke Rangka Bodi

Utama

Rangka Bodi

Batere

Pengunci

LMB

Bodi
Menjangkau

Merakit

50

Delay
Delay
Merakit Dinamo ke

RE

1
1
4

ke

Rangka Bodi
Delay

Memegang Gear Biru


Membawa Gear Biru
Merakit Gear Biru ke

Roda

kemudian

RE
G
M

LMB

Penutup

penyanbung

WKT

KANAN

Penyambung Roda
Merakit Roda ke

15
A

kemudian ke Rangka

TANGAN

Roda
Memegang

RE

Delay

Delay

M
A

Delay
Merakit Bodi Utama
ke Rangka Bodi

RE

Delay

Delay

63

Bodi

Utama

ke

Rangka Bodi
Membawa Pengunci
Bodi

Utama

ke

Delay

Rangka Bodi
Pengunci

Merakit
Bodi

Utama

Bodi

ke

Rangka Bodi dengan

Rangka Bodi

Bodi Utama
Membawa Pengunci

Bodi Utama
Pengunci

Rangka

Delay

Delay

Delay

4
A

Merakit

Pengunci

Bodi

Utama

dengan

Rangka Bodi

Rangka

Bodi

Menjangkau baut dan

mur
Memegang baut dan

mur
Membawa

dan

mur
Mengarahkan baut dan

baut

mur
Merakit baut dan mur

80

pengunci

dengan

RE

Bodi Utama dengan

ke

ke
Bodi

1
Bodi

Utama
Memegang Pengunci

Merakit

Utama

Rangka
Bodi

Menjangkau
Pengunci

Pengunci

Merakit

bodi

RE

M
P

utama
Melepaskan Obeng
Menganggur

TOTAL

266

Memegang obeng
Membawa obeng

Mengarahkan obeng

80

ke baut dan mur


Merakit baut dan

mur

ke

233

TOTAL

499
1
266

4.3 Analisa Data


Dalam Pembuatan Peta Tangan Kanan dan Tangan Kiri petama-tama kita
harus tahu yang mana yang akan diambil jadi kerangka utama, dan dalam

64

pengunci

bodi utama
Delay
Menganggur

RL

RINGKASAN
WAKTU TIAP SIKLUS
JUMLAH PRODUK
WAKTU UNTUK MEMBUAT SATU PRODUK

Menjangkau obeng

perakitan mobil Tamia 4WD ini penulis pertama mengambil kerangka utamanya
adalah Rangka Bodi. Dalam perakitan penulis merakit as roda ke rangka bodi,
gear pink, gear hijau, ring ban, roda, penyambung roda, dynamo, gear biru,
penutup gear belakang, pengunci baterai dan pengunci bodi dengan menggunakan
baud dan mur sebagai pengencangnya.
BAB V
TUGAS PENDAHULUAN
5.1 Modul III
1. Yang dimaksud dengan mtion study?
Jawab:
Adalah analis yang dilakukan terhadap beberapa gerakan badan kerja
dalam penyesuaian pekerjaannya, dimana diharapkan agar gerakangerakan yang tidak efektif dapat dikurangi atau dihindarkan bahkan
dihilangkan yang nantinya akan diperoleh penghematan waktu kerja yang
efektif dan efisiensi.
2. Jelaskan gerakan dasar Theorbligh serta klasifikasi gerakannya?
Jawab:
1. Mencari, yaitu gerakan dasar dari pekerja untuk menemukan lokasi
objek yang bekerja dalam hal ini adalah mata.
2. Memilih, gerakan dasar untuk menemukan suatu objek yang tercampur
tangan dan mata adalah dua bagian badan yang digunakan untuk
melakukan gerakan ini.
3. Memegang, gerakan untuk memegang objek.
4. Menjangkau, gerakan tangan berpindah tempat tanpa beban.
5. Membawa, gerakan memindahkan objek
6. Memegang untuk memakai, gerakan tanpa menggerakan objek yang
sudah di pegang.
7. Melepas, melepaskan objek yang di pegang
65

8. Mengarahkan, gerakan mengarahkan objek.


9. Mengarahkan sementara, mengarahkan objek ke tempat yang
sementara.
10. Pemeriksaan, memeriksa objek apakah telah sesuai standar yang telah
di tetapkan.
11. Perakitan, merakit elemen-elemen pada objek.
12. Lepas rakit, melepaskan elemen pada objek yang di rakit.
13. Memakai, menggunakan alat kerja atau safety (keamanan)
14. Kelambatan yang tak terhindar, kelambatan yang di akibatkan oleh hal
yang di akibatkan kejadian di luar pengendalian pekerjaan.
15. Kelambatan yan g dapat di hindarkasn, hal yang di timbulkan
sepanjang pekerjaan oleh pekerjaannya sendiri baik di sengaja ataupun
tidak.
16. Merencana, operator berpikir untuk menentukan tindakan yang akan di
alami selanjutnya.
17. Istirahat, untuk menghilangkan rasa lelah akibat kelelahan dalam
bekerja

Klasifikasi gerakan Theorbligh


1. Gerakan utama

Merakit

Lepas rakit

Memakai

2. Gerakan penunjang

Memegang

66

Membawa

Menjangkau

melepaskan

3. Gerakan pembantu

Mencari

Mengarahkan

Memilih

4. Gerakan elemen luar

Merencanakan

Kelambatan yang dapat di hindar

Kelambatan yang tidak dapat di hindar

Istirahat untuk menghilangkan rasa fatique

BAB VI
KESIMPULAN DAN SARAN
6.1 Kesimpulan
Dalam pembuatan peta kerja kursi terdapat 30 operasi dan 6
pemeriksaan. Operasi dan pemeriksaan tersebut terbagi kedalam 6 proses
kerja antara lain kaki belakang, kaki depan, penyangga alas duduk, tahanan
kaki-kaki, alas duduk dan sandaran kursi. Jumlah waktu operasi untuk setiap
bagian antara lain: Sandaran duduk 21 menit, kaki depan 21 menit,
penyangga alas duduk 21 menit, tahanan kaki-kaki 21 menit, alas duduk 15
67

menit, dan sandaran kursi 15 menit ditambah operasi pengecatan 5 menit


dan perakitan 15 menit, jadi waktu yang dibutuhkan untuk membuat. Untuk
setiap proses ada pemeriksaan sebanyak 1 kali dan waktunya adalah 1 menit.
Jadi untuk membuat kursi ini diperlukan waktu adalah 118 menit/unit.
6.2 Saran
Untuk kedepannya semoga praktikum Analisis perancangan kerja ini
bisa berjalan dengan lancar.

68